[ppi] [ppiindia] Kembalinya Tradisi Golkar

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0412/21/opini/1448686.htm

Selasa, 21 Desember 2004

Kembalinya Tradisi Golkar
Oleh Muhammad Qodari

APA yang bisa dikatakan tentang kekalahan Akbar Tandjung dari Jusuf Kalla 
dalam pemilihan Ketua Umum Partai Golkar pada Minggu (19/12) dini hari?

Pertama, politisi Golkar kurang berpikir tentang apa yang telah lalu. Yang 
penting bagi mereka adalah apa yang akan terjadi di masa datang. Tidak 
penting Akbar telah berhasil mempertahankan eksistensi Golkar pada masa 
sulit 1998-2004. Tidak relevan Akbar mendapat standing ovation seusai 
menyampaikan laporan pertanggungjawabannya. Yang penting, Kalla sekarang 
wakil presiden dan Akbar bukan pejabat negara. Dengan posisi itu, Kalla 
dianggap lebih mampu membuka peluang bagi kejayaan Golkar di masa depan, 
bukan terpukau pada romantisme masa lalu.

Kedua, tradisi Golkar sebagai partai berkuasa (atau tepatnya, partai 
penguasa) telah menang atas inisiatif peran baru sebagai partai oposisi. 
Tentu ada faktor lain yang memengaruhi hasil akhir penghitungan suara yang 
memberikan kemenangan telak Kalla atas Akbar (323 versus 156 dari 484 
suara). Namun, Golkar telanjur terbiasa menjadi partai berkuasa selama 30 
tahun masa kejayaan Orde Baru. Strategi kubu Akbar membuka pasar pertarungan 
lebih luas dengan memberikan hak suara pada Dewan Pimpinan Daerah 
kabupaten/kota tidak membantu. Di daerah politisi Golkar banyak yang menjadi 
kepala atau wakil kepala daerah. Bisa berkuasa di pusat selain di daerah, 
tentu menjadi opsi yang menggoda bagi pengurus Golkar.

Konstelasi baru
Kemenangan Kalla sebagai sinyal kembalinya tradisi Golkar sebagai partai 
berkuasa semakin komplet melihat orang- orang yang berada di belakangnya. 
Dari kalangan eksekutif tampak Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal 
Bakrie dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris. Kompas (19/12) 
melaporkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Hamid Awaluddin, meski bukan 
anggota Golkar, juga tampak di arena Munas Golkar menemui Jusuf Kalla. Entah 
apa maksud pertemuan itu, tapi kehadiran Hamid di arena munas memberikan 
kesan Hamid juga memberi dukungan kepada Kalla yang memang memiliki sejarah 
kedekatan dengannya.

Yang semakin menguatkan kesan itu adalah kehadiran Ketua Dewan Perwakilan 
Rakyat Agung Laksono dan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Ginandjar 
Kartasasmita bersama Kalla. Agung resmi menjadi bagian kubu Kalla lewat 
kesediaannya menjadi wakil ketua umum dalam paket yang dideklarasikan 
sebelum munas. Ginandjar dilaporkan terlihat di markas tim sukses Kalla di 
Hotel Grand Hyatt ketika Kalla melakukan konsolidasi dengan para 
pendukungnya. Ginandjar adalah tokoh lama Golkar. Dengan begitu Golkar tidak 
hanya kuat di eksekutif, tetapi juga di legislatif. Kehadiran Agung dan 
Ginandjar ini pula yang mungkin menjadi daya tarik paket Jusuf Kalla 
mengingat banyak kader Golkar yang menjadi ketua atau wakil ketua Dewan 
Perwakilan Rakyat Daerah di seluruh penjuru Indonesia.

Kemenangan kubu Kalla akan segera mengubah konstelasi politik ke depan. 
Hampir dapat dipastikan, Golkar akan segera keluar dari Koalisi Kebangsaan 
yang selama ini mengambil sikap berseberangan dengan pemerintahan Susilo 
Bambang Yudhoyono (SBY). Tanpa Golkar, Koalisi Kebangsaan akan jauh melemah. 
Bersama Golkar, Koalisi Kebangsaan menjadi mayoritas dengan menguasai 315 
atau 58 persen dari 547 anggota DPR yang dilantik. Tanpa Golkar, kekuatan 
Koalisi Kebangsaan tinggal 190 orang atau 35 persen saja hingga berbalik 
menjadi minoritas di DPR. Kemungkinan pembangkangan dari anggota DPR dari 
Golkar akan sangat diminimalkan mengingat hak recall yang dimiliki Dewan 
Pimpinan Pusat (DPP) Golkar yang kini berada di tangan Jusuf Kalla dan Agung 
Laksono.

Pedang bermata dua
Kemenangan kubu Jusuf Kalla adalah pedang bermata dua bagi pemerintahan yang 
dipimpin SBY-Kalla? Ada dua skenario besar pemerintahan SBY-Kalla 
pasca-Munas Golkar. Skenario optimis adalah stabilitas pemerintahan SBY yang 
sangat terjaga sampai lima tahun ke depan karena tidak ada lagi gangguan 
politik yang signifikan dari parlemen. Dengan kemenangan Kalla, dapat 
dipastikan upaya interpelasi terhadap presiden soal pengangkatan dan 
pemberhentian panglima TNI akan terhenti. Apalagi motor penggunaan hak 
interpelasi ini adalah Yuddy Crisnandi, anggota tim sukses Agung Laksono 
yang notabene adalah tim sukses Kalla juga.
Pemerintahan SBY juga akan lebih leluasa dalam mengambil berbagai keputusan 
penting yang sulit tapi perlu di masa yang akan datang. Yang ada di depan 
mata adalah keputusan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak. 
Meskipun secara hitungan ekonomi kebijakan ini harus diambil pemerintah 
lepas dari siapa pun yang berkuasa, keputusan itu sangat tidak populer di 
mata publik. Dominasi pemerintah atas parlemen memudahkan pemerintah untuk 
mengeksekusi kebijakan itu tanpa gangguan berat di parlemen yang bisa 
menjadi cikal bakal instabilitas politik jangka panjang.
Di sisi lain, kemenangan kubu Kalla juga bisa menimbulkan kesulitan bagi 
pemerintahan SBY-Kalla dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam 
jangka pendek, penumpukan kekuasaan di tangan Kalla yang menjadi ketua umum 
Golkar sekaligus wakil presiden bisa memperburuk hubungan dengan Presiden 
SBY, khususnya bila keduanya berbeda pendapat dalam keputusan. Upaya 
pemerintah menindak tegas kasus korupsi yang melibatkan kader Golkar, 
seperti Gubernur Aceh Abdullah Puteh, bahkan memeriksa lagi kasus korupsi 
Ginandjar Kartasasmita misalnya, potensial menimbulkan ketegangan di antara 
keduanya. Hal ini bisa diatasi bila SBY dan Kalla keduanya memiliki komitmen 
yang sama untuk mengatasi masalah bangsa. Dalam posisi sebagai pimpinan 
Golkar, Kalla justru bisa mempermudah proses hukum yang melibatkan para 
kader Golkar. Masalahnya, sebagai pimpinan Golkar Kalla tentu diharapkan 
melindungi para kadernya.
Kalaupun dalam jangka pendek ketegangan SBY-Kalla bisa diatasi, dalam jangka 
panjang konflik kepentingan akan sulit dihindari. Katakanlah pemerintahan 
SBY-Kalla sukses mengatasi berbagai persoalan bangsa. Siapakah yang layak 
mendapat kredit atas keberhasilan ini? SBY atau Kalla? Partai Demokrat atau 
Partai Golkar? Klaim keberhasilan ini akan sulit dihindari karena dalam 
Pemilu 2009, Partai Demokrat akan berkompetisi dengan Golkar dalam pemilu 
legislatif dan SBY serta Kalla sama-sama berpeluang mencalonkan diri sebagai 
pucuk pimpinan eksekutif. Hal yang muskil ini hanya bisa diatasi dengan 
solusi yang juga tampak muskil untuk saat ini, yakni Partai Demokrat merger 
dengan Partai Golkar dan pasangan SBY-Kalla dipertahankan untuk periode 
berikutnya.
Muhammad Qodari Direktur Riset, Lembaga Survei Indonesia (LSI), Jakarta
Search :







Berita Lainnya :
·TAJUK RENCANA
·REDAKSI YTH
·Catatan atas Kasus UU Ketenagalistrikan
·Kembalinya Tradisi Golkar
·Partai Golkar Pasca-Akbar
·POJOK 



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: