[ppi] [ppiindia] Kita Telah Merdeka
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 17 Aug 2005 11:54:18 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/16/index.htmlhttp://www.suarapembaruan.com/News/2005/08/16/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Tajuk Rencana
Kita Telah Merdeka
PADA pagi hari, 17 Agustus 1945 di Jakarta, setelah membaca Proklamasi
Kemerdekaan yang disepakati dan dirumuskan hanya beberapa jam sebelumnya, Ir
Soekarno (Bung Karno) berkata, "Demikianlah Saudara-Saudara. Kita sekarang
telah merdeka".
Sekarang, enam puluh tahun kemudian sejak peristiwa bersejarah itu, agaknya
kita diliputi berbagai perasaan dan pandangan yang saling bertentangan dalam
memperingati ulang tahun ke-60 Proklamasi Kemerdekaan.
Andai kata kita jajarkan dua daftar, yang cerah dan yang suram, maka sulit
untuk tiba pada kesimpulan bahwa masih ada harapan realistik bagi masa depan
bangsa Indonesia yang cukup menggembirakan.
Daftar cerah akan menunjukkan bahwa setelah enam puluh tahun merdeka: wilayah
negara kepulauan yang luas ini masih relatif utuh, wakil-wakil diplomatik
Republik Indonesia bertugas di berpuluh-puluh negara, duduk di berbagai lembaga
multilateral, RI menyelenggarakan perdagangan internasional yang meliputi
barang dan jasa dengan sejumlah besar negara dengan surplus yang menguntungkan
kita; benar, di dalam negeri, kita masih menghadapi kesulitan di bidang
pembangunan ekonomi, infrastruktur sudah lama terlantar tapi sejumlah rencana
rehabilitasi dan rekonstruksi telah siap untuk dilaksanakan; harga minyak yang
melonjak di pasar internasional menimbulkan kesulitan karena subsidi pemerintah
jadi membengkak di luar perkiraan semula, namun belum ada tanda-tanda bahwa
perekonomian nasional akan ambruk; singkatnya, Indonesia memang tidak dapat
disamakan seperti India dan Republik Rakyat Tiongkok yang pertumbuhan
ekonominya dan usaha modernisasi maju pesat; namun, Indonesia masih lebih
beruntung dibandingkan dengan beberapa negara di Afrika yang sekaligus
dibebankan berbagai masalah gawat: rakyatnya menderita kelaparan, wabah
HIV/AIDS, musim kering dan perang saudara.
ALHASIL, bangsa Indonesia pada ulang tahun ke-60 Proklamasi Kemerdekaan patut
bersyukur, karena sesuai dengan harapan Bung Karno dalam pidato singkatnya,
enam puluh tahun lalu, ternyata Tuhan masih tetap memberkati kemerdekaan kita.
Selama enam puluh tahun itu, berbagai krisis nyaris masih tetap dapat diatasi.
Namun, kalau kita susun daftar suram tentang situasi kondisi negara dan bangsa,
maka gambaran lain yang muncul. Idealisme yang melandasi perjuangan
mempertahankan kemerdekaan sudah pudar. Keserakahan, ingin lekas kaya dan hidup
nikmat tanpa perlu bekerja keras merupakan nafsu yang meluas; peraturan hukum
diinjak- injak asal saja menguntungkan diri atau kelompok sendiri; atas nama
demokrasi dan kedaulatan rakyat, segala macam cara diterapkan; kekerasan
dibenarkan, sikap tenggang rasa melemah, sistem dan fasilitas pendidikan sudah
kacau, pelayanan kesehatan masyarakat terbengkalai, kriminalitas meningkat,
pemilihan umum tidak menghasilkan para wakil rakyat yang dapat diandalkan,
pemilihan langsung presiden/wakil presiden gagal memunculkan pimpinan nasional
yang mantap, dan pemerintahan (kabinet) yang tinggi kualitasnya. Dan, kita
dapat lanjutkan daftar suram ini.
Alhasil, masa depan bangsa Indonesia sungguh suram. Akibatnya, pesimisme dan
sinisme tambah kuat dan sikap; "Emangnya gue pikiran...?" tambah meluas.
Yang terlalu mengutamakan daftar suram akan digolongkan sebagai pesimis dan
sudah kehilangan percaya pada diri sendiri. Yang terlalu mengandalkan daftar
cerah akan dicap sebagai tidak realistis dan cenderung melihat yang bagus-bagus
saja.
DALAM memperingati 60 tahun Proklamasi Kemerdekaan ini, sebelum kita sebagai
bangsa melanjutkan "long march" kita, tidak mudah untuk menempa suatu sikap dan
pandangan yang seimbang, realistis dan tetap berpengharapan.
Tanpa meremehkan daftar suram dan tanpa terbuai oleh daftar cerah, kita
andalkan kekuatan serta faktor positif yang masih tetap utuh di bangsa kita.
Dengan keterbatasan sistem dan lembaga, prioritas utama adalah terus mendorong
keadilan di semua bidang. Itulah yang ditekankan pakar kesohor yang begitu
tekun memerangi kemiskinan di dunia, profesor Jeffrey Sachs. Keadilan harus
diletakkan dan dimantapkan di bidang fasilitas transpor, distribusi sumber
energi, pelayanan kesehatan, latihan keterampilan, akses ke kredit murah dan
sumber informasi.
Keadilan yang mampu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Demokrasi yang tidak
efektif menciptakan kesejahteraan dan kenikmatan hidup bagi rakyat biasa adalah
demokrasi yang gagal. Abad ke-20 menghasilkan beberapa contoh ketika demokrasi
tanpa disiplin dan kesadaran akan kepentingan bersama akhirnya merosot menjadi
anarkisme.
Kita harus berusaha mendisiplinkan diri dalam menerapkan demokrasi di Indo-
nesia.
Sungguh urgen bahwa kita pulihkan sikap saling respek pada sesama warga dengan
agama, suku maupun ras yang berlainan. Sekali kita terjerat dalam konflik
antar-bangsa yang bertema agama, suku maupun ras, maka sejarah modern abad
ke-20 kaya dengan contoh-contoh di mana akhirnya bangsa yang bersangkutan
menjadi berantakan. Dan, kemiskinan serta pertumpahan darah menimpanya. Kita
tidak ingin nasib buruk demikian harus diderita bangsa Indonesia.
Perkiraan realistis memproyeksikan bahwa Indonesia masih punya peluang cukup
baik untuk mengangkat dirinya dari keterpurukan. Tapi tiga hal tadi; mendorong
keadilan di semua bidang, mendisiplinkan penerapan demokrasi dan memulihkan
sikap saling respek pada sesama warga dengan agama, suku dan ras berlainan
harus tetap merupakan agenda kerja kita pada tahun-tahun setelah ulang tahun
ke-60 Proklamasi Kemerdekaan.
Masih cukup alasan untuk bersyukur bahwa "Kita Telah Merdeka".
Last modified: 16/8/05
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hlmod0t/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1124279797/A=2896130/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">Give
underprivileged students the materials they need to learn. Bring education to
life by funding a specific classroom project
</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kita Telah Merdeka