[ppi] [ppiindia] Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Ala SBY-nomics
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 29 Dec 2005 01:14:36 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.republika.co.id/kolom_detail.asp?id=228500&kat_id=16
Rabu, 28 Desember 2005
Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Ala SBY-nomics
Oleh :
Rama Pratama
Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS
Belum lama ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta tim ekonomi baru
Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) memprioritaskan dan memfokuskan kerjanya pada
enam agenda ekonomi utama. Keenam agenda itu adalah mempertahankan dan
memperbaiki makroekonomi menuju kodisi yang sehat; mengendalikan inflasi;
memperbaiki arus barang kebutuhan pokok; menciptakan lapangan kerja baru dengan
merealisasikan pembangunan infrastuktur yang bersifat padat karya; menggenjot
pertumbuhan ekonomi dan memperbaiki neraca pembayaran dengan meningkatkan
kontribusi investasi dan ekspor.
Keenam agenda ekonomi ini sejatinya merupakan bentuk ketanggapan SBY dalam
menghadapi pelbagai permasalahan ekonomi yang terjadi di Indonesia. Tapi apakah
benar demikian? Ataukah ini semata-mata adalah target politis belaka?
Perlu dikritisi
Sepintas lalu, terutama bagi masyarakat awam, tidak ada masalah dengan target
yang dikedepankan SBY itu. Tapi kalau saja kita lebih cermat dalam
memperhatikan target-target tersebut, ternyata ada beberapa poin yang perlu
kita kritisi. Tengok saja poin kedua dan poin kelima.
Presiden menyeru para menterinya untuk mengendalikan laju inflasi dalam tingkat
yang rendah sembari mengharapkan para menterinya mampu mencapai target
pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Dalam
konteks ekonomi, tentu saja kedua hal tersebut merupakan hal yang saling
bertentangan (trade off). Pertumbuhan ekonomi yang tinggi biasanya diikuti
dengan tingkat inflasi yang tinggi pula. Dengan kata lain, laju inflasi
bergerak seiring dan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
Jadi, rasanya sulit menerima sebuah gagasan mempertahankan level inflasi yang
rendah di satu sisi, sementara di sisi yang lain menginginkan sebuah
pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Sebab pada kenyataannya, setiap usaha untuk
menekan laju inflasi, seperti menaikkan tingkat suku bunga dan menaikkan GWM,
akan mencederai proses pertumbuhan ekonomi itu sendiri. Hal ini sebenarnya juga
diamini Sri Mulyani, yang belum lama ini dilantik sebagai Menteri Keuangan di
KIB untuk menggantikan posisi Jusuf Anwar.
Mengenai laju inflasi, Sri Mulyani menegaskan pemerintah tidak akan
menurunkannya secara instan. Karena cara itu akan mengorbankan upaya
meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan tenaga kerja. Meskipun tidak
mengkritik secara langsung mengenai target yang diberikan Presiden kepadanya,
pernyataan ini sebenarnya merupakan sebuah bentuk eufemisme penolakan Ibu
Menteri terhadap target Presiden yang tidak berdasar itu.
Memang langkah-langkah Presiden SBY semakin lebih bernuansa politis akhir-akhir
ini. Lebih-lebih tatkala beliau menegaskan rencananya menaikkan gaji PNS pada
tahun 2006. Hal ini tentunya tidak menjadi masalah jika tahun 2006 mendatang
Presiden tidak memfokuskan pada upaya memerangi inflasi. Sebagaimana kita
pahami, rencana kenaikan gaji PNS ini sudah barang tentu akan meningkatkan
pertumbuhan ekonomi sebagai akibat dari meningkatnya daya beli masyarakat.
Akan tetapi, hal ini tentunya jadi terasa janggal ketika Presiden menyeru para
menterinya untuk juga mempertahankan laju inflasi pada level yang rendah.
Tindakan presiden untuk menaikkan upah PNS tentunya merupakan bentuk usaha yang
kontraproduktif di tengah perjuangan untuk memerangi inflasi, sebab permintaan
masyarakat yang meningkat itu boleh jadi akan diikuti oleh kenaikan harga yang
tentunya berujung pada inflasi. Jadi jelaslah sudah, melalui premis-premis yang
telah diutarakan di atas, target Presiden ini lebih merupakan target politik
ketimbang ekonomi.
Pertumbuhan Ekonomi
Upaya untuk mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan melalui skema
pertumbuhan ekonomi yang tinggi sebenarnya juga merupakan suatu hal yang patut
kita cermati. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi secara teori memang akan
menciptakan sebuah skema pengurangan angka pengangguran. Pertumbuhan ekonomi
yang tinggi diharapkan akan menciptakan pertumbuhan output, sehingga dibutuhkan
banyak tenaga kerja untuk mengejar kapasitas output yang meningkat itu.
Selanjutnya, permintaan terhadap tenaga kerja yang meningkat tersebut kemudian
akan mengakibatkan ketatnya kondisi pasar tenaga kerja, sehingga upah
diprediksikan akan meningkat. Peningkatan upah dan turunnya angka pengangguran
kemudian akan mengurangi persentase jumlah penduduk miskin di negara yang
bersangkutan.
Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi yang tinggi, seperti telah dijelaskan di atas,
mengakibatkan peningkatan upah yang pada akhirnya mengubah keseimbangan di
pasar barang. Harga-harga pun cenderung akan meningkat, belum lagi dengan
kondisi harga BBM yang meningkat. Kondisi ini (inflasi) menyebabkan daya beli
masyarakat akan menurun, sehingga paradigma penghapusan kemiskinan melalui
sebuah skema pertumbuhan ekonomi menjadi sesuatu yang dipertanyakan.
Data sepanjang tahun 2002 hingga 2003 menunjukkan, walaupun terjadi pertumbuhan
ekonomi, angka pengangguran juga meningkat. Di mana kondisi menganggur artinya
tidak berpendapatan, dan tidak berpendapatan sama artinya dengan miskin. Jadi
apakah pertumbuhan ekonomi akan mengurangi angka kemiskinan?
Koordinasi kebijakan
Bisa jadi, target Presiden yang tidak sinkron antara pertumbuhan ekonomi yang
tinggi dengan inflasi yang rendah seakan ingin berbicara bahwa pemerintah ingin
mencapai target yang tinggi dalam pertumbuhan ekonomi sementara permasalahan
inflasi menjadi tanggung jawab Bank Indonesia. Hal ini bisa saja kita terima,
melihat fungsi Bank Indonesia selaku otoritas moneter, pasca diberikannya
independensi, adalah fokus kepada inflasi. Tetapi ini merupakan bukti
ketidaksinkronan antara pemerintah selaku otoritas fiskal dengan Bank Indonesia
selaku otoritas moneter karena permasalahan koordinasi sesungguhnya juga
menyangkut komitmen pemerintah terhadap target inflasi.
Memang bank sentral telah independen, tetapi jika itu tidak diikuti dengan
kuatnya komitmen pemerintah untuk juga turut mempertimbangkan faktor inflasi
dalam setiap kebijakan yang dilakukannya, maka jangan diharap akan terjadi
suatu pencapaian target yang optimal.
Prinsip di balik penyusunan kerangka kerja makroekonomi pemerintah yang baik
dan benar adalah kredibilitas. Dengan adanya kredibilitas, maka akan lebih
mudah mengatasi gejolak ekonomi dengan instrumen kebijakan yang diberlakukan
oleh otoritas ekonomi. Kredibilitas juga akan menjadi lebih baik ketika
terdapat kerangka kerja yang transparan dan akuntabel, yang pada akhirnya dapat
memperkuat legitimasi politik.
Pembuat kebijakan yang kredibel adalah pembuat kebijakan yang dalam membuat
kebijakannya memperhatikan faktor transparansi kebijakan. Dengan tingginya
tingkat transparansi kebijakan, maka gejolak ekonomi yang terjadi akan dengan
mudah ditanggulangi.
Tanpa adanya transparansi, kebijakan mengenai target inflasi dan peraturan
fiskal menjadi tidak berguna, karena publik tidak dapat membandingkan antara
target dengan realisasi, sehingga dapat memicu terjadinya ketidakseimbangan
dalam perekonomian. Pada praktiknya, transparansi ini diwujudkan oleh pembuat
kebijakan dengan mempublikasikan analisa mengenai prospek ekonomi masa depan
dan juga analisa kebijakan ekonomi yang telah dibuat pada periode sebelumnya.
Kredibilitas pemerintah selaku pembuat kebijakan kini dipertaruhkan. Secara
khusus, pertaruhan ini merupakan pertaruhan kredibilitas SBY sebagai seorang
presiden. Target yang kontradiktif antara inflasi yang rendah dengan
pertumbuhan ekonomi yang tinggi sudah selayaknya menjadi pertanyaan yang besar.
Mungkinkah Presiden SBY bersama dengan teori baru mengenai hubungan inflasi dan
pertumbuhan ekonomi yang diusungnya bisa membangkitkan Indonesia dari jeratan
krisis? Jika memang demikian, pantaslah kita menyebut teori ekonomi terbaru ini
sebagai teori inflasi dan pertumbuhan ekonomi ala SBYnomics!
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Clean water saves lives. Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi Ala SBY-nomics