[ppi] [ppiindia] Kita; Lari ke Surga, Lari ke Neraka

** ppi-india **
Kita; Lari ke Surga, Lari ke Neraka



Pada dasarnya manusia selalu ingin menjadi baik. Menjadi baikkah? Ini=20
yang merupakan tanda Tanya.=20

Secara sangat mendasar, manusia telah terkontaminasi norma-norma,=20
akan apa yang dianggap baik tersebut. Entah saat seorang manusia=20
ingin diperlakukan lebih baik oleh manusia lain, atau ketika si=20
manusia itu berusaha memperlakukan dirinya lebih baik mengikuti=20
konsep konsep norma masyarakat.

Hal `ingin akan sesuatu yang baik', tampak jelas ketika manusia tidak=20
ingin rugi yang berarti sama dengan ingin untung seuntung-untungnya=20
dalam memperoleh sesuatu yang tentu dibayar dengan pengorbanan(Entah=20
itu uang, barang, tenaga, waktu& pikiran / Segala ber-Fisik& Non-
Fisik).

Bdg.(Bandingkan)
"""""
Tanggal 24 Januari 2004 Jam delapan kurang sepuluh, malam hari.=20
Korden Panggung masih tertutup di gedung teater berbentuk seperempat=20
lingkaran itu. Kami takut, kami tidak dapat posisi kursi yang enak=20
untuk nonton.
Kami baru sampai dan pergi membeli karcis di loket. Saya membaca;=20
24/1/04 20.00 WIB (Tertulis di lembaran karcis). Berarti acara akan=20
mulai sepuluh menit lagi. Kami masuk melalui pintu, karcis dirobek.
Orang yang merobeknya mempersilahkan kami untuk naik ke lantai=20
selanjutnya. Sambil berjalan melalui tangga saya membaca-baca lagi=20
brosur pertunjukan. Kulihat hanya ada satu harga Rp.20.000,-, padahal=20
biasanya ada kursi penonton di lantai dasar teater, dan di balkon=20
(satu lantai di atasnya) yang harga tiketnya sedikit lebih murah.
"""""


Ketika seorang manusia berkesempatan memilih; untuk sekedar mengikuti=20
norma, atau mencoba untuk mencari pilihan lain mengikuti hati=20
nuraninya. Manusia tertantang pada sebuah perjudian;  Bagaimanakah=20
nilai perbandingan antara pilihan saya untuk mengambil resiko(neraka)=20
mengambil jalan berbeda dengan orang kebanyakan, dengan mereka yang=20
sekedr mengikuti pola pikir norma masyarakat yang sudah ada tentang=20
apa yang terbaik(sorga).=20

Dalam memilih diantara pilihan yang ada akan timbul pertanyaan; Surga=20
yang paling mendekati neraka bukankah sama dengan neraka? Neraka yang=20
paling mendekati surga, bukankah itu surga? Bagaimana pilihan baik=20
dan buruk itu?=20

Jika surga sudah pengap oleh banyak orang yang memaksa ingin ke=20
surga, bukankah neraka akan menjadi tempat yang eksklusif? Hanya=20
kesombongan manusia berebut mainan; Surga?! Ini Karcis saya, KTP=20
saya. Saya tinggal di Surga=85

Bdg.
"""""
Kami tiba di lantai dasar teater. Berdiri di sebelah kiri, depan=20
pintu ruang teater, dua orang petugas tersenyum ke arah kami. Tetapi=20
kami melihat tulisan Toilet pada tembok, dan mampir ke toilet dahulu=20
sebelum masuk ke ruangan teater.
> Bagaimana dengan balkon? Apakah mungkin juga penuh seperti di=20
lantai dasar? (Sambil kencing berdiri.)
* Semoga saja tidak penuh. Kita lihat saja dulu.
Untuk menjawabnya, kami tidak masuk ke pintu dengan dua orang tadi.=20
Kami naik ke lantai berikutnya masuk melalui pintu masuk ke tempat=20
duduk kelas balkon.
> (Sesampainya kami di balkon) Tidak ada orang. Ruangan sebesar ini=20
kosong. Hebat? Sungguh Eksklusif menonton hanya berdua di ruangan=20
sebesar ini.
* Sayang tidak bawa pacar. Kalau ajak pacar kita masing-masing tentu=20
bobo-bareng pun tidak ada yang tahu=85
Kami berjalan ke kursi paling depan, lalu melihat ke bawah, ke lantai=20
dasar. Di bawah semua penuh, berjejal. Ber-rebut mendapatkan kursi=20
dengan posisi terbaik. Karena, penuh sesak, tentu saja tidak ada=20
posisi yang baik, juga untuk kamera. Jangkauan kamera-kamera=20
tertutupi oleh kepala-kepala orang yang duduk. Lima menit lagi=20
pertunjukan dimulai.
* (Mengeluarkan sebuah binokular opera. Lalu menggunakannya.)Kau=20
lihat kamera-kamera video yang terpasang di lantai dasar ruang=20
teater? Orang-orang yang berjalan mencari tempat duduk dengan=20
pemandangan terbaik. Posisinya tidak strategis, Jarak
antara kursi dengan kuri di depannya pun sempit. Bandingkan dengan=20
kursi kita di balkon ini, kursi paling depan. Jarak antara kursi=20
dengan pagar pembatas cukup lebar=85 Lihat, hampir semua ruang pandang=20
tertutupi kepala penonton. Mengapa tidak pasang saja kamera itu di=20
balkon? Tentu tidak akan ada kepala yang menutupi. Lagi pula kelas=20
balkon kosong. Bisa bebas meletakan kamera di mana saja.
* Sebuah teater, biasanya tentu ada manager panggung. Akan lebih baik=20
mengatur tata lampu bila ia memantau di tempat yang tidak terhalang=20
kepada, dan lebih tinggi seperti balkon ini, tetapi mereka tidak=20
tampak. Apa mereka ikut bersesakkan di bawah? Apa lampu dibiarkan=20
saja tanpa diatur?
> Mungkin dalam kepala-nya mereka berharap akan dapat tempat=20
strategis di kelas kursi yang biasanya dijual dengan harga lebih=20
mahal? Tetapi sombong, ingin berada di kelas terbaik mumpung harganya=20
lagi sama. Lupa bahwa banyak orang yang ingin duduk di kelas lantai=20
dasar dengan bayar tiket hanya Rp.20.000,-. Mereka lupa bahwa untuk=20
sekedar kelas terbaik saja mereka harus berebut tempat, kuatir tidak=20
dapat tempat. Mereka tidak melihat ke atas(Balkon) yang kosong.=20
Mereka kalah karena sombong. Bisa juga karena terbiasa ikut-ikutan.=20
Atau sekedar alasan malas.
"""""


Kesuksesan adalah ketika manusia berhasil mencapai hasil akan sesuatu=20
atas normanya sendiri. Mungkin surga sang hati nurani bersifat=20
ekslusif karena hanya dinikmati dan dimiliki di ruang pribadi, milik=20
pribadi. Saat itu, entah sang surga adalah neraka dalam norma=20
masyarakat, surga itu akan tetap surga. Hati nurani tidak bisa=20
berpura-pura bahwa neraka versinya adalah surga. Kalau wajah kita?=20
Tentu bisa=85

Bdg.
"""""
* (Membuka kedua tangan-nya seperti nabi bersabda, dengan suara=20
lantang.) Akulah sang Kaisar dan kalian kalian semua rakyatku!=20
(Sambil melihat ke arah bawah, lantai dasar teater.) Kau ajudanku,=20
maka itu kuizinkan duduk di sini.
Beberapa orang penonton di lantai dasar menoleh, mencari sumber suara=20
yang samar-samar mereka dengar. Mereka melihat ke kanan, kiri dan=20
depan. Tidak ada yang melihat ke atas(balkon). Bosan tidak menemukan=20
sumber suara; Melahirkan khayal; mungkin suara itu bagian dari=20
scenario pertunjukan. Tetapi tidak ada tanda-tanda bahwa pertunjukan=20
telah dimulai.
> hahahahahaha=85 Aku pernah nonton sebuah film dengan salah satu tokoh=20
bernama Julius Caesar, yang menginspirasi gelar Kaisar. Juga film=20
Gladiator dengan kaisar lain di sana. Kaisar itu selalu duduk di=20
balkon pribadi, sehingga ia bisa memiliki privasi yang lebih untuk=20
keamanannya, ngobrol seenaknya, angkat kaki seenaknya, Jajan makanan=20
seenaknya, permisi ke toilet juga seenaknya, tidak perlu=20
bilang,`Permisi, bu, pak=85' kepada penonton lain. Seperti kita hari=20
ini.
* Pribahasa Cina,`Ribuan orang harus mati agar kaisar berjaya'. Tapi=20
aku tak percaya pada takdir. Aturan permainan ini adalah nasib di=20
tangan masing-masing. Kalian bisa pilih masa depan sendiri. Kau ingat=20
khan kalimat ini dari film Infernal Affair. (Duduk
mengangkat kaki, disandarkan pada pagar tembok pendek, di depan kursi=20
baris paling depan kelas balkon.)
"""""


Mungkinkah kita berpikir untuk menonton perebutan sang surga. Saat=20
surga diperoleh dengan keharusan untuk membunuh surga milik orang=20
lain.=20

Saya tidak harus menjadi pahlawan di sini, memulai menyebar wabah=20
dosa, jadi penjahat pun boleh. Asalkan perhitungan resiko
(pengorbanan) yang harus saya ambil untuk sebuah tujuan, harus lebih=20
kecil dari beban resiko yang diambil oleh pihak lawan(di luar diri=20
saya). Misalkan sampai saya masuk neraka pun, musuh saya yang berebut=20
surga; Diusahakan berada di neraka yang lebih dalam daripada saya.=20
Untuk sebuah kebaikan di alam dunia, tentu tidak ada yang gratis.=20=20

Bdg.
"""""
> (Memandang ke arah temannya) Bagaimana bila sandal-mu itu jatuh,=20
mengenai kepala orang di bawah?
* Kita berdua jongkok, tidak ada yang akan melihat kita. Mereka semua=20
akan bertengar satu sama lain di lantai dasar gedung teater. Mmm...=20
Aku suka sandal ini, enak dipakai, sayang bila jatuh. (Segera=20
melepaskan sendalnya, meletakkannya di lantai karpet, lalu kembali=20
menganggat kaki. Lalu tersenyum.)
* Saat pertunjukan di mulai, apa yang akan kau lakukan saat sang=20
aktor berteriak?
> Aku juga akan berteriak. Bukankah aku bagian dari ruangan ini?
* Bagaimana jika penonton mendengar suaramu?
>Tentu mereka akan menganggapnya sebagai sekedar gaung, atau bagian=20
dari scenario pertunjukan. Aku tidak mau jadi penonton pasif. Aku=20
selalu berusaha berada di lapangan, kira-kira begitu..
"""""


Jangan sampai ketakutan menjadi sebuah halangan. Tidak ada norma alam=20
yang mengatur soal berperan atau tidaknya kita. Sebuah awal, sebuah=20
akhir, bahkan sebuah nama pun bisa dimainkan. Ambil saja kesempatan=20
yang ada.

Bdg.
"""""
* `History belongs to those who are in the arena.' Teddy Rosevelt.
> Ya, quote itu.
> Pertunjukkan sudah mau mulai. Kau tidak matikan Handphone mu?
* Tidak perlu, bila bunyi pun mereka tidak akan melihat ke atas.=20
Mereka akan mengomel ke sesama mereka saja.

Dan korden panggung terbuka=85
Di kelas balkon hanya Sang Kaisar Semalam dan Aku, menonton=20
pertunjukan.

Tokoh:
`>' Aku (Vincentliong)
`*' Artere Laksamana + Kaiszer(baca: Kaisar) ( Tidak
puas bernama Laksamana, maksa jadi kaisar, walau hanya
semalam.)
"""""


Kita; Lari ke Surga, Lari ke Neraka; Paling tidak aku berusaha supaya=20
neraka-ku lebih mendekati surga daripada neraka-mu=85

Kita semua berlari ke surga
Kita semua berlari ke neraka
Bisa saja neraka ciptaan-ku untuk-mu.



Vincent Liong
26 Januari 2004

(Tulisan ini adalah NOTE untuk esai; Sang Kaisar Semalam dan Aku.)




Kritik/saran/perdebatan/komentar/penjabaran versi anda silahkan di=20
post di maillist tempat anda membaca tulisan ini. Harap juga di FW ke=20
maillist vincentliong@xxxxxxxxxxxxxxx=20
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/ Bagi yang belum jadi=20
member silahkan join dulu dengan mengirim email kosong ke=20
vincentliong@xxxxxxxxxxxxxxx ...=20

Costumer Service Representative: (Vincentliong)
M.0811-919-765 Ph&Fax.021-5482193,5348567 YahooID.Vincentliong=20


***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20

Yahoo! Groups Links

To visit your group on the web, go to:
 http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

To unsubscribe from this group, send an email to:
 ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

Your use of Yahoo! Groups is subject to:
 http://docs.yahoo.com/info/terms/=20



Other related posts: