[ppi] [ppiindia] Kang Guru Dan Kangguru
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 29 Jul 2005 22:45:24 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **Kang Guru Dan
Kangguru
Oleh:
Nila Schreiber
Sebetulnya ada ketakutan dalam hati saya untuk menulis artikel karena saya
tidak mau tulisan saya dicela. Apalagi tulisan ini dimaksudkan untuk menanggapi
tulisan Midi Sudiyana yang dimuat di harian Banjarmasin Post edisi 19 Juli
2005, berjudul Tamatan SMP Mampu Berkomunikasi Bahasa Inggris, Siapkah Guru?
Tapi saya begitu ingin berbagi, sehingga ketakutan itu saya kesampingkan untuk
sementara waktu, semoga bisa saya sembunyikan selamanya agar saya bisa terus
berbagi.
Suatu hari di sebuah ruangan tertutup, sekitar 80 guru Bahasa Inggris
menjentik-jentikan jari sambil sesekali berputar dan menggoyangkan badan ke
kiri, ke kanan mengikuti irama lagu Chain yang dinyanyikan dengan sangat manis
oleh Tina Arena, penyanyi dari negeri Kangguru, Australia. Senyuman dan gelak
tawa tidak lepas dari wajah mereka, meski saat itu waktu menunjukkan pukul
11.30 Wita.
Ketika Kevin R Dalton Dipl TESAL yang saat itu menjadi pembicara Kang Guru
Radio English (KGRE) Teacher workshops menawarkan untuk break makan siang, para
guru masih bergeming dan serentak menjawab: "We are not hungry yet!" Aktivitas
pun dilanjutkan, namun kali ini begitu berbeda. Wajah yang semula penuh senyum,
terlihat serius bahkan sangat serius. Namun keseriusan itu tidak mampu
menyembunyikan ketertarikan yang lebih kuat terpancar dari wajah mereka.
Ruangan menjadi hening, yang terdengar hanya suara percakapan antara Kevin
dengan Delon dan Ari Wibowo, dua selebritis yang sangat popular di masyarakat,
tentu saja dalam bahasa Inggris. Apakah percakapan itu dilakukan dengan grammar
yang baik dan benar? Jawabnya adalah tidak. Apakah percakapan berjalan dengan
baik? Jawabnya adalah ya. Keduanya saling merespon dengan cara berbeda, namun
tetap pada pokok pembicaraan yaitu dari mana dan bagaimana mereka mampu
berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
Suasana ini berubah riuh dalam hitungan detik, ketika Kevin menawarkan kepada
guru siapa yang bisa menyusun kalimat dari kedua selebritis tersebut pada
lembar soal yang telah ditukar-tukarkan urutannya, atau yang disebut dengan
jumbled words. Aktif sekali? Sekarang, saya ajak pembaca untuk mundur ke
beberapa jam sebelum kegiatan tersebut berlangsung.
Undangan sudah hadir, peserta workshops yang terdiri atas guru Bahasa Inggris
dan mahasiswa jurusan Bahasa Inggris mulai memasuki ruangan. Beberapa panitia
sibuk membujuk guru-guru agar mau duduk dan mengisi barisan depan. Tiba-tiba
saya teringat ketika masih sekolah, guru selalu mengajarkan bahwa pelajar yang
duduk di depan itu bagus dan pintar dan ooops! Mereka adalah guru, bukan murid
seperti saya dulu. Wajah mereka terlihat kaku dan tegang, terutama yang duduk
di deretan depan. Sesekali terlihat ada guru yang pindah diam-diam ke kursi
belakang. Saya pun senyum-senyum sendiri.
Tapi ketegangan ini tidak berlangsung lama, ketika Kevin menyapa dengan manis
dan jelas: "How are you today? Good". Jawaban yang terdengar hanya berupa
gumaman, seperti dijawab dengan mulut yang setengah terbuka. Pertanyaan diulang
sekali lagi, tapi kali ini Kevin berdiri tepat di tengah-tengah peserta dengan
pandangan
menyapu bersih ruangan. Hasilnya? Jawaban serentak dan jelas sekali "Fine,
thank you!"
Selanjutnya Kevin memperkenalkan brainstormers, yaitu aktivitas tiga menit
sebelum pelajaran dimulai. Fungsinya untuk menstimulasi otak agar siap menerima
ilmu pengetahuan. Ada banyak brainstormers sebetulnya, salah satu yang sempat
dilakukan adalah menyebutkan nama masakan Indonesia. Lagi-lagi guru begitu
pasif dan tidak ada yang berkenan menjadi model sukarela untuk sesi ini, hingga
harus dijemput. Kevin dan guru berdiri berhadapan. Satu per satu nama masakan
Indonesia keluar dari mulut keduanya. Guru-guru mulai tersenyum, beberapa
terlihat tertawa bahkan ada yang bertepuk tangan mendukung model yang mungkin
mengajar di sekolah yang sama dengannya.
Pecah sudah ketegangan. Posisi duduk guru pun mulai terlihat santai, menantikan
aktivitas selanjutnya dan atmosfir ini terus berlanjut sampai ke akhir acara.
Menurut ukuran saya, kelas tersebut berhasil.
Banyak hal dalam workshop ini yang menarik perhatian saya. Hal kecil saja tapi
efeknya luar biasa. Mari kita baca bersama instruksi pertama yang diberikan
Kevin pada sesi writing: "Is your Indonesia perfect? My English is not perfect
but I am able to write a magazine. Do you make mistake with your bahasa
Indonesia? I make mistake also in my English so do not worry if your grammar is
not perfect, do not worry if you make mistake in writing, keep doing it and you
will know that you are able to write. Now, I need you to help me, please write
an essay about yourself in five minutes.
Have fun and good luck!"
Bandingkan dengan instruksi kedua pada buku latihan writing yang dipakai selama
beberapa generasi: "Please write about yourself in five minutes and use the
correct tenses." Ketika kertas dibagikan dan mulai dibacakan instruksi kedua,
dalam lima menit tidak seorang guru pun yang berani memperlihatkan tulisannya.
Hingga Kevin mengulangi lagi tapi kali ini dengan instruksi yang pertama.
Ajaib! Belum hitungan lima menit sudah ada beberapa guru yang 'gatal' ingin
memperlihatkan tulisannya. Tidak hanya sampai di situ, kembali Kevin memberikan
kejutan berupa sebuah permen bagi guru yang berani mengumpul tulisannya lebih
dulu. Hadiahnya memang kecil, tapi menunjukkan bahwa aktivitas mereka dihargai
dan tidak hanya ditumpuk untuk dijual kepada penjual kacang goreng.
Hal lain lagi adalah Kevin tidak pernah mengatakan: "You are wrong!" Melainkan
dengan kalimat: "This is right but that one is suitable" atau "This is okay but
better to."
Kegiatan selanjutnya yang masih dalam rangkaian KGRE Teacher Workshops adalah
Students Meeting. Dalam sesi ini, biasanya terungkap semua yang menjadi masalah
di sekolah sehingga siswa belum mampu berkomunikasi dalam Bahasa Inggris.
Seorang siswa menceritakan, guru Bahasa Inggrisnya hanya masuk untuk memberikan
tugas lalu keluar dan kembali dengan jawaban tanpa memberikan kesempatan untuk
bertanya dalam Bahasa Inggris. Apalagi untuk berinteraksi.
Kalau boleh saya berbagi, beberapa waktu lalu ketika saya menjadi asisten guru
Bahasa Indonesia di negeri Kangguru, yaitu di SD Saint Francis Xavier Primary
School of Geraldton, Australia Barat. Siswanya sudah punya proyek sendiri.
Misalnya proyek menetasnya telur ayam, bunga mekar, menanam pohon bahkan proses
membuat kopi dan teh. Semua mereka catat dalam bahasa Inggris untuk kemudian
diterjemahkan dan dipresentasikan dalam Bahasa Indonesia. Kecil memang, namun
efeknya sangat baik dalam perkembangan komunikasi Bahasa Indonesia mereka.
Mereka tidak takut untuk berbicara dalam Bahasa Indonesia meskipun salah,
karena sudah terbiasa melakukan presentasi meskipun kecil-kecilan.
KGRE sendiri adalah proyek bantuan dari pemerintah Australia dalam bidang
pendidikan yang memfokuskan pada peningkatan Bahasa Inggris melalui program
radio dan majalah. Salah satu programnya adalah memberikan workshops gratis
bagi guru Bahasa Inggris di seluruh Indonesia.
Di Kalimantan, KGRE telah mengunjungi empat kota yaitu Balikpapan, Banjarmasin,
Pelaihari dan Kandangan. Workshops biasanya berisikan informasi mengenai ide
pengajaran Bahasa Inggris agar kelas lebih produktif dan menyenangkan. Jadi,
apabila Midi Sudiyana mempertanyakan: "Tamatan SMP mampu berkomunikasi bahasa
Inggris, siapkah guru?, maka jawaban saya adalah "Ya, siap!" Apabila, guru
membuat anak didiknya aktif. Apabila, sekolah mengaktifkan klub Bahasa Inggris
atau English Conversation Club atau English Day maupun English Corner di mana
siswa bisa berkumpul sekadar untuk memperbincangkan hal ringan dalam Bahasa
Inggris. Karena, tidak mungkin semua siswa bisa berkomunikasi dalam Bahasa
Inggris dengan hanya satu orang guru.
Jangan persulit siswa untuk menggunakan fasilitas sekolah seperti ruangan kelas
atau pun sekadar halaman sekolah untuk dijadikan tempat klub Bahasa Inggris dan
harus sering dipergunakan, karena bahasa Inggris untuk kita seperti sebuah
jendela. Melalui jendela itu kita bisa melihat ke tempat lain dengan lebih
leluasa.
Sekarang pembaca berada di bagian akhir tulisan pertama saya untuk dimuat di
koran. Kenapa saya berani menulis? Itu semua karena guru saya mampu membuat
saya tertarik dan aktif menulis, tidak pernah sekalipun kata "Ini salah!"
keluar dari mulut guru saya dan beberapa tulisan saya sebelumnya yang tidak
berani saya kirimkan pun disimpan guru saya dengan baik untuk diperlihatkan
setiap saat saya merasa saya tidak berbakat untuk menulis. Beliau melakukan hal
yang sama ketika dulu saya merasa tidak mampu berkomunikasi dalam Bahasa
Inggris.
Demikian sedikit catatan perjalanan saya ketika mengadakan KGRE Teacher
Workshops di kota tersebut di atas. Semua cerita di atas adalah nyata dan
diambil dari tempat yang berbeda satu dengan lainnya. Namun pada umumnya sama,
meskipun di kota besar seperti Balikpapan dan Banjarmasin jelas terlihat banyak
sekali guru Bahasa Inggris yang sangat aktif. Ini membuat saya sedikit bisa
bernafas lega, meskipun tidak mungkin menjawab tantangan Midi Sudiyana dengan
bergantung pada segelintir orang tersebut.
Instruktur bahasa Inggris, tinggal di Banjarmasin
e-mail: nila_schreiber@xxxxxxxxx
http://www.indomedia.com/bpost/072005/30/opini/opini1.htm
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
<font face=arial size=-1><a
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hatjnqu/M=323294.6903899.7846637.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122677131/A=2896129/R=0/SIG=11llkm9tk/*http://www.donorschoose.org/index.php?lc=yahooemail">DonorsChoose.
A simple way to provide underprivileged children resources often lacking in
public schools. Fund a student project in NYC/NC today</a>!</font>
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Kang Guru Dan Kangguru