[ppi] [ppiindia] Kompas: PKS, Sampul Baru Partai Islam
- From: Mario Gagho <gagho@xxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx,wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Fri, 23 Apr 2004 00:15:00 -0700 (PDT)
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Catatan: maaf, rekan2. Kali ini masih hendak kita
perbincangkan ttg fenomena PKS. Dalam dialog di Metro
TV Saiful Mujani mengamati bahwa dari dua partai yg
mengorbit kali ini -- PKS dan PD -- PKS-lah yg
tampaknya perlu disimak krn. berkaitan dg fenomena
baru kepartaian di Indonesia: sebagai partai islam
pertama (arguably) yg solid dan rapi secara organsasi;
menawarkan program plus tindakan yg membumi plus
partai nasional satu2nya yg terkesan "lillahi ta'ala"
(ini pengakuan seorang pengurus partai tertentu yg
kebetulan sedang mengambil program Magister of
Commerce di Delhi University).
Sedangkan fenomena PD merupakan fenomena kagetan yg
tampak aint deserve to talk about.
Yg menarik kajian dari Zuhairi Misrawi ini (tak
langkong kek, bak nyobak bisa ngocak.. hahaha) adalah
mampukah PKS tetap konsisten di saat ia menghadapi
tantangan berikutnya yg lebih riil i.e. ketika ia
sudah berada di kursi empuk kekuasaan? Sebuah
pertanyaan penting yg kalau terjawab positif akan
menjadi partai harapan masa depan negeri ini.
Poin yg ditlisik Zuhairi yg tak kalah menarik adalah
"piagam madinah"-nya PKS. Lebih jauh silahkan anda
ikuti sendiri. (Mario)
Partai Keadilan Sejahtera
Sampul Baru Partai Islam?
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0404/23/opini/984520.htm
Zuhairi Misrawi
HASIL suara perolehan sementara Partai Keadilan
Sejahtera cukup mengejutkan banyak pihak. Setidaknya,
untuk Provinsi DKI Jakarta, sudah dipastikan PKS akan
menjadi partai yang paling banyak mendapatkan kursi.
Mesti diakui, popularitas PKS untuk wilayah DKI
benar-benar di atas angin dan meninggalkan jauh
partai-partai lama, seperti PDI-P, PPP, dan Golkar.
T>small 2small 0< saja fenomena tersebut merupakan
"pendidikan politik" tersendiri bagi partai-partai
lain bahwa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menjadi
salah satu partai yang mampu memahami tanda-tanda
zaman dan membaca secara teliti pertumbuhan nalar
politik masyarakat akar rumput. Rakyat tidak bisa lagi
hanya diiming- imingi dengan janji-janji palsu, tetapi
butuh penampilan politik yang mencerminkan
kesungguhan, kesejatian, dan komitmen yang bisa
dipercaya.
Dengan semangat pembaruan nalar politik dan
pemberdayaan rakyat, PKS hadir dengan penampilan yang
berbeda dengan partai lainnya. Di tengah kemelut
internal partai-partai besar, PKS telah membuktikan
sebagai partai yang solid dan kompak. Dalam penentuan
calon anggota legislatif (caleg), misalnya, PKS
betul-betul melakukan penjaringan yang demokratis,
yaitu dengan melakukan pemilu internal sehingga
calegnya pun benar-benar merupakan aspirasi arus
bawah. PKS betul-betul menjadi partai yang bisa
membangun "rumah tangga partai" dengan asas
musyawarah, kesepahaman, dan keterbukaan. Bila
partai-partai lainnya baku hantam, PKS menjadi partai
yang menebarkan pesona kedamaian dan keteraturan.
Di tengah musibah kemanusiaan yang dihadapi bangsa
belakangan ini, seperti banjir, demam berdarah dengue
(DBD), kebakaran, dan penggusuran, PKS telah menjadi
partai garda depan yang mempunyai kepedulian tinggi
terhadap pembelaan dan perlindungan para korban
kemanusiaan tersebut. Secara otomatis, PKS mempunyai
tempat tersendiri di mata masyarakat, sebagai "partai
pembebasan" yang tidak dimiliki partai-partai lainnya
karena mereka diselimuti dengan problem internal
partai yang tak kunjung selesai.
PKS pun mampu meyakinkan publik sebagai partai yang
bersih. Isu money politics tak terdengar sebagaimana
partai- partai lainnya. PKS secara belak-belakan
memberi catatan khusus agar kader-kadernya menjauhkan
diri dari korupsi. Bahkan, kabar anggota caleg dari
PKS yang naik angkot bila ke kantor pun menjadi
kampanye tersendiri bagi publik bahwa partai ini
memang mempunyai komitmen untuk membangun pemerintahan
yang bersih, yang tak banyak disuarakan partai-partai
lainnya.
Alasan-alasan tersebut telah melapangkan jalan PKS
untuk menjadi partai alternatif di tengah
ketidakpercayaan publik terhadap kinerja partai-partai
lama. Migrasi pilihan masyarakat terhadap PKS benar-
benar menjadi "azab politik" bagi partai-partai lain
yang secara telanjang memanipulasi janji-janji mereka
terhadap rakyat. Harus diakui bahwa kaidah politik
sementara yang mengemuka adalah bila sebelum berkuasa
saja PKS telah memberikan citra baik bagi publik,
apalagi bila PKS nanti berkuasa. Semoga kepedulian PKS
terhadap rakyat akan berlipat ganda.
Sampul baru
Bagi saya, penampilan PKS yang seperti itu memberikan
makna yang sangat mendalam, tidak hanya secara
parsial, tetapi juga secara substantif. PKS identik
dengan partai Islam karena mengusung Islam sebagai
ideologi partai. Akan tetapi, dalam kenyataannya,
partai ini bisa meyakinkan publik bahwa isu yang akan
diprioritaskan bukanlah "negara Islam" ataupun
"formalisasi syariat". PKS justru menggarap isu-isu
populis-humanis yang tidak digarap oleh partai-partai
lain sehingga secara nyata PKS menjadi partai Islam
yang distingtif.
Untuk membedakan dengan partai-partai Islam lainnya,
Hidayat Nur Wahid (2004), Presiden PKS, mengutarakan
bahwa partainya menjadikan Piagam Madinah sebagai
pijakan politiknya. Piagam Madinah yang dideklarasikan
pada zaman Nabi Muhammad SAW di Madinah menjadi tali
pengikat antara pelbagai komunitas yang dispiriti oleh
keadilan, kedamaian, dan kemanusiaan. Karena itu,
partai ini telah memberikan sampul baru bagi image
partai Islam yang selama ini mengampanyekan Piagam
Jakarta.
Majalah Newsweek edisi 5 April 2004 menyambut baik
fenomena PKS sebagai salah satu fakta baru politik
Islam di Indonesia dan menunjukkan kemunduran kelompok
radikal (radical retreat). Ia menambahkan, tatkala PKS
mengangkat isu korupsi dan ekonomi, sesungguhnya telah
memberikan warna baru bagi image partai Islam.
Setidaknya ada pergeseran isu: dari formalisasi
syariat menjadi isu-isu kemanusiaan, seperti keadilan,
kesejahteraan, dan kedamaian.
Pada wilayah ini PKS sebetulnya telah keluar dari
perdebatan "syariat partikular" menuju "syariat
universal". Menurut saya, keadilan, kesejahteraan, dan
kedamaian merupakan prinsip-prinsip dasar syariat, dan
karena itu bersifat universal, sedangkan formalisasi
syariat bersifat partikular. Bila ini benar, PKS
benar-benar ingin menghadirkan wajah politik Islam
yang bersifat universal, bukan partikular.
Dalam sorotan saya yang lebih luas, artikulasi politik
PKS tersebut benar-benar keluar dari pakem partai
Islam, hatta di dunia Islam mana pun. Kesan yang
menonjol selama ini, partai Islam identik dengan
ideologi unifikasi agama dan negara (al-din wa
al-dawlah). Pemahaman yang mengemuka tentang politik
Islam atau partai Islam: bahwa tak ada politik tanpa
islamisasi negara.
Biasanya pilihan yang diajukan hanya dua, yaitu antara
negara minimal (al-dawlah al- islamiyyah) atau negara
maksimal (al-khilafah al-islamiyyah). Negara minimal
adalah pemberlakuan hukum Islam, sebagaimana di Arab
Saudi, Taliban, dan Iran. Adapun negara maksimal,
yaitu merujuk pada sistem kepemimpinan pasca- Nabi
Muhammad S>small 2small 0<, seperti dinasti Umayyah,
Abbasiah, dan Ustmaniah, yang kemudian dikenal dengan
konsep khilafah.
Tanda tanya
Kendatipun demikian, PKS masih menimbulkan sejumlah
tanda tanya bagi publik. Tanda tanya tersebut bisa
dimaklumi karena sejak kehadirannya dalam Pemilu 1999,
PKS belum mendapatkan suara signifikan sehingga
eksistensinya belum teruji, sebagaimana partai-partai
lainnya. PKS bisa dianggap berhasil dalam ranah
internal partai, misalnya dalam hal kontrak sosial
dengan konstituen partai dan mekanisme penjaringan
kader-kader partai.
Akan tetapi, bagaimana PKS melakukan peran-peran
sebagai penentu kebijakan dalam sebuah pemerintahan
masih belum bisa dilihat secara maksimal. Pada wilayah
ini, PKS perlu membuktikan komitmennya bagi
pemberdayaan dan pembelaan terhadap hak-hak publik.
Publik sudah memberikan kepercayaan kepada PKS, dan
sekarang rakyat menagih: apakah kepercayaan tersebut
akan dilaksanakan secara maksimal untuk keberpihakan
kepada rakyat?
Tentu saja hal tersebut bukan hal yang mudah. Titik
lemah semua partai politik adalah menerjemahkan
janji-janji politik dalam program-program yang
konkret. Bila PKS tak mampu melakukan hal-hal
tersebut, ia akan ditinggalkan konstituennya. Ini
menunjukkan bahwa laboratorium politik yang
sesungguhnya adalah rakyat.
Hal lain yang tak kalah pentingnya adalah komunikasi
politik. Kendatipun PKS menyebutkan dirinya sebagai
partai Islam inklusif, tak bisa dimungkiri bahwa PKS
mempunyai kendala serius dalam melakukan interaksi
politik. Setidaknya masih terkesan membatasi diri
dengan keragaman komunitas agama. Wilayah garapan PKS
adalah komunitas Muslim, yang sebenarnya komunitas
tersebut sudah digarap oleh sejumlah partai, antara
lain Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai
Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional
(PAN), Partai Bintang Reformasi (PBR), Partai
Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PNUI), dan Partai
Bulan Bintang (PBB).
Tentu saja publik masih menunggu, bagaimana sebenarnya
pandangan PKS tentang "nasionalisme"? Nasionalisme
seperti apa yang akan diusung oleh PKS? Keragaman
agama dan aliran kepercayaan yang berada di Tanah Air
menimbulkan kerumitan tersendiri. Karena itu, perlu
tafsir kontekstual terhadap Piagam Madinah.
Dengan demikian, apa yang dilakukan PKS selama ini
sebenarnya hanya pada tataran "sampul", belum masuk ke
dalam "materi", apalagi "aksi". Publik masih wait and
see, kejutan apa lagi yang akan ditunjukkan PKS
sebagai entitas baru partai Islam.
Zuhairi Misrawi Koordinator Program Islam
Emansipatoris, P3M, Jakarta
=====
Mario Gagho
Political Science,
Agra University, India
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Photos: High-quality 4x6 digital prints for 25¢
http://photos.yahoo.com/ph/print_splash
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kompas: PKS, Sampul Baru Partai Islam