[ppi] [ppiindia] Kelaparan dan Diversifikasi Pangan di Papua

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0512/14/opi01.html

Kelaparan dan Diversifikasi Pangan di Papua 

Oleh
Viktor Siagian

Berita kelaparan yang menewaskan 55 orang dan 112 orang sakit parah di 
Kabupaten Yahukimo (pecahan Kabupaten Jayawijaya), Papua, sungguh mengejutkan 
kita. Kejadian ini bukan baru kali ini terjadi di sana. Korbannya bisa mencapai 
ratusan orang. Sekalipun Papua adalah wilayah kaya sumber daya alamnya tetapi 
kemiskinan di provinsi ini sangat tinggi. Papua memiliki persentase penduduk 
miskin tertinggi di Indonesia, yaitu 39.0% (2003). 


Makanan pokok di Papua yaitu ubi jalar di daerah pegunungan dan sagu di daerah 
pesisir. Potensi sagu di Papua sangat besar. Jika tidak ada ekspansi manusia 
besar-besaran potensi sagu ini tidak akan habis sampai tujuh generasi. Jadi 
penduduk pesisir Papua logikanya tidak akan pernah kelaparan karena tinggal 
tebang (menokok) sagu saja. 


Namun dalam beberapa tahun terakhir pola konsumsi di pesisir sudah berubah. 
Penduduk sudah banyak yang makan nasi (beras) sebagai makanan pokok karena 
lebih tersedia terutama dari para transmigran. Untuk mendapatkan sagu perlu 2- 
3 hari menokoknya di hutan sagu milik adat yang dikapling berdasarkan 
marga-marga tertentu. 


Orang Irian biasanya menokok sagu 4 - 6 kali per tahun dan sekali nokok sagu 
biasanya 2- 4 tumang (40 - 50 kg/tumang). Harganya mengacu ke beras medium saat 
ini Rp 3.500 - 4.000/kg. Lain halnya di daerah pegunungan, ubi jalar merupakan 
tanaman musiman yang harus ditanam setiap musim. Ubi jalar memang sangat cocok 
untuk daerah berhawa dingin.

Kabupaten Baru 
Untuk membudidayakan tanaman ini tidak sukar dan hama penyakit cenderung 
rendah. Tanaman ini dapat dipanen 4 bulan. Ubi jalar tidak dapat disimpan lama 
(< 1 bulan) seperti beras. 
Kelaparan terjadi karena gagal panen akibat terlalu banyaknya hujan. Jika 
aparat sudah mengetahui keadaannya, seharusnya sudah ada tindakan pencegahan, 
misalnya dengan meminta bantuan dari Dinas Sosial dan Ketahanan Pangan. Ramalan 
dari aparat Dinas Pertanian/Ketahanan Pangan sangat diperlukan. Dari analisis 
lapangan mereka akan memberikan rekomendasi tentang perlu tidaknya bantuan 
pangan. 


Tetapi infrastruktur untuk ketahanan pangan di daerah ini sangat minim terutama 
pada kabupaten-kabupaten baru yang banyak bermunculan di Papua. Gudang Sub 
Dolog biasanya hanya ada di tingkat kabupaten padahal jarak dari ibu kota 
kabupaten ke daerah ini sangat jauh dan sulit dijangkau dengan transportasi 
darat. Di pegunungan Jayawijaya satu-satunya alat transportasi adalah angkutan 
udara yang frekuensinya tidak tetap dan ongkosnya mahal. Cuaca di sini juga 
tidak ramah dan sangat cepat berubah.

Beberapa Langkah 
Ada beberapa langkah strategis yang harus ditempuh pemerintah agar tragedi 
kelaparan di Papua tidak berulang. 


Pemda kabupaten harus memiliki pesawat udara sendiri, minimal satu unit. Ini 
sangat mungkin dilakukan karena provinsi Irian memiliki DAU dan dana 
perimbangan bagi hasil yang besar. 
Di setiap kabupaten, bahkan (karena luasnya wilayah) di setiap kecamatan harus 
dibangun gudang Sub Dolog. 


Investasi diperlukan untuk membangun prasarana transportasi darat.
Menempatkan tenaga-tenaga penyuluh pertanian yang mengerti budi daya dan agama 
orang Papua karena teknik budi daya tamanan ubi jalar dan ubi kayu masyarakat 
asli masih rendah. Inovasi teknologi budi daya yang mereka dapatkan selama ini 
lebih banyak dari para missionaris dan pendeta/pastor dan guru jemaat gereja. 


Tenaga-tenaga relawan dari Sekolah Kesejahteraan Sosial sangat diperlukan di 
daerah ini, imbalannya angkat mereka jadi pegawai negeri. 


Jika ada voluntir dari LSM asing dan nasional harus kita dukung.
Menyediakan alat komunikasi Single Side Band (SSB) sampai tingkat desa. Alat 
tidak terlalu mahal untuk ukuran saat ini. Perusahaan HPH, Perkebunan, 
subkontraktor/kontraktor Migas, dll biasanya memiliki ini sebagai salah satu 
alat komunikasi. Rawan pangan yang sudah terjadi sejak pertengahan November 
baru diketahui sekarang karena minimnya alat komunikasi. Bantuan hibah solar 
energy di daerah terpencil, seperti yang sudah diterapkan di sebagian wilayah 
Indonesia. Adanya listrik akan mempercepat transformasi teknologi dan 
informasi. 


Perlukah mendiversifikasi pangan dari ubi jalar ke beras? Tidak perlu, karena 
ubi jalar/ubi merupakan makanan tradisionil dan bagian dari adat mereka. 
Disamping itu tanaman padi secara agronomis kurang cocok di daerah yang 
ketinggiannnya >1 500 m dpl. Lebih baik mengintrodusir varitas unggul berdaya 
hasil tinggi dari ubi jalar. 


Diversifikasi untuk ketahanan pangan lebih baik berjalan alami seperti yang 
dilakukan oleh masyarakat pesisir Irian Jaya. Karena tanaman sagu sangat banyak 
di pesisir Papua, makanan pokok inilah yang sebaiknya diintrodusir sebagai 
penyangga rawan pangan bagi masyarakat pegunungan karena tersedia dan murah dan 
dapat disimpan lama. 

Penulis adalah Peneliti pada Pusat Analisa Sosial Ekonomi dan Kebijakan 
Pertanian, Badan Litbang Dep. Pertanian, Bogor


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: