[ppi] Re: [ppiindia] Kok warga RI ikut2 disandra? - Penculik berbahasa Indonesia, kok bisa?
- From: Suhiro <hiro75@xxxxxxxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Mon, 4 Oct 2004 20:43:45 -0400 (EDT)
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
jangan-jangan pacarnya....hehehe
On Fri, 1 Oct 2004, dicky riyadi wrote:
> tadinya saya anggap itu terjemahan dari pengirim berita....
>
> kalo penculik bisa bahasa Indonesia..., berarti tetangga sendiri....
>
> wah...., ini isu paling top....
>
> Satrio Arismunandar <satrioarismunandar@xxxxxxxxx> wrote:
> Heran, kok teman-teman di sini tidak mengomentari hal
> saya anggap justru sangat menarik:
>
> "Menurut Menlu, KBRI Qatar bahkan diberi kesempatan
> oleh pihak Al-Jazeera untuk mendengarkan kembali
> dialog antara penculik dan sandera Indonesia. Pada
> rekaman gambar Al-Jazeera itu terlihat dan terdengar
> dialog dilakukan dalam bahasa Indonesia."
>
> Si Penculik BISA BERBAHASA INDONESIA!!!!
>
> Rio
>
>
> --- taufik orangkaya <okatao2000@xxxxxxxxx> wrote:
>
> > mereka pikir anggota JIL kali...tapi terlepas
> > anggota JIL atau bukan , kok bego amat sih mau
> > dikirim kesana? pemerintahkan sudah larang jangan ke
> > Irak, apalagi kerjanya buat perusahaan
> > kafirun!..lengkap sudah.
> >
> > Danardono HADINOTO <rm_danardono@xxxxxxxx> wrote:
> > Mungkin para penyandra ingin menuntut agar pasukan
> > RI ditarik dari Aceh? atau supaya dikirim ke Iraq?
> > Mungkin mereka gak tahu Indonesia itu dimana?
> >
> > 2 Perempuan Indonesia Disandera di Irak
> >
> > Doha, Kamis - Dua perempuan warga negara Indonesia,
> > Kamis (30/9), dilaporkan menjadi korban penyanderaan
> > kelompok bersenjata di Irak. Menteri Luar Negeri
> > Hassan Wirajuda membenarkan adanya peristiwa
> > tersebut. Kedua perempuan itu dalam rekaman video
> > yang disampaikan kepada stasiun televisi Al-Jazeera,
> > Qatar, dengan berbahasa Indonesia mengaku bernama
> > Rosidah binti Anam dan Rafikan binti Anim. Belum ada
> > tuntutan menyangkut penyanderaan mereka.
> >
> > Menteri Luar Negeri (Menlu) kepada Kompas
> > mengatakan, RI mendesak siapa pun pihak yang
> > menculik dua perempuan Indonesia itu segera
> > membebaskan mereka. Alasannya, kata Hassan,
> > Indonesia tidak terlibat apa pun dengan pihak
> > pendudukan di Irak yang dipimpin Amerika Serikat
> > (AS). Indonesia juga tidak mengirim pasukan ke Irak.
> > Bahkan, RI mengutuk invasi AS ke Irak.
> >
> > Menurut Hassan, Indonesia akan mencari jalur atau
> > kontak dengan pihak ketiga, terutama Qatar, yang
> > mungkin memahami dan tahu keberadaan dua sandera
> > warga negara Indonesia (WNI) itu.
> >
> > Departemen Luar Negeri (Deplu), lanjutnya, juga
> > sudah meminta langsung kepada semua perwakilan RI di
> > sekitar Teluk untuk mengurus masalah penyanderaan
> > itu, seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia
> > (KBRI) di Qatar, di Dubai, dan lainnya di sekitar
> > Teluk.
> >
> > Bahkan, kata Hassani, KBRI Qatar langsung mendatangi
> > kantor televisi Al-Jazeera yang menginformasikan
> > pertama kali tentang penyanderaan itu.
> >
> > Menurut Menlu, KBRI Qatar bahkan diberi kesempatan
> > oleh pihak Al-Jazeera untuk mendengarkan kembali
> > dialog antara penculik dan sandera Indonesia. Pada
> > rekaman gambar Al-Jazeera itu terlihat dan terdengar
> > dialog dilakukan dalam bahasa Indonesia.
> >
> > Hal itu diketahui ketika penculik menanyakan, "Nama
> > saudari siapa?" Lalu dua wanita yang menjadi sandera
> > itu mengatakan bernama Rosidah binti Anam dan
> > Rafikan binti Anim.
> >
> > Hassan mengatakan, kedua WNI itu sebelumnya mengaku
> > bekerja di perusahaan elektronik di Irak. Namun,
> > tidak tertutup kemungkinan kedua perempuan itu
> > adalah pembantu rumah tangga di Irak.
> >
> > Hassan mempertanyakan kepentingan penculik
> > menyandera kedua orang tersebut karena RI tidak
> > terlibat invasi ke Irak. "Kita berharap telah
> > terjadi aksi penculikan yang salah karena kita tidak
> > punya kepentingan dengan invasi ke Irak," kata
> > Hassan lagi.
> >
> > Dia kembali mengingatkan agar seluruh WNI tidak
> > masuk atau berada di Irak. Kepada WNI yang sekarang
> > sudah berada di Irak, Pemerintah RI mengimbau agar
> > segera keluar dari negeri itu. "Karena penyanderaan
> > ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di Irak belum
> > terjamin."
> >
> > Bersama warga Lebanon
> >
> > Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia
> > Deplu Ferry Adamhar menambahkan, belum diketahui
> > kapan pastinya kedua WNI itu diculik, dan dari mana
> > mereka diculik. Namun, dari video yang dikirimkan ke
> > Al-Jazeera disebutkan bahwa kedua WNI itu disandera
> > bersama dua warga Lebanon dan enam warga Irak.
> >
> > Ferry menambahkan, seorang staf lokal KBRI di Irak
> > yang kebetulan sedang berada di Amman pun segera
> > ditugaskan untuk berangkat ke Irak melalui jalan
> > darat.
> >
> > Para penyandera menamakan dirinya Tentara Islam di
> > Irak. Kelompok ini hingga kini masih menyandera dua
> > wartawan Perancis, Christian Chesnot dan Georges
> > Malbrunot.
> >
> > Sejauh pengamatan Kompas yang mengunjungi Irak Juli
> > lalu, hanya ada 12 WNI di Irak yang terdiri dari
> > sembilan mahasiswa, dua mantan pegawai staf lokal
> > KBRI Baghdad, dan seorang putra mahasiswa Indonesia
> > yang menikah dengan wanita Irak. Memang ada
> > desas-desus di Baghdad bahwa terdapat 40 tenaga
> > kerja wanita (TKW) asal Indonesia di Irak, tetapi
> > belum ada konfirmasi tentang kebenaran berita
> > tersebut.
> >
> > Pihak KBRI Amman, yang selama ini menjadi pintu
> > utama keluar masuk warga Indonesia dari dan ke Irak,
> > mengaku tidak mendapat informasi tentang 40 TKW itu.
> > "Mereka tidak melapor ke KBRI Amman," ungkap salah
> > seorang pejabat KBRI Amman.
> >
> > Dalam rekaman video itu tampak empat sandera
> > laki-laki sedang berlutut. Di belakangnya berjejer
> > beberapa orang bertopeng yang mengacungkan senjata
> > otomatisnya ke para sandera. Beberapa saat kemudian
> > bergantian muncul dua perempuan berjilbab.
> >
> > Menurut Al-Jazeera, para penyandera belum membuat
> > pernyataan atau tuntutan apa pun saat ini.
> >
> > Menurut kantor Kedutaan Besar Lebanon di Baghdad,
> > pihak Kementerian Luar Negeri Lebanon membenarkan
> > ada dua warganya yang disandera di Irak. Bahkan,
> > menurut kabar terakhir, salah seorang dari dua warga
> > Lebanon yang disandera -bernama Imad Bassila-telah
> > dibebaskan.
> >
> > Lebih dari 140 warga asing telah diculik di Irak
> > oleh berbagai kelompok bersenjata. Beberapa di
> > antara mereka menyandera dengan alasan untuk
> > mendapatkan uang tebusan. Namun, ada beberapa korban
> > disandera dengan alasan politis. Hingga kini
> > tercatat 26 warga asing telah dieksekusi.
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Gesendet von Yahoo! Mail - Jetzt mit 100MB
> > kostenlosem Speicher
> >
> > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> >
> >
> >
> >
> ***************************************************************************
> > Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat
> > Persahabatan. Menuju Indonesia yg Lebih Baik, in
> > Commonality & Shared Destiny.
> > www.ppiindia.shyper.com
> >
> ***************************************************************************
> >
> __________________________________________________________________________
> > Mohon Perhatian:
> >
> > 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA
> > (kecuali sbg otokritik)
> > 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg
> > akan dikomentari.
> > 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> > 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 5. Satu email perhari:
> > ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 6. No-email/web only:
> > ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> > 7. kembali menerima email:
> > ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
> >
> >
> >
> > Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Yahoo! Groups Links
> >
> > To visit your group on the web, go to:
> > http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
> >
> > To unsubscribe from this group, send an email to:
> > ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
> >
> > Your use of Yahoo! Groups is subject to the
> > Yahoo! Terms of Service.
> >
> >
> >
> >
> > ---------------------------------
> > Do you Yahoo!?
> > Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We
> > finish.
> >
> > [Non-text portions of this message have been
> > removed]
> >
> >
>
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>
>
>
> Yahoo! Groups SponsorADVERTISEMENT
>
>
> ---------------------------------
> Yahoo! Groups Links
>
> To visit your group on the web, go to:
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
>
> To unsubscribe from this group, send an email to:
> ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
> Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
> 4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppiindia.shyper.com
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts: