[ppi] [ppiindia] Kami, Rakyat"

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/29/opini/2003755.htm


Kami, Rakyat" 
Oleh: SUKARDI RINAKIT
Kita harus jujur mengakui bahwa Republik Indonesia saat ini sedang limbung 
(state manqué). Itu karena korupsi merajalela, praktik pemerintahan masih 
buruk, keamanan tak terjaga, lemah terhadap tekanan asing, dan lain-lain. 
Sebagai bangsa, kita harus jujur mengakui itu semua!

Seandainya saya penulis pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, itulah 
paragraf pertama yang akan saya tulis dalam pidato presiden di depan anggota 
DPD (23/8/05).

Menggugah anggota DPD dengan entakkan keras itu perlu. Membangkitkan gairah 
rakyat dengan mengakui kebobrokan diri sendiri adalah sikap kepemimpinan yang 
agung. Jika mau jujur, rakyat sendiri sebenarnya berharap untuk ditanya 
pendapatnya tentang kondisi obyektif yang mereka hadapi sehari-hari.

People like to be asked. Itu salah satu rumus Tip O'Neil untuk memenangkan 
pertempuran guna menjadi senator Massachusetts. Secara alamiah, rakyat berharap 
pemerintah akan meminta bantuan mereka untuk ikut menyelesaikan masalah bangsa. 
Pendeknya, rakyat ingin "di-wong-ake" (dianggap) oleh pemerintah.

Selain itu, rakyat juga menghendaki pemimpinnya mau mengakui kelemahan dan 
kesulitan yang dihadapi. Ini bukan berarti seorang pemimpin harus terus 
mengeluh sehingga terkesan lumpuh, tetapi dengan persoalan yang ada dia mampu 
menciptakan mimpi bagi rakyatnya.

Mimpi bangsa

Perjalanan sejarah bangsa menunjukkan bahwa rakyat adalah aktor paling lentur 
dalam menghadapi perubahan lingkungan, terutama ekonomi. Ketika krisis 
menghantam Indonesia Juli 1997, para ekonom meramalkan republik akan kiamat 
empat bulan kemudian. Tetapi, kiamat yang diprediksi dengan landasan data-data 
statistik tidak terjadi hingga kini. Rakyat, dengan caranya sendiri, bergerak 
secara tidak linier sehingga sayur-mayur, buah-buahan, kerajinan tangan, dan 
industri rumah tangga lain tidak pernah sepi dari pasar. Ekonomi tetap tumbuh 
meski perlahan pada kisaran angka 3-4 persen. Tetapi, semua itu menjadi cermin 
bahwa bangunan ekonomi rakyat begitu lentur.

Dengan tingkat kelenturan rakyat seperti itu, jika seorang pemimpin jeli 
melihat getaran nurani rakyatnya, maka tidak sulit baginya untuk mengukir 
gairah rakyat. Saya percaya, jika rakyat ditanya tentang keinginan mereka yang 
paling tinggi, akan dijawab, "Kami, rakyat, ingin sebuah mimpi." Dengan mimpi, 
kebanggaan sebagai bangsa dapat dibangun dan kesejahteraan rakyat dapat dikejar.

Presiden Yudhoyono perlu membangun mimpi itu. Tanpa sebuah mimpi, resultan 
kebijakan yang diambil pemerintah akan lemah karena rakyat tidak bergairah. 
Malaysia membangun mimpinya melalui "Truly Asia", Singapura melalui "Kiasu".

Lalu apa mimpi kita? Bung Karno dan Bung Hatta sudah menyediakan mimpi itu 
(meski perlu sedikit penyesuaian). "Bukan bangsa kuli", misalnya, adalah salah 
satu mimpi yang bagus. Ia bisa menjadi cermin yang mampu menggugah kesadaran 
bahwa saat ini kita memerlukan paradigma baru pembangunan.

Jika "bukan bangsa kuli" dipilih menjadi mimpi bersama, konsekuensinya adalah 
seluruh sumber daya politik dan ekonomi harus dipertaruhkan untuk pembangunan 
sumber daya manusia.

Pendidikan dan program lain yang berkaitan dengan peningkatan kualitas sumber 
daya manusia harus menjadi fokus bersama (pemerintah dan swasta).

"Reshuffle" kabinet

Dunia industri pun harus bergerak mengikuti élan nano-teknologi dan berbasis 
pada energi yang bisa diperbarui. Daerah yang dijadikan basis utama untuk 
mencapai mimpi adalah daerah tertinggal dan perkotaan. Untuk daerah perbatasan 
dan konflik harus sedikit bersabar karena perhatian untuk mereka terpaksa 
menyusul kemudian.

Apabila presiden sudah mendeklarasikan mimpi bersama, langkah lanjutan yang 
perlu diambil untuk mewujudkan mimpi bangsa adalah reshuffle kabinet.

Menteri-menteri yang tidak perform, menurut kajian tim kepresidenan dan 
kacamata publik, harus disingkirkan. Untuk itu, rakyat perlu ditanya 
pendapatnya meski hampir bisa dipastikan mereka akan mendukung langkah presiden 
itu.

Untuk keadaan saat ini, ketika nilai tukar rupiah melemah, harga-harga mulai 
naik, jumlah pengangguran bertambah dan korupsi masih mencengkeram, tampaknya 
kian kecil pilihan Presiden Yudhoyono untuk bisa membangkitkan gairah publik. 
Salah satu alternatif pilihan adalah reshuffle kabinet. Tanpa itu, presiden tak 
akan mampu menggugah kami, rakyat, dengan mimpi "kita bukan bangsa kuli".

Tanpa kebangkitan itu, republik akan semakin limbung.

SUKARDI RINAKIT Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: