[ppi] [ppiindia] Kasus Rekening 15 Pati Polri--
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 29 Jul 2005 00:03:07 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/7/29/b1.htm
Dari Warung Global Interaktif Bali Post
Kasus Rekening 15 Pati Polri--
Perlu UU Pembuktian Terbalik
Lima belas perwira tinggi (pati) Polri memiliki rekening bank yang saldonya
dinilai tidak wajar, sehingga sulit dipercaya itu hasil dari gaji yang mereka
terima. Diduga itu hasil kejahatan money laundering dan upeti dari bandar judi.
Demikan kata Wakil Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Soenarko di Jakarta,
Rabu (27/7) lalu. Ini berita dan peristiwa besar, tumben polisi membeberkan
berita buruk rekannya. Sebanyak 15 pati yang dirahasiakan ini kenapa tidak
diumumkan sebagaimana pelaku judi? Selama ini rekening pelaku korupsi mentok
ketika mencari data di rekening bank, hanya karena peraturan undang-undang
perbankan. Kemudian undang-undang yang sangat diperlukan dewasa ini adalah
undang-undang pembuktian terbalik. Undang-undang ini sangat efektif untuk
menguaknya. Kalau cara ini dipakai banyak sekali anggota Polri yang dipecat.
Demikian antara lain terungkap dalam acara Warung Global di Radio Global FM
96,5 yang direlai oleh Radio Singaraja FM dan Radio Genta Bali, Kamis (2
8/7) kemarin. Berikut rangkuman selengkapnya.
--------------------------------
Armayani di Denpasar menyatakan keheranannya kenapa tumben berita seperti ini
begitu vulgar dikeluarkan pihak Polri, biasanya "tersusun rapi". Tetapi dirinya
tetap bertanya tentang tindak lanjut dari temuan ini, yang biasanya tidak ada
tindak lanjutnya. Di institusi Polri biasanya jabatan yang bersinggungan dengan
masyarakat atau dengan sebuah kasus, biasanya uang yang menguber mereka bukan
mereka yang menguber uang. Biasanya jabatan reskrim yang berhubungan ekonomi,
koper berisi uang itu yang mencari mereka. Mereka itu mungkin sejak dulu sudah
banyak menerima, tetapi karena uang itu sudah lama tersimpan, menjadi terkesan
uang ''bersih''.
Natri Udiani di Denpasar menambahkan, ketika perwira tinggi kita sudah memiliki
rekening di luar kewajaran maka jangan ditutup-tutupi lagi. Di era transparansi
sekarang ini bila menemukan sesuatu yang tidak wajar diungkap saja. Ini adalah
tantangan buat Kapolri Sutanto, jangan cuma bisa menangkap bebotoh atau
penjudi, tetapi juga menangkap perwira tingginya. Natri tetap memberikan
support untuk Jenderal Sutanto.
Ledang Asmara di Imam Bonjol mengatakan bukan hanya pati yang kaya karena ATM
ilegal tetapi (mungkin) juga bintara, kopral. Kenapa di Indonesia orang yang
gajinya kecil bisa hidup dengan mewah? Banyak sekali dijumpai orang seperti itu
di kepolisian, juga PNS seperti pemda dan Departemen Dalam Negeri mereka banyak
juga punya ATM ilegal. Tetapi, Ledang mengakui dalam tahun ini memang
pemberantasan korupsi sudah menukik dan ada usaha. Sudah dari 10 tahun
pejabat-pejabat kita seperti itu sikapnya. Dirinya mengusulkan diadakan KPK
sampai tingkat desa.
Jero Wijaya di Kintamani mengatakan Indonesia menghasilkan manusia pengkhayal.
Inilah penyebab terjadinya karakter manusia Indonesia yang ingin mendapatkan
uang dengan cepat. Akibatnya sekarang muncul banyak koruptor.
Sinda di Siulan mempertanyakan, apakah berita tentang 15 pati ini adalah sebuah
"pembelokan" perhatian agar mengalihkan pada pemberantasan judi, sehingga
masyarakat tidak terpaku pada urusan pemberantasan judi. Kita sudah terlalu
biasa dengan sistem pembelokan. Dalam sistem perekrutan pun yang dilakukan
Polri untuk menjadi polisi diduga menggunakan sistem tombok. Apa yang bisa
diharapkan dari mereka yang jadi polisi karena nombok, apakah bisa membangun
negara ini menjadi bersih?
Sugata di Bangli mengatakan sayang sekali pati tersebut dirahasiakan orangnya.
Latar belakang ini tentu karena pati itu pejabat tinggi negara. Lihat saja BIN
yang merupakan lembaga intelijen pun isinya pelaku dari pembuatan uang palsu
dan sayang hanya dihukum 10 tahun. Presiden berteriak untuk meberantas judi pun
tidak dihiraukan bawahannya. Begitu juga dengan penggantian Kapolri yang sudah
berteriak juga bawahannya tidak mendukung. Dalam situasi ini susah memberikan
solusi yang terbaik kecuali revolusi.
Aritonang di Denpasar mengatakan, yang diumumkannya seperti itu sebelumnya
situasinya bagaimana? Pati yang lainnya bagaimana? Pejabat yang lainnya seperti
apa? Apakah hanya rekening saja? Kenapa hanya rekening saja yang diselidiki,
bagaimana dengan aset lain? Ke-15 pati yang dirahasiakan ini kenapa tidak
diumumkan sebagaimana pelaku judi? Lebih jauh Aritonang mengajak untuk
mengambil data bank dari semua orang yang dicurigai karena selama ini rekening
pelaku korupsi mentok ketika mencari data di rekening bank, hanya karena
peraturan undang-undang perbankan. Kemudian undang-undang yang sangat
diperlukan dewasa ini adalah undang-undang pembuktian terbalik. Undang-undang
ini sangat efektif untuk menguaknya. Kalau cara ini dipakai banyak sekali
anggota Polri yang dipecat. 15 pati itu, menurut Aritonang, mungkin karena
nasib jelek, mungkin dari dulu sudah diincar bagaimana memecat pati-pati ini.
Sekarang kebetulan ada alasan untuk mengeluarkan pati itu dengan kasus rekening
yang t
idak wajar.
Iskandar di Denpasar menambahkan, peraturan hukum kita ini masih benar-benar
peraturan karet. Masih saja ada istilah penangguhan penahanan. Inilah yang
tidak diketahui karena banyak dari kita yang buta hukum. Pasal 303 itu tentang
judi tetapi lemah karena terbentur pembuktian.
Suwira mengatakan dalam segala hal ia mengajak untuk melakukan fit and proper
test, untuk golongan rendah sampai perwira tinggi, baik di TNI, Polri dan ABRI.
Sehingga nantinya yang duduk di sana adalah generasi penerus yang bersih.
Istilah korupsi sekarang ini juga masih tidak jelas. Seandainya ada seseorang
punya masalah dan masalahnya selesai setelah itu mengucapkan terima kasih
dengan memberi uang, apakah peristiwa itu dikatakan korupsi? Tetapi,
menurutnya, kalau masalah selesai sudah memberi uang itu baru korupsi.
Undang-undang harus dipertegas dan disederhanakan.
Awe di Legian mengatakan 15 pati itu baru yang terdeteksi, bagaimana dengan
yang belum terdeteksi? Awe begitu yakin bahwa seorang kapolsek pun kalau
mengandalkan hanya dari gaji tidak mungkin. Kanit restik itu adalah gudangnya
duit. Dalam hal penangguhan penahanan tidak ada duit mana mungkin bisa
dikabulkan. Sekarang ini untuk majunya perkara ke jenjang berikutnya tergantung
penyidik. Maka kebanyakan di tingkat penyidiklah terjadi permainan.
Wayan Widhi di Denpasar menambahkan, bagaimana mungkin mereka tidak korup,
masuk polisi saja biaya masuknya Rp 50 juta. Otomatis ada upaya untuk bisa
kembali "modal". Kalau ingin jadi polisi yang profesional jadilah polisi yang
jujur. Selama ini mereka yang tidak punya jiwa bisnis begitu gampangnya
mengeluarkan Rp 50 juta, itu harus menjual tanah seperti dialami tetangganya.
Ini bukti bahwa polisi itu adalah institusi yang ''basah''. Untuk mencari
jabatan di tubuh Polri ada harganya.
Hal yang sama diungkapkan oleh Poleng di Tegallalang. Untuk meraih jabatan,
apalagi untuk mutasi ke tempat basah sudah ada harganya.
Prianus di Denpasar menilai ini berita dan peristiwa besar, baru pertama kali
polisi membeberkan berita buruk rekannya. Ini adalah juga niat baik dari polisi
dan harus didukung. Bila adanya sejumlah uang di rekening ini karena
ketidakwajaran maka tangkap saja langsung dan adili. Untuk sebuah kepastian
hukum polisi harus membuktikan dari kasus mereka sendiri. Kalau nama-nama pati
itu masih dirahasiakan berarti masih ada upaya cek dan ricek. Kelanjutannya
harus ada aksi nyata sipa pun orangnya jika mendapatkan secara ilegal. Kenapa
baru sekarang digembar-gemborkan, ini adalah juga mungkin karena niat baik
pemerintah memberantas segala jenis korupsi.
* bram
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kasus Rekening 15 Pati Polri--