[ppi] [ppiindia] Janda Munir Kecewa SBY - Baleg DPR dan Menhuk HAM Bentuk Tim Prolegnas
- From: "Budhisatwati KUSNI" <katingan@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: "kmnu2000" <kmnu2000@xxxxxxxxxxxxxxx>, <wanita-muslimah@xxxxxxxxxxxxxxx>, "ppiindia" <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Thu, 9 Dec 2004 03:25:14 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
http://jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=145218
Kamis, 09 Des 2004,
Janda Munir Kecewa SBY
JAKARTA - Tepat di hari ulang tahun Munir yang ke-39 kemarin, janda
dan kawan-kawan Munir mendapat "hadiah" kekecewaan dari presiden. Presiden
Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang awalnya menunjukkan antusiasme membantu
pengungkapan kasus pembunuhan Munir, kini berubah haluan.
Kemarin, lewat Menteri Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi, presiden tak
menyetujui pembentukan tim independen dilakukan sekarang. Alasannya,
menunggu perkembangan dan penyelidikan yang dilakukan polisi lebih dahulu.
Keputusan SBY itu langsung mengundang reaksi keras dari janda Munir,
Suciwati, dan kalangan aktivis. SBY dianggap memberikan harapan kosong.
Sebab, saat menerima Suciwati dan kawan-kawan Munir, mereka diminta untuk
menyetorkan nama-nama orang yang bakal masuk tim itu. Nama-nama itu sudah
mereka setorkan pekan lalu.
"SBY pura-pura peduli. Dia bohong," kata Suciwati perlahan. Suciwati
mengungkapkan kekecewaannya itu dalam jumpa pers bersama para aktivis yang
tergabung dalam Solidaritas Pembela HAM Indonesia di Kantor Imparsial, Jalan
Diponegoro, Jakarta Pusat, kemarin.
Direktur Eksekutif Imparsial Rachland Nashidik menyebutkan, presiden
telah memberikan harapan kosong. "Kesalahan besar presiden adalah dia telah
memberikan harapan kosong kepada keluarga Munir dan kami semua untuk
membentuk tim ini. Dalam pertemuan mereka dengan presiden beberapa waktu
lalu, presiden telah memberikan isyarat yang sangat kuat akan memberikan
dukungan kepada tim yang diusulkan," ujarnya kesal.
Selain Suciwati dan Rachland, turut hadir dalam jumpa pers itu Usman
Hamid (Kontras), Rafendy Djamin (HRWG), Johnson Panjaitan, dan Hendardi
(PBHI).
Rachland lantas mengulang apa yang dimaksudkan dengan tim independen.
Tim itu dalam kerjanya sama sekali tidak dimaksudkan untuk mengambil alih
kerja polisi. Tim tersebut justru dimaksudkan untuk mem-back up kerja
polisi.
"Kalau presiden merasa ragu terhadap apa yang diusulkan, harusnya
presiden tidak meminta kami untuk mengeluarkan konsep beserta nama-nama
sebagai anggota tim. Jadi, kami sungguh kecewa," paparnya.
Lebih lanjut, Rachland mengatakan bahwa inilah saatnya DPR segera
turun tangan menggunakan hak interpelasinya untuk bertanya kepada SBY.
"Untuk menanyakan apa yang ada di balik batok kepala dia," ujarnya tajam.
Kawan-kawan Munir menyakini bahwa Munir dihabisi oleh orang-orang yang
memiliki kekuasaan. Karena itu, polisi bisa terbentur dalam melangkah. Tim
independen diperlukan untuk menembus kemungkinan kebuntuan itu dengan
dukungan langsung presiden.
Mereka juga mencontohkan kasus pembunuhan Theys Eluai (setelah
diundang makan malam oleh komandan Kopassus). Menurut catatan koran ini,
lewat penyelidikan tim independen, pengungkapan kasus itu menyeret tujuh
anggota Kopassus ke pengadilan, termasuk Letkol Inf Hartomo.
Kawan-kawan Munir juga menyebut kasus penembakan yang ikut menewaskan
warga Amerika. Pemerintah juga mengizinkan FBI datang. Itu dilakukan sewaktu
SBY masih Menko Polkam.
"Waktu kami bertemu, SBY bilang, di masa lalu (tim independen) sudah
ada presidennya. Karena itu, kami berbesar harapan," kata Rachland. Dia pun
kecewa karena ternyata perlakuan untuk kasus Munir berbeda.
Iwan Fals: Pulanglah
Setelah jumpa pers, Suciwati dan beberapa rekan Munir menuju ke YLBHI
yang letaknya tak jauh dari Imparsial. Di sana digelar panggung rakyat dalam
rangkaian memperingati Hari HAM Sedunia yang jatuh tiap 10 Desember.
Namun, peringatan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Sebab,
dalam kesempatan itu turut diresmikan patung diri Munir oleh Suciwati.
Peresmian patung itu dilakukan tepat pada tanggal kelahiran Munir, 8
Desember kemarin.
Patung yang akan ditempatkan di YLBHI itu karya seniman Tine dan
Handi. Acara tersebut juga diramaikan penyanyi Iwan Fals yang khusus
menciptakan lagu untuk Munir berjudul Pulanglah. Iwan juga menerima poster
Munir dari Suciwati.
Lantas, bagaimana reaksi pemerintah? Saat ditemui setelah rapat kerja
dengan Komisi II DPR, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi menyanggah anggapan
yang menyebutkan bahwa pemerintah membatalkan pembentukan tim independen
atas kasus Munir usul Imparsial.
"Saya sudah jelaskan kemarin usai rapat kabinet terbatas. Tidak ada
pernyataan yang menyatakan bahwa presiden membatalkan tim independen kasus
Munir," terangnya. Menurut Sudi, dalam konferensi pers Selasa lalu, dirinya
hanya menyebutkan bahwa presiden meminta Kapolri untuk mengomunikasikan
hasil investigasi dengan keluarga Munir dan masyarakat.
Presiden, menurut Sudi, pada prinsipnya setuju terhadap pembentukan
tim independen itu. Bahkan, Sudi menjelaskan bahwa SBY memiliki perhatian
yang lebih terhadap kasus pembunuhan Munir. "Kemarin (Selasa lalu, Red)
dalam rapat kabinet terbatas beliau melakukan evaluasi terhadap pengusutan
kasus ini," terangnya.
Sayangnya, Sudi tidak dapat menjelasakan secara rinci apa yang menjadi
penyebab tertundanya pembentukan tim independen usul Imparsial. "Sementara
ini biarlah proses hukum berjalan. Polisi melakukan penyelidikan," elaknya.
Sementara itu, pada kesempatan yang lain, juru bicara kepresidenan
Andi Mallarangeng menjelaskan bahwa presiden menilai pembentukan tim
independen belum tepat. Andi mengatakan, kesempatan harus diberikan kepada
Polri untuk menjalankan dan melaksanakan tugasnya.
"Presiden mengatakan tidak menolak. Presiden justru memberikan
kesempatan kepada kepolisian untuk menjalankan tugasnya dengan
memprioritaskan kasus Munir untuk diselesaikan dengan sebaik-baiknya,"
ungkap Mallarangeng di Istana Negara.
Berdasarkan pertimbangan itu, lanjut Mallarangeng, tidak tertutup
kemungkin sewaktu-waktu tim independen seperti yang diharapkan keluarga
Munir dan sejumlah LSM dapat dibentuk. "Presiden membuka kemungkinan itu,
tapi untuk memperkuat kepolisian. Mungkin bukan saat ini, tapi sewaktu-waktu
dapat dilakukan jika dianggap perlu," ujarnya.
Munir di Surabaya
Di Surabaya juga diadakan peringatan kematian Munir. Munir "hadir"
melalui rekaman film dokumenter yang diputar saat peringatan seratus hari
wafatnya tokoh pejuang hak asasi manusia (HAM) itu di Pusat Studi HAM
(Pusham) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.
Menurut Ketua Pusham Unair Bambang Budiono, acara semalam yang
dihadiri sekitar 200 aktivis dan tokoh masyarakat tersebut merupakan
pembukaan dari rangkaian peringatan 100 hari wafatnya Munir di Jawa Timur.
Rencananya, besok juga digelar peringatan di depan gedung DPRD
Surabaya. Dan, pada 19 Desember, akan dilakukan ziarah ke Batu, makam
aktivis HAM yang pernah aktif di LBH Surabaya tersebut.
"Dengan mengadakan renungan perjuangan Munir, kami ingin para human
rights defender (pejuang kemanusiaan, Red) yang lain bisa mewarisi semangat,
kegigihan, dan konsistensi Munir," ujar Bambang.
Selain itu, dia mendesak agar pemerintah bisa mengusut tuntas kasus
pembunuhan Munir. "Kasus pembunuhan ini mencerminkan tidak terlindunginya
para pejuang kemanusiaan yang peduli pada bangsa. Tentunya, hal ini akan
berdampak luas bila tidak segera diselesaikan," tegasnya. (lin/naz/agt/ssk)
http://kompas.com/kompas-cetak/0412/09/Politikhukum/1427773.htm
Kamis, 09 Desember 2004
Tim Ditolak, Suciwati Kecewa
Jakarta, Kompas - Solidaritas Pembela HAM Indonesia, Imparsial, dan
Kontras mengecam keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang menolak
membentuk tim investigasi guna mengungkap kasus kematian pejuang hak asasi
manusia Munir. Sementara itu, istri Munir, Suciwati, mengungkapkan
kekecewaannya terhadap Yudhoyono.
"Saya kecewa sekali, orang yang menjadi andalan, satu-satunya harapan
agar kasus ini bisa dibuka dan diungkap, ternyata hanya harapan kosong.
Wajah Presiden yang seperti mau menangis hanya sandiwara saja. Seharusnya
seorang presiden kan bisa dipegang kata- katanya, tetapi ini meleset," kata
Suciwati dalam jumpa pers, Rabu (8/12), yang juga dihadiri Koordinator
Kontras Usman Hamid, Direktur Eksekutif Imparsial Rachland Nashidik, dan
Koordinator Indonesia's NGO Coalition for International Human Rights
Advocacy Rafendi Djamin.
Saat bertemu dengan Suciwati, Presiden Yudhoyono menyambut positif
usulan pembentukan tim investigasi presiden. Bahkan, Presiden meminta usulan
nama-nama calon anggota tim (Kompas, 25/11). Namun, dalam pembicaraan antara
Rachland Nashidik dan juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng, didapat
kabar bahwa pembentukan tim independen itu tidak diperlukan.
Tak tanggung jawab
Usman Hamid mengatakan, penolakan membentuk tim investigasi
menunjukkan sikap pemerintah yang tidak bertanggung jawab untuk memastikan
adanya penyelidikan yang tuntas dan benar terhadap pembunuhan aktivis Munir..
"Tidak ada artinya bila penyelidikan diserahkan sepenuhnya kepada
polisi yang masih menggunakan cara konvensional dan juga tidak bisa menembus
institusi yang lebih besar kekuasaannya," katanya.
Menurut Usman, sebelumnya Presiden sudah menunjukkan itikad baik
dengan meminta konsep mengenai tim investigasi ini. "Sebenarnya tidak ada
alasan bagi Yudhoyono untuk menolak tim ini, apalagi kasus ini menjadi
perhatian internasional. Kalau memang nama anggota tim yang kami usulkan
ditolak, kenapa tidak didiskusikan kepada kami," katanya.
Terus bekerja
Sementara itu, penyidik Polri terus bekerja mengungkap kematian
Munir.. Polisi segera memeriksa sejumlah penumpang pesawat Garuda Indonesia
yang duduk di dekat Munir dalam penerbangan GA 974 Jakarta-Amsterdam,
Belanda.
Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara RI Komisaris Jenderal
Suyitno Landung mengatakan, rencana pemeriksaan itu terkait dengan telah
diterimanya data diri penumpang yang berdekatan dengan Munir. "Kita lakukan
pemeriksaan. Terutama penumpang yang ada di samping atau di belakangnya, dan
penumpang yang melihat langsung perkembangan almarhum, baik saat penerbangan
Jakarta-Singapura maupun dari Singapura ke Belanda. Juga saat diantar di
Bandar Udara Soekarno-Hatta," katanya.
Dibuat patung
Kemarin di halaman Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia,
ratusan orang dari kalangan lembaga swadaya masyarakat, aktivis HAM,
mahasiswa, seniman, dan budayawan menghadiri peresmian patung mendiang
Munir. Kain selubung patung berwarna putih disingkap oleh istri Munir,
Suciwati. Patung dada Munir berwarna coklat tersebut dibuat oleh Tine dan
Handi. "Terus terang, saya tidak terlalu mengenal sosok Munir. Tapi saya
merasa mengenal betul pikirannya lewat tulisannya," kata Tine.
Musisi Iwan Fals ikut meramaikan acara tersebut dengan menyanyikan
tiga lagu balada. Satu lagu di antaranya dia ciptakan khusus buat mendiang
Munir.
Sementara itu, peringatan Hari HAM Internasional pada tanggal 10
Desember bukan hanya seremonial, melainkan juga untuk memperingati kematian
aktivis Munir. Terbunuhnya Munir menjadi salah satu bukti betapa rentannya
hidup aktivis HAM sebab selain Munir, masih banyak aktivis HAM tewas tanpa
ada penyelidikan soal kematian mereka. (adp/win/vin)
Keluarga Munir Desak DPR Gunakan Hak Interpelasi
Rabu, 08 Desember 2004 | 16:37 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Keluarga Munir melalui Kontras dan
Imparsial mendesak DPR menggunakan hak interpelasi dalam menyelesaikan kasus
tewasnya Munir. DPR diminta mempertanyakan keseriusan Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono dalam pembentukan Tim Khusus Investigasi Munir. ?Kami
mengecam keras penolakan Presiden membentuk tim investigasi,? kata Usman
Hamid, Koordinator Kontras dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu (8/12).
Kemarin, Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi menjelaskan pemerintah
menolak pembentukan tim investigasi kasus Munir dengan alasan masih menunggu
perkembangan dan kemajuan penyelidikan yang dilakukan kepolisian. Penolakan
ini, kata Hamid, menunjukan sikap tidak bertanggung jawab pemerintah untuk
memastikan penyelidikan yang tuntas dan benar terhadap Munir, yang tewas
dalam pesawat Garuda menuju Belanda 7 September lalu.
Ia menambahkan, pembunuhan Munir tidak dapat dikategorikan sebagai
kejahatan umum. Sehingga, harus dianggap sebagai kejahatan khusus (special
crime) yang mendapatkan penanganan khusus. Oleh karena itu, kepolisian harus
mendapat dukungan politik yang kuat dari Presiden. ?Tindakan ini akan dapat
menggambarkan sejauh mana komitmen pemerintah SBY dalam penegakan hukum dan
HAM,? katanya.
Usman menjelaskan dalam pertemuan antara Presiden dengan Suciwati,
Imparsial dan Kontras, SBY menyatakan keprihatinan serta memberi tanggapan
positif terhadap tim investigasi ini. Presiden juga meminta keluarga Munir
membuat draft pembentukan tim sekaligus nama-nama yang masuk. Keluarga Munir
meminta Presiden mempertimbangkan kembali keputusannya. Karena pembentukan
tim ini sama sekali tidak akan menggangu kerja kepolisian.
Eworaswa?Tempo
Polisi Belum Periksa Mie Goreng yang Dimakan Munir
Rabu, 08 Desember 2004 | 15:22 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebanyak 77 saksi dimintai keterangan
penyidik Mabes Polri terkait kasus kematian Munir. ?Mereka yang diperiksa
termasuk kru dan kabin pesawat,? kata Kepala Bareskrim Mabes Polri Komjen
(Pol) Suyitno Landung, di Jakarta, Rabu (8/12).
Menurut Suyitno, pihaknya sedang menghubungi nama-nama penumpang yang
akan dimintai keterangannya sebagai saksi. Mereka itu penumpang yang duduk
di kelas ekonomi, dekat tempat duduk Munir di 40 G pesawat Garuda nomor
penerbangan GA 974 Indonesia tujuan Amsterdam, Belanda. Penumpang itu antara
lain yang duduk di kursi 40 H dan 41 H. Alasannya pemilihan penumpang itu
karena Munir mengalami keluhan sakit saat duduk di kelas ekonomi. ?Untuk
mengetahui perjalanan setelah ada keluhan,? katanya.
Sedangkan untuk penumpang di kelas bisnis, polisi masih menunggu
kedatangan penumpang yang duduk dekat Munir di kursi 3 K. Fokus pemeriksaan
untuk kepentingan penyidikan di kelas bisnis adalah jus dan mie dan
diberikan pihak Garuda kepada penumpang di kelas ini.
Secara terpisah, Ketua Tim Penyidikan Kasus Munir, Oktavianus Farfar
mengatakan, pemeriksaan penumpang Garuda belum dilaksanakan. Tetapi pihaknya
baru memanggil nama-nama penumpang yang sesuai dengan kepentingan
penyidikan. ?Belum (pemeriksaan), baru dipanggil,? katanya.
Farfar dan anggota tim penyidikan, Rabu (8/12) pukul 14.00 WIB
dipanggil Kapolri Jenderal Da?i Bachtiar di ruang kerjanya. Juru bicara
Polri Irjen Pol Paiman yang ditemui wartawan menyatakan belum mengetahui apa
maksud pemanggilan Kapolri.
Sumber Tempo di Mabes Polri mengatakan, Laboratorium Polri belum
memeriksa mie dan jus yang disediakan pihak Garuda kepada para penumpang di
pesawat GA 974. ?Sama sekali Labfor belum memeriksa apapun,? kata sumber
itu. Seperti diberitakan, Munir sempat minum jus dan makan mie goreng di
kelas bisnis pesawat Garuda dari Jakarta menuju Singapura. Sedangkan
perjalanan dari Singapura ke Belanda, Munir sudah mengeluh mual-mual dan
muntah-muntah.
Martha Warta?Tempo
http://kompas.com/kompas-cetak/0412/09/Politikhukum/1427587.htm
Kamis, 09 Desember 2004
Baleg DPR dan Menhuk HAM Bentuk Tim Prolegnas
Jakarta, Kompas - Badan Legislasi Dewan Perwakilan Rakyat (Baleg DPR)
dan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menhuk dan HAM) sepakat
membentuk tim bersama penyusunan Program Legislasi Nasional (Prolegnas)
2004-2009. Kesepakatan itu dihasilkan dalam rapat kerja, Selasa (7/12) di
Gedung DPR.
Anggota Baleg dari Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan, Rapiuddin
Hamarung, menyampaikan hal itu seusai rapat. "Kami juga sepakat pengusulan
rancangan undang- undang melalui satu pintu. Pemerintah melalui Kementerian
Hukum dan HAM, sedangkan di DPR melalui Baleg," ujarnya.
Rapat dipimpin Wakil Ketua Baleg Pataniari Siahaan dan dihadiri Menhuk
dan HAM Hamid Awaluddin. Rapat belum memastikan berapa banyak RUU yang akan
dibahas DPR dalam lima tahun. Berdasarkan hasil inventarisasi RUU, Baleg
hanya menyebut 140 RUU yang akan dibahas. Jumlah itu termasuk RUU warisan
DPR periode 1999-2004, tetapi belum termasuk RUU usulan Dewan Perwakilan
Daerah (DPD). Kementerian Hukum dan HAM pun belum menyebut jumlah.
Hamid hanya menyebut beberapa RUU yang diprioritaskan, seperti RUU
Peradilan Militer, RUU soal syarat kondisi darurat dan bahaya, revisi UU
yang kedaluwarsa termasuk peninggalan kolonial, RUU percepatan ekonomi dan
antisipasi teknologi seperti cyber law, serta RUU sisa periode lalu. "Kita
juga akan memprioritaskan ratifikasi sejumlah konvensi internasional agar
kita tidak menjadi bangsa terisolasi," kata Hamid. (sut)***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$4.98 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/Q7_YsB/neXJAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Janda Munir Kecewa SBY - Baleg DPR dan Menhuk HAM Bentuk Tim Prolegnas