[ppi] [ppiindia] Kemiskinan Dampak Kenaikan Harga BBM
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 27 Sep 2005 04:48:50 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**SUARA KARYA
Kemiskinan Dampak Kenaikan Harga BBM
Oleh Defi Kurnia F
Selasa, 27 September 2005
Dalam waktu dekat pemerintah berencana menaikkan harga BBM (bahan bakar
minyak). Akibat tingginya harga minyak dunia, pemerintah dengan persetujuan DPR
terpaksa melahirkan kebijakan mengurangi subsidi BBM yang berakibat pada
kenaikan harga BBM. Sudah barang tentu kenaikan harga BBM akan diikuti kenaikan
harga barang dan jasa.
Sejalan dengan rencana itu, pemerintah berupaya menjalankan program
kompensasi pengurangan subsidi BBM (KPS-BBM). Program tersebut di antaranya
dilakukan melalui program pelayanan kesehatan masyarakat miskin, bantuan
operasional sekolah, bantuan langsung kepada masyarakat miskin, subsidi dalam
bentuk penyediaan prasarana dasar permukiman dan sebagainya. Persoalannya,
sejauh mana implementasi pemberian kompensasi kenaikan harga BBM tersebut?
Adakah jaminan bahwa kompensasi tersebut benar-benar tepat sasaran, memberi
manfaat bagi masyarakat miskin?
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2004, jumlah penduduk
miskin di Indonesia sekitar 36,15 juta jiwa. Sedangkan rata-rata garis
kemiskinan (tahun 2004) di Indonesia adalah 127.653 rupiah per kapita per
bulan. Perhitungan jumlah penduduk miskin yang dilakukan BPS tersebut
menggunakan pendekatan basic need.
Dengan pendekatan ini, kemiskinan didefinisikan sebagai ketidakmampuan
dalam memenuhi kebutuhan dasar. Dengan kata lain kemiskinan dipandang sebagai
ketidakmampuan sisi ekonomi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan makanan dan non
makanan yang mendasar. Batas kecukupan makanan (pangan) dihitung dari besarnya
rupiah yang dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan minimum energi sebanyak 2.100
kalori per kapita per hari.
Dengan rencana kenaikan BBM sekitar 50% diperkirakan akan menimbulkan
inflasi terhadap berbagai barang dan jasa termasuk yang dibutuhkan masyarakat
miskin. Apabila pendapatan masyarakat tetap, mengakibatkan daya beli masyarakat
menjadi melemah. Menurut analisa BPS, dengan asumsi pendapatan masyarakat tetap
(tidak meningkat), diperkirakan apabila kenaikan harga (inflasi) sekitar 10%
akan menaikkan penduduk miskin sekitar 30%. Dengan kata lain, berapa besar
pertambahan penduduk miskin tergantung seberapa besar dampak kenaikan BBM
terhadap laju inflasi.
Sejauh ini pemerintah memperhitungan bahwa dana KPS-BBM dapat
dimanfaatkan masyarakat miskin dan mendekati miskin (informasi terakhir sekitar
60 juta jiwa) untuk mengatasi dampak pengurangan subsidi BBM yang akan
dilakukan. Pemerintah juga beranggapan bahwa kenaikan harga akan bersifat
sementara, tetapi untuk seterusnya keamanan fiskal akan terjaga.
Namun apakah persoalannya sesederhana itu? Terlebih lagi, bangsa
Indonesia saat ini sedang dalam kondisi shock menyusul adanya kondisi luar
biasa (KLB) flu burung yang cukup mencemaskan. Mungkinkah asumsi dan
perhitungan pemerintah tentang dana KPS BBM dilakukan sebelum wabah flu burung
merebak?
Memang sempat muncul spekulasi bahwa tudingan isu flu burung bertujuan
untuk mengalihkan perhatian publik terhadap isu kenaikan harga BBM yang oleh
beberapa kalangan dinilai kurang tepat. Yang jelas, sebelum merebaknya isu flu
burung, rencana pengguliran dana bantuan BOS (biaya operasional sekolah) sempat
membuat masyarakat miskin terlena. Pada saat BOS masih bersifat wacana saja,
banyak di antara warga masyarakat miskin sangat mengharapkan bisa memeroleh
dana tersebut. Alasannya sudah jelas bahwa dengan penghasilan yang ada, untuk
memenuhi kebutuhan makan saja sudah sulit apalagi kalau masih harus dibebani
biaya pendidikan. Fakta di beberapa daerah manakala muncul sejumlah kisah siswa
dari keluarga miskin mencoba bunuh diri karena malu menunggak biaya SPP,
merupakan bukti betapa dunia pendidikan memang sangat membebani keluarga
miskin.
Sejak awal Tahun Ajaran Baru, banyak di antara peserta didik dari
penduduk miskin terpaksa menunggak pembayaran SPP (sumbangan penyelenggaraan
pendidikan), dan siswa tidak mampu membeli buku-buku pelajaran dan peralatan
sekolah lainnya. Bagi masyarakat miskin, dana BOS sangat diharapkan segera
cair, sehingga dapat digunakan para siswa untuk membayar tunggakan biaya SPP
dan membeli buku-buku serta peralatan sekolah lainnya. Namun demikian,
bagaimana realisasi dan operasional penyaluran dana BOS tersebut? Sudahkah
penyalurannya benar-benar tepat sasaran dan tersosialisasi dengan baik?
Dikhawatirkan, kondisi birokrasi yang lamban, pelaksanaannya yang kurang
transparan atau adanya penyelewengan dana BOS menyebabkan derita masyarakat
miskin makin bertambah.
Dengan adanya wabah flu burung dan belum tersosialisasi serta belum
terlaksananya program KPS-BBM secara optimal, kenaikan harga BBM tetap akan
menimbulkan masalah, mengakibatkan beban hidup masyarakat miskin semakin berat.
Sebagian masyarakat -- khususnya yang berpikir jernih dan tidak anti- kenaikan
BBM -- kemungkinan sudah siap menerimanya. Namun, sebagian lagi kemungkinan
belum bisa menerimanya karena kekurangpahaman atas sosialisasi kenaikan BBM
tersebut. Terlepas dari itu, pemerintah harus lebih serius dan tanggap terhadap
permasalahan serta kesulitan yang dihadapi masyarakat.
Pertama, pemerintah perlu membuktikan bahwa program penyaluran dan
KPS-BBM berjalan dengan baik dan dapat terukur manfaatnya bagi masyarakat
miskin. Hal ini mengingat pada tahun 2005 juga telah terjadi kenaikan BBM jenis
tertentu yang berdampak terhadap peningkatan inflasi.
Kedua, pemerintah harus mengantisipasi dan menolong mereka yang jatuh
miskin karena terkena dampak di-PHK (pemutusan hubungan kerja) akibat
perusahaannya bangkrut menanggung kerugian menyusul kenaikan harga BBM. Belum
lagi, mereka yang terkena imbas wabah flu burung atau kesulitan ekonomi lainnya
pun perlu dibantu agar tetap survive.
Ketiga, pemerintah perlu mempersiapkan dan melaksanakan program ekonomi
yang bertujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat, khususnya terhadap
masyarakat yang bekerja di sektor pertanian, perikanan dan sektor informal.
Keempat, pemerintah harus mampu meyakinkan kepada masyarakat bahwa
langkah dan besarnya angka kenaikan harga BBM benar-benar merupakan upaya
terakhir setelah melakukan program peningkatan budaya kerja, efisiensi keuangan
negara termasuk pemberantasan korupsi. ***
Penulis konsultan manajemen pembangunan kota,
peserta Program Pasca Sarjana Universitas Tama Jagakarsa, Jakarta.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kemiskinan Dampak Kenaikan Harga BBM