[ppi] [ppiindia] Kang Guru Dan Kangguru

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Kang Guru Dan 
Kangguru

Oleh:
Nila Schreiber

Sebetulnya ada ketakutan dalam hati saya untuk menulis artikel karena saya 
tidak mau tulisan saya dicela. Apalagi tulisan ini dimaksudkan untuk menanggapi 
tulisan Midi Sudiyana yang dimuat di harian Banjarmasin Post edisi 19 Juli 
2005, berjudul Tamatan SMP Mampu Berkomunikasi Bahasa Inggris, Siapkah Guru? 
Tapi saya begitu ingin berbagi, sehingga ketakutan itu saya kesampingkan untuk 
sementara waktu, semoga bisa saya sembunyikan selamanya agar saya bisa terus 
berbagi.

Suatu hari di sebuah ruangan tertutup, sekitar 80 guru Bahasa Inggris 
menjentik-jentikan jari sambil sesekali berputar dan menggoyangkan badan ke 
kiri, ke kanan mengikuti irama lagu Chain yang dinyanyikan dengan sangat manis 
oleh Tina Arena, penyanyi dari negeri Kangguru, Australia. Senyuman dan gelak 
tawa tidak lepas dari wajah mereka, meski saat itu waktu menunjukkan pukul 
11.30 Wita.

Ketika Kevin R Dalton Dipl TESAL yang saat itu menjadi pembicara Kang Guru 
Radio English (KGRE) Teacher workshops menawarkan untuk break makan siang, para 
guru masih bergeming dan serentak menjawab: "We are not hungry yet!" Aktivitas 
pun dilanjutkan, namun kali ini begitu berbeda. Wajah yang semula penuh senyum, 
terlihat serius bahkan sangat serius. Namun keseriusan itu tidak mampu 
menyembunyikan ketertarikan yang lebih kuat terpancar dari wajah mereka.

Ruangan menjadi hening, yang terdengar hanya suara percakapan antara Kevin 
dengan Delon dan Ari Wibowo, dua selebritis yang sangat popular di masyarakat, 
tentu saja dalam bahasa Inggris. Apakah percakapan itu dilakukan dengan grammar 
yang baik dan benar? Jawabnya adalah tidak. Apakah percakapan berjalan dengan 
baik? Jawabnya adalah ya. Keduanya saling merespon dengan cara berbeda, namun 
tetap pada pokok pembicaraan yaitu dari mana dan bagaimana mereka mampu 
berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

Suasana ini berubah riuh dalam hitungan detik, ketika Kevin menawarkan kepada 
guru siapa yang bisa menyusun kalimat dari kedua selebritis tersebut pada 
lembar soal yang telah ditukar-tukarkan urutannya, atau yang disebut dengan 
jumbled words. Aktif sekali? Sekarang, saya ajak pembaca untuk mundur ke 
beberapa jam sebelum kegiatan tersebut berlangsung.

Undangan sudah hadir, peserta workshops yang terdiri atas guru Bahasa Inggris 
dan mahasiswa jurusan Bahasa Inggris mulai memasuki ruangan. Beberapa panitia 
sibuk membujuk guru-guru agar mau duduk dan mengisi barisan depan. Tiba-tiba 
saya teringat ketika masih sekolah, guru selalu mengajarkan bahwa pelajar yang 
duduk di depan itu bagus dan pintar dan ooops! Mereka adalah guru, bukan murid 
seperti saya dulu. Wajah mereka terlihat kaku dan tegang, terutama yang duduk 
di deretan depan. Sesekali terlihat ada guru yang pindah diam-diam ke kursi 
belakang. Saya pun senyum-senyum sendiri.

Tapi ketegangan ini tidak berlangsung lama, ketika Kevin menyapa dengan manis 
dan jelas: "How are you today? Good". Jawaban yang terdengar hanya berupa 
gumaman, seperti dijawab dengan mulut yang setengah terbuka. Pertanyaan diulang 
sekali lagi, tapi kali ini Kevin berdiri tepat di tengah-tengah peserta dengan 
pandangan 

menyapu bersih ruangan. Hasilnya? Jawaban serentak dan jelas sekali "Fine, 
thank you!"

Selanjutnya Kevin memperkenalkan brainstormers, yaitu aktivitas tiga menit 
sebelum pelajaran dimulai. Fungsinya untuk menstimulasi otak agar siap menerima 
ilmu pengetahuan. Ada banyak brainstormers sebetulnya, salah satu yang sempat 
dilakukan adalah menyebutkan nama masakan Indonesia. Lagi-lagi guru begitu 
pasif dan tidak ada yang berkenan menjadi model sukarela untuk sesi ini, hingga 
harus dijemput. Kevin dan guru berdiri berhadapan. Satu per satu nama masakan 
Indonesia keluar dari mulut keduanya. Guru-guru mulai tersenyum, beberapa 
terlihat tertawa bahkan ada yang bertepuk tangan mendukung model yang mungkin 
mengajar di sekolah yang sama dengannya. 

Pecah sudah ketegangan. Posisi duduk guru pun mulai terlihat santai, menantikan 
aktivitas selanjutnya dan atmosfir ini terus berlanjut sampai ke akhir acara. 
Menurut ukuran saya, kelas tersebut berhasil.

Banyak hal dalam workshop ini yang menarik perhatian saya. Hal kecil saja tapi 
efeknya luar biasa. Mari kita baca bersama instruksi pertama yang diberikan 
Kevin pada sesi writing: "Is your Indonesia perfect? My English is not perfect 
but I am able to write a magazine. Do you make mistake with your bahasa 
Indonesia? I make mistake also in my English so do not worry if your grammar is 
not perfect, do not worry if you make mistake in writing, keep doing it and you 
will know that you are able to write. Now, I need you to help me, please write 
an essay about yourself in five minutes. 

Have fun and good luck!"



Bandingkan dengan instruksi kedua pada buku latihan writing yang dipakai selama 
beberapa generasi: "Please write about yourself in five minutes and use the 
correct tenses." Ketika kertas dibagikan dan mulai dibacakan instruksi kedua, 
dalam lima menit tidak seorang guru pun yang berani memperlihatkan tulisannya. 
Hingga Kevin mengulangi lagi tapi kali ini dengan instruksi yang pertama. 
Ajaib! Belum hitungan lima menit sudah ada beberapa guru yang 'gatal' ingin 
memperlihatkan tulisannya. Tidak hanya sampai di situ, kembali Kevin memberikan 
kejutan berupa sebuah permen bagi guru yang berani mengumpul tulisannya lebih 
dulu. Hadiahnya memang kecil, tapi menunjukkan bahwa aktivitas mereka dihargai 
dan tidak hanya ditumpuk untuk dijual kepada penjual kacang goreng. 

Hal lain lagi adalah Kevin tidak pernah mengatakan: "You are wrong!" Melainkan 
dengan kalimat: "This is right but that one is suitable" atau "This is okay but 
better to."

Kegiatan selanjutnya yang masih dalam rangkaian KGRE Teacher Workshops adalah 
Students Meeting. Dalam sesi ini, biasanya terungkap semua yang menjadi masalah 
di sekolah sehingga siswa belum mampu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris. 
Seorang siswa menceritakan, guru Bahasa Inggrisnya hanya masuk untuk memberikan 
tugas lalu keluar dan kembali dengan jawaban tanpa memberikan kesempatan untuk 
bertanya dalam Bahasa Inggris. Apalagi untuk berinteraksi.

Kalau boleh saya berbagi, beberapa waktu lalu ketika saya menjadi asisten guru 
Bahasa Indonesia di negeri Kangguru, yaitu di SD Saint Francis Xavier Primary 
School of Geraldton, Australia Barat. Siswanya sudah punya proyek sendiri. 
Misalnya proyek menetasnya telur ayam, bunga mekar, menanam pohon bahkan proses 
membuat kopi dan teh. Semua mereka catat dalam bahasa Inggris untuk kemudian 
diterjemahkan dan dipresentasikan dalam Bahasa Indonesia. Kecil memang, namun 
efeknya sangat baik dalam perkembangan komunikasi Bahasa Indonesia mereka. 
Mereka tidak takut untuk berbicara dalam Bahasa Indonesia meskipun salah, 
karena sudah terbiasa melakukan presentasi meskipun kecil-kecilan.

KGRE sendiri adalah proyek bantuan dari pemerintah Australia dalam bidang 
pendidikan yang memfokuskan pada peningkatan Bahasa Inggris melalui program 
radio dan majalah. Salah satu programnya adalah memberikan workshops gratis 
bagi guru Bahasa Inggris di seluruh Indonesia.

Di Kalimantan, KGRE telah mengunjungi empat kota yaitu Balikpapan, Banjarmasin, 
Pelaihari dan Kandangan. Workshops biasanya berisikan informasi mengenai ide 
pengajaran Bahasa Inggris agar kelas lebih produktif dan menyenangkan. Jadi, 
apabila Midi Sudiyana mempertanyakan: "Tamatan SMP mampu berkomunikasi bahasa 
Inggris, siapkah guru?, maka jawaban saya adalah "Ya, siap!" Apabila, guru 
membuat anak didiknya aktif. Apabila, sekolah mengaktifkan klub Bahasa Inggris 
atau English Conversation Club atau English Day maupun English Corner di mana 
siswa bisa berkumpul sekadar untuk memperbincangkan hal ringan dalam Bahasa 
Inggris. Karena, tidak mungkin semua siswa bisa berkomunikasi dalam Bahasa 
Inggris dengan hanya satu orang guru.

Jangan persulit siswa untuk menggunakan fasilitas sekolah seperti ruangan kelas 
atau pun sekadar halaman sekolah untuk dijadikan tempat klub Bahasa Inggris dan 
harus sering dipergunakan, karena bahasa Inggris untuk kita seperti sebuah 
jendela. Melalui jendela itu kita bisa melihat ke tempat lain dengan lebih 
leluasa.

Sekarang pembaca berada di bagian akhir tulisan pertama saya untuk dimuat di 
koran. Kenapa saya berani menulis? Itu semua karena guru saya mampu membuat 
saya tertarik dan aktif menulis, tidak pernah sekalipun kata "Ini salah!" 
keluar dari mulut guru saya dan beberapa tulisan saya sebelumnya yang tidak 
berani saya kirimkan pun disimpan guru saya dengan baik untuk diperlihatkan 
setiap saat saya merasa saya tidak berbakat untuk menulis. Beliau melakukan hal 
yang sama ketika dulu saya merasa tidak mampu berkomunikasi dalam Bahasa 
Inggris.

Demikian sedikit catatan perjalanan saya ketika mengadakan KGRE Teacher 
Workshops di kota tersebut di atas. Semua cerita di atas adalah nyata dan 
diambil dari tempat yang berbeda satu dengan lainnya. Namun pada umumnya sama, 
meskipun di kota besar seperti Balikpapan dan Banjarmasin jelas terlihat banyak 
sekali guru Bahasa Inggris yang sangat aktif. Ini membuat saya sedikit bisa 
bernafas lega, meskipun tidak mungkin menjawab tantangan Midi Sudiyana dengan 
bergantung pada segelintir orang tersebut.

Instruktur bahasa Inggris, tinggal di Banjarmasin
e-mail: nila_schreiber@xxxxxxxxx

http://www.indomedia.com/bpost/072005/30/opini/opini1.htm


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hatjnqu/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122677131/A=2896129/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail";>DonorsChoose.
 A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in 
public schools. Fund a student project in NYC/NC today</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: