[ppi] [ppiindia] Kasus DBD dan Muntaber Membudak
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 28 Aug 2006 00:31:31 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.pontianakpost.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=123560
Sabtu, 26 Agustus 2006
Pasien Dirawat di Lorong Rumah Sakit
Kasus DBD dan Muntaber Membudak
Pontianak,- Hujan yang telah turun belakangan ini menjadi penyebab timbulnya
penyakit demam berdarah dengue dan muntaber di Kota Pontianak dan sekitarnya.
Rumah Sakit St Antonius sejak awal bulan Agustus lalu menyatakan rata-rata
menerima sedikitnya 4 orang penderita muntaber dan DBD. "Cuaca yang
berubah-ubah membuat anak-anak rentan terhadap penyakit DBD dan muntaber.
Terutama dari air," jelas dr Antonius T Frendi, kepada Pontianak Post, sebagai
dokter jaga di Unit Gawat Darurat (UGD) RSSA Pontianak.
Namun Antonius enggan menyebutkan hal ini sebagai Kejadian Luar Biasa.
Menurutnya, yang menentukan kejadian luar biasa bukan dari rumah sakit, tetapi
dari Dinas Kesehatan. "Mungkin juga ada indikator lainnya. Cuma kenyataannya
ada lonjakan pasien yang menderita muntaber dan DBD," ungkapnya.
Di ruang UGD tersebut dari Pantauan Pontianak Post terdapat puluhan pasien yang
masuk dalam waktu yang hampir bersamaan. Tempat tidur yang disiapkan untuk
pasien UGD yang tengah diobservasi pun tidak mencukupi menampung pasein yang
berdatangan.
Rata-rata pasien terdiri dari anak-anak balita. Beberapa pula menyerang lansia
dan remaja tanggung. Perawat rumah sakit tersebut mengatakan kondisi ini sudah
mulai terjadi sejak seminggu terakhir. Saat ini, ruangan di RSSA Pontianak
telah penuh. Namun untuk melayani masyarakat mereka menyiapkan lorong di lantai
II rumah sakit tersebut, dan diubah menjadi bangsal.
"Kita memang sudah sediakan puluhan tempat tidur, perawatan ini tergolong kelas
IV," papar suster tersebut. Dr Antonius mengatakan masyarakat diharapkan dapat
memaklumi kondisi ini karena termasuk darurat. Dia mengatakan pihak rumah sakit
telah komit untuk tidak menolak pasien yang masuk. Maka pelayanan ini
didedikasikan untuk pertolongan pertama pada pasien-pasien yang masuk.
Diinformasikan pihak RS Antonius, kejadian ini makin banyak setelah kondisi air
leding menjadi asin karena intrusi air laut di Sungai Kapuas. "Selain itu,
cuaca yang kering dan berdebu menjadi salah satu faktor lainnya. Apalagi
anak-anak kerap jajan sembarangan," kata dr Antonius.
Kepala Bagian Rekam Medis Helio Dorus Polantino melalui Sri Margaretha, staff
pencatatan Rekam Medis RSSA Pontianak mengatakan hari ini (kemarin,red) sekitar
tujuh orang dengan penyakit DBD dan muntaber. Bahkan beberapa hari yang lalu,
terdapat sekitar 15 orang yang masuk dalam satu harinya.
Reni, ibunda Vini (5) yang menderita DBD menyatakan tidak menyangka anaknya
terkena DBD. Pasalnya tidak ada ciri-ciri demam berdarah pada umumnya. "Tidak
ada bercak merah atau hidung mengeluarkan darah," tambah Yulfi (35), sang ayah.
Akhirnya setelah warga Sei Jawi ini memeriksakan daerah anaknya, ternyata
didiagnosa terkena DBD.
Pemantauan Pontianak Post di Lantai II RSSA Pontianak, sekitar 24 tempat tidur
telah disiapkan di salah satu lorong menuju ruang Markus. Salah satu petugas
menyatakan, jika masih banyak pasien yang masuk mereka juga akan menyiapkan
lorong lainnya. "Tetapi mudah-mudahan hal ini tidak bertambah buruk,"
jelasnya.(lev)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kasus DBD dan Muntaber Membudak