[ppi] [ppiindia] Keluarga Korban Orde Baru Kunjungi Soeharto
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 27 May 2006 01:36:42 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0605/26/sh06.html
Keluarga Korban Orde Baru Kunjungi Soeharto
Jakarta-Kalangan keluarga korban pelanggaran HAM di di era Orde Baru mendatangi
RS Pusat Pertamina untuk menjenguk mantan Presiden Soeharto. Mereka juga
menyatakan mendoakan mantan penguasa Orde Baru ini agar cepat sembuh dan agar
bisa menghadiri persidangan.
Namun, rombongan ini ditolak menjenguk langsung Soeharto. Ibu Sumarsih
mengatakan ia dan Suciwati, istri almarhum Munir hanya sempat mengisi buku tamu
saja. Sementara bunga tangan disampaikan melalui petugas keamanan yang berjaga
di lantai lima.
"Kita berdoa supaya Soeharto cepat sembuh, agar proses peradilan bisa sama-sama
kita lihat," ujar Suciwati yang ditolak untuk langsung melihat kondisi Soeharto
di ruangan perawatan di RSPP, Jakarta, Jumat (26/5).
Suciwati mengatakan bahwa pengampunan terhadap Soeharto menunjukkan bahwa
sistem hukum Indonesia masih seperti yang lama. Sementara itu, ibunda Wawan,
mahasiswa Trisakti korban peristiwa 1998 mengatakan wewenang menentukan
bersalah-tidaknya Soeharto adalah pengadilan, bukan elite politik.
"Masalah maaf-memaafkan, itu di tangan yang mahakuasa. Tapi kedatangan kami
kemari dengan alasan baik, mendoakan supaya cepat sembuh. Dan ini adalah negara
hukum, maka Soeharto harus bisa diadili. Terbukti bersalah atau tidak
bersalahnya itu wewenang pengadilan," ujar ibu Sumarsih.
Kedatangan rombongan yang terdiri dari tujuh organisasi korban kekerasan Orde
Baru; peristiwa Trisakti-Semanggi, korban '65, Tanjung Priok, dan korban
penculikan aktivis, dan korban pelanggaran HAM membawa sebuah karangan bunga
besar, dengan tulisan 'berdoa semoga lekas sembuh, menuntut Soeharto segera
diadili'. Selain itu, keluarga korban yang hadir juga membawa bunga tangan.
Sementara itu, pejabat pemerintah yang menjenguk Soeharto adalah Mensos
Bachtiar Chamsyah. Namun dia tidak memberikan keterangan apapun soal Soeharto.
Tim Dokter
Sementara itu, tim dokter kepresidenan Soeharto menyatakan bahwa kondisi
kesehatan Soeharto pada Jumat (26/5) pagi ini, secara umum sudah tenang. Secara
keseluruhan keadaan umum Soeharto lebih baik dari keadaan sebelumnya. Ia
mengatakan Direktur Utama RSPP Dr Adji Suprajitno, Jumat pagi ini melihat bahwa
tanda-tanda vital Soeharto sudah stabil, pileknya sudah banyak berkurang, dan
nafsu makannya sudah ada.
Dr Djoko juga mengatakan pendarahan di lambung sudah berhenti dan sudah bisa
buang air besar dengan lancar. Sejauh ini pengobatan secara umum diberikan
berupa cairan. Dr Djoko mengatakan Soeharto pagi ini ketika bangun juga sempat
berdoa.
Meski kondisinya mulai stabil, dr Djoko mengatakan rencana kepulangan Soeharto
tidak bisa direncanakan sekarang. "Kita tidak bisa menetapkan tujuh hari, tiga
hari atau empat hari, tapi yang penting hari ini ada perbaikan," kata Dr Djoko,
sambil berharap bahwa kondisi Soeharto bisa kembali seperti sebelum ia
dioperasi.
Sementara itu, Mensesneg Yusril Ihza Mahendra enggan menanggapi bisa-tidaknya
Soeharto diadili in-absentia. Mantan Menkeh ini mengaku tidak dalam posisi
menanggapi dan merespons polemik ini. Pejabat yang memiliki kewenangan untuk
merespons itu adalah Jaksa Agung.
"Semua keputusan ada di tangan presiden. Saya enggak ada tanggapan karena saya
bukan dalam posisi menjawab itu. Presiden sudah mengendapkan masalah ini. Kita
tunggu sajalah bagaimana presiden menyikapi masalah ini," ungkap Yusril di
Gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (24/5).(dina sasti damayanti/rikando somba
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
You can search right from your browser? It's easy and it's free. See how.
http://us.click.yahoo.com/_7bhrC/NGxNAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Keluarga Korban Orde Baru Kunjungi Soeharto