[ppi] [ppiindia] Koran Waspada: Teror & Kontrateror: Siapa yg Menang?
- From: A Fatih Syuhud <ndfatih@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx,sabili@xxxxxxxxxxxxxxx, wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Sun, 28 Mar 2004 02:53:28 -0800 (PST)
** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Opini - Artikel
25 Mar 04 03:09 WIB
Terorisme dan Kontra Terorisme: Siapa Yang Menang?
WASPADA Online
http://www.waspada.co.id/opini/artikel/artikel.php?article_id=41068
Oleh A Fatih Syuhud *
Presiden George W Bush saat ini sedang gusar. Ia ingin Usamah bin Ladin
tertangkap, hidup atau mati. Lebih dari 12.000 tentara AS, termasuk satu unit
pasukan komando elit berkekuatan 1.400 orang yang dikenal dengan Task Force
121, berada di Pakistan dan Afghanistan untuk memburu Bin Ladin. Dan didukung
oleh kontingen tentara Pakistan yang berkekuatan 70.000 orang. Terdapat juga
beberapa ribu operasi intelijen dari Federal Bureau of Investigation (FBI),
Central Intelligence Agency (CIA) dan Inter Services Intelligence (ISI) - yang
terakhir agen rahasia Pakistan-menyisir kawasan tersebut untuk menangkap
Usamah. Tidak pernah terjadi sebelumnya sang adi daya dunia melancarkan operasi
yang begitu besar hanya untuk menangkap satu orang.
Besar kemungkinan bahwa Presiden Bush dan pasukannya akan dapat menangkap Usama
pada minggu-minggu mendatang (itu apabila dia belum tertangkap). Pertanyaannya
bukan apakah Bin Ladin akan tertangkap atau tidak. Cepat atau lambat itu akan
terjadi. Pertanyaan yang penting adalah apakah figur yang satu ini akan membuat
sang adi daya yang dipimpin Bush mencapai kemenangan? Tidak. AS telah kalah
dalam perang pertamanya melawan terorisme. Ini merupakan kekalahan yang tak
dapat dihilangkan begitu saja dari benak Bush, apapun yang dikatakan oleh
Pentagon pada dunia. Berhasil atau gagalnya sebuah perang erat kaitannya dengan
misinya. Tujuan dari perang melawan terorisme adalah untuk menghukum Al Qaeda
atas terjadinya serangan 11 September, untuk menghancurkan Al Qaeda dan seluruh
afiliasinya, untuk menghadapi dan menghabisi berbagai kelompok teroris dan
untuk menjamin bahwa terorisme menghadapi balasan yang setimpal. Tigapuluh
bulan setelah gedung WTC diserang oleh sekelompok teroris,
orang-orang yang mendapat hukuman dari AS adalah mereka yang berada di
Afghanistan, Irak dan Pakistan yang, secara kebetulan, tidak ada hubungannya
dengan Al Qaeda atau kelompok teroris lain.
Al Qaeda masih jauh dari binasa. Dalam dua tahun terakhir, organisasi ini tidak
hanya berhasil mengkonsolidasi diri di berbagai kawasan dunia, lebih dari itu
ia juga merubah karakter dan cara kerjanya dengan sangat sigap dan cekatan dan
karenanya membutuhkan waktu cukup lama bagi agen-agen intelijen AS untuk
menyadarinya. Pada dasarnya, agen intelijen AS telah terperangkap dalam
kebohongan mereka sendiri. Segera setelah tragedi 11 September, sudah menjadi
keharusan bagi Washington untuk menciptakan sebuah lawan yang lebih besar,
lebih jahat dan lebih berbahaya demi kepentingan AS, sama persis seperti yang
digambarkan dalam film-film Hollywood seperti Gorilla, Anaconda atau alien
dalam film Independence Day. Film-film tersebut merefleksikan sikap sebuah
paranoia kolektif. Usamah bin Ladin, salah satu kreasi dahsyat CIA, menjadi CEO
(Chief Executive Officer) dari "Terror Inc." dalam semalam. Tiba-tiba, setelah
11 September 2001 terjadi booming artikel di media, tayangan eksklus
if
televisi dan puluhan buku tentang jaringan sel Al Qaidah yang sedang
bersembunyi di setiap pojok dunia, menunggu perintah komandan tertingginya,
Usamah bin Ladin, yang mengepalai kekaisaran jahat ini bak seorang CEO dari
sebuah korporasi multinasional. Setiap jurnalis, kolumnis dan penulis selalu
bermimpi untuk dapat menulis tentang UBL (sebutan populer dari CIA untuk Usama
bin Ladin). 11 September telah mengubur Perang Dingin dan meluncurkan perang
kontraterorisme.
Masalahnya adalah Al Qaidah bukanlah fiksi dan ia masih hidup kendati ratusan
ton bom telah menghujani Afghanistan selama lebih dari dua tahun terakhir.
George Tenet, Direktur CIA, mengakui pada 24 Februari 2004 bahwa "Struktur
kepemimpinan Al Qaidah seperti yang kita lihat pasca-11 September telah hancur
- tetapi kelompok ini masih tetap komit seperti dulu untuk menyerang Amerika,"
Tenet mengatakan ini di depan Senat AS dalam acara Worldwide Threat. Kata-kata
Tenet yang patut diperhatikan adalah "seperti yang kita lihat." Ini merupakan
pengakuan tidak langsung atas kegagalan AS dalam memahami jaringan teroris yang
disebut CIA sebagai Al Qaidah. Al Qaidah tidak pernah eksis sebagai sebuah
organisasi sentral dan Usamah bin Ladin bahkan tidak dikenal oleh sejumlah
kelompok yang kemudian dianggap sebagai bagian dari jaringan multinasional Al
Qaidah. Tenet sendiri mengakui hal ini. Dia mengatakan kelompok itu, setelah
terjadinya kehancuran awal, telah berusaha mengorganisir diri
menjadi
sel-sel kecil dengan komando independen guna melakukan serangan teror tanpa
diperintah atau diberi petunjuk oleh Usamah bin Ladin atau kalangan penasihat
dekatnya. Alasan Tenet adalah bahwa hal ini terjadi karena adanya "kekacauan"
pimpinan. Tentu saja ini tidak benar. Kelompok teroris selalu beroperasi secara
lokal dengan komando dan kontrol independen. Mereka memelihara kerja sama
dengan kelompok teroris lain guna mendapatkan senjata dan memperkuat jaringan
mereka. Al Qaidah merupakan organisasi yang secara bebas berkoalisi dengan
beragam jaringan teroris yang bervariasi gaya kepemimpinan dan modus
operandi-nya. Ledakan dahsyat di Madrid, Spanyol (11 Maret) yang diduga hasil
kolaborasi kelompok lokal ETA dengan Al Qaidah memperkuat sinyalemen ini.
Sampai AS memutuskan untuk "mempromosikan" Bin Ladin sebagai sang pemimpin,
tidak banyak dari berbagai kelompok teroris ini yang sempat berpikir untuk
memiliki kepemimpinan sentral, seorang ikon.
Fakta bahwa Bin Ladin telah mencapai status ikon merupakan alasan kedua mengapa
AS telah kalah dalam peperangan ini. Dalam kata-kata Tenet, saat ini terdapat
"sebuah pergerakan global yang terinfeksi oleh agenda radikal Al Qaidah".
Begitu sembrono dan tak hati-hatinya rencana dan eksekusi operasi sehingga
perang atas terorisme itu mulai dianggap sebagai anti-Islam. Kemarahan meluas
di dunia Islam terhadap AS begitu kuatnya sehingga Tenet sendiri, yang dikenal
suka gugup, tidak dapat menyembunyikan kebenaran dalam kesaksiannya.
"Perkembangan cepat sentimen anti-AS-nya Usamah bin Ladin melalui gerakan
ekstremis Sunni global dan diseminasi luas dari pakar distruktif Al Qaidah
menunjukkan bahwa sebuah ancaman serius akan tetap ada sampai waktu yang lama-
dengan atau tanpa peran Al Qaidah." Perhatikan pemakaian kata "Sunni" dalam
kesaksian Tenet ini. Sunni mendominasi dunia Islam dan sejak lama dilukiskan
sebagai "fundamentalis" oleh Barat. Ini merupakan pengakuan tidak langsung b
ahwa
hampir seluruh dunia Islam telah menjadi anti AS dan aliansinya karena
memerangi terorisme.
Jelas bahwa ancaman pada bumi AS dari Al Qaidah dan teroris lokal lain masih
eksis. Bahkan ancaman ini semakin bertambah dalam tiga tahun terakhir. Ini
menjadi tanda ketiga dan terakhir dari kegagalan AS. Di tengah berkecamuknya
perang, berbagai kelompok baru, tanpa nama (dan, karena itu, lebih berbahaya)
telah muncul di Afghanistan, Pakistan, Maroko, Uzbekistan, dan Irak. Kalangan
pemimpin muda, di mana kemarahan dan determinasi mereka tersulut oleh hinaan
riil maupun artifisial yang dikenakan pada komunitas Islam oleh AS, memimpin
kelompok-kelompok ini. "Tidak semua dari mereka ciptaan Bin Ladin dan karena
itu sikap mereka tidak terikat padanya. Mereka memiliki kepemimpinan otonomi,
mereka memilih sendiri sasaran teror dan serangan mereka," ujar Tenet.
Pascaskenario dari kegagalan ini dapat dilihat dari pengakuan Robert Mueller,
Direktur FBI, "Terdapat indikasi kuat bahwa Al Qaidah akan kembali mengunjungi
target yang gagal diserang sampai mereka berhasil, seperti yang mereka lakukan
pada gedung WTC (World Trade Center). Daftar target-target yang lepas saat ini
termasuk Gedung Putih dan Capitol Hill." Pemburu telah menjadi buruan.
Terkadang itulah ironi sebuah perang.
* Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik, Agra University, India.
(bps)
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Koran Waspada: Teror & Kontrateror: Siapa yg Menang?