[ppi] [ppiindia] Jurnal Orang Pinggiran - Sahabat Jauh Diseberang

** ppi-india **

JURNAL ORANG PINGGIRAN
Yordansyah Djon Gomarathonda


* * *

SAHABAT JAUH DISEBERANG

Aku punya seorang sahabat lama yang kukenal semenjak masa es-em-a. Seorang 
wanita yang luar biasa. Parasnya cantik, kulitnya putih dan bentuk tubuhnya 
mempesona. Namun yang paling kukagumi adalah daya hidupnya, sebagai seorang 
muslimah ia tekun beribadah, sebagai seorang Indonesia ia begitu berbudaya dan 
sebagai seorang terpelajar ia sangat ahli dibidangnya. Ini kombinasi yang 
sangat langka dan aku sering berdecak kagum dibuatnya.

Beberapa tahun silam sahabat wanitaku resmi sarjana kimia, indeks prestasinya 
diatas tiga. Namun karena krisis negara, ia malah sulit mendapat kerja. Sahabat 
wanitaku kemudian bertekad lanjutkan sekolah, ingin mencapai gelar strata dua, 
sayang orangtua tidak mendukungnya. Selain memang kurang biaya, mereka lebih 
setuju ia segera menikah. Sahabat wanitaku rupanya tak kenal menyerah, dengan 
kejeniusannya ia meraih beasiswa, namun sayang tetap saja orangtua menghadang 
langkahnya. Mereka terlalu yakin, semakin tinggi gelar sarjana akan semakin 
mempersulit jodohnya.

Dan sore itu ia datang kerumah, menangis - menumpahkan semua deritanya. Aku tak 
mampu berbuat apa-apa, hanya bisa mendengar keluh-kesahnya sambil menatap 
wajahnya yang memerah.

"Wahai sahabatku, entah apa yang dapat aku lakukan untukmu. Aku mungkin mampu 
mengusir dan menghalau seluruh lelaki yang bermaksud buruk terhadapmu. Aku 
mungkin berani menentang dan melawan siapapun dimuka bumi ini demi membela 
kehormatanmu. Akan tetapi, apakah yang dapat aku lakukan terhadap kedua orang 
tuamu - yang telah kuanggap layaknya ayah dan ibuku?."

* * *

Kenapa semangat pencarian ilmu pengetahuan malah diduga dapat mengganggu 
keseimbangan alam?. Didalam kitab ilmu perang diseluruh penjuru bumi, wanita 
adalah salah satu kunci peradaban. Bila pria adalah perwujudan masa lalu dan 
hari ini, maka wanita dan anak-anak adalah perwujudan hari ini dan masa nanti. 
Didalam strategi penaklukan sebuah bangsa, jalan yang paling efektif dan ampuh 
adalah merusak kaum wanitanya. Karna kehancuran kaum wanita akan berpengaruh 
besar terhadap pasangan dan anak-anak yang akan dilahirkannya. Keluarga 
merupakan elemen terkecil didalam sebuah bangsa, kehancuran keluarga-keluarga 
akan bersinergi menjadi kehancuran komuni massa dan kehancuran komuni-komuni 
massa yang terus meluas tentu melumpuhkan sebuah bangsa secara nyata. Maka 
tidaklah terlalu mengherankan bila dari zaman manusia masih hidup didalam gua - 
hingga kini mereka mampu menembus angkasa, didalam segala perang wanita selalu 
menjadi sasaran utama.

Lalu kenapa semangat perbaikan sejarah dihadang dengan rumusan budaya yang 
purba?. Aku sungguh tidak setuju kepada paham yang memandang kaum wanita tidak 
perlu berpendidikan dan berpengetahuan. Bukankah wanita terpelajar dapat lebih 
baik dalam membantu pasangannya menyelesaikan permasalahan kehidupan?. Bukankah 
ibu yang terpelajar dapat lebih baik dalam membimbing anak-anaknya mencerna 
pengetahuan?. Bukankah keluarga yang menghargai ilmu pengetahuan lebih tangguh 
dalam memperjuangkan masa depan?. Aku juga tidak pernah setuju kepada pandangan 
barat, yang meneriakkan sentimen jenis kelamin demi merenggut keluar kaum 
wanita dari rumah-rumah perlindungannya. Emansipasi dari barat tak lain adalah 
skenario kaum kapital yang pandai membeli dan menjual. Kaum wanita hari ini 
merupakan energi baru dalam perbudakan modern, dengan jumlah tak terhingga, 
upah yang rendah, mudah diatur dan ditekan, sekaligus dapat menjadi media 
hiburan. 

Aku memandang kaum wanita harusnya membangun budaya kerja mandiri yang baru, 
bukannya mewarisi kebiadaban-kebiadaban lama. Kaum wanita haruslah berdiri 
sebagaimana wanita, sebagai istri dan ibu sekaligus sebagai manusia yang 
merdeka. Sistem kerja ekonomi mandiri akan menghindarkan mereka dari 
eksploitasi tanpa kendali, perdagangan barang dan jasa dapat mereka laksanakan 
dengan pertukaran yang seimbang tanpa mengenal perbudakan atau pelecehan. 
Dengan teknologi hari ini, mereka tidak perlu meninggalkan rumah dan anak-anak 
mereka, mereka tidak perlu membuka kain didada dan kaki mereka dan mereka 
sangat mampu berdiri sama pentingnya dengan kaum pria. Aku percaya dengan 
sistem kerja ekonomi mandiri, wanita dengan jumlahnya yang sedemikian banyak 
akan membangun jaringan raksasa sebagai benteng tatanan ekonomi menengah dunia. 
Dan mereka akan menjadi ancaman terhebat bagi kelas kaum ningrat dan kapital.

* * *


Ketika senjakala untuk kesekian kali menyapa dunia, seperti biasa aku memasuki 
kamar dalam kelelahan yang luarbiasa. Sambil meluruskan badan diatas ranjang, 
aku memeriksa setumpuk surat diatas meja kecil disampingnya. Diantaranya, aku 
mendapati sebuah bingkisan yang bersampul kertas coklat muda. Ketika kubuka 
isinya, sebuah buku lama. Karya Rosa Luxemberg, berjudul Reform or Revolution, 
terbitan Newyork tahun 1982. Pada halamannya yang pertama, ada secarik nota 
yang kukenal benar tulisan tangan diatasnya... 
 
" Dear Jordan...

... Terimakasih, tanpa bantuanmu aku takkan pernah sampai kenegeri ini. 
Kawan-kawan bertanya banyak hal tentang kamu, lucu juga - meski mengaku telah 
mengenalmu sekian lama rupanya kalian belum pernah bertemu muka, salam hangat 
mereka untukmu sahabatku. Bagaimana khabar darimu?, aku berharap kamu baik-baik 
selalu. Kurangilah rokokmu dan kebiasaan tidur menjelang pagi, kesehatanmu 
sering terganggu akan dua hal ini ...

... Satu pesan pentingku untukmu sahabatku: carilah wanitamu dan segeralah 
menikah!. Kau tak bisa lagi mempertahankan hidup sendirian, telah tiba saatnya 
bagimu untuk mencari pasangan dan membuat sarang. Harus ada seorang wanita yang 
membenarkan letak dasimu, merapikan tumpukan bukumu, memasakkan makanan 
kesenanganmu, dan membentangkan kain disaat tidurmu. Harus ada seorang wanita 
yang mengajarkanmu tentang kelembutan dan kasih sayang, mengganti sepatu 
penjelajahan dan perlawananmu dengan sandal rumah yang jinak dan ramah. Harus 
ada seorang wanita yang mengomelimu karena terlambat makan, mencubitmu karena 
malas mandi atau merajuk diatas ranjangmu saat kau pulang terlalu malam. 
Keberadaan seorang wanita adalah sebuah proses keseimbangan dan karenanya kau 
akan semakin memahami kehidupan ...

Sahabatmu jauh diseberang... "

* * * * *

  YORDANSYAH DJON GOMARATHONDA
  Teratai Putih 1 No.261 Jakarta Indonesia 13460
  Phone : +622186607132, +62218611504
  Celullar : +62811908458
  EMail : yordansyah@xxxxxxxxxxxxxx

* * * * *

  JURNAL ORANG PINGGIRAN
  http://groups.or.id/mailman/listinfo/yordan 

* * * * *



[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Buy Ink Cartridges or Refill Kits for your HP, Epson, Canon or Lexmark
Printer at MyInks.com. Free s/h on orders $50 or more to the US & Canada.
http://www.c1tracking.com/l.asp?cid=5511
http://us.click.yahoo.com/mOAaAA/3exGAA/qnsNAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Other related posts: