[ppi] [ppiindia] Keanehan Ekonomi Pangandaran
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 11 Aug 2006 09:52:17 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/082006/11/0901.htm
Keanehan Ekonomi Pangandaran
Oleh SOEROSO DASAR
BANYAK yang berpendapat, pertumbuhan ekonomi Pangandaran Ciamis akan sulit
bangkit pasca-tsunami. Atau paling tidak memerlukan waktu yang relatif lama
guna menata kembali ekonomi yang porak poranda tadi. Hal ini dikarenakan
prasarana yang hancur, serta perhatian pemerintah yang terbelah. Pada saat yang
sama, begitu banyak bencana yang terjadi di negeri ini, sehingga dana dan daya
tersedot habis. Bantuan sosial mengalir deras ke Kalimantan, Sulawesi, Jawa
Tengah, Jawa Timur, dan lainnya.
Program-program pembangunan yang dirancang demikian indah ketika SBY-JK mulai
memerintah negeri ini, terpaksa harus dibongkar habis untuk mengatasi masalah
kekinian. Bantuan luar negeri pun diminta, padahal budaya berhutang hendaknya
harus ditinggalkan. Mahbub Ul-Haq, ekonom jenius dari Pakistan mengatakan,
barang barang bantuan luar negeri itu sudah dinaikkan sekira 40 persen
harganya. Sedangkan Franklin B Weinstein dalam, "Indonesia Foreign Policy And
The Dillema Of Dependence : From Soekarno to Soeharto", mengatakan, pinjaman
luar negeri merupakan suatu dilema yang harus dipecahkan oleh negeri ini.
Karena pinjaman merupakan ketergantungan (dependence) antara memanfaatkan modal
asing, atau sumber daya tidak disentuh.
Ekonomi Pangandaran Ciamis sudah jelas. Membangun kembali ekonomi di sana
memerlukan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Matarantai ekonomi yang terputus
di bagian akhir, harus dibangun kembali dengan motivasi yang tinggi. Kalau
tidak, pembangunan ekonomi Pangandaran akan tertatih dan menyedihkan bagi
masyarakat di sana. Matarantai ekonomi yang paling akhir yakni pemasaran,
itulah yang dibangun. Produksi, distribusi, relatif tidak terganggu. Produksi
yang terganggu paling hanya nelayan (produksi ikan). Namun itu sebentar, saat
ini nelayan Pangandaran sudah melaut seperti biasa. Yang mungkin agak lama
mampu dikembalikan adalah image masyarakat penggemar pantai (turis) menghapus
bayang-bayang tsunami Pangandaran. Padahal, segmen ini merupakan pasar
potensial sekali.
Penulis agak berseberangan dengan pendapat-pendapat yang selama ini mengemuka
bahwa pembangunan ekonomi Pangandaran Ciamis relatif sulit bangkit. Atau dengan
kata lain, ekonomi Pangandaran dalam waktu dekat perlu dibantu secara
terus-menerus. Dari data-data yang penulis punyai, justru Ciamis termasuk
Pangandaran merupakan daerah yang tingkat penganggurannya relatif rendah.
Bahkan, Kabupaten Ciamis merupakan kabupaten yang paling rendah tingkat
penganggurannya di Jawa Barat. Kabupaten Ciamis merupakan daerah yang paling
tinggi tingkat partisipasi angkatan kerja wanita. Kabupaten Ciamis ekonominya
bertumbuh pada potensi-potensi daerah yang didukung oleh UKM. Tumbuh dan
berkembangnya UKM di sini didukung oleh berbagai data silang baik dari Perum
Pegadaian, Bapeda Jawa Barat, dan data-data yang dikemukakan oleh Kantor Sensus
dan Statistik. Efek multiplier (ekonomi ikutan : meminjam istilah teman-teman
dari Universitas Gajah Mada), berdampak sangat signifikan terhadap pembangunan
daerah Ciamis. Di sinilah diparsitas pendapatan atau gap (jurang pemisah)
antara yang kaya dan papa relatif kecil. Tidak seperti pembangunan dibelahan
Jawa Barat yang lain yang didukung oleh sektor industri padat modal, pengiriman
TKI ke luar negeri, atau ekonomi perkotaan yang tumbuh oleh sektor perdagangan
modern.
Kegelisahan penulis tentang keanehan dan keajaiban ekonomi Ciamis ini sudah
sejak dahulu. Untuk itu satu observasi dilakukan guna mencari jawab kenapa
bangun ekonomi Ciamis mempunyai keanehan. Hasilnya cukup mencengangkan. Mulai
memasuki kawasan Ciamis partisipasi wanita baik di warung-warung pinggir jalan,
terminal Bis antar kota, pedagang asongan di Pangandaran atau perajin makanan
ringan di perdesaan Ciamis, sangat tinggi. Dengan demikian tenaga kerja wanita
di Ciamis memberi warna yang terhadap proses pembangunan di sana. Diskusi kecil
dilaksanakan bersama teman-teman Unpad yang berasal dari Ciamis. Ternyata ada
semacam budaya lokal yang cukup kental di lingkungan masyarakat Ciamis, di mana
wanitanya mempunyai kewajiban untuk membantu ekonomi keluarga. Budaya lokal
inilah yang memberikan motivasi tinggi terhadap budaya kerja, budaya usaha,
wanita-wanita Ciamis. Motivasi yang tinggi dan tidak mengenal menyerah itulah
sebenarnya yang menjadi modal dasar pembangunan daerah.
Membangun motivasi, bukanlah suatu pekerjaan yang mudah. Dengan pertimbangan
inilah penulis cenderung berpendapat bahwa pembangunan ekonomi Pangandaran
Ciamis dalam waktu dekat bisa bangkit seperti semula. Mereka punya segalanya,
terutama tekad yang tidak mengenal menyerah. Dalam bisnis, ini kunci utama
keberhasilan.
Sisi lain yang menarik dari masyarakat Ciamis adalah bukan merupakan masyarakat
perantau sejati. Kendati ada segelintir kelompok masyarakat Ciamis (Panjalu)
yang menjadi perantau. Berbeda dengan perantau-perantau sejati seperti
Tasikmalaya, Majalengka, Luragung Kuningan, Mandirancan Kuningan, atau yang
lainnya. Masyarakat Ciamis cenderung bergelut dengan UKM di wilayahnya,
membangun berdasarkan potensi daerah. Di sinilah strategi pembangunan yang
mampu menopang keseimbangan ekonomi, dengan kekuatan yang mengakar pada potensi
lokal. Karena UKM sangat strategis dalam upaya penyerapan tenaga kerja di Jawa
Barat. Sekira 84,60% tenaga kerja di Jawa Barat terserap oleh UKM. Pengalaman
penulis yang membina ribuan UKM di Jawa Barat, kunci keberhasilannya adalah
motivasi yang tinggi. Bukan modal, bukan potensi daerah. Sebaliknya, kehancuran
suatu UKM juga oleh motivasi. Maka tidak heranlah budaya lokal masyarakat
Ciamis yang memberikan kontribusi besar terhadap motivasi, dan disinergi
kan dengan pembangunan ekonomi kerakyatan (UKM), tingkat ketergantungan pun
rendah. Suatu strategi pembangunan dalam skala kabupaten yang cukup menarik
untuk dikaji lebih jauh.
Musibah yang terjadi di Pangandaran Ciamis merupakan salah satu ujian dari
Allah. Manusia harus melalui beberapa fase ujian yang beragam dan
berkesinambungan. Jika dia dapat melewati ujian, maka dia terus melangkah pada
tahapan ujian selanjutnya, yang mungkin berbeda dengan dimensi dan tipe ujian
yang pertama. Seperti yang dikatakan Syaikh Gazali : Manusia terkadang di uji
oleh suatu yang berlawanan, seperti besi yang dipanggang di atas bara api yang
menyala-nyala, lalu dibuang kedalam jurang atau sungai dengan air yang melimpah
ruah. (Lihat : Muhammad Mahir Al-Bakhiri: Surga balasan orang yang sabar).
Sepertinya masyarakat Pangandaran atau Ciamis secara keseluruhan, cukup tabah
menerima musibah ini, karena mereka terkenal agamis. Pada sisi lain ekonomi
akan bangkit karena mempunyai motivasi yang tinggi. Dua kombinasi tadi
merupakan jaminan untuk bangkitnya Pangandaran dari puing-puing kehancuran
karena tsunami. Semoga. ***
Penulis, peneliti senior pada PPKSDM Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Keanehan Ekonomi Pangandaran