[ppi] [ppiindia] Jadi Istri Sekaligus Penjaga Cafe

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.sinarharapan.co.id/berita/0507/29/sh10.html



Sisi Gelap Perkawinan Timur-Barat (9)
Jadi Istri Sekaligus Penjaga Cafe
Oleh
Yuyu A.N. Krisna Mandagie


LAREN- Masih tersisa gurat-gurat kecantikan di wajah Safira. Dulu memang 
perempuan ini cantik. Selain cantik, dia juga luas pergaulannya. 

Sudah sembilan tahun dia di Belanda karena menikah dengan Johann, laki-laki 
Belanda pemilik cafe di Laren, sebuah kota mirip Paris kecil di Belanda. Di 
kota ini kita bisa menjumpai butik-butik dari merek-merek terkenal. 

Tetapi yang paling terkenal adalah festival jazz yang diadakan setiap tahun 
dengan dihadiri oleh pemusik jazz Belanda dan negara-negara lain. Walaupun 
tidak sebesar North Sea Jazz yang setiap tahun diadakan di Den Haag.

Pencinta jazz dapat menikmati "musik pembebasan" ini di cafe-cafe yang ada di 
kota ini. Di sini ada sebuah Museum Singer terkenal yang sering 
menyelenggarakan pameran seni dan lukisan. Pameran lukisan dan seni, festival 
musik jazz silih berganti diadakan di kota ini.

Penduduk Laren umumnya adalah kaum the haves. Itulah sebabnya mereka memiliki 
rumah-rumah yang besar dan bagus. Di kota yang mungil dan indah inilah Safira 
hidup bersama suaminya Johann, pengusaha sebuah cafe kecil di pinggiran kota.
Ketika aku bertemu dengan Safira ada kesan dia agak sombong ketika itu. Yang 
aku ingat adalah pertanyaannya yang arogan, "Kok kamu bisa ke Belanda? Kawin 
sama Belanda ya?" 

"Oh tidak, suamiku bukan orang Belanda. Suamiku orang Indonesia," jawabku.
"Kok bisa tinggal di Belanda?" jawab Safira.
Aku pun menjawab, "Ya bisa saja, kenapa tidak."

Itulah awal perkenalanku dengan Safira. Hari itu dia pulang menumpang mobilku.
Aku bisa mengerti mengapa Safira bertingkah agak sombong. Mungkin dia melihat 
penampilanku yang biasa-biasa saja. Safira pasti mengukur diriku dengan keadaan 
dirinya. Kalau tidak kawin dengan Belanda, mana mungkin seorang perempuan 
Indonesia tinggal bertahun-tahun di Belanda. Wow picik benar.

Selanjutnya kami mulai bersahabat. Karena jarak antara Laren dan Hilversum 
tidak begitu jauh, maka hampir setiap hari Sabtu Safira datang ke rumahku. Ia 
selalu berceritera tentang hal-hal yang mewah, yang tinggi. Tanpa malu-malu 
Safira dengan polos berceritera mengenai keadaannya dulu di Indonesia. 

Tatkala hotel berbintang mulai dibangun di Jakarta, Safira sudah bekerja di 
hotel berbintang 5. Tetapi karena ulahnya sendiri, ia masuk ke kamar tamu 
hotel. Tidak tanggung-tanggung, tiga bulan lamanya. Pihak manajemen hotel pun 
bertindak. Safira dipecat dari pekerjaan Dia merusak citra dan reputasi hotel 
berbintang itu.

Safira kehilangan pekerjaan, tetapi untunglah laki-laki Inggris yang telah 
hidup bersama Safira selama tiga bulan melanjutkan hubungan mereka. Safira 
dikontrakkan rumah di daerah Jakarta Selatan. Tiga tahun kemudian, si Inggris 
kembali ke pelukan istrinya di London, lalu Safira harus keluar dari rumah 
kontrak hanya dengan satu kopor baju. Safira tidak mendapat apa-apa dari 
"suami" musimannya itu.

Tetapi hal ini tidak berlangsung lama, karena segera Safira mendapat laki-laki 
Belanda yang kemudian menjadi suaminya. Safira dan Johann kawin di Negeri 
Belanda.
Dia berharap perkawinannya dengan Johann dapat mengangkat kehidupannya dan 
keluarganya di Indonesia. Tetapi apa yang dialami adalah sangat jauh dari 
harapan. 

Seragam Koki
Kehidupan Safira dari hari ke hari sungguh memprihatinkan. Pagi-pagi pukul 
07.00 Safira sudah bangun. Memeriksa freezer (lemari pendingin beku), apa ada 
yang kurang dan perlu dibeli hari itu. Pukul 09.00 dia harus berbelanja ke 
groot handel (pusat grosir) khusus bahan makanan.

Pulang dari groot handel, dia harus membuka cafe pada pukul 12.00. Sesudah itu 
harus berdiri melayani permintaan di bar, sampai pukul 22.00. Sementara 
suaminya hanya membantu pada malam hari, kalau sedang tidak ada pertandingan 
bola. Bila musim pertandingan, jangan harap Johann ada di cafe. Dia akan 
mengikuti kesebelasan kesayangannya Ajax main di mana saja. Tetapi Safira tetap 
menutup apa yang sebenarnya terjadi dalam kehidupan rumah tangganya.

Perempuan ini hampir tidak punya gaun biasa untuk dikenakan tatkala berkunjung 
ke rumahku. Dia selalu memakai seragam koki. Hari itu di rumah ada perhelatan. 
Safira datang dengan seragam koki, sementara ibu-ibu lainnya berpakaian cukup 
rapih dan modis.

"Fi, apakah kamu enggak punya baju bagus, kok pakai seragam koki? Ini pesta, 
lho Fi," tanyaku pada Safira. 
"Aku nggak punya baju lain," jawab Safira jujur. Dia lupa membohongi aku. Guna 
mengelabui mata para tamuku, Safira tidak pernah keluar dari dapur. Dia 
menyibukkan diri. Selama pesta berlangsung Safira tetap di dapur.

Hari lain, aku mengajak Safira ke Amsterdam naik kereta api. Kali ini Safira 
memakai legging hitam dan kaos oblong putih dengan tulisan reklame seven up di 
dadanya.

Aku pun mengimbanginya dengan memakai pakaian sesederhana mungkin.
Setelah melihat toko-toko di Kalverstaat-Nieuwendijk aku mengajaknya makan di 
Chopstick restoran Cina langgananku di daerah red district Zeedijk. Kami 
memesan suikiau yaitu sup pangsit udang yang menjadi trade mark Chopstick.

Safira menikmati makan siang di restoran itu dengan lahapnya. Aku kasihan 
melihat perempuan ini, cara makannya seperti orang kelaparan. Mungkin memang 
dia lapar sekali, atau mungkin dia tidak pernah menikmati makanan seperti ini 
selama di Belanda.

Badan Safira menjadi makin tambun. Pernah beberapa hari Safira sakit pada kaki. 
Akhirnya dia harus memakai sepatu khusus. Kakinya sudah tak kuat menyangga 
badannya yang makin berat. Dan mungkin saja kakinya sakit karena kecapaian 
berdiri sepanjang hari melayani tamu-tamu di cafenya.

Selama berkenalan dengan Safira, baru satu kali dia membawa suaminya Johann ke 
rumahku.

Itulah kehidupan Safira, tak ubahnya seperti seorang pembantu yang bekerja 
banting tulang. Dalam hati aku sering bertanya, "Apa yang kau cari, Safira?" n
 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
<font face=arial size=-1><a 
href="http://us.ard.yahoo.com/SIG=12hiu6pub/M=362329.6886307.7839373.3022212/D=groups/S=1705329729:TM/Y=YAHOO/EXP=1122651191/A=2894324/R=0/SIG=11hia266k/*http://www.youthnoise.com/page.php?page_id=1998";>1.2
 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery</a>.</font>
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: