[ppi] [ppiindia] Ketua PWI Nilai, Majalah Playboy Bukan Bagian Pers + Majelis Mujahidin Indonesia Beri Waktu 7 Hari
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 15 Apr 2006 01:32:59 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.gatra.com/artikel.php?id=93655
Ketua PWI Nilai, Majalah Playboy Bukan Bagian Pers
Bogor, 13 April 2006 07:20
Ketua Umum PWI Pusat Tarman Azzam menegaskan, majalah Playboy Indonesia di
Indonesia bukan bagian dari pers, karena majalah tersebut hanya produk dunia
industri seks.
"Jika terbitnya majalah Playboy Indonesia hanya menonjolkan gambar-gambar seks,
maka majalah tersebut bukan bagian dari pers," kata Tarman Azzam kepada Antara,
dalam acara Forum Komunikasi Wartawan Departemen Komunikasi dan Informasi
(Depkoinfo) di Bogor, Rabu malam.
Dia mengatakan, dalam kode etik jurnalistik disebutkan, tidak boleh membuat
berita dan gambar-gambar yang bersifat cabul.
"Kita kan tidak tahu apakah majalah Playboy Indonesia dalam penerbitan
selanjutnya akan tampil tidak telanjang," kata Tarman Azzam.
Pada penerbitan perdana, kedua, ketiga, keempat, kelima, keenam terbitnya
sopan, tetapi siapa yang akan menjamin pada penerbitan ketujuh dan selanjutnya
tidak telanjang.
Lebih lanjut, dia mengatakan, untuk mendapatkan lisensi majalah Playboy
Indonesia dibutuhkan biaya Rp 1 miliar. Jika pada edisi perdana majalah
tersebut sebanyak 100.000 eksemplar dengan harga Rp 39.000 maka mereka sudah
meraih keuntungan.
"Jika ditutup saat ini, mereka juga sudah untung. Ini merupakan kejelian
pengelola majalah Playboy Indonesia dalam melihat pasar," ujarnya.
Tarman juga mengatakan, terbitnya majalah Playboy Indonesia merupakan momentum
untuk mengajukan class action atas tampilan porno tersebut.
Penerbitan, kata dia, harus bersifat umum, informatif, sosial, dan mendidik.
[TMA, Ant]
++++
http://www.gatra.com/artikel.php?id=93583
Penolakan Playboy
Majelis Mujahidin Indonesia Beri Waktu 7 Hari
Jakarta, 9 April 2006 00:22
Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) menolak penerbitan serta peredaran Majalah
Playboy Indonesia dan melakukan somasi kepada pengelola majalah ini.
Ketua Departemen Data dan Informasi MMI, Fauzan Al Anshori kepada pers usai
menjenguk Abu Bakar Baasyir di Lembaga Permasyarakatan (LP) Cipinang Jakarta
Timur, Sabtu menjelaskan, pihaknya telah melayangkan somasi dan memberi waktu
tujuh hari kepada pengelolanya agar menarik dan menghentikan penerbitan majalah
ini. Jika dalam kurun waktu itu, pengelolanya tidak mematuhi somasi MMI, maka
persoalannya akan diadukan ke aparat hukum.
Dia menjelaskan, pihaknya melakukan somasi dan akan mengajukan pengelola
majalah ini ke proses hukum karena ada unsur pronografi dalam isi majalah ini.
Terbitan perdana majalah ini memuat foto sensual artis Andhara Early.
Bahkan, kata dia, lebih 15 halaman yang terdapat dalam Majalah Playboy telah
memenuhi unsur delik kejahatan terhadap kesusilaan.
Pihaknya telah melakukan pertemuan dengan Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah
Playboy Erwin Arnada. Erwin dinilai tidak memegang komitmennya saat melakukan
pertemuan sebanyak dua kali dengan MMI. Saat melakukan pertemuan, Pemred
Majalah Playboy itu telah menyatakan tidak akan menerbitkan majalah tersebut.
Kenyatannya, pengelola majalah tetap menerbitkannya dan mengedarkan secara luas
dari perkotaan, perempatan jalan hingga perkampungan.
Karena itu, peredaran majalah ini dinilai meracuni moral generasi bangsa,
terutama mahasiswa dan pelajar karena isinya yang memiliki nuansa porno.
Pihaknya mendesak pengelola majalah ini agar menarik peredaran Majalah Playboy
dalam waktu tujuh hari. Apalagi tidak dilakukan dalam kurun waktu tersebut,
pihaknya akan mengadukan persoalan kepada kepolisian. [EL, Ant]
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Ketua PWI Nilai, Majalah Playboy Bukan Bagian Pers + Majelis Mujahidin Indonesia Beri Waktu 7 Hari