[ppi] [ppiindia] Kehidupan Petani Makin Terjepit
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 29 Nov 2005 21:43:39 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0511/30/daerah/2253236.htm
Kehidupan Petani Makin Terjepit
Di Jabar Harga Pupuk Naik, di Sumsel Ditambah
Sukabumi, Kompas - Kehidupan petani kini makin terjepit. Sejak rencana impor
beras, harga gabah basah dan kering cenderung turun, sedangkan harga pupuk
justru beranjak naik. Setelah impor beras terealisasi, para petani berharap
beras impor tidak masuk ke pasaran sehingga menyebabkan harga gabah mereka kian
anjlok.
Endi (68), petani di Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, Jawa Barat, menuturkan,
harga gabah basah jenis IR 64 dengan kualitas paling bagus saat ini turun dari
Rp 1.500 per kilogram (kg) menjadi Rp 1.200 per kg. Bahkan, harga gabah sejenis
yang mutunya kurang bagus hanya laku dijual antara Rp 900 hingga Rp 1.000 per
kg.
Adapun harga pupuk eceran jenis urea naik dari Rp 1.300 menjadi Rp 1.500 per kg
dan pupuk TS naik dari Rp 1.600 menjadi Rp 1.800 per kg. Endi menuturkan,
naiknya harga pupuk dan turunnya harga gabah ini merupakan kejadian yang patut
menjadi perhatian pemerintah.
Dari dulu masyarakat kecil seperti saya hanya bisa pasrah saja karena saya
tidak bisa melakukan apa-apa. Tolonglah pemerintah mengerti keadaan rakyat
kecil, ungkap Endi. Ditambahkan, kalau harga pupuk naik terus seharusnya
pemerintah menaikkan harga gabah petani.
Kesenjangan antara harga gabah dan harga pupuk dirasa semakin tajam oleh petani
di Kabupaten Sukabumi. Ibut (60), petani di Kampung Sampora, Desa Bojong,
Kecamatan Cikembar, menuturkan, harga gabah basah jenis ciherang dalam sepekan
terakhir turun dari Rp 1.200 menjadi Rp 1.000 per kg, sementara harga gabah
kering turun dari Rp 1.500 menjadi Rp 1.300 per kg.
Di sisi lain, harga pupuk urea eceran justru naik dari Rp 1.100 menjadi Rp
1.300 per kg, dan pupuk TS naik dari Rp 1.800 menjadi Rp 2.000 per kg. Sekarang
harus jual gabah basah dua kilogram untuk membeli pupuk TS satu kilogram, ujar
Ibut.
Tambah pupuk bersubsidi
Sebaliknya, kalangan petani di Sumatera Selatan saat ini bernapas lega karena
pemerintah daerah setempat akan menambah stok 40.000 ton pupuk urea bersubsidi
dan 500 ton benih unggul. Ini dimaksud untuk menaikkan produksi 300.000 ton
gabah kering giling, dari 2,2 juta ton menjadi 2,5 juta ton. Selama ini
kelangkaan pupuk dan benih unggul merupakan hambatan utama bagi para petani di
Sumsel untuk meningkatkan produksi gabah.
Menurut Wakil Kepala Dinas Tanaman Pangan Sumsel Leonardo Hutabarat di
Palembang, jumlah urea bersubsidi yang disalurkan di Sumsel pada 2006 akan
mencapai 160.000 ton. Namun, untuk memenuhi kebutuhan semua petani, jumlah
pupuk itu masih kurang 12.000 ton.
Penambahan urea bersubsidi diikuti juga dengan penambahan pupuk SP36
bersubsidi, dari 25.000 ton menjadi 40.000 ton. Pupuk SP36 merupakan jenis
pupuk yang paling sering langka karena kebutuhan petani Sumsel mencapai 87.000
ton per tahun.
Selain itu, ujar Leonardo, pemerintah juga akan menambah jangkauan irigasi
teknis agar lebih banyak sawah yang dapat berproduksi sampai tiga kali setahun.
Dari 540.000 hektar (ha) sawah di Sumsel, hanya 120.000 ha sawah yang dialiri
irigasi teknis.
Penambahan jumlah pupuk bersubsidi itu disambut gembira para petani. Menurut
Zuedi, Manajer Koperasi Sepakat, Martapura, Ogan Komering Ulu Timur, dengan
penambahan jumlah pupuk bersubsidi, modal yang harus dikeluarkan petani untuk
setiap musim tanam berkurang.
Selama ini petani harus membeli pupuk SP36 tidak bersubsidi dengan harga Rp
3.000 per kg akibat langkanya pupuk sejenis yang bersubsidi seharga Rp 1.400
per kilogram. Bagi petani yang tidak punya modal cukup, SP36 tidak akan
digunakan meskipun akan berdampak pada hasil produksi yang berkurang. (d03/eca)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/cRr2eB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kehidupan Petani Makin Terjepit