[ppi] [ppiindia] ''Invisible Hand'' Dalam Perekon

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/9/27/o2.htm


Apa yang mengakibatkan kita belum mampu mencari solusi dari berbagai persoalan 
yang membelit bangsa ini merupakan kelemahan semua komponen dan sistem yang 
ada. Kita tidak melihat bahwa invisible hand menjadi salah satu faktor 
signifikan pada perekonomian Indonesia. 

-------------------------------------

''Invisible Hand'' Dalam Perekonomian
Oleh IW Widya Arsana

RENCANA kenaikan harga BBM untuk yang kedua kalinya tahun ini menambah daftar 
faktor-faktor fluktuatif perekonomian Indonesia. Rentetan pengaruh kenaikan 
harga tersebut akan berimbas pada kenaikan harga secara umum, terlebih lagi 
pada kebutuhan pokok masyarakat. Kenaikan harga sebagian kebutuhan pokok 
terkadang malah mendahului penetapan kenaikan harga BBM. Selain kenaikan 
harga-harga secara umum maka efek berganda lainnya akan mewarnai semua segmen 
kehidupan bangsa ini. Tidak terbatas pada perekonomian, politik dan masalah 
sosial yang sangat riskan terhadap berbagai kebijakan makro pemerintah.



-----------------------------------------------

Bercermin dari keadaan sehari-hari maka yang mengalami permasalahan relatif 
serius adalah perekonomian pada skala makro dalam artian dialami oleh unit-unit 
usaha besar yang terlihat dominan di masyarakat. Sementara pada level 
usaha-usaha kecil menengah berjalan sesuai ritme normal. Akan tetapi, dugaan 
tersebut juga sangat prematur. Karena walaupun lebih bisa bertahan maka dalam 
jangka panjang usaha kecil mikro menengah ikut bangkrut terimbas dari lemahnya 
fondamen perekonomian.

Terlepas dari apa sebenarnya permasalahan yang dihadapi maka kita harus bangga 
bahwa kita mempunyai SDM yang relatif besar kuantitasnya. Di dalamnya terdapat 
beragam tenaga ahli profesional apalagi di bidang ekonomi. Tetapi kenyataan 
perekonomian yang sebenarnya tidak pernah kita sentuh seutuhnya. Kalau demikian 
halnya maka invisible hand yang berpengaruh adalah sesuatu yang timbul karena 
efek berganda pengambilan kebijakan dan keputusan yang salah.

Andaikan kesalahan tersebut yang terjadi maka penerapan ilmu ekonomi kita 
selama ini perlu ditinjau dan dikaji ulang. Sistem perekonomian kita perlu 
diarahkan pada konsep yang berakar pada ciri khas dan budaya bangsa. Bahwasanya 
sistem perekonomian tidak bisa dilepaskan dari akar di mana dia berlaku dan 
dijalankan. Lingkungan sekitarnya akan menjadi ciri dari sistem tersebut. Tanpa 
interkoneksi dengan lingkungannya maka penerapan sistem dan konsep menjadi 
tidak seimbang dan akan memicu ketimpangan di berbagai sektor. Dalam jangka 
panjang hal ini bisa menghapuskan keyakinan akan kekuatan dan kemampuan ekonomi 
yang kita miliki dan barangkali lebih dari yang pernah kita bayangkan.



Kelemahan Komponen dan Sistem 



Apa yang mengakibatkan kita belum mampu mencari solusi dari berbagai persoalan 
yang membelit bangsa ini merupakan kelemahan semua komponen dan sistem yang 
ada. Kita tidak melihat bahwa invisible hand menjadi salah satu faktor 
signifikan pada perekonomian Indonesia. Sehingga terkadang sebuah permasalahan 
muncul dari sekian kali Pelita tanpa pernah dituntaskan dengan pola yang cepat 
dan terarah. Pola subsidi BBM, penuntasan kemiskinan, pengangguran, inflasi 
menjadi masalah yang berkembang merasuki komponen perekonomian lainnya dalam 
jangka waktu yang relatif lama.

Karena itu, solusi sebaiknya dimulai dari reaksi yang tepat dan 
bersungguh-sungguh terhadap permasalahan yang ada. Reaksi yang kita lakukan 
selama ini lebih banyak terfokus pada pendekatan kuantitatif yang lebih 
mengandalkan penghitungan matematis. Kita lupa bahwa sesuatu yang abstrak di 
luar berbagai model ekonomi terkadang memberikan kontribusi yang relatif besar 
dalam membentuk permasalahan yang sistematik. Sesuatu yang abstrak ini disadari 
oleh para ahli sejak zaman dulu, sehingga muncul paham ekonomi klasik dan 
ortodoks. Perbedaannya jelas pada pendekatan solusi yang tidak hanya 
mendasarkan pada konseptual matematis. Sisi nonmatematis yang bersifat 
sosiokultural sering dikesampingkan bahkan malah dihilangkan dengan asumsi 
konstan.

Peluang adanya sesuatu yang bersifat spirit moral yang bisa dijadikan sebagai 
sebuah acuan dalam sistem perekonomian Indonesia relatif tinggi. Munculnya ide 
ekonomi spiritual menjadi sesuatu yang inovatif untuk dikaji lebih mendalam. 
Karena konsepnya masih teramat luas dan perlu kaidah-kaidah mendasar yang bisa 
diperjelas dalam penerapannya.

Di tengah mayoritas masyarakat kita yang kental dengan nilai-nilai spirit moral 
barangkali faktor invisible hand banyak berpengaruh dan layak mendapat skor 
penilaian. Karena akumulasi dari pemikiran spiritual merasuk dalam berbagai 
aspek kehidupan. Saat penerapan spirit tersebut melenceng maka akumulasi nilai 
menjadi masalah di berbagai segmen dan sangat tidak terukur sifatnya dalam 
bidang ekonomi.

Realitas sehari-hari menunjukkan bahwa ada suatu rangkaian multidimensi di 
dalam negeri dalam kerangka perekonomian internasional. Rangkaian ini sangat 
impulsif dan mudah sekali memicu kejadian-kejadian berantai. Seolah dia 
merupakan sebuah lingkaran yang sangat susah diuraikan. Barangkali hal inilah 
yang membingungkan bagi semua pihak yang punya idealisme tinggi untuk 
merekonstruksi kembali perekonomian Indonesia.

Konsensus nasional sangat penting artinya untuk mengamati secara bersama 
kalau-kalau kita melenceng dari apa yang kita sepakati. Dengan demikian, kita 
dengan jelas bisa mengamati pelaku-pelaku lain di sekitar kita yang ikut 
memberikan latar belakang panggung ekonomi bangsa ini. Pada akhirnya dalam 
suasana perhatian penuh invisible hand bisa kita deteksi. Sehingga akar 
permasalahan perekonomian yang ada bisa diselesaikan dengan setepat-tepatnya. 

Penulis, PNS, analis lintas sektoral dan Nerwil BPS Bangli


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: