[ppi] [ppiindia] Kampanye Pemilu 2004 Tidak Bermutu

** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
http://www.suarapembaruan.com/News/2004/04/02/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY


Kampanye Pemilu 2004 Tidak Bermutu

Pembaruan/Luther Ulag
BELUM DIBERSIHKAN - Puluhan spanduk dan bendera partai politik peserta
Pemilu 2004 masih terpasang di pagar pemisah badan jalan dan jembatan
penyeberangan di Jalan Otto Iskandardinata, Cawang, Jakarta Timur, Jumat
(2/4) pagi. Atribut parpol tersebut seharusnya sudah tidak boleh terpasang
pada masa tenang mulai Jumat (2/4) pukul 00.00 WIB.

JAKARTA - Masa kampanye bagi partai politik peserta Pemilihan Umum (Pemilu)
2004 sudah berakhir sejak kemarin. Namun, secara substansial, kampanye yang
dilakukan oleh parpol-parpol itu tidak bermutu dan sama dengan kampanye
Pemilu 1999.
Demikian pendapat pengamat politik J Kristiadi ketika dihubungi Pembaruan,
Jumat (2/4). "Dibandingkan dengan Pemilu 1999, secara substansial masa
kampanye sekarang ini tidak bermutu. Karena, apa yang ditawarkan
partai-partai politik hanya jualan kecap belaka," katanya.
Menurut Kristiadi, tokoh-tokoh parpol yang berkampanye selama tiga pekan ini
hanya menunjukkan dirinya sebagai tokoh yang berkuasa. Mereka tidak pernah
merasa bahwa pada 1999 lalu telah diberi mandat oleh rakyat untuk membawa
Indonesia ke arah yang lebih baik.
"Jualan kecap" itu, menurutnya, tidak hanya dilakukan oleh partai-partai
besar. Partai-partai yang baru muncul pun sama saja hanya menawarkan
janji-janji dan tidak mengatakan solusi riil dalam mengatasi persoalan
bangsa Indonesia.
"Selama lima tahun ini mereka telah menyalahgunakan kekuasaan. Melakukan KKN
dan membuat aturan-aturan yang tidak memihak rakyat," katanya.
Seharusnya, selama masa kampanye kemarin parpol-parpol peserta pemilu itu
membeberkan keberhasilan-keberhasilan dan kegagalan mereka selama ini.
Bahkan, parpol harus secara terbuka meminta maaf kepada rakyat, khususnya
simpatisan dan kadernya, atas kegagalan yang telah dilakukan itu.
Untuk ke depan, parpol harus melakukan semacam pra-kondisi terhadap
keberhasilan mereka sebelum berkampanye. Hal seperti itu akan menjadi
pendidikan politik yang lebih baik bagi masyarakat.
"Memang ada aturan untuk melakukan kampanye tertutup yang bersifat dialogis.
Tapi, kampanye seperti itu tidak berhasil karena parpol kembali mengumbar
janji-janji sama seperti yang mereka ucapkan lima tahun lalu. Rakyat sudah
bosan," katanya.
Meski demikian, dari sisi pengaturan pelaksanaan kampanye, Kristiadi
melihatnya sudah cukup baik. Semua itu berkat kerja Komisi Pemilihan Umum
(KPU), Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu), dan aparat keamanan.
"Ibarat bermain kelereng. Aturannya sudah bagus tapi kelerengnya rusak di
sana-sini. Jadi ke depan, aturan tentang kampanye itu minimal tetap
dipertahankan namun parpol harus memperbaiki diri," katanya.
Sementara menurut pengamat politik Edy Prasetyono, jeda waktu antara
pelaksanaan pemilu 5 April dan pemilu susulan merupakan peluang baru bagi
terjadinya aksi kekerasan. Oleh karena itu, KPU, pemerintah dan aparat
keamanan diminta untuk mencari jalan antisipasi.
Dikatakan, rasa ketidakpuasan masyarakat terhadap pelaksanaan pemilu bisa
saja muncul. Hal itu juga menjadi peluang munculnya aksi-aksi kekerasan
terutama pada masa penghitungan suara.
"Selama ini orang gampang digerakkan. Aspek-aspek sentimen dan kekerasan
mudah digerakan. Waktu penghitungan suara, memungkinkan terjadi kekerasan.
Terutama di luar Jawa," katanya.
Pelaksanaan kampanye selama tiga minggu dapat berjalan dengan baik. Proses
pendewasaan politik rakyat dan kader parpol dapat berjalan sebagaimana yang
seharusnya. Sekarang masyarakat, khususnya para kader partai sudah dapat
lebih memahami bagaimana cara berkampanye yang santun dan elegan.
Sementara itu, Wakil Sekjen DPP PDI-P Pramono Anung mengatakan, selama
kampanye tidak terdengar bentrokan masa dari para pendukung partai, yang
sampai meresahkan masyarakat. "Bentrok masa dan kekerasan selama kampanye
jauh menurun jika dibandingkan dengan pemilu sebelumnya," kata Pramono.
Evaluasi kampanye di PDI-P menunjukkan bahwa program partai selama lima
tahun ini mendapat dukungan dari para simpatisan PDI-P, termasuk dari para
pemilih pemula yang selalu hadir dalam kampanye PDI-P. Semoga saja dalam
masa tenang ini semua pihak dapat menjaganya sehingga saat pencoblosan dapat
berjalan dengan baik.
Berkaitan dengan banyaknya pelanggaran oleh PDI-P, Pramono menjelaskan,
memang ditemukan beberapa pelanggaran, tetapi hal itu wajar karena PDI-P
sebagai partai terbesar, wajar kalau ketika berkampanye memiliki
probabilitas terbesar juga dalam melakukan pelanggaran. "Karena ketika
kampanye, pendukung PDI-P paling banyak yang hadir di tempat tersebut jika
dibandingkan dengan partai lain, maka kemungkinan melakukan pelanggaran juga
paling besar. Tetapi itu kebanyakan pelanggaran lalu lintas."
Sementara itu Ketua Umum DPP Partai Persatuan Daerah (PPD) Oesman Sapta usai
tampil dalam kampanye nasional di Kemayoran, Jakarta, Kamis (1/4)
mengatakan, kampanye PPD di suluruh daerah di Indonesia selama tiga minggu
berjalan sangat tertib. Ini menunjukkan bahwa kader PPD berkualitas baik.
Habiskan Dana
Wakil Koordinator ICW Luky Djani mengatakan, masa kampanye bagi partai
politik (parpol) peserta Pemilu 2004 sudah memasuki masa pembersihan atribut
parpol. Meskipun hanya sedikit kejadian yang mengakibatkan konflik antar
pendukung parpol dibandingkan dengan tahun 1999 kampanye sekarang ini
dinilai lebih banyak menghabiskan dana untuk memobilisasi massa dan
memungkinkan terjadinya politik uang. .
Ia menuturkan, hasil pantauannya pihaknya bersama Transparansi Indonesia,
kampanye 24 parpol selama tiga minggu lebih terarah kepada gaya politik
biaya tinggi. Pasalnya, masih ada kecenderungan parpol untuk menunjukkan
kekuatan masing-masing parpol dengan mendatangkan massa sebanyak-banyaknya.
"Mereka lebih ingin menunjukkan kekuatan massa, sehingga dananya menjadi
lebih tinggi dibanding tahun 1999," ujarnya.
Dana memobilisasi massa ini menjadi tinggi pada tahun 2004, tambah Luky
karena sekarang ini masyarakat sudah merasakan kekecewaan atas pilihannya di
pemilu sebelumnya. Pada tahun 1999, masyarakat banyak bersimpati atau
mendukung partai yang dianggap reformis dan dapat membawa perubahan.
"Sehingga waktu itu masyarakat sendiri yang langsung mendatangi kampanye
parpol-parpol yang dianggap reformis, tanpa harus dibayar. Berbeda dengan
sekarang, masyarakat menjadi pasif karena kekecewaannya tadi. Jadilah parpol
menggunakan dana yang besar untuk memobilisasi mereka."
Lebih lanjut, Luky mengatakan dana yang digunakan parpol untuk memobilisasi
massa mencapai hingga 40 persen dari total dana kampanyenya.
PPP menilai kampanye yang dilakukannya di berbagai daerah selama tiga minggu
ini berjalan sukses, karena di berbagai daerah mendapat sambutan yang lebih
semarak di banding kampanye pada tahun 1999 lalu. Karena itu mereka
memprediksikan, pada pemilu nanti, perolehan suara PPP akan meningkat, atau
minimal sama dengan yang diperolehnya saat ini.
Humas kampanye PPP, Wall Paragoan yang dihubungi di Jakarta, Jumat (2/4)
mengatakan, pada evaluasi para caleg dan wakil ketua umum PPP, Ali Marwan
Hanan Kamis (1/4) malam berkesimpulan, perolehan suara PPP di beberapa
daerah akan meningkat. Jawa Timur memprediksikan berpeluang mendapatkan 12
suara, atau meningkat 300 persen di banding perolehan suara tahun 1999.
Beberapa daerah lain seperti Jawa Barat dan Lampung diprediksikan juga
mengalami peningkatan, walaupun membutuhkan kerja keras.
"Untuk DKI Jakarta, kita belum bisa memprediksikannya, tetapi kami
perkirakan perolehan suara 1999 bisa dipertahankan," katanya.
(K-10/ADI/M-11/O-1


Last modified: 2/4/04



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com.  Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Other related posts: