[ppi] [ppiindia] Jangan Bikin Susah Petani
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 30 Aug 2006 10:44:17 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.indomedia.com/bpost/082006/30/opini/opini4.htm
Jangan Bikin Susah Petani
KABAR kurang sedap kembali dirasakan petani. Dewan perwakilan rakyat sebagai
wakil mereka untuk memperjuangkan perbaikan nasib, justru memberi sinyal akan
menyetujui kebijakan impor beras.
Syarat yang diajukan DPR ke pemerintah pun cukup ringan. Sebagaimana dikatakan
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Suswono, selama pemerintah mampu memberikan data
kekurangan stok beras nasional maka DPR akan langsung memberikan izin.
Keinginan pemerintah untuk melakukan impor beras sudah lama didengungkan, namun
belum bisa terlaksana karena tak semua anggota DPR menyetujuinya.
Petani pun menolak dengan tegas keinginan pemerintah itu. Impor beras justru
akan merusak harga beras di pasaran, karena berdasarkan pengalaman harga beras
impor lebih murah dari beras lokal. Akibatnya yang dirugikan tentu petani.
Bersarkan pengalaman itu, wajar jika petani di Kalimantan resah setelah
mendengar keinginan DPR menyetujui impor beras. Apalagi petani baru saja
menikmati kenaikan harga beras, setelah sekian lama terpuruk.
Beberapa petani khawatir, pengalaman impor beras merusak harga beras di pasaran
kembali terulang. Jadi, sebaiknya wakil rakyat jangan menghancurkan kebahagiaan
petani dengan kebijakan yang tak bijak itu.
Jika data kekurangan stok beras yang dijadikan alasan DPR untuk menyetujui
impor beras, ini sangat disayangkan. Sebab, faktanya tanpa impor pun, kebutuhan
beras masih mencukupi. Malah beberapa daerah di tanah air terutama Pulau Jawa
dan Sulawesi, hampir setiap tahun surplus beras.
Pun di Kalimantan Selatan, hampir semua daerah mampu memenuhi kebutuhan
berasnya sendiri. Kecuali Kota Banjarmasin, karena memang bukan daerah
pertanian.
Lagi pula, bukankah negara kita negara agraris dan memiliki areal pertanian
yang subur. Selain itu, sebagian besar penduduk Indonesia adalah petani. Jadi,
untuk apa lagi kita mengimpor beras.
DPR justru harus memperjuangkan nasib rakyat, termasuk memperbaiki nasib
petani. Bukannya malah ikut-ikutan menyakiti hati petani dengan menyetujui
impor beras yang ditawarkan pemerintah itu. DPR juga harus berkaca pada
pengalaman sebelumnya, bahwa impor beras malah sering dimanfaatkan oleh oknum
di pemerintahan untuk mencari keuntungan. Prosedur impor yang ketat sebagaimana
dikatakan Suswono, tak menjamin praktik kotor dalam impor beras itu bisa
dihilangkan.
Semoga semua anggota DPR di Senayan memikirkan kemungkinan praktik kotor dalam
impor beras itu, dan berjuang menolak kebijakan tersebut.
Kalau mau bijak, pemerintah dan DPR seharusnya tidak memikirkan impor beras.
Tetapi, berpikir agar pertanian di Indonesia bisa sejajar dengan pertanian di
negara tetangga, terutama Thailand dan Vietnam.
Areal pertanian Indonesia memiliki potensi yang tak kalah bagus dengan Thailand
dan Vietnam. Malah negara kita memiliki lahan pertanian yang jauh lebih luas
dibanding dua negara tetangga itu. Namun, mengapa dalam produk pertanian kita
justru kalah.
Persolannya, karena pertanian kita belum dikelola secara modern. Sebagian
petani kita masih identik dengan kemiskinan dan keterbelakangan. Jangankan
memiliki alat pertanian modern, untuk pengairan saja masih menggunakan sistem
tadah hujan dan pasang surut, karena mininya irigasi.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Jangan Bikin Susah Petani