[ppi] [ppiindia] Kelaparan dan Diversifikasi Pangan di Papua
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 15 Dec 2005 01:25:51 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0512/14/opi01.html
Kelaparan dan Diversifikasi Pangan di Papua
Oleh
Viktor Siagian
Berita kelaparan yang menewaskan 55 orang dan 112 orang sakit parah di
Kabupaten Yahukimo (pecahan Kabupaten Jayawijaya), Papua, sungguh mengejutkan
kita. Kejadian ini bukan baru kali ini terjadi di sana. Korbannya bisa mencapai
ratusan orang. Sekalipun Papua adalah wilayah kaya sumber daya alamnya tetapi
kemiskinan di provinsi ini sangat tinggi. Papua memiliki persentase penduduk
miskin tertinggi di Indonesia, yaitu 39.0% (2003).
Makanan pokok di Papua yaitu ubi jalar di daerah pegunungan dan sagu di daerah
pesisir. Potensi sagu di Papua sangat besar. Jika tidak ada ekspansi manusia
besar-besaran potensi sagu ini tidak akan habis sampai tujuh generasi. Jadi
penduduk pesisir Papua logikanya tidak akan pernah kelaparan karena tinggal
tebang (menokok) sagu saja.
Namun dalam beberapa tahun terakhir pola konsumsi di pesisir sudah berubah.
Penduduk sudah banyak yang makan nasi (beras) sebagai makanan pokok karena
lebih tersedia terutama dari para transmigran. Untuk mendapatkan sagu perlu 2-
3 hari menokoknya di hutan sagu milik adat yang dikapling berdasarkan
marga-marga tertentu.
Orang Irian biasanya menokok sagu 4 - 6 kali per tahun dan sekali nokok sagu
biasanya 2- 4 tumang (40 - 50 kg/tumang). Harganya mengacu ke beras medium saat
ini Rp 3.500 - 4.000/kg. Lain halnya di daerah pegunungan, ubi jalar merupakan
tanaman musiman yang harus ditanam setiap musim. Ubi jalar memang sangat cocok
untuk daerah berhawa dingin.
Kabupaten Baru
Untuk membudidayakan tanaman ini tidak sukar dan hama penyakit cenderung
rendah. Tanaman ini dapat dipanen 4 bulan. Ubi jalar tidak dapat disimpan lama
(< 1 bulan) seperti beras.
Kelaparan terjadi karena gagal panen akibat terlalu banyaknya hujan. Jika
aparat sudah mengetahui keadaannya, seharusnya sudah ada tindakan pencegahan,
misalnya dengan meminta bantuan dari Dinas Sosial dan Ketahanan Pangan. Ramalan
dari aparat Dinas Pertanian/Ketahanan Pangan sangat diperlukan. Dari analisis
lapangan mereka akan memberikan rekomendasi tentang perlu tidaknya bantuan
pangan.
Tetapi infrastruktur untuk ketahanan pangan di daerah ini sangat minim terutama
pada kabupaten-kabupaten baru yang banyak bermunculan di Papua. Gudang Sub
Dolog biasanya hanya ada di tingkat kabupaten padahal jarak dari ibu kota
kabupaten ke daerah ini sangat jauh dan sulit dijangkau dengan transportasi
darat. Di pegunungan Jayawijaya satu-satunya alat transportasi adalah angkutan
udara yang frekuensinya tidak tetap dan ongkosnya mahal. Cuaca di sini juga
tidak ramah dan sangat cepat berubah.
Beberapa Langkah
Ada beberapa langkah strategis yang harus ditempuh pemerintah agar tragedi
kelaparan di Papua tidak berulang.
Pemda kabupaten harus memiliki pesawat udara sendiri, minimal satu unit. Ini
sangat mungkin dilakukan karena provinsi Irian memiliki DAU dan dana
perimbangan bagi hasil yang besar.
Di setiap kabupaten, bahkan (karena luasnya wilayah) di setiap kecamatan harus
dibangun gudang Sub Dolog.
Investasi diperlukan untuk membangun prasarana transportasi darat.
Menempatkan tenaga-tenaga penyuluh pertanian yang mengerti budi daya dan agama
orang Papua karena teknik budi daya tamanan ubi jalar dan ubi kayu masyarakat
asli masih rendah. Inovasi teknologi budi daya yang mereka dapatkan selama ini
lebih banyak dari para missionaris dan pendeta/pastor dan guru jemaat gereja.
Tenaga-tenaga relawan dari Sekolah Kesejahteraan Sosial sangat diperlukan di
daerah ini, imbalannya angkat mereka jadi pegawai negeri.
Jika ada voluntir dari LSM asing dan nasional harus kita dukung.
Menyediakan alat komunikasi Single Side Band (SSB) sampai tingkat desa. Alat
tidak terlalu mahal untuk ukuran saat ini. Perusahaan HPH, Perkebunan,
subkontraktor/kontraktor Migas, dll biasanya memiliki ini sebagai salah satu
alat komunikasi. Rawan pangan yang sudah terjadi sejak pertengahan November
baru diketahui sekarang karena minimnya alat komunikasi. Bantuan hibah solar
energy di daerah terpencil, seperti yang sudah diterapkan di sebagian wilayah
Indonesia. Adanya listrik akan mempercepat transformasi teknologi dan
informasi.
Perlukah mendiversifikasi pangan dari ubi jalar ke beras? Tidak perlu, karena
ubi jalar/ubi merupakan makanan tradisionil dan bagian dari adat mereka.
Disamping itu tanaman padi secara agronomis kurang cocok di daerah yang
ketinggiannnya >1 500 m dpl. Lebih baik mengintrodusir varitas unggul berdaya
hasil tinggi dari ubi jalar.
Diversifikasi untuk ketahanan pangan lebih baik berjalan alami seperti yang
dilakukan oleh masyarakat pesisir Irian Jaya. Karena tanaman sagu sangat banyak
di pesisir Papua, makanan pokok inilah yang sebaiknya diintrodusir sebagai
penyangga rawan pangan bagi masyarakat pegunungan karena tersedia dan murah dan
dapat disimpan lama.
Penulis adalah Peneliti pada Pusat Analisa Sosial Ekonomi dan Kebijakan
Pertanian, Badan Litbang Dep. Pertanian, Bogor
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kelaparan dan Diversifikasi Pangan di Papua