[ppi] [ppiindia] Kau; Tidak Perlu Menjadi Benar
- From: Vincent Liong <vincentliong@xxxxxxxxxxx>
- To: pasarbuku@xxxxxxxxxxxxxxx, pecinan@xxxxxxxxxxxxxxx,pengarang@xxxxxxxxxxxxxxx, penulis-bacaan-anak@xxxxxxxxxxxxxxx,penulisankreatif@xxxxxxxxxxxxxxx, penyair@xxxxxxxxxxxxxxx,peradaban@xxxxxxxxxxxxxxx, pkdi@xxxxxxxxxxxxxxx,politik-indonesia@xxxxxxxxxxxxxxx, PPDI@xxxxxxxxxxxxxxx,ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, prodem@xxxxxxxxxxx,proletar@xxxxxxxxxxxxxxx, psiindonesia@xxxxxxxxxxxxxxx,psikis_i3ti@xxxxxxxxxxxxxxx, psikologi@xxxxxxxxxxxxxxx,psikologiuii@xxxxxxxxxxx, psikologi-indonesia@xxxxxxxxxxxxxxx,psikologi_net@xxxxxxxxxxxxxxx,psikologi_transformatif@xxxxxxxxxxxxxxx,psikologi_untar@xxxxxxxxxxxxxxx, puisi-indonesia@xxxxxxxxxxx,punt_spunk@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Sat, 31 Jan 2004 03:35:53 +1300 (NZDT)
** ppi-india **
NOTE: Kritik/saran/debat/pendapat atas tulisan ini
mohon di post di maillist tempat anda membaca tulisan
ini dan harap di FW ke maillist
Vincentliong@xxxxxxxxxxxxxxx
http://groups.yahoo.com/group/vincentliong/ Bagi yang
belum menjadi member silahkan join sebelumnya.
Kau; Tidak Perlu Menjadi Benar
29 Januari 2004 Pk.08.00WIB Pagi itu, ia menemui saya
di teras depan kelas. Wajahnya murung, tetapi memang
begitulah wajah-nya. Ada kesedihan, ketidakuasan yang
terkandung di sana. Namanya, mmm Tidak dapat
kuberitahu. Yang jelas ia; seorang anak diplomat dari
salah satu Negara tetangga Arab Saudi. Negara itu
kecil, tetapi tetap ada di peta.
> Mari masuk ke dalam kelas. (Mengambilkan sebuah
kursi.) Silahkan duduk.
> Silahkan kau mulai?
* Saya tinggal di Indonesia kira-kira sudah dua tahun.
Ingat pertama kali kita berkenalan? Kau mungkin teman
Chinise-Indonesia saya yang pertama. Saya percaya kau,
tetapi saya tidak percaya dengan anak itu. Soal
hubungan saya dengan anak yang duduk di samping saya;
Saya ingin melakukan hal yang benar, berada di sisi
kebenaran.
> Anda mengenal saya, dari awal, anda tahu saya tidak
akan sama dengan anda. Saya bukan seorang Arab. Saat
kau mengenal saya kau sudah tahu bahwa saya bukan
Arab. Kau masih berusaha mempelajari saya teman?
* Masih.(Sambil mengangguk)
> Kau menyempatkan waktu untuk mempelajari seorang
Vincentliong. Tetapi apakah kau sempatkan waktu untuk
mempelajari anak itu? Saat kau mempelajari aku, kau
tidak memaksaku untuk benar khan?
* Aku ingin sebagai orang yang benar, aku juga ingin
kau menjadi orang yang benar.
> Aku tidak harus menjadi benar. Kebenaran versi siapa
kah?
> Suatu hari mobilku mogok; kau masih ingat? Kau ada
di sana saat itu.
* Ya aku ingat. Dan sambil menunggu montir datang. Kau
belikan aku segelas kelapa muda. Kebetulan ada warung
kelapa muda di sana.
> Apakah kau marah kepadaku, karena aku janji
mengantarmu pulang sampai ke depan pintu rumah. Aku
janji. Tetapi si mobil mogok dan kita harus tunggu
montir datang.
* Tidak, itu kecelakaan.
> Apa yang kau tawarkan kepadaku? Saat itu.
* Aku menelepon ayahku untuk mengirim mobil menjemput
kita di sana. Jadi aku dan kau bisa pulang. Dan mobil
kau itu, ditunggu oleh pak sopir hingga selesai
diperbaiki.
> Tetapi aku merebut Handphone-mu, mematikan dan
memasukkannya ke dalam kantong.
* Sehingga tidak sempat menelepon ayahku.
> Apakah kau marah saat itu?
* Tidak, itu kecelakaan.
> Aku masih menepati janji khan? Kita menunggu sampai
montir datang, memperbaiki mobil itu. Hari telah malam
ketika mobil itu selesai diperbaiki; Aku mampir di
sebuah restoran membelikanmu seporsi bakso; kuanggap
saja sebagai buang sial. Lalu kau kuantar pulang.
>Dalam perjalanan pulang kau menawarkan kepadaku; kau
ingin turun di pinggir jalan. Rumahmu ada di seberang
jalan. Dan aku bilang; Aku mengantarkan mu sampai di
depan pintu rumah. Lalu kukunci pintu mobilnya dengan
central lock.
* Sampai di depan rumah kau menurunkanku. Kau masih
menepati janjimu. Kau orang benar saat itu.
> Tidak. Aku, tidak seperti mu. Aku tidak harus
menjadi benar. Kau saja yang memberikan kesempatan
kepadaku untuk menjadi benar. Sobat, mengapa kau tidak
mempelajari anak itu, memberinya kesempatan.
* Maksutmu.
> Biarkan ia apa adanya. Mengapa kau tersinggung pada
sikapnya?
* Apapun yang ia lakukan, ia selalu tertawa.
> Apakah itu salah?
* Aku tidak suka orang menertawaiku.
> Apakah ia menertawaimu? Ia tidak salah.
* Aku tidak suka jika orang tertawa di semua tempat.
Ada saatnya tertawa, ada saatnya tidak tertawa.
>Anak itu datang ke sekolah ini setengah tahun lalu.
Saat pertama, aku juga tidak dapat mengerti. Karena
itu aku coba untuk tidak makan siang seperti biasa
bersama kau dan dia. Saat kau memaksakan dirimu dengan
terus bersamanya, aku hanya mengamati dari luar. Tiap
orang punya masalah sendiri. Masalahnya; Ia ingin
merasa jagoan. Aku mengamati ketika ia bertengkar
dengan anak sekelasku. Kebetulan keduanya sama-sama
ingin merasa jagoan, jadi main gertakan saja. Tidak
ada pertumpahan darah yang sebenarnya.
> Setelah aku merasa mengerti, aku kembali makan siang
bersama kau. Hanya sikapku memang berbeda. Di depannya
aku bermain sebagai anak yang sering nga nyambung,
sedikit idiot dan lemah. Jadi kubiarkan ia bertingkah
sok jagoan di depanku. Ia senang dan mentraktir-ku
makan dua kali seminggu.
* Kau tidak idiot di depanku. Kau telah berbohong
kepadanya. Aku ingin kau berlaku benar.
> Kau juga berbohong kepada kirimu sendiri, ketika
mobilku mogok kau menganggap remeh begitu saja,
janjiku untuk mengantar kau pulang. Maka aku mematikan
Handphone mu.
* Kalau begitu, aku pun harus bertindak benar.
Berbohong adalah dosa dalam agamaku. Boleh ku lihat
KTP mu?
> Silahkan... (sambil tertawa memberikan dua buah
KTP.)
* Di dua buah KTP ini saya lihat ada; Nomor KTP, Nama
Lengkap, Jenis Kelamin, Golongan darah,
Tempat/tgl.lahir, status perkawinan, Agama, Pekerjaan,
Alamat, R.T., R.W., Kelurahan, Kecamatan, Kotamadya,
yang semuanya sama. Yang berbeda hanya Masa berlaku
dan Tanggal cap Lurah saja. Nama dan tandatangan
lurah-nya juga sama. Satu orang dengan dua KTP. Kau
telah berbuat salah teman.
> Dalam contoh kasus ini saya bisa saja dipandang
membuat kesalahan, tetapi saya tidak dapat disalahkan.
Dengan sekedar alasan KTP saya hilang, lalu setelah
beberapa waktu saya temukan lagi, sudah cukup.
* Sebentar, sebentar? Di sini ada kata Christian di
bagian Nama Lengkap, tetapi juga ada kata Katholik di
bagian agama. Jadi anda dengan nama mengatakan bahwa
anda Kristen, tetapi di agama yang tertulis di KTP
anda Katolik. Bagaimana dengan anda ini? Jadi anda
Kristen Atau Katolik. Di mana kebenaran itu? (Sambil
mengembalikan KTP itu.)
> (Sambil menerima kembali KTP nya.) Sudah saya
katakan; Tidak harus menjadi benar. Yang penting
dengan kesalahan pun, saya tetap tidak dapat
disalahkan. Sayang, sebenarnya jika KTP ini memberikan
saya ruang untuk menulis lebih banyak lagi kata di
dalamnya maka mungkin saya akan menulis semua nama
agama yang saya ketahui.
* termasuk agama ku?
> Ya? tentu?
* Bagaimana jadi konsep mu mengenai kebenaran?
> Kebenaran adalah ketika saya berusaha mengerti akan
kepentingan orang di luar saya, tetapi juga tetap
tidak membiarkan jika sampai mengganggu kepentingan
saya.
* tentang ke Tidak-benaran?
>Ketika kau kecewa karena anak itu tertawa di mana
saja ia berada. Perasaan takut dirugikan itu ada pada
kau pertama kali, lalu ketika sikapmu terbaca olehnya
maka ia pun tertular perasaan yang sama. Padahal belum
tentu satu atau kedua pihak salah dan akan dirugikan.
Mungkin Setan itu menular seperti virus.
* Jadi aku salah? Aku bersama setan, saat ini.
> Oh, ya.. Anak itu pernah mengatakan kepadaku, ketika
aku menumpang di mobilnya. Ia katakan bahwa ia
beberapa kali pernah menginap di penjara. Hari itu
ayahnya marah dan menitipkannya ke teman sang ayah
yang bekerja sebagai kepala penjara di Jakarta. Ia
menginap di penjara semalam. Hanya karena masalah
kecil, anak itu menginap di penjara. Karena ia malas
bikin PR.
> Kau masih tidak memberikannya kesempatan. Ia juga
orang Arab sepertimu. Ia hanya ingin mengisi
kekosongannya; hal yang tidak ada di rumahnya. Setiap
hari dengan mobilnya ia menjemput tetanggaku untuk
pergi ke sekolah. Juga mengantarkan pulang. Jika si
tetanggaku itu makan siang bersama orang lain, ia iri.
>Kadang-kadang aku juga mendapat situasi yang sama.
Aku selalu bertengkar dengan ayahku. Memang ayahku
tidak pernah memenjarakan-ku. Kami selalu bertengkar
karena sama-sama keras kepala. Tetapi suatu hari aku
kenal dengan seseorang, aku merasa ia memiliki
kesamaan dengan ayahku. Dan dengan pelajaran
pengalaman-ku dalam hubungan dengan ayahku ini aku
dapat bersahabat baik dengannya.
> Permasalahannya, dengan ayahku telah ada sejarah
panjang yang buruk, pertengkaran, beda pendapat yang
tidak dapat dihapus. Sedangkan dengan orang ini masih
sejarah baru. Maka kuanggap persahabatan itu untuk;
Memperbaiki karmaku sendiri. Dan berhasil.
* Jika aku bertengkar dengan anak itu, bagaimana
sikapmu. Kau juga temannya bukan?
> Aku akan membiarkan kau bertengkar dengannya. Aku
tidak akan melerai. Aku percaya saat kau menemui orang
yang sama dengan anak itu, kau akan mengerti dari
pengalaman. Dan kau akan memperbaiki karmamu sendiri.
Kau harus?
> Saat ini kau tidak perlu sok tahu. Dengan berusaha
tahu kau tidak akan berusaha mengerti. Kau; Tidak
perlu menjadi benar.
?>? Vincent Liong
?*? Seorang teman Vincent Liong, anak kedutaan sebuah
Negara, tetangga Arab Saudi.
Vincent Liong
30 Januari 2004
http://greetings.yahoo.com.au - Yahoo! Greetings
Send your love online with Yahoo! Greetings - FREE!
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kau; Tidak Perlu Menjadi Benar