[ppi] [ppiindia] Kreativitas Guru dan Memaknai Kurikulum

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/29/0903.htm


Kreativitas Guru dan Memaknai Kurikulum
Oleh Dra. R. Hj. KEMALIA SABARINI  
Sebagai sebuah konsekuensi dari kurikulum pendidikan seharusnya dipertimbangkan 
kembali dalam merancang kurikulum pendidikan untuk masa depan. Artinya sebagai 
konsekuensi dari misconception terhadap pengembangan kurikulum adalah 
terjadinya "malapraktik" pendidikan yang pada gilirannya berdampak pada 
rendahnya peran serta guru dalam proses pembelajaran di kelas.

Agar terhindar dari tindakan simplifikasi pemahaman terhadap kurikulum, ada 
baiknya jika secara singkat dibahas mengenai konsep kurikulum dalam arti luas, 
sehingga dapat dicermati kapan dan bagaimana guru dapat memberikan 
kontribusinya dalam proses pengembangan kurikulum.

Definisi kurikulum, menurut Beane dkk (1986), yakni bahwa konsep kurikulum 
dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis pengertian yang meliputi: (1) 
kurikulum sebagai produk; (2) kurikulum sebagai program; (3) kurikulum sebagai 
hasil yang diinginkan: dan (4) kurikulum sebagai pengalaman belajar bagi 
peserta didik.

Kurikulum sebagai produk merupakan hasil perencanaan, pengembangan, dan 
perekayasaan kurikulum. Pengertian ini memiliki keuntungan berupa kemungkinan 
yang dapat dilakukan terkait dengan arah dan tujuan pendidikan secara lebih 
konkret dalam sebuah dokumen yang untuk selanjutnya diberi label kurikulum. 
Oleh karena itu, kurikulum dalam arti produk merupakan hasil yang konkret yang 
dapat diamati dalam bentuk dokumen hasil kerja sebuah tim pengembang kurikulum. 

Perlu diingat bahwa definisi tersebut memiliki kelemahan yakni adanya pemaknaan 
yang sempit terhadap kurikulum. Dalam hal ini kurikulum hanya dipandang sebagai 
dokumen yang memuat serentetan daftar pokok bahasan materi dari suatu mata 
pelajaran. 

Kurikulum sebagai program secara esensial merupakan kurikulum yang berbentuk 
program-program pembelajaran secara riil. Dalam bentuk yang ekstrem, kurikulum 
sebagai program dapat termanifestasikan dalam serentetan daftar pelajaran 
ataupun pokok bahasan yang diajarkan pada kurun waktu tertentu seperti halnya 
dalam kurun waktu satu semester. Elaborasi atas interpretasi yang lebih luas 
dari definisi tersebut dapat mencakupi aspek-aspek akademik yang kemungkinan 
perlu dimiliki oleh sekolah dalam kerangka kegiatan pembelajaran suatu kajian 
ilmu tertentu. 

Sementara keuntungan dalam pandang tersebut yaitu ; (1) dengan cepat dapat 
menunjukkan dan menjelaskan apa yang dimaksud kurikulum dengan lebih konkret, 
(2) dapat memahami bahwa kegiatan pembelajaran dapat terjadi dalam setting yang 
berbeda pada jenjang yang berbeda. Sedangkan kelemahannya adalah munculnya 
asumsi bahwa apa yang tampak dalam daftar pokok bahasan, itulah yang harus 
dipelajari oleh siswa.

Pandangan kurikulum sebagai hasil belajar yang ingin dicapai oleh para siswa, 
mendeskripsikan kurikulum sebagai pengetahuan, keterampilan, perilaku, sikap 
dan berbagai bentuk pemahaman terhadap bidang studi. Walau pengertian ini lebih 
konseptual, namun hasil belajar yang diinginkan siswa juga sering dituangkan 
dalam bentuk dokumen seperti halnya tujuan belajar, seperangkat konsep yang 
harus dikuasai, prinsip-prinsip belajar dan sebagainya. 

Keuntungan dari cara pandang seperti ini yakni ; (1) kurikulum menjadi sebuah 
konsep, yang selanjutnya dapat dikembangkan dan dielaborasikan oleh guru, siswa 
dan masyarakat, sehingga tidak sekadar produk semata yang secara "ritual" harus 
diajarkan sebagaimana adanya tanpa mempertimbangkan konteks sosial dan kultural 
baik di sekolah maupun di masyarakat, dan (2) dapat menyusun kurikulum menjadi 
lebih manageable baik dari segi scope maupun sequen-nya. Adapun kelemahannya 
adalah adanya kesulitan bagi para guru maupun sekolah dalam menangani secara 
terpisah apa yang harus dipelajari oleh siswa dan cara mempelajarinya.

Untuk yang terakhir yang memberikan pemaknaan kurikulum sebagai pengalaman 
belajar, pada hakikatnya merupakan pemisahan yang sangat jelas dari tiga 
pemaknaan sebelumnya. Sebagai konsekuensinya apa yang direncanakan dalam 
kurikulum belum tentu berhasil sebagaimana yang diharapkan. Hal ini tentu 
banyak faktor yang memengaruhinya seperti halnya kemampuan guru dalam 
menerapkan dan mengembangkan kurikulum dalam proses pembelajaran. Artinya 
sebaik apa pun kurikulumnya bila tidak didukung oleh guru yang profesional 
tentu tidak banyak memberikan makna terhadap siswa, demikian pula sebaliknya.

Keuntungan dari pemaknaan tersebut setidaknya ada dua hal yaitu: (1) pihak guru 
maupun sekolah lebih memusatkan perhatiannya pada siswa dalam proses 
pembelajaran, (2) guru akan lebih melibatkan semua pengalaman siswa. Walau 
demikian ada pula kelemahannya yaitu: (1) kurikulum terasa lebih abstrak dan 
kompleks jika dibandingkan dengan pemahaman yang sebelumnya, dan (2) kurikulum 
menjadi sangat komprehensif, sehingga tidak dapat dideskripsikan dalam bentuk 
yang sederhana. Sebagai konsekuensinya muncul terminologi mengenai kurikulum 
eksplisit (tertulis) dan implisit (tidak tertulis) atau kurikulum tersembunyi 
(hidden curriculum).*** 

Penulis, Guru SMA Negeri I Cicalengka Bandung


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: