[ppi] [ppiindia] Koran WASPADA: Prospek Imperialisme Amerika
- From: A Fatih Syuhud <ndfatih@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Tue, 30 Mar 2004 03:11:58 -0800 (PST)
** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Opini - Artikel
24 Mar 04 00:29 WIB
Prospek Imperialisme Amerika
WASPADA Online
http://www.waspada.co.id/opini/artikel/artikel.php?article_id=40965
Oleh: A Fatih Syuhud *
Berbeda dengan keyakinan Presiden George W Bush tentang baik dan buruknya
manusia atau bangsa, realitas menghadirkan variasi bayangan abu-abu. Tidak
hanya hitam putih. Terbukti dunia dapat ko-eksis dengan menjamurnya aksi-aksi
teroris dan pada saat yang sama terjadinya perdamaian di tempat-tempat yang
selama ini tampak mustahil.
Sebagai contoh, terdapat harapan terjadinya permulaan historik perdamaian
India-Pakistan dan sinyal harapan dari Turki atas kemauannya untuk mengakhiri
pemisahan Siprus.
Visi dunia Bush yakni supremasi klaim kebajikan diri (self-righteousness)
ditegaskan kembali baru-baru ini oleh wakil presiden Dick Cheney, makhluk asing
dalam dunia diplomasi internasional.
Semakin lama pemerintahan AS semakin memojokkan kemegahan berbagai perkembangan
penuh harapan ini sebagaimana juga perubahan pikiran Iran dan Libia atas ambisi
nuklirnya. Bagi Amerika, tidak ada yang dapat menjadi partner, dalam retorika
sekalipun. Karena hanya ada satu Tony Blair.
Memang, tetek bengek pendudukan Amerika atas Irak dan konsekuensi eksplosif
visi terowongan Washington atas konfrontasi Israel-Palestina merupakan langkah
korektif atas visi dominasi-dunia-nya Bush. Akan tetapi selama ini mereka telah
gagal menutupi ambisi imperialisnya.
Doktrin serangan pre-emptive dan preventif-nya Bush terhadap siapapun,
organisasi atau bangsa manapun yang ia pilih dan anggap sebagai musuh masih
tetap bertahan. Perbedaan antara neokonservatif yang mendominasi dan Presiden
Bush sendiri adalah antara mereka yang memakai cara kolonialisme lama dengan
mereka yang melewati rute misionaris guna mencapai objektif yang sama.
Dunia sedang menghadapi prospek suatu musim dingin panjang karena Presiden Bush
telah berhasil mencampur-aduk antara paranoia dan rasa takut akan serangan
teroris. Sebelas September telah menanamkan rasa keyakinan pada sikap bawah
sadar rakyat Amerika untuk memiliterisasi negaranya dan memperlancar jalannya
Bush menuju jabatan kepresidenan kedua.
Dalam jangka pendek, tak ada seorangpun yang secara frontal dapat menentang
kekuasaan Amerika dan sebuah perubahan, bila itu terjadi, harus timbul dari
dalam, seperti dalam kasus Perang Vietnam, yang didukung oleh beruntunnya peti
mati yang tiba di Amerika.
Tak dapat dihindari lagi, tantangan terhadap desain hegemoni Amerika akan
timbul dari Eropa. Robohnya tembok Berlin dan akhir riwayat Uni Soviet telah
membebaskan Eropa dari belenggu mata rantai Perang Dingin bahkan juga
membebaskan Amerika, dan memungkinkan AS menaikkan status hyperpower dan
memproklamirkan doktrin supremasi.
Secara historis, Eropa tidak dapat menjatuhkan dirinya menjadi sekadar kumpulan
Negara-negara klien yang menundukkan dirinya pada sebuah Kerajaan Tengah yang
baru setelah mereka berhasil melepaskan diri dari paksaan Perang Dingin.
Awalnya, bahaya itu terletak pada AS yang mendorong terjadinya divisi di Eropa
yang disebabkan karena AS merasa kuatir kehilangan dominasinya di benua tua itu
melalui NATO (North Atlantic Treaty Organisation) di satu sisi, dan adanya
ambisi terciptanya Uni Eropa yang integratif di pihak lain.
NATO masih tetap berfungsi sebagai jantung Amerika untuk menanamkan pengaruh
kekuatan militernya sementara kerapuhannya pasca-Perang Dingin dibarengi dengan
obsesi dominasi AS yang tetap eksis sehingga berusaha keras untuk menjatuhkan
segala usaha untuk membentuk kekuatan militer Eropa di luar sistem AS.
Ironisnya, dalam penolakan awalnya untuk meminta bantuan NATO dalam invasi ke
Afghanistan, kendati usaha unik NATO menawarkan bantuannya, Washington tidak
menyembunyikan kecenderungannya pada aliansi a'la carte.
AS sedang memainkan permainan berbahaya karena membalik kebajikan
tradisionalnya yang mendorong rekonsiliasi, memecah-belah benua Eropa menjadi
"baru" (umumnya bekas Negara-negara Komunis dan pemerintahan sayap-kanan) dan
"lama" (khususnya Prancis dan Jerman) adalah resep pasti bagi instabilitas,
bila bukan bencana.
Prancis telah muncul sebagai pemimpin kekuatan yang menentang hegemoni AS
karena alasan yang sederhana: ia memiliki sumber daya intelektual dan
tokoh-tokoh independen yang berani dan diperhitungkan.
Tony Blair dan Partai Buruh Baru-nya, di sisi lain, menghadirkan gambaran
menyedihkan tentang bagaimana sebuah bangsa dan kekaisaran yang dulunya
membanggakan dapat begitu saja merendahkan dirinya sebagai pengikut setia
sebuah negara hyperpower hanya sekadar mendapatkan kekuasaan sebagai seorang
sheriff.
Memang, ketundukan Inggris pada tujuan-tujuan Amerika membuat prospek
terciptanya integrasi Eropa menjadi lebih berat karena ia merupakan negara
besar ketiga di Uni Eropa. Sejauh ini, Blair berhasil bermain-main dengan
ambisi tradisional Inggris untuk menjadi bagian dari benua Eropa sambil tetap
berada di luarnya untuk menekankan posisi yang berbeda dalam hubungan
transatlantik. Secara signifikan, hanya Inggris yang berbicara tentang
"hubungan khusus" dengan Amerika.
Perang Irak merupakan momen menentukan bagi AS dalam avonturir pembangunan
kekaisarannya karena hal ini menandai perubahan total dalam sejarah modern AS.
Secara historik, AS tidak segan-segan untuk memunculkan boneka-bonekanya di
Amerika Latin, berperang melawan "Eropa lama" dan bahkan memerintah koloni unik
semacam Filipina pada waktu yang sama. Akan tetapi petualangannya menginvasi
dan menduduki tanah di luar hemisphere barat merupakan fenomena baru dalam
konteks ia meluas mencapai lingkup geografis dan mendefinisikan imperium baru
Amerika.
Skup dari empirium Amerika dan luas jangkauannya masih dalam proses
pendefinisian. Ia akan didefinisikan sebagian oleh biaya dari pengalaman Irak.
Sejumlah faktor akan memainkan peranan. Berapa lama rakyat Amerika akan bangun
dan menyadari kuldesak yang diakibatkan oleh kebijakan pemerintahan Bush ini?
Apakah AS memiliki stamina untuk menumpas "perang melawan teror" yang entah
kapan berakhir?
Berapa lama Eropa akan mengambil pelajaran dari pemecah-belahan dirinya? Faktor
geopolitik lain juga akan terlibat. Tujuan jangka pendek Rusia adalah menata
kembali rumahnya sendiri sebelum menantang hegemoni Amerika, kendati terdapat
inkursi provokatif pemerintahan Bush ke dalam negara tetangga Federasi Rusia,
yang terbaru di Georgia.
Saat ini Rusia sudah mulai mengumpulkan sumber dayanya dalam ruang geopolitik.
Washington tampak lebih respek dan berhati-hati pada tantangan Cina kendati
terdapat sejumlah usaha untuk menjatuhkan kemungkinan ancaman jangka panjang
Beijing.
Pidato Dick Cheney pada World Economic Forum (WEF) di Davos merupakan ekspresi
sempurna atas doktrin Bush. Bagaimanapun, seandainya dunia tidak menyukai aksi
dan gerakan Amerika, Washington akan tetap jalan terus.
Seluruh bangsa dan PBB dipersilahkan membantu Amerika asal tidak menghalangi
kehendak Amerika. Presiden Bush sedang bergerak maju menuju sebuah tatanan
Dunia menurut definisi Amerika.
Masih perlu dilihat apakah AS akan menghentikan ambisi imperialisnya apabila
Presiden Bush memenangi pemilu kedua. Untuk sementara ini, sangat tampak
seperti sebuah Amerika yang mabuk kekuasaan dengan mengeksploitasi demokrasi
guna menundukkan dunia menurut kepentingan dan ambisinya. Presiden Bush masih
membutuhkan waktu lagi sebelum ia dapat mendaulatkan dirinya sendiri sebagai
raja dunia.
* Penulis adalah Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Politik, Agra University, India.
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Yahoo! Finance Tax Center - File online. File on time.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Koran WASPADA: Prospek Imperialisme Amerika