[ppi] [ppiindia] Internasionalisasi Papua
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 29 Mar 2006 01:56:24 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=218521
Rabu, 29 Mar 2006,
Internasionalisasi Papua
Ada saja persoalan domestik Papua yang terangkat menjadi isu internasional.
Selain persoalan lokal yang rutin seperti aksi-aksi kelompok yang menamakan
diri Organisasi Papua Merdeka (OPM) untuk memisahkan diri dari Negara RI, tiap
muncul aksi politik lokal begitu cepat menjadi isu internasional.
Belakangan, aksi-aksi yang muncul memang jarang lagi melalui OPM, melainkan
melalui aksi-aksi untuk menuntut keadilan, khususnya menuntut pembagian atau
distribusi yang adil sumber-sumber produksi yang dikelola investor asing
seperti Freeport.
Jika kita amati, ada corak yang spesifik pada setiap aksi menuntut keadilan.
Dalam hal ini, aksi itu selalu memicu anarki yang rawan bentrok dengan aparat
keamanan sehingga dapat memancing kekerasan fisik.
Sebagaimana halnya aksi-aksi lain yang memunculkan tudingan pelanggaran HAM
oleh aparat keamanan, aksi-aksi menuntut keadilan yang memicu anarki amat mudah
menjadi isu internasional.
Misalnya, tudingan tindak kekerasan oleh aparat. Atau dikejar-kejar dan
bentuk-bentuk penyiksaan yang dapat menggambarkan bahwa pemerintah Indonesia
bertindak brutal dalam menangani unjuk rasa.
Persoalannya, Papua sejak lama menjadi bagian sorotan dunia internasional meski
wilayah provinsi yang luasnya dua kali Pulau Jawa itu telah menjadi bagian
negara RI sejak 1962 - 44 tahun silam.
Hal itu berkaitan dengan posisi wilayah Papua yang lebih dekat ke kawasan
Pasifik Selatan, yang secara geografis, demografis, budaya, dan etnisitas
berbeda jauh dengan kondisi wilayah lain RI.
Dengan kata lain, tudingan-tudingan mengenai pelanggaran HAM, tindak kekerasan,
dan yang berkaitan dengan perlakuan tidak adil terpolitisasi seolah menjadi
agenda politik Jakarta untuk bertindak diskriminatif karena perbedaan-perbedaan
geografis, budaya, demografis, dan etnisitas Papua dengan sebagian besar
wilayah lain RI.
Tudingan pelanggaran HAM dalam semua bentuknya serta perbedaan-perbedaan
geografis, kultural, demografis, dan etnisitas terkemas sedemikian rupa menjadi
isu internasional yang selain memberikan stigma terhadap Jakarta juga memicu
lahirnya desakan-desakan agar Papua memisahkan diri dari RI, menjadi negara
tersendiri serta menjadi bagian negara-negara di kawasan Pasifik Selatan.
Tetapi, gerak persoalan politik lokal Papua seperti itu -yang senantiasa
gampang terinternasionalisasi menjadi isu global- belum banyak mengubah
orientasi penanganan dan pengelolaan politik lokal Papua oleh Jakarta.
Kesan kuat yang kita amati, penanganan dan solusi atas persoalan-persoalan
lokal Papua sama saja dengan persoalan-persoalan lokal wilayah lain RI yang
tidak memiliki persoalan khusus seperti Papua.
Karena itu, seharusnya aksi kekerasan di Kampus Universitas Cendrawasih (Uncen)
yang mengakibatkan empat polisi dan seorang anggota TNI-AU meninggal, serta
kebijakan imigrasi Australia yang memberikan temporary visa (visa tinggal
sementara) dapat menjadi momentum untuk mengubah kebijakan Jakarta atas Papua
di masa mendatang.
Papua perlu ditangani secara khusus. Manajemen keamanan, pemerintahan lokal,
pengelolaan sistem ekonomi, serta aturan-aturan politik lokal haruslah memiliki
corak, pola, dan hasrat yang sesuai dengan harapan-harapan orang Papua
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Internasionalisasi Papua