[ppi] [ppiindia] KOMERSIALISASI PENDIDIKAN DAN MILITERISME MERUPAKAN MUSUH MENDESAK GERAKAN MAHASISWA
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 28 Aug 2006 07:02:50 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
MODUS
Jumat, 25/8/06 08:31 WIB
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Eksekutif Nasional
KOMERSIALISASI PENDIDIKAN DAN MILITERISME MERUPAKAN MUSUH MENDESAK GERAKAN
MAHASISWA
Jakarta,(Modus.or.id). Pendidikan sebagai kapital sosial dari proses
pembangunan ekonomi maupun demokrasi semakin mengalami kemunduran. Kondisi ini
diperburuk dengan adanya UU Sisdiknas yang jelas menghambat proses demokrasi
dan mendorong terjadinya komersialisasi. Akibatnya terjadi privatisasi
pendidikan yang berdampak pada mahalnya biaya sekolah. Padahal krisis ekonomi
telah mendorong terjadinya peningkatan angka anak putus sekolah dari TK sampai
perguruan tinggi. Belum lagi sarana pendidikan yang tidak layak dipakai juga
memperparah kondisi dunia pendidikan kita, seperti gedung sekolah yang rusak,
kurangnya gedung-gedung sekolah, tak memadainya infrastrutur pendukung untuk
meningkatkan mutu pendidikan. Selain itu, dalam alokasi anggaran negara,
pendidikan (juga kesehatan) tidak menjadi prioritas utama, prioritas pemerintah
hanyalah untuk memenuhi kepentingan kaum imperialis, borjuasi kroni, membayar
hutang luar negeri dan obligasi rekapitalisasi perbankan. Tindakan-tindaka
n itu merupakan bukti bahwa pemerintah SBY-JK adalah pengkhianat terbesar bagi
dunia pendidikan.
Tragisnya lagi, bahwa dalam situasi seperti ini selalu Pemerintahan menggunakan
pola-pola militeristik dalam menangani berbagai ekses yang muncul. Misalnya
melakukan intimidasi, teror sampai DO/skorsing terhadap siswa ataupun tenaga
pendidik yang kritis. Gejala-gejala ini menunjukkan bahwa dunia pendidikan kita
juga berwatak militeristik yang akan membahayakan kelangsungan dunia pendidikan
sebagai motor demokrasi. Tragedi Kampus IKIP Mataram tanggal 22 Agustus 2006
lalu menunjukkan hal ini. Mahasiswa-mahasiswa yang menuntut dibukanya ruang
demokrasi di kampus oleh rektor yang baru terpilih malah dihadiahi bacokan.
Peristiwa ini meminta satu korban jiwa dan beberapa lainnya luka-luka, yang
seluruhnya berasal dari pihak mahasiswa.
Kesemuanya berawal dari pemberlakuan SK Rektorat IKIP Mataram tentang
pengamanan kampus dengan preman sebagai aparatusnya. SK tersebut menjadi
sasaran kritik mahasiswa setempat yang diungkapkan dengan sebuah aksi
(demonstrasi) di halaman gedung rektorat hari Selasa tangal 22 Agustus lalu.
Pada aksi tersebut, mereka menuntut dibukanya ruang dialog antara mahasiswa
dengan rektorat untuk membicarakan persoalan situasi kampus- terutama tentang
pengamanan kampus. Sifat anti demokrasi rektor pun terkuak. Ia menolak untuk
melakukan dialog dengan mahasiswa. Hal ini memancing kemarahan peserta aksi
hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menduduki gedung rektorat sampai si
rektor mau merubah pendiriannya. Tindakan peserta aksi ini memancing watak
militerisme dari birokrat kampus muncul. Preman-preman, menurut rektor
merupakan satpam kampus yang belum berseragam, suruhan rektorat
menghalang-halangi aksi pendudukan mahasiswa sehingga memancing sebuah
bentrokan di antara kedua pihak. Pre
man-preman bersenjata tajam suruhan rektorat dengan membabi buta mengejar,
menyerang dan mengeroyok mahasiswa-mahasiswa peserta aksi yang tak bersenjata
sampai timbul korban di kalangan mahasiswa. Tuntutan damai untuk demokratisasi
kampus harus dibayar dengan DARAH mahasiswa!! .
Masih banyak sekali kasus-kasus sebelum tragedi IKIP Mataram yang menunjukkan
dengan jelas watak anti demokrasi dan militeristik dari pihak birokrat kampus
pada mahasiswanya yang menuntut demokratisasi kampus. Diantaranya adalah kasus
STIE-YAI Jakarta, STESIA Surabaya, UNILA Kampung, dan masih banyak lagi yang
lainnya. Kasus-kasus tersebut menunjukkan bahwa tindakan-tindakan represif yang
dilakukan oleh penyelenggara pendidikan menunjukan bahwa dunia pendidikan
menjadi semakin militeris. Karena telah membunuh sikap kritis dari mahasiswa
dengan berbagai tindakan terror dan ancaman. Militerisme menggunakan premanisme
sebagai topengnya. Sama sekali tidak tertutup kemungkinan suatu saat nanti
militerisme akan hadir dalam bentuk sejatinya- bangkitnya kembali teror dari
komando teritorial.
Untuk itu Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi menuntut pertama, kepada
aparat penegak hukum untuk segera menangkap dan mengadili pihak rektorat kampus
IKIP Mataram, yang merupakan otak dari aksi militeristik bertopeng premanisme
yang dilakukan kepada mahasiswanya pada tanggal 22 Agustus 2006, dan
oknum-oknum preman yang merupakan pelaku langsungnya.
Kedua, kepada pemerintah untuk dihapuskannya teror, ancaman, dan DO/Skorsing
sebagai pola-pola militerisme yang sampai sekarang masih diterapkan di dunia
pendidikan dan memberikan ruang demokrasi seluas-luasnya bagi peserta didik di
seluruh institusi pendidikan.
Ketiga, kepada pemerintah untuk mencabut sistem komersialisasi/privatisasi
pendidikan dan kesehatan dan kemudian menggratiskan seluruh institusi
pendidikan dan kesehatan dengan pendanaan dari nasionalisasi aset-aset
pertambangan, penyitaan harta koruptor, pembatalan (atau penundaan) pembayaran
hutang luar negeri dan obligasi perbankan, serta penerapan pajak progresif.
Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi juga menyerukan kepada seluruh
mahasiswa dan rakyat Indonesia untuk bersatu melawan segala bentuk militerisme
dan premanisme dengan menuntut pembubaran seluruh komando teritorial AD maupun
milisi-milisi reaksioner. Bersatu menuntut Pendidikan Gratis, Ilmiah dan
Demokratis bagi rakyat. Bersatu menuntut, mengadili, dan menyita harta koruptor
untuk pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyat. Bersatu menuntut
dihentikannya pembayaran hutang luar negeri untuk pendidikan dan kesehatan
gratis bagi rakyat. Bersatu menuntut dinasionalisasikannya seluruh aset
pertambangan untuk pendidikan dan kesehatan gratis bagi rakyat.
(Red/Sumber : Lalu Hilman Afriandi Agus Priyanto Ketua Pjs.Sekjend Eksekutif
Nasional Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi EN-LMND).
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] KOMERSIALISASI PENDIDIKAN DAN MILITERISME MERUPAKAN MUSUH MENDESAK GERAKAN MAHASISWA