[ppi] [ppiindia] Kejelian Pecahkan Masalah Ekonomi
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 28 Sep 2005 23:31:58 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**SUARA KARYA
Kejelian Pecahkan Masalah Ekonomi
Oleh Abdul Wahid
Rabu, 28 September 2005
Rakyat negeri ini sepertinya tidak putus dirundung malang. Berbagai himpitan
masalah tidak juga mengendur. Justru semakin membelit dan membuat susah
bernapas. Pemerintah, lewat para menterinya yang diharapkan segera menjadi dewa
penolong, justru kinerjanya semakin disorot.
Secara gamblang di mata awam, situasi ekonomi saat ini sungguh kelabu, kalau
tidak dikatakan krusial. Tragedi terdepresiasinya rupiah membuat aktivitas
industri dan perdagangan slow down. Para pebisnis pusing dan panik, karena tak
punya pegangan untuk kalkulasi bisnisnya. Mereka kini wait and see, menanti
langkah tegas pemerintah untuk membangkitkan kepercayaan pasar. Ini secara
otomatis membuat jumlah utang luar negeri kita membengkak dan subsidi bahan
bakar minyak (BBM) melonjak tinggi. Pemerintah dihadapkan pada pilihan,
menanggung subsidi BBM yang makin membengkak, tak tertanggungkan, membebani
anggaran belanja negara atau menghapus total subsidi BBM yang mengakibatkan
kehidupan rakyat kecil tercekik karena dampak kenaikan harga BBM yang alamiah
memicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok rakyat.
Tidak terlalu berlebihan kiranya jika kita menyayangkan kinerja para menteri
SBY yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Bersatu. Realitas yang dihadapi
bangsa saat ini mengindikasikan bahwa mereka tidak mampu mengimbangi kerja
keras yang dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Implikasinya,
banyak program kerja SBY kurang disikapi dengan bagus. Dampak lainnya,
merosotnya nilai rupiah terhadap dolar AS. Bahkan, masalah dalam negeri yang
semakin kompleks tidak bisa diatasi dengan segera.
Oleh sebab itu, evaluasi kinerja menteri sangatlah perlu di tengah kondisi
himpitan masalah multidimensi saat ini. Dengan demikian, setidaknya akan
kelihatan kerja para menteri dengan indikator masalah yang ditanganinya
tersebut. Ada kemajuan, stagnan atau justru malah mundur.
Saat ini masyarakat tengah mengalami krisis kepercayaan yang sangat parah.
Terlebih lagi, krisis kepercayaan kepada para pemimpinnya. Tidak dapat
dimungkiri, lambannya penyelesaian krisis yang terjadi di negeri ini lebih
banyak disebabkan faktor internal birokrasi, walaupun tidak menafikan juga
disebabkan faktor eksternal.
Banyak solusi ditawarkan oleh berbagai pihak. Lalu pertanyaannya, apakah itu
akan menjadi obat mujarab? Belum tentu. Namun yang jelas, pemerintahan SBY
harus bekerja ekstra keras. Para menteri bidang ekonomi SBY yang dinilai tidak
becus diharapkan mampu menjawab tudingan itu dengan prestasi kerja yang lebih
baik. Maka, Presiden SBY jangan lagi menoleransi para menterinya yang berjiwa
yes-men dan hanya menghamba pada kekuasaan. Kinerja para menteri yang tidak
optimal dan keteteran, ujung-ujungnya rakyatlah yang akan menjadi korban.
Mengingat masalah yang cukup kompleks, masyarakat memerlukan aksi nyata, bukan
retorika. Selain aksi nyata di bidang fiskal, yang sangat besar pengaruhnya
dalam pemulihan kepercayaan adalah langkah-langkah tegas di bidang politik,
walaupun tidak berbentuk reshuffle kabinet. Memang, terdapat hubungan
kausalitas antara reshuffle kabinet dengan perbaikan ekonomi, apalagi penguatan
rupiah.
Secara defacto, memang kita tidak bisa mengelak begitu saja dengan mengatakan
keterpurukan ekonomi karena faktor luar yang uncontrollable. Sebab, situasi
makro saat ini memang tidak stabil terutama dengan indikasi anjloknya rupiah,
menurunnya indeks harga saham, dan kenaikan harga BBM yang mendorong inflasi.
Apabila pada akhirnya struktur kabinet pemerintahan SBY-Kalla memang harus
dirombak, maka solusi tersebut harus direalisasikan secara objektif tanpa ada
intervensi politik agar dapat mengarah pada orientasi yang diharapkan. secara
prioritatif tujuan awal perombakan harus lebih dikedepankan yaitu untuk
mengefektifkan kinerja kabinet agar dapat memberi perubahan pada masyarakat,
khususnya dalam memecahkan problem keterpurukan ekonomi sebagaimana yang
terjadi saat ini.
Sebelum pada akhirnya melangkah pada proses reshuffle, pemerintah dan Presiden
SBY perlu mempertimbangkan beberapa hal.
Pertama, jika perombakan kabinet dianggap sebagai jalan terbaik untuk mencegah
komplikasi sosial, perombakan itu harus dapat memperbaiki koordinasi presiden
selaku pemimpin negara dengan para menteri kabinet. Selain itu, perlu
komunikasi yang lebih baik, misalnya, antara pemerintah dan bank sentral karena
pengembangan suatu kebijakan untuk menanggapi masalah juga ditentukan oleh
jalinan koordinasi dan komunikasi yang efektif. Di samping itu, dibutuhkan
menteri-menteri yang mampu menjawab tantangan, terutama dalam mengatasi
berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini hingga lima
tahun ke depan.
Kedua, perombakan kabinet khususnya sektor ekonomi seperti Menko Perekonomian
dan Menteri Keuangan harus dapat memberikan harapan baru bagi pasar. Sebab,
kondisi stabilitas perekonomian bangsa akan banyak ditentukan oleh situasi
pasar. Misalnya, kinerja ekonomi Indonesia ke depan hendaknya dapat
menyinambungkan naiknya harga minyak di pasar dunia yang antara lain ditandai
dengan krisis energi dan anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Agar
kebijakan ini dapat melangkah pada sasaran yang diinginkan, maka orang-orang
yang memegang kendali harus memenuhi kriteria profesional dan kompetensi.
Ketiga, memperkuat dimensi internal dan eksternal. Sebab, pelemahan rupiah saat
ini setidaknya dipengaruhi kedua faktor dimensi tersebut. Salah satu faktor
internal adalah masalah kepercayaan dan juga adanya kebutuhan dolar yang besar
oleh Pertamina akibat tingginya harga minyak dan ini yang menyebabkan kebutuhan
dolar semakin meningkat akibat kenaikan minyak. Sedangkan faktor eksternal yang
menyebabkan melemahnya rupiah adalah penguatan dolar di pasar yang dipicu
kenaikan suku bunga.
Pertanyaannya, sanggupkah SBY-Kalla melakukan semua itu? Kita perlu menguji
kembali bagaimana duet baru di republik ini yang telah memperoleh legitimasi
publik lewat pemilihan presiden secara langsung itu menunjukkan kekompakan dan
kebersamaan.
Namun, bagaimana pun bentuk pemerintahan dan segala kebijakan yang dilakukan
haruslah menampakkan dirinya sebagai sebuah tim yang solid. Harap diingat,
banyak pemerintahan jatuh karena tidak mampu menjaga stabilitas perekonomian.
Yang harus menjadi catatan besar, apapun bentuk kebijakan yang
diimplementasikan sebagai strategi menanggulangi permasalahan yang ada,
perwujudan kedaulatan rakyat (popular souvereignity) harus tetap menjadi
prioritas utama. Melalui setiap langkah jangan sampai bangsa menjadi korban
akibat kebijakan yang kurang cermat. ***
Penulis Koordinator LPSP2 (Lembaga Pengamatan
Sosial Politik dan Pendidikan) Yogyakarta.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kejelian Pecahkan Masalah Ekonomi