[ppi] [ppiindia] Kelayakan Pertamina - Exxon Diadu
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 2 Mar 2006 00:39:35 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=214246
Kamis, 02 Mar 2006,
Kelayakan Pertamina - Exxon Diadu
Tenggat Berlalu, Pemerintah Belum Ambil Alih Blok Cepu
JAKARTA - Tenggat satu hingga dua minggu untuk menetapkan operator blok Cepu
berlalu. Negosiasi PT Pertamina dengan PT ExxonMobil Oil Indonesia (Exxon)
masih buntu. Pemerintah juga belum meminta Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya
Mineral) Purnomo Yusgiantoro dan Menteri BUMN Sugiharto mengambil alih masalah
operatorship ladang minyak dan gas itu.
Ketua tim negosiasi pemerintah untuk blok Cepu, Roes Aryawidjaya,
mengungkapkan, saat ini masih akan dilakukan beauty contest, baik bagi
Pertamina maupun Exxon. Diharapkan, presentasi kelayakan dan kepatutan itu
tuntas dalam pekan ini.
Menurut Roes, tim negosiasi pemerintah telah melaporkan hasil perundingan. Ini
akan menjadi pertimbangan bagi menteri terkait. "Jadi, nanti yang memutuskan
adalah menteri-menteri terkait, termasuk menteri BUMN, menteri ESDM, dan
menteri koordinator perekonomian yang masuk tim pengarah," jelasnya.
Roes juga mengemukakan bahwa pemerintah akan membuat keputusan secara cermat
karena menyangkut persoalan penting. "Pemerintah akan mempertimbangkan lima
faktor penting untuk memutuskan pengelolaan blok Cepu," sebutnya.
Lima faktor penting tersebut menyangkut, pertama, kemampuan men-deliver
produksi sesuai dengan target waktu yang lebih cepat. Kedua, sistem support
logistik dan maintenance yang akan disediakan oleh operator. Ketiga, kesiapan
finansial. Keempat, kemampuan teknologi. Kelima, pengalaman operator dalam
eksplorasi di daerah lain.
Sebelumnya, Wapres Jusuf Kalla saat berkunjung ke Tuban, Jawa Timur (17/2),
menyatakan pemerintah memberikan batas waktu hingga akhir Januari bagi
Pertamina dan Exxon untuk memutuskan operator blok Cepu. Jika deadline itu
meleset, pemerintah akah mengambil alih. Menurut Wapres, pemerintah berhak
mengambil alih masalah itu karena memiliki 100 persen saham Pertamina.
Roes membenarkan bahwa beauty contest dilakukan hari ini dan besok. Namun, dia
membantah anggapan bahwa keputusan mengenai blok Cepu batal karena menunggu
kepulangan Presiden SBY dari kunjungan luar negerinya.
Sumber Jawa Pos di Kementerian BUMN mengakui bahwa beauty contest akan
dilakukan dua hari. "Exxon dapat giliran pertama. Jumatnya baru giliran
Pertamina," paparnya.
Apakah negosiasi Pertamina dengan Exxon mentah lagi? Menteri ESDM Purnomo
Yusgiantoro mengatakan, keputusan mengenai blok Cepu tidak akan molor dan
diputuskan kemarin. Purnomo menjelaskan bahwa dirinya yang membahas blok Cepu
dan memutuskan operatorship tersebut.
Dia juga mengemukakan bahwa keputusan tersebut tidak akan tertuang secara resmi
dalam bentuk SK. "Kalau resmi berarti ada SK (surat keputusan)-nya. Ini
hanyalah upaya pemerintah mempercepat produksi blok Cepu," sebutnya.
Sementara itu, kemarin Presdir ExxonMobil Oil Indonesia Peter Coleman menemui
Menteri BUMN Sugiharto. Pertemuan di kantor menteri BUMN tersebut berlangsung
mulai pukul 14.00 sampai 16.15 WIB. Usai pertemuan, Colemen tidak bersedia
memberikan keterangan. "Saya tidak mau komentar, biar Pak Menteri saja,"
katanya.
Eskalasi pembahasan blok Cepu semakin meningkat setelah dalam beberapa hari
terakhir beberapa anggota DPD, DPR, dan pengamat ekonomi melakukan gerakan
untuk mendukung Pertamina dan mendesak Presiden SBY agar tidak memberikan blok
Cepu kepada operator asing, yakni ExxonMobil.
Gerakan yang menamakan diri Gerakan Penyelamat Cepu tersebut dimotori oleh
anggota DPD Marwan Batubara, fungsionaris FPAN Didik J. Rachibini (Komisi VI)
dan Tjatur Sapto Edy (Komisi VII), serta beberapa ekonom INDEF seperti Fadhil
Hasan dan Hendri Saparini (Econit). (iw)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kelayakan Pertamina - Exxon Diadu