[ppi] [ppiindia] Jalan Panjang Dana Subsidi ke Tangan Rakya

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/8/30/o2.htm

Bantuan operasional sekolah (BOS) yang saat ini sedang menjadi sorotan publik, 
harus mencapai sasaran untuk membantu biaya keperluan belajar-mengajar, 
sehingga meringankan beban siswa maupun orangtua mereka. Semua pihak yang 
berkepentingan mewakili rakyat untuk pengawasan penyaluran dana subsidi, baik 
untuk pendidikan maupun kesehatan, harus pasang mata dan telinga lebar-lebar. 
Sehingga, sekecil apa pun kebocoran yang terjadi dalam mekanisme penyalurannya, 
dapat diketahui oleh publik secara transparan.  

--------------------------------

Jalan Panjang Dana Subsidi ke Tangan Rakyat
Oleh I Nyoman Rutha Ady, S.H.

SUBSIDI sebagai upaya pemerintah untuk membantu meringankan beban rakyat 
menanggung biaya pendidikan dan kesehatan sampai saat ini belum dirasakan 
secara nyata oleh masyarakat. Orangtua murid tetap mengeluhkan tingginya biaya 
anak-anak mereka untuk memperoleh pendidikan, mulai dari play group (kelompok 
bermain), TK, SD, SMP, SMA, apalagi melanjutkan ke perguruan tinggi. Demikian 
juga rintihan masyarakat yang kurang mampu untuk mendapatkan pelayanan 
kesehatan gratis, semakin jauh dari harapan. Padahal, pemberian dana subsidi 
untuk pendidikan dan kesehatan sebenarnya bukan program baru, sudah dicanangkan 
oleh pemerintah Orde Baru. 

----------------------------------------------

Mata Rantai

Salah satu dari sekian banyak faktor penyebab gagalnya dana subsidi sampai ke 
tangan rakyat miskin adalah manajemen penyaluran dengan menerapkan mekanisme 
mata rantai berjenjang yang terlalu birokratis dan melalui banyak saluran. 
Sebagaimana mencuatnya Buloggate ketika menyalurkan subsidi beras untuk rakyat 
miskin (raskin) sewaktu pemerintahan transisi di bawah Presiden B.J. Habibie 
tahun 1999. Kasus yang menyeret mantan Mensekneg Akbar Tandjung beberapa hari 
menjadi penghuni rumah tahanan (rutan) Kejaksaan Agung itu menunjukkan 
amburadulnya mekanisme penyaluran raskin sebagai subsidi bagi rakyat yang tidak 
mampu dan sebaliknya hanya menguntungkan oknum-oknum tertentu saja.

Rakyat saat ini ingin membuktikan ucapan para pejabat eksekutif maupun 
legislatif ketika berkampanye sebelum menduduki kursi empuk, baik di daerah 
maupun di pusat. Telinga masyarakat seakan tidak mampu menampung memori tentang 
janji-janji juru kampanye yang menyatakan komitmen membela rakyat dengan 
program pendidikan dan kesehatan murah dan bahkan gratis. Janji inilah yang 
kini ditagih oleh publik sebelum datangnya masa kampanye untuk pemilu dan 
pilkada periode berikutnya.

Walaupun diberikan subsidi, tampaknya rakyat tidak akan begitu mudah untuk 
mendapatkan pendidikan dan pelayanan kesehatan murah.

Realitasnya biaya pendidikan yang disebut-sebut mahal bukan pada kewajiban 
pokok iuran bulanan, triwulan, semester atau tahunan yang sering disebut biaya 
SPP. Melainkan adanya biaya tambahan yang menjadikan siswa atau mahasiswa 
maupun orangtua mereka sebagai ''sapi perahan''. Seperti pada anak-anak 
memasuki play group, TK, SD, SMP maupun SMA dengan keharusan membeli uniform 
(pakaian seragam) beberapa jenis. Di antaranya seragam untuk pakaian belajar 
sehari-hari, olah raga, pramuka, ekstrakurikuler, plus pembelian paket sejumlah 
buku pelajaran yang harganya ditetapkan oleh kalangan sekolah dengan harga 
tertentu dan wajib dibeli oleh para siswa.

Sementara biaya kesehatan murah atau gratis yang seharusnya diberikan kepada 
masyarakat kurang mampu melalui pelayanan medis di puskesmas maupun balai 
pengobatan di desa/kelurahan, seringkali mendapat kesulitan karena masalah 
teknis administrasi menyangkut surat keterangan miskin bagi pasien. Belum lagi 
tempat-tempat pelayanan medis yang paling dekat dengan rakyat itu, tidak 
memiliki sarana dan prasarana yang memadai untuk memberikan pelayanan optimal 
kepada masyarakat. Fenomena ini harus dibenahi dalam rangka program pemberian 
subsidi kesehatan kepada publik.



Budaya Melayani

Sebaik apa pun program pemerintah yang ditujukan untuk membantu meringankan 
beban rakyat miskin, akan sulit tercapai apabila tidak disertai dengan mental 
dan kesungguhan hati para penyelenggara birokrasi dengan menunjukkan budaya 
melayani publik secara ikhlas tanpa pamrih. Mulai dari aparat penyelenggara 
birokrasi di tingkat pusat, daerah propinsi, kabupaten/kota, kecamatan 
desa/kelurahan sampai ke banjar/lingkungan. Contohnya kemudahan administrasi 
dari aparat untuk melayani rakyat yang memerlukan surat keterangan miskin untuk 
berobat.

Selanjutnya mendapatkan pelayanan senyum ramah dari petugas paramedis untuk 
penyembuhan penyakitnya. Hal yang sama juga harus dilakukan oleh aparat 
pemerintah di bidang pendidikan dengan menghentikan perilaku bisnis terselubung 
dalam mengelola pendidikan.

Bantuan operasional sekolah (BOS) yang saat ini sedang menjadi sorotan publik, 
harus mencapai sasaran untuk membantu biaya keperluan belajar-mengajar, 
sehingga meringankan beban siswa maupun orangtua mereka. Semua pihak yang 
berkepentingan mewakili rakyat untuk pengawasan penyaluran dana subsidi, baik 
untuk pendidikan maupun kesehatan, harus pasang mata dan telinga lebar-lebar. 
Sehingga, sekecil apa pun kebocoran yang terjadi dalam mekanisme penyalurannya, 
dapat diketahui oleh publik secara transparan. 

Antara program subsidi yang dicanangkan oleh pemerintah dengan hasilnya di 
lapangan masih harus diuji dengan objektivitas pemantauan yang menyeluruh 
terutama terhadap penyalurannya. Mulai dari satu mata rantai ke mata rantai 
berikutnya, sampai pada objek penerimaan paling akhir ke tangan rakyat. Jalan 
panjang yang harus ditempuh dana subsidi untuk sampai ke tangan rakyat tentu 
akan melewati berbagai tantangan, baik teknis maupun nonteknis. Faktor yang 
paling berpotensi menggagalkan program subsidi adalah human error. Untuk itu 
diperlukan sistem pengawasan yang  mengikuti alur pos-pos yang dilewati dana 
subsidi tersebut, sehingga tidak bocor di tengah jalan. Subsidi untuk membantu 
meringankan beban hidup masyarakat banyak seharusnya dinikmati sepenuhnya tanpa 
potongan apa pun di tengah jalan.

Penulis, pemerhati masalah sosial-masyarakat, tinggal di Legian, Kuta.




[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: