[ppi] [ppiindia] Kita Telah Merdeka

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/16/index.htmlhttp://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/16/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY 
Tajuk Rencana 


Kita Telah Merdeka
PADA pagi hari, 17 Agustus 1945 di Jakarta, setelah membaca Proklamasi 
Kemerdekaan yang disepakati dan dirumuskan hanya beberapa jam sebelumnya, Ir 
Soekarno (Bung Karno) berkata, "Demikianlah Saudara-Saudara. Kita sekarang 
telah merdeka". 

Sekarang, enam puluh tahun kemudian sejak peristiwa bersejarah itu, agaknya 
kita diliputi berbagai perasaan dan pandangan yang saling bertentangan dalam 
memperingati ulang tahun ke-60 Proklamasi Kemerdekaan. 

Andai kata kita jajarkan dua daftar, yang cerah dan yang suram, maka sulit 
untuk tiba pada kesimpulan bahwa masih ada harapan realistik bagi masa depan 
bangsa Indonesia yang cukup menggembirakan. 

Daftar cerah akan menunjukkan bahwa setelah enam puluh tahun merdeka: wilayah 
negara kepulauan yang luas ini masih relatif utuh, wakil-wakil diplomatik 
Republik Indonesia bertugas di berpuluh-puluh negara, duduk di berbagai lembaga 
multilateral, RI menyelenggarakan perdagangan internasional yang meliputi 
barang dan jasa dengan sejumlah besar negara dengan surplus yang menguntungkan 
kita; benar, di dalam negeri, kita masih menghadapi kesulitan di bidang 
pembangunan ekonomi, infrastruktur sudah lama terlantar tapi sejumlah rencana 
rehabilitasi dan rekonstruksi telah siap untuk dilaksanakan; harga minyak yang 
melonjak di pasar internasional menimbulkan kesulitan karena subsidi pemerintah 
jadi membengkak di luar perkiraan semula, namun belum ada tanda-tanda bahwa 
perekonomian nasional akan ambruk; singkatnya, Indonesia memang tidak dapat 
disamakan seperti India dan Republik Rakyat Tiongkok yang pertumbuhan 
ekonominya dan usaha modernisasi maju pesat; namun, Indonesia masih lebih 
beruntung dibandingkan dengan beberapa negara di Afrika yang sekaligus 
dibebankan berbagai masalah gawat: rakyatnya menderita kelaparan, wabah 
HIV/AIDS, musim kering dan perang saudara. 

ALHASIL, bangsa Indonesia pada ulang tahun ke-60 Proklamasi Kemerdekaan patut 
bersyukur, karena sesuai dengan harapan Bung Karno dalam pidato singkatnya, 
enam puluh tahun lalu, ternyata Tuhan masih tetap memberkati kemerdekaan kita. 
Selama enam puluh tahun itu, berbagai krisis nyaris masih tetap dapat diatasi. 

Namun, kalau kita susun daftar suram tentang situasi kondisi negara dan bangsa, 
maka gambaran lain yang muncul. Idealisme yang melandasi perjuangan 
mempertahankan kemerdekaan sudah pudar. Keserakahan, ingin lekas kaya dan hidup 
nikmat tanpa perlu bekerja keras merupakan nafsu yang meluas; peraturan hukum 
diinjak- injak asal saja menguntungkan diri atau kelompok sendiri; atas nama 
demokrasi dan kedaulatan rakyat, segala macam cara diterapkan; kekerasan 
dibenarkan, sikap tenggang rasa melemah, sistem dan fasilitas pendidikan sudah 
kacau, pelayanan kesehatan masyarakat terbengkalai, kriminalitas meningkat, 
pemilihan umum tidak menghasilkan para wakil rakyat yang dapat diandalkan, 
pemilihan langsung presiden/wakil presiden gagal memunculkan pimpinan nasional 
yang mantap, dan pemerintahan (kabinet) yang tinggi kualitasnya. Dan, kita 
dapat lanjutkan daftar suram ini. 

Alhasil, masa depan bangsa Indonesia sungguh suram. Akibatnya, pesimisme dan 
sinisme tambah kuat dan sikap; "Emangnya gue pikiran...?" tambah meluas. 

Yang terlalu mengutamakan daftar suram akan digolongkan sebagai pesimis dan 
sudah kehilangan percaya pada diri sendiri. Yang terlalu mengandalkan daftar 
cerah akan dicap sebagai tidak realistis dan cenderung melihat yang bagus-bagus 
saja. 

DALAM memperingati 60 tahun Proklamasi Kemerdekaan ini, sebelum kita sebagai 
bangsa melanjutkan "long march" kita, tidak mudah untuk menempa suatu sikap dan 
pandangan yang seimbang, realistis dan tetap berpengharapan. 

Tanpa meremehkan daftar suram dan tanpa terbuai oleh daftar cerah, kita 
andalkan kekuatan serta faktor positif yang masih tetap utuh di bangsa kita. 
Dengan keterbatasan sistem dan lembaga, prioritas utama adalah terus mendorong 
keadilan di semua bidang. Itulah yang ditekankan pakar kesohor yang begitu 
tekun memerangi kemiskinan di dunia, profesor Jeffrey Sachs. Keadilan harus 
diletakkan dan dimantapkan di bidang fasilitas transpor, distribusi sumber 
energi, pelayanan kesehatan, latihan keterampilan, akses ke kredit murah dan 
sumber informasi. 

Keadilan yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Demokrasi yang tidak 
efektif menciptakan kesejahteraan dan kenikmatan hidup bagi rakyat biasa adalah 
demokrasi yang gagal. Abad ke-20 menghasilkan beberapa contoh ketika demokrasi 
tanpa disiplin dan kesadaran akan kepentingan bersama akhirnya merosot menjadi 
anarkisme. 

Kita harus berusaha mendisiplinkan diri dalam menerapkan demokrasi di Indo- 
nesia. 

Sungguh urgen bahwa kita pulihkan sikap saling respek pada sesama warga dengan 
agama, suku maupun ras yang berlainan. Sekali kita terjerat dalam konflik 
antar-bangsa yang bertema agama, suku maupun ras, maka sejarah modern abad 
ke-20 kaya dengan contoh-contoh di mana akhirnya bangsa yang bersangkutan 
menjadi berantakan. Dan, kemiskinan serta pertumpahan darah menimpanya. Kita 
tidak ingin nasib buruk demikian harus diderita bangsa Indonesia. 

Perkiraan realistis memproyeksikan bahwa Indonesia masih punya peluang cukup 
baik untuk mengangkat dirinya dari keterpurukan. Tapi tiga hal tadi; mendorong 
keadilan di semua bidang, mendisiplinkan penerapan demokrasi dan memulihkan 
sikap saling respek pada sesama warga dengan agama, suku dan ras berlainan 
harus tetap merupakan agenda kerja kita pada tahun-tahun setelah ulang tahun 
ke-60 Proklamasi Kemerdekaan. 

Masih cukup alasan untuk bersyukur bahwa "Kita Telah Merdeka". 


Last modified: 16/8/05 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hlmod0t/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124279797/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>Give
 underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to 
life by funding a specific classroom project  
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: