[ppi] [ppiindia] Kekerasan Agama yang Halus
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 30 Aug 2005 00:28:44 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **REPUBLIKA
Senin, 29 Agustus 2005
Kekerasan Agama yang Halus
Oleh : Ahmad Tohari
Apabila diperhatikan dengan saksama, maka akan terasa bahwa masyarakat beragama
di Indonesia sedang atau telah mengalami berbagai bentuk kekerasan. Kekerasan
itu bisa terjadi dalam kalangan penganut salah satu agama, bisa juga terjadi
antaragama. Dari sifatnya, kekerasan agama itu bisa berupa kekerasan fisik,
kekerasan wacana, dan kekerasan dalam bentuk karya kesenian.
Masyarakat sudah sering mendengar atau menyaksikan kekerasan fisik yang terjadi
antarumat beragama. Peristiwa perusakan Kampus Mubarok milik Jemaat Ahmadiyah
di Bogor, atau peristiwa perebutan kepemimpinan gereja di Sumut yang terjadi
beberapa waktu lalu adalah contoh kekerasan fisik antarumat beragama. Sementara
penutupan paksa atau perusakan rumah-rumah ibadah suatu agama oleh penganut
agama lain adalah kekerasan antarumat beragama.
Sedangkan kekerasan yang bersifat wacana biasanya lebih banyak terjadi dalam
kalangan penganut salah satu agama. Wacana-wacana pemikiran baru yang menuntut
perubahan sering dikemukakan dengan berani di media massa oleh pemikir-pemikir
muda dari semua agama. Di kalangan umat Islam ada kelompok Jaringan Islam
Liberal (JIL), Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM), serta kelompok
lain di luar keduanya yang sering mewacanakan hal-hal sudah dianggap baku oleh
kaum tua.
Wacana yang sering dilontarkan oleh JIL jelas telah membuat banyak kalangan
Islam merasa ''dikerasi'' karena pemikiran Ulil Absar Abdalla itu dianggap
membahayakan kemurnian Islam. Di kalangan NU, dari mana Ulil dilahirkan, juga
terjadi kegelisahan. Hal yang sama terjadi di kalangan Muhammdiyah. Kaum
konservatif dalam persyarikatan ini juga gerah terhadap pemikiran anak-anak
mereka yang tergabung dalam JIMM.
Banyak orang berpendapat kekerasan-kekerasan yang bersifat wacana bisa
memancing munculnya kekerasan fisik. Contohnya, kantor JIL di Utan Kayu,
Jakarta, hampir diserbu. Tidak mustahil--kalau semua pihak tidak mampu bersikap
dewasa--kekerasan fisik akibat adanya kekerasan wacana akan terjadi kelak.
Yang terakhir adalah kekerasan terhadap agama dalam bentuk karya seni. Pada
tahun 70-an, umat Islam Indonesia diresahkan oleh terbitnya sebuah cerpen yang
berjudul ''Langit Makin Mendung'' karya Ki Panji Kusmin. Kasusnya sampai ke
pengadillan, dan penanggung jawabnya, HB Jassin, dihukum. Sesudah itu muncul
kasus Salman Rushdie, pengarang India yang menulis novel The Satanic Verses.
Umat Katolik juga mendapat bagian kekerasan jenis ini. Akhir-akhir ini beredar
novel yang tentu tidak mereka sukai. Novel tadi adalah The Da Vinci Code karya
Dan Brown dari Amerika. Dalam novel ini ditulis seakan-akan Yesus Kristus punya
keturunan yang hidup hingga hari ini.
Kekerasan atas agama dalam karya sastra bisa dikatakan halus karena bersifat
nonfisik. Namun demikian, ada kekerasan dalam bentuk lain yang lebih halus,
yang kebanyakan muncul melalui tayangan ceritera di televisi. Misalnya, TVRI
Yogya pernah menayangkan sinetron Den Baguse Ngarso. Dalam suatu episode,
muncul gambar situasi ruang tengah sebuah rumah yang penuh dengan simbol-simbol
agama seperti kaligrafi Alquran dsb. Rumah siapakah itu? Tak lain adalah rumah
Den Baguse Ngarso yang mewakili tokoh buruk dalam cerita itu.
Dalam sinetron lain ada adegan ini: Audio terdengar suara azan. Dan, begitu
suara azan selesai, video memperlihatkan benturan dua kepala kambing jantan
yang berlaga. Benturan itu menimbulkan suara keras. Ada lagi: Audio
memperdengarkan suara anak membaca Alquran dengan syahdu. Tapi, begitu selesai
shadaqallahul adzim, terdengar suara gelas dibanting dengan keras. Sudah?
Belum, masih ada lagi. Dalam sebuah iklan tayangan sinetron, ada adegan ini:
Audio menyuarakan kata-kata ''Muhammad''. Pada saat yang nyaris bersamaan,
terlihat seorang gadis jatuh ke lantai karena dipukul dengan sangat keras.
Ah, kekerasan, betapapun sangat diperhalus, tetaplah kekerasan. Tidak ada
kekerasan yang tidak menyakiti pihak yang dikerasi. Jadi, sebelum semuanya
tambah keras, mari kita minta ampun kepada Tuhan. Cukuplah segala kekerasan
agama berhenti di titik ini.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kekerasan Agama yang Halus