[ppi] [ppiindia] Kemiskinan dan Kesejahteraan Rakyat
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 27 Sep 2005 04:54:01 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**SUARA KARYA
Kemiskinan dan Kesejahteraan Rakyat
Oleh Sri Katonah
Sabtu, 24 September 2005
Salah satu agenda Millenium Development Goals adalah penuntasan kemiskinan.
Mengapa ini penting dikaji? Kemiskinan adalah fenomena global yang bisa
berdampak luas pada semua aspek kehidupan. Bahkan, sentimen antara negara
kaya-miskin juga bisa muncul karena faktor kemiskinan ini. Oleh karena itu,
tidak ada alasan untuk tidak segera meminimalisasi terjadinya kemiskinan,
terutama di banyak negara berkembang, termasuk juga di Indonesia yang kini
sedang mengalami ancaman krisis kedua.
Potret buram kemiskinan seolah menjadi bagian tak terpisahkan dari predikat
negara miskin-berkembang. Meskipun demikian, potret kemiskinan juga terjadi di
negara industri-maju. Jadi, sebetulnya ancaman kemiskinan telah menjadi problem
sosial di banyak negara. Oleh karena itu, cukup beralasan jika saat ini banyak
digencarkan seruan global bagi pengentasan kemiskinan. Bahkan, lembaga donor
internasional tidak segan-segan memberikan bantuan program dan bantuan proyek
yang ditujukan untuk pengentasan kemiskinan. Adanya komitmen itu, secara umum
diakui bahwa problem kemiskinan ternyata hampir sama kasusnya di banyak negara.
Salah satu Program of Action for Sustainable Development sebagai bagian dari
Agenda 21 mencakup pokok pikiran tentang social and economic dimension yang
meliputi: 1) kerja sama internasional mempercepat pembangunan berkelanjutan
negara berkembang serta kebijakan domestiknya; 2) memerangi kemiskinan; 3)
mengubah pola konsumsi; 4) dinamika demografi dan sustainibilitasnya; 5)
proteksi dan meningkatkan kesehatan manusia; 6) promosi pengembangan pemukiman
manusia berkelanjutan; 7) integrasi lingkungan dan pembangunan dalam
pengambilan keputusan. Jadi, memerangi kemiskinan sudah menjadi nilai penting
bagi proses pembangunan di era globalisasi.
Memahami kemiskinan di Indonesia pada dasarnya tidak bisa lepas dari potret
riil kependudukan. Publik mengakui bahwa jumlah penduduk yang besar,
pertumbuhan tinggi dan persebaran yang timpang menuntut upaya survive yang
lebih berat dan secara tak langsung memicu terjadinya kemiskinan, terutama
untuk mereka yang tidak mampu bersaing.
Kemiskinan sebagai salah satu faktor penyebab timbulnya berbagai masalah
tentang kesejahteraan sosial muncul dalam berbagai bentuk ketidakmampuan
pemenuhan kebutuhan dasar, kondisi keterpencilan dan keterasingan,
ketergantungan, dan keterbatasan akses pelayanan sosial dasar. Penanganan
penduduk miskin, terutama yang sangat miskin, apabila tidak dilakukan secara
tepat, akan berakibat pada munculnya masalah sosial lain. Oleh karena itu,
perhatian yang lebih serius untuk menurunkan jumlah penduduk miskin perlu lebih
ditingkatkan agar masalah-masalah kesejahteraan sosial tidak makin meningkat
dan meluas.
Masalah kesejahteraan sosial yang terkait dengan kemiskinan adalah
keterpencilan dan keterasingan. Hal ini terutama juga didukung oleh kondisi
persebaran penduduk yang tidak merata. Di Jawa, misalnya, dengan tingkat
kepadatan penduduk yang sangat tinggi memicu terjadinya kemiskinan yang sangat
rentan. Sedang di luar Jawa dengan kondisi alam yang lebih menjanjikan ternyata
tidak mengalami kepadatan penduduk yang tinggi sehingga banyak potensi alam
yang belum tergarap. Kondisi ini tentunya sangat ironis dan karenanya ada
program transmigrasi yang diharapkan tidak saja membuka potensi alam tetapi
juga meningkatkan taraf kehidupan masyarakat yang mau bertransmigrasi (terutama
yang berasal dari daerah yang tingkat kepadatan penduduknya tinggi).
Agenda penghapusan kemiskinan global tampaknya menjadi sesuatu yang sangat
strategis. Sasarannya, tak saja mayoritas negara miskin-berkembang yang
merupakan kawasan paling padat jumlah kemiskinannya, tetapi juga negara
industri-maju, terutama dikaitkan dengan tuntutan penghapusan kemiskinan
sebagai suatu komunike dari World Summit on Social Development Copenhagen 1995
atau KTT Dunia untuk Pembangunan Sosial di Kopenhagen, baru-baru ini. Hasil KTT
Kopenhagen menggariskan upaya-upaya sosial dalam hal penghapusan kemiskinan,
perluasan lapangan kerja yang lebih produktif, penciptaan integrasi sosial yang
lebih menitikberatkan pembangunan berdimensi kerakyatan, serta membuka peluang
peningkatan kepedulian pemerintah, masyarakat dan dunia usaha dalam
menyelenggarakan proses pembangunan kesejahteraan sosial.
Meski pendefinisian tentang kemiskinan sudah spesifik, tetapi ukuran kemiskinan
yang dianut oleh negara-negara dari standar Bank Dunia, ternyata secara empiris
terkadang kurang bisa menjelaskan fenomena kemiskinan secara riil, terutama
dikaitkan upaya membandingkan kemiskinan dengan taraf kesejahteraan. Intinya,
tidak semua kemiskinan identik dengan ketidaksejahteraan.Demikian pula
sebaliknya, tingkat pendapatan yang tinggi ternyata tidak mencerminkan tingkat
kesejahteraan yang tinggi pula.
Sejauh ini, pendekatan kesejahteraan telah dituangkan dalam beragam inpres.
Pertama, Inpres Desa Tertinggal, tujuannya menciptakan kesetaraan desa dan
memacu lapangan kerja di pedesaan. Kedua, Inpres Kesehatan, tujuannya memberi
sisi layanan kesehatan yang mudah dan murah. Ketiga, Inpres Pendidikan,
tujuannya memberikan layanan pendidikan gratis untuk pendidikan dasar sampai
menengah. Keempat, Inpres obat-obatan, tujuannya untuk memberikan obat-obatan
murah kepada masyarakat miskin. Kelima, beragam inpres lainnya untuk
meningkatkan kesejahteraan penduduk pedesaan.
Fakta terjadinya peningkatan kemiskinan dan penurunan kualitas SDM merupakan
bukti bahwa krisis yang menimpa perekonomian kita telah memicu efek yang sangat
kuat. Sebenarnya, konsekuensi atas meningkatnya kemiskinan dan penurunan
kualitas SDM memang sudah diperkirakan sebelumnya. Konseptual di balik prediksi
ini ditekankan pada realita terjadinya krisis yang kemudian memicu penurunan
kinerja perekonomian makro. Ikhsan (1998) meyakini, krisis meningkatkan
kemiskinan menjadi 51,5% jika harga pangan naik 25% menjadi 78,1%. Dan, jika
harga pangan naik 50% dapat dipastikan akan berpengaruh secara signifikan
terhadap penurunan kualitas SDM. Fakta ini semakin diperkuat ketika tarif
pendidikan kian mahal dan tidak terjangkau oleh para penduduk miskin.
Sayangnya, dalih subsidi untuk pemerataan pendidikan yang dirancang para
petinggi dunia pendidikan tetap tidak mampu mengatasi ancaman rendahnya
kualitas SDM.
Realitas terjadinya ledakan angka kemiskinan dan penurunan kualitas SDM
menunjukan bahwa trilogi pembangunan masih belum menunjukkan hasil yang
optimal. Padahal trilogi pembangunan menegaskan bahwa orientasi yang utama
adalah pemerataan hasil pembangunan. Kecenderungan terjadinya kemiskinan dan
penurunan kualitas SDM merupakan bukti masih adanya pemusatan hasil
pembangunan. ***
Penulis pemerhati masalah sosial, tinggal di Solo.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kemiskinan dan Kesejahteraan Rakyat