[ppi] [ppiindia] Jangan seperti Mini Me
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 22 Oct 2005 01:28:01 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0510/22/utama/2146378.htm
Jangan seperti Mini Me
Tak banyak manfaatnya lagi mempersoalkan mengapa pemerintahan Susilo Bambang
Yudhoyono-Jusuf Kalla melakukan wanprestasi. Kita mesti menerima kenyataan
bahwa mereka tidak mempunyai kelebihan-kelebihan seperti yang pernah mereka
tonjolkan pada saat kampanye.
Ambil analogi duet vokalis yang ternyata tak bersuara merdu sehingga membuat
penonton kecewa. Orkestra yang mengiringi duet vokalis, yang bernama KBI
(Kelompok Bonyok Indonesia), ternyata amatiran.
Masih untung penonton cuma menggerutu atau meninggalkan gedung konser, tidak
sampai melempar batu atau meminta ganti uang tiket dari panitia. Pada umumnya
penonton berkomentar, Ah, kalau cuma begitu saya juga bisa.
Rasanya sedih menyaksikan tayangan televisi saat Menteri Perdagangan Mari Elka
Pangestu diusir para pedagang yang marah saat ia berkunjung ke Pasar
Rawamangun, Jakarta Timur. Rasanya muak membaca berita tentang DPR yang
mendapat tunjangan operasional Rp 10 juta pada saat melonjaknya harga-harga
barang.
Terdapat kesenjangan yang besar antara janji kampanye mereka dan realisasinya
setahun terakhir ini. Pepatah mengatakan, â??sering kali yang disangka emas
ternyata loyangâ??.
Para mahasiswa melancarkan demonstrasi antikenaikan harga BBM di berbagai kota.
Padahal demonstrasi tak akan mengubah sebuah kenyataan pahit bahwa harga-harga
barang dan jasa tak mungkin turun lagi.
Jajak-jajak pendapat pun diselenggarakan untuk mengukur tingkat kekecewaan
masyarakat. Dalam hal ini berlaku premis tentang gelas: sudah terisi setengah
atau baru terisi setengah.
Tak ketinggalan stasiun-stasiun televisi pun melakukan hal yang sama. Saya
prihatin mendengar keluhan seorang wartawan sebuah stasiun televisi, yang oleh
sang pemilik dilarang menyajikan berita-berita yang kritis terhadap pemerintah
termasuk berita demonstrasi.
Nah, seluruh gawean satu tahun itu belum tentu didengar dengan senang hati oleh
pemerintah. Dua media cetak yang dianggap kritis ternyata dianggap musuh dan
gagal masuk daftar undangan kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke luar
negeri baru-baru ini.
Dua fakta itu memperlihatkan bahwa pemerintah asyik masyuk dengan dirinya
sendiri. Pada saat rakyat didera kesulitan, mereka justru sibuk memasang dan
mengganti billboard raksasa berisikan prestasi satu tahun di Bundaran Hotel
Indonesia.
Wakil Presiden Jusuf Kalla sudah sesumbar akan mencalonkan diri lagi menjadi
Ketua Umum Golkar. Berita ini merupakan ralat karena Antara sebelumnya justru
memberitakan Kalla akan mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2009.
Pujangga Inggris, William Shakespeare, menulis karya berjudul Much Ado About
Nothing. Apa pentingnya billboard atau rencana pencalonan pada saat
berantakannya pemberian dana kompensasi yang menimbulkan korban tewas atau
orang berusaha bunuh diri dengan obat nyamuk Baygon?
Gejala much ado about nothing terlihat jelas ketika Presiden Yudhoyono
mengadakan teleconference dari New York. Di negara mana pun presiden wajib
mengontak wakil presidennya setiap saat tanpa perlu show-off dan ditayangkan
secara terbuka.
Sama juga dengan gaya kepemimpinan baru much ado about nothing dengan
mengirimkan pesan layanan pendek (SMS) kepada masyarakat yang beraneka ragam
isinya. Sayang, menghabiskan dana yang sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk
keperluan yang lebih urgen.
Lebih tragis lagi, Menko Perekonomian Aburizal Bakrie menyatakan, semua pihak
di luar negeri (termasuk media massa) memuji prestasi ekonomi SBY-JK. Hanya
beberapa bulan sebelum jatuh mereka pun sibuk memuji Presiden Soeharto yang
patuh kepada IMF.
Pers Barat menyebut Presiden Megawati Soekarnoputri dengan kata sifat rigid
(kaku). Presiden Abdurrachman Wahid dikatakan memiliki kepemimpinan yang
erratic (tidak konsisten), sementara Presiden BJ Habibie dibilang eccentric
(eksentrik).
Mana mau mereka menyebut George Bush sebagai Presiden Amerika Serikat yang
sadistic? Ia menyerbu Irak, mengadili Presiden Saddam Hussein, dan menyebut
bahwa semua itu merupakan upaya menegakkan demokrasi di Irak.
Menko Perekonomian semestinya paham pepatah hujan batu di negeri sendiri lebih
enak daripada hujan emas di negeri orang. Sama pula dengan ucapan para pejabat
yang sering berkomentar bahwa harga BBM di negara kita termasuk yang paling
murah di dunia.
Saat memasuki tahun kedua pemerintahannya, Presiden Yudhoyono harus lebih jujur
dalam berkomunikasi. Hentikan kebiasaan yang mengutamakan citra karena rakyat
rindu akan pemimpin yang apa adanya.
Dalam rangka penghematan, Presiden Yudhoyono harus melakukan downsizing alias
melangsingkan organisasi serta economizing atau memangkas ongkos jalannya
pemerintahan. Jumlah menteri atau juru bicara tak perlu banyak, kunjungan ke
luar negeri dibatasi, dan berikan contoh hidup secara sederhana.
Satu lagi, janganlah sering mengulang-ulang kebiasaan lama, seperti melakukan
safari Ramadhan atau menerapkan komando teritorial, nanti bisa timbul kesan
seperti dua tokoh film komedi Austin Powers.
Ada tokoh jahat bernama Doctor Evil. Ia sudah menyiapkan seorang fotokopian
sekaligus loyalis ulung bernama Mini Me untuk melanjutkan kekuasaannya.
Selamat bekerja!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Jangan seperti Mini Me