[ppi] [ppiindia] Kreativitas Guru dan Memaknai Kurikulum
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 29 Aug 2006 11:58:24 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/29/0903.htm
Kreativitas Guru dan Memaknai Kurikulum
Oleh Dra. R. Hj. KEMALIA SABARINI
Sebagai sebuah konsekuensi dari kurikulum pendidikan seharusnya dipertimbangkan
kembali dalam merancang kurikulum pendidikan untuk masa depan. Artinya sebagai
konsekuensi dari misconception terhadap pengembangan kurikulum adalah
terjadinya "malapraktik" pendidikan yang pada gilirannya berdampak pada
rendahnya peran serta guru dalam proses pembelajaran di kelas.
Agar terhindar dari tindakan simplifikasi pemahaman terhadap kurikulum, ada
baiknya jika secara singkat dibahas mengenai konsep kurikulum dalam arti luas,
sehingga dapat dicermati kapan dan bagaimana guru dapat memberikan
kontribusinya dalam proses pengembangan kurikulum.
Definisi kurikulum, menurut Beane dkk (1986), yakni bahwa konsep kurikulum
dapat diklasifikasikan ke dalam empat jenis pengertian yang meliputi: (1)
kurikulum sebagai produk; (2) kurikulum sebagai program; (3) kurikulum sebagai
hasil yang diinginkan: dan (4) kurikulum sebagai pengalaman belajar bagi
peserta didik.
Kurikulum sebagai produk merupakan hasil perencanaan, pengembangan, dan
perekayasaan kurikulum. Pengertian ini memiliki keuntungan berupa kemungkinan
yang dapat dilakukan terkait dengan arah dan tujuan pendidikan secara lebih
konkret dalam sebuah dokumen yang untuk selanjutnya diberi label kurikulum.
Oleh karena itu, kurikulum dalam arti produk merupakan hasil yang konkret yang
dapat diamati dalam bentuk dokumen hasil kerja sebuah tim pengembang kurikulum.
Perlu diingat bahwa definisi tersebut memiliki kelemahan yakni adanya pemaknaan
yang sempit terhadap kurikulum. Dalam hal ini kurikulum hanya dipandang sebagai
dokumen yang memuat serentetan daftar pokok bahasan materi dari suatu mata
pelajaran.
Kurikulum sebagai program secara esensial merupakan kurikulum yang berbentuk
program-program pembelajaran secara riil. Dalam bentuk yang ekstrem, kurikulum
sebagai program dapat termanifestasikan dalam serentetan daftar pelajaran
ataupun pokok bahasan yang diajarkan pada kurun waktu tertentu seperti halnya
dalam kurun waktu satu semester. Elaborasi atas interpretasi yang lebih luas
dari definisi tersebut dapat mencakupi aspek-aspek akademik yang kemungkinan
perlu dimiliki oleh sekolah dalam kerangka kegiatan pembelajaran suatu kajian
ilmu tertentu.
Sementara keuntungan dalam pandang tersebut yaitu ; (1) dengan cepat dapat
menunjukkan dan menjelaskan apa yang dimaksud kurikulum dengan lebih konkret,
(2) dapat memahami bahwa kegiatan pembelajaran dapat terjadi dalam setting yang
berbeda pada jenjang yang berbeda. Sedangkan kelemahannya adalah munculnya
asumsi bahwa apa yang tampak dalam daftar pokok bahasan, itulah yang harus
dipelajari oleh siswa.
Pandangan kurikulum sebagai hasil belajar yang ingin dicapai oleh para siswa,
mendeskripsikan kurikulum sebagai pengetahuan, keterampilan, perilaku, sikap
dan berbagai bentuk pemahaman terhadap bidang studi. Walau pengertian ini lebih
konseptual, namun hasil belajar yang diinginkan siswa juga sering dituangkan
dalam bentuk dokumen seperti halnya tujuan belajar, seperangkat konsep yang
harus dikuasai, prinsip-prinsip belajar dan sebagainya.
Keuntungan dari cara pandang seperti ini yakni ; (1) kurikulum menjadi sebuah
konsep, yang selanjutnya dapat dikembangkan dan dielaborasikan oleh guru, siswa
dan masyarakat, sehingga tidak sekadar produk semata yang secara "ritual" harus
diajarkan sebagaimana adanya tanpa mempertimbangkan konteks sosial dan kultural
baik di sekolah maupun di masyarakat, dan (2) dapat menyusun kurikulum menjadi
lebih manageable baik dari segi scope maupun sequen-nya. Adapun kelemahannya
adalah adanya kesulitan bagi para guru maupun sekolah dalam menangani secara
terpisah apa yang harus dipelajari oleh siswa dan cara mempelajarinya.
Untuk yang terakhir yang memberikan pemaknaan kurikulum sebagai pengalaman
belajar, pada hakikatnya merupakan pemisahan yang sangat jelas dari tiga
pemaknaan sebelumnya. Sebagai konsekuensinya apa yang direncanakan dalam
kurikulum belum tentu berhasil sebagaimana yang diharapkan. Hal ini tentu
banyak faktor yang memengaruhinya seperti halnya kemampuan guru dalam
menerapkan dan mengembangkan kurikulum dalam proses pembelajaran. Artinya
sebaik apa pun kurikulumnya bila tidak didukung oleh guru yang profesional
tentu tidak banyak memberikan makna terhadap siswa, demikian pula sebaliknya.
Keuntungan dari pemaknaan tersebut setidaknya ada dua hal yaitu: (1) pihak guru
maupun sekolah lebih memusatkan perhatiannya pada siswa dalam proses
pembelajaran, (2) guru akan lebih melibatkan semua pengalaman siswa. Walau
demikian ada pula kelemahannya yaitu: (1) kurikulum terasa lebih abstrak dan
kompleks jika dibandingkan dengan pemahaman yang sebelumnya, dan (2) kurikulum
menjadi sangat komprehensif, sehingga tidak dapat dideskripsikan dalam bentuk
yang sederhana. Sebagai konsekuensinya muncul terminologi mengenai kurikulum
eksplisit (tertulis) dan implisit (tidak tertulis) atau kurikulum tersembunyi
(hidden curriculum).***
Penulis, Guru SMA Negeri I Cicalengka Bandung
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kreativitas Guru dan Memaknai Kurikulum