[ppi] [ppiindia] ''Invisible Hand'' Dalam Perekon
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 27 Sep 2005 00:36:25 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2005/9/27/o2.htm
Apa yang mengakibatkan kita belum mampu mencari solusi dari berbagai persoalan
yang membelit bangsa ini merupakan kelemahan semua komponen dan sistem yang
ada. Kita tidak melihat bahwa invisible hand menjadi salah satu faktor
signifikan pada perekonomian Indonesia.
-------------------------------------
''Invisible Hand'' Dalam Perekonomian
Oleh IW Widya Arsana
RENCANA kenaikan harga BBM untuk yang kedua kalinya tahun ini menambah daftar
faktor-faktor fluktuatif perekonomian Indonesia. Rentetan pengaruh kenaikan
harga tersebut akan berimbas pada kenaikan harga secara umum, terlebih lagi
pada kebutuhan pokok masyarakat. Kenaikan harga sebagian kebutuhan pokok
terkadang malah mendahului penetapan kenaikan harga BBM. Selain kenaikan
harga-harga secara umum maka efek berganda lainnya akan mewarnai semua segmen
kehidupan bangsa ini. Tidak terbatas pada perekonomian, politik dan masalah
sosial yang sangat riskan terhadap berbagai kebijakan makro pemerintah.
-----------------------------------------------
Bercermin dari keadaan sehari-hari maka yang mengalami permasalahan relatif
serius adalah perekonomian pada skala makro dalam artian dialami oleh unit-unit
usaha besar yang terlihat dominan di masyarakat. Sementara pada level
usaha-usaha kecil menengah berjalan sesuai ritme normal. Akan tetapi, dugaan
tersebut juga sangat prematur. Karena walaupun lebih bisa bertahan maka dalam
jangka panjang usaha kecil mikro menengah ikut bangkrut terimbas dari lemahnya
fondamen perekonomian.
Terlepas dari apa sebenarnya permasalahan yang dihadapi maka kita harus bangga
bahwa kita mempunyai SDM yang relatif besar kuantitasnya. Di dalamnya terdapat
beragam tenaga ahli profesional apalagi di bidang ekonomi. Tetapi kenyataan
perekonomian yang sebenarnya tidak pernah kita sentuh seutuhnya. Kalau demikian
halnya maka invisible hand yang berpengaruh adalah sesuatu yang timbul karena
efek berganda pengambilan kebijakan dan keputusan yang salah.
Andaikan kesalahan tersebut yang terjadi maka penerapan ilmu ekonomi kita
selama ini perlu ditinjau dan dikaji ulang. Sistem perekonomian kita perlu
diarahkan pada konsep yang berakar pada ciri khas dan budaya bangsa. Bahwasanya
sistem perekonomian tidak bisa dilepaskan dari akar di mana dia berlaku dan
dijalankan. Lingkungan sekitarnya akan menjadi ciri dari sistem tersebut. Tanpa
interkoneksi dengan lingkungannya maka penerapan sistem dan konsep menjadi
tidak seimbang dan akan memicu ketimpangan di berbagai sektor. Dalam jangka
panjang hal ini bisa menghapuskan keyakinan akan kekuatan dan kemampuan ekonomi
yang kita miliki dan barangkali lebih dari yang pernah kita bayangkan.
Kelemahan Komponen dan Sistem
Apa yang mengakibatkan kita belum mampu mencari solusi dari berbagai persoalan
yang membelit bangsa ini merupakan kelemahan semua komponen dan sistem yang
ada. Kita tidak melihat bahwa invisible hand menjadi salah satu faktor
signifikan pada perekonomian Indonesia. Sehingga terkadang sebuah permasalahan
muncul dari sekian kali Pelita tanpa pernah dituntaskan dengan pola yang cepat
dan terarah. Pola subsidi BBM, penuntasan kemiskinan, pengangguran, inflasi
menjadi masalah yang berkembang merasuki komponen perekonomian lainnya dalam
jangka waktu yang relatif lama.
Karena itu, solusi sebaiknya dimulai dari reaksi yang tepat dan
bersungguh-sungguh terhadap permasalahan yang ada. Reaksi yang kita lakukan
selama ini lebih banyak terfokus pada pendekatan kuantitatif yang lebih
mengandalkan penghitungan matematis. Kita lupa bahwa sesuatu yang abstrak di
luar berbagai model ekonomi terkadang memberikan kontribusi yang relatif besar
dalam membentuk permasalahan yang sistematik. Sesuatu yang abstrak ini disadari
oleh para ahli sejak zaman dulu, sehingga muncul paham ekonomi klasik dan
ortodoks. Perbedaannya jelas pada pendekatan solusi yang tidak hanya
mendasarkan pada konseptual matematis. Sisi nonmatematis yang bersifat
sosiokultural sering dikesampingkan bahkan malah dihilangkan dengan asumsi
konstan.
Peluang adanya sesuatu yang bersifat spirit moral yang bisa dijadikan sebagai
sebuah acuan dalam sistem perekonomian Indonesia relatif tinggi. Munculnya ide
ekonomi spiritual menjadi sesuatu yang inovatif untuk dikaji lebih mendalam.
Karena konsepnya masih teramat luas dan perlu kaidah-kaidah mendasar yang bisa
diperjelas dalam penerapannya.
Di tengah mayoritas masyarakat kita yang kental dengan nilai-nilai spirit moral
barangkali faktor invisible hand banyak berpengaruh dan layak mendapat skor
penilaian. Karena akumulasi dari pemikiran spiritual merasuk dalam berbagai
aspek kehidupan. Saat penerapan spirit tersebut melenceng maka akumulasi nilai
menjadi masalah di berbagai segmen dan sangat tidak terukur sifatnya dalam
bidang ekonomi.
Realitas sehari-hari menunjukkan bahwa ada suatu rangkaian multidimensi di
dalam negeri dalam kerangka perekonomian internasional. Rangkaian ini sangat
impulsif dan mudah sekali memicu kejadian-kejadian berantai. Seolah dia
merupakan sebuah lingkaran yang sangat susah diuraikan. Barangkali hal inilah
yang membingungkan bagi semua pihak yang punya idealisme tinggi untuk
merekonstruksi kembali perekonomian Indonesia.
Konsensus nasional sangat penting artinya untuk mengamati secara bersama
kalau-kalau kita melenceng dari apa yang kita sepakati. Dengan demikian, kita
dengan jelas bisa mengamati pelaku-pelaku lain di sekitar kita yang ikut
memberikan latar belakang panggung ekonomi bangsa ini. Pada akhirnya dalam
suasana perhatian penuh invisible hand bisa kita deteksi. Sehingga akar
permasalahan perekonomian yang ada bisa diselesaikan dengan setepat-tepatnya.
Penulis, PNS, analis lintas sektoral dan Nerwil BPS Bangli
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
1.2 million kids a year are victims of human trafficking. Stop slavery.
http://us.click.yahoo.com/X3SVTD/izNLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] ''Invisible Hand'' Dalam Perekon