[ppi] [ppiindia] Implikasi Tingginya Harga Minyak
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 3 May 2006 10:57:14 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
SUARA KARYA
ANALISIS EKONOMI
Implikasi Tingginya Harga Minyak
Oleh Umar Juoro
Pengamat Ekonomi
Rabu, 3 Mei 2006
Harga minyak di pasar dunia mengalami peningkatan lagi mencapai di atas 70
dolar AS per barel. Tingginya harga minyak ini disebabkan oleh kekhawatiran
menyangkut pasokan minyak dunia berkaitan dengan ketegangan antara AS dan Iran,
dan masalah politik di Nigeria dan Venezuela sebagai produsen utama minyak
dunia. Pada umumnya banyak analis memperkirakan harga minyak tetap tinggi -
paling tidak sampai dengan akhir tahun.
Keadaan itu tentu saja memberatkan anggaran negara karena asumsi harga minyak
dalam APBN 2006 adalah 57 dolar AS per barel. Jika harga minyak tetap tinggi,
sekitar 70 dolar AS per barel, diperkirakan subsidi bahan bakar minyak (BBM)
meningkat dari Rp 54 triliun menjadi sekitar Rp 70 triliun. Itu tentu saja
membuat pemerintah kesulitan mengatasinya. Jika subsidi tidak ditingkatkan,
pemerintah harus menaikkan harga BBM yang disubsidi - dan karena itu, tentu,
sangat membebani masyarakat serta mendorong inflasi. Jika pemerintah
mempertahankan harga BBM pada tingkatan sekarang ini, subsidi harus ditambah.
Dari mana sumber dana yang dibutuhkan ini?
Sebagai anggota OPEC, semestinya Indonesia lebih diuntungkan dengan tingginya
harga minyak dibanding negara yang bukan produsen minyak. Namun produksi minyak
Indonesia tidak optimal - akibat rendahnya investasi sebagai dampak
ketidakpastian dalam peraturan dan kontrak.
Dengan produksi yang tidak optimal sekalipun Indonesia sebenarnya mendapatkan
penerimaan yang lebih tinggi dari tingginya harga minyak. Namun di sisi
pengeluaran untuk subsidi juga terjadi peningkatan yang besar.
Upaya meningkatkan penerimaan dari tingginya harga minyak tentu saja tidak
dapat dilakukan dalam jangka pendek. Bahkan kesepakatan antara Pertamina dan
ExxonMobil untuk mengelola ladang minyak di Blok Cepu kemungkinan baru satu
sampai dua tahun bisa mulai berproduksi secara berarti. Sedangkan permasalahan
tingginya harga minyak terutama implikasinya pada subsidi harus dipecahkan
sekarang juga.
Gagasan untuk membatasi konsumsi BBM bersubsidi dengan cara rationing
sebagaimana yang dikemukakan Ketua Bappenas tampaknya menarik dan sederhana.
Namun dalam perekonomian yang sudah telanjur terbuka, pembatasan konsumsi itu
akan menimbulkan kekacauan. Dalam perekonomian terbuka, kebijakan yang optimal
adalah menyesuaikan harga dengan perkembangan di pasar internasional.
Masalahnya, seberapa besar dan kapan penyesuaian itu dilakukan? Pertimbangan
lain adalah implikasi terhadap inflasi dan daya beli masyarakat sebagaimana
kita alami pada saat harga BBM disesuaikan demikian tinggi, Oktober 2005.
Penyesuaian harga BBM bagaimanapun perlu dilakukan secara bertahap. Pada saat
ini BBM berupa premium, solar, dan minyak tanah untuk transportasi dan rumah
tangga masih disubsidi. Sedangkan pemakaian BBM untuk industri dan pertamax
tidak lagi disubsidi. Penyesuaian harga BBM solar dapat menjadi pilihan pertama
untuk mengurangi beban subsidi secara bertahap, karena selain beban subsidi
juga ada alasan berkaitan dengan pencemaran udara. Selanjutnya secara bertahap
penyesuaian dilakukan untuk premium, dan minyak tanah untuk rumah tangga adalah
pilihan terakhir. Subsidi untuk minyak tanah adalah yang terbesar. Namun karena
sensitivitas sosial pengurangannya adalah seminimal mungkin dan sedapat mungkin
secara perlahan.
Untuk menunjukkan sensitivitas pemerintah terhadap mobilitas masyarakat
mempergunakan transportasi, maka subsidi masih dapat diberikan pada angkutan
umum. Tentu saja secara bertahap pula kualitas pelayanan transportasi publik
diperbaiki sebagai kompensasi penyesuaian harga BBM untuk transportasi pribadi.
Karena pengurangan subsidi BBM hanya dapat dilakukan secara bertahap, maka
pemerintah tetap harus memberikan subsidi tambahan. Namun subsidi tambahan itu
tidak terlalu besar jika secara bersamaan dilakukan juga penyesuaian harga.
Ingat, pemerintah masih harus mencari sumber tambahan subsidi terhadap tarif
dasar listrik (TDL) sekitar Rp 10 triliun sebagai konsekuensi tidak
dinaikkannya TDL. Kesanggupan pemerintah menanggung kenaikan subsidi BBM
sebesar Rp 10 triliun saja sudah merupakan beban berat yang harus dicarikan
sumbernya. Sisa anggaran dan dana yang masih ada di rekening, ditambah
efisiensi di PLN dan Pertamina, merupakan langkah yang harus ditempuh.
Dalam jangka menengah, bukan saja optimalisasi produksi minyak dan gas perlu
dilakukan, tetapi pengembangan energi alternatif juga perlu ditingkatkan. Untuk
itu pemerintah semestinya tidak sungkan-sungkan memberikan insentif. Dapat
dikatakan, bagi perusahaan yang bergerak dalam bidang energi, praktis tidak ada
insentif berarti sebagaimana masa sebelumnya. Perlu dipertimbangkan bahwa
sejauh ini pemerintah, baik pusat maupun daerah, kurang dapat mempergunakan
dana secara optimal sebagaimana diperlihatkan oleh rendahnya pencairan dana
anggaran. Karena itu, insentif yang diberikan pada perusahaan untuk
mengembangkan sumber energi, baik konvensional maupun alternatif, kemungkinan
lebih efektif mendukung langsung kegiatan ekonomi.
Permintaan terhadap sumber energi di luar BBM, baik konvensional seperti
batubara dan gas maupun nonkonvensional seperti ethanol, energi bersumber
matahari dan lain-lain sebenarnya cukup tinggi. Namun pasokan, pembiayaan, dan
insentif tidak memadai. Padahal ini merupakan peluang besar bagi perkembangan
ekonomi dan bisnis. Lembaga keuangan, terutama perbankan, semakin terbuka untuk
menyalurkan kredit bagi pengembangan sumber energi, tentunya dengan tetap
mempertimbangkan aspek-aspek prudensial perbankan. Sayangnya kebijaksanaan di
bidang energi dan fiskal kurang mendukung secara langsung.
Bagitu pula minat investasi demikian tinggi pada bidang energi. Tetapi sekali
lagi rezim kebijakan energi dan fiskalnya kurang mendukung. Aspek ini yang
harus kita perbaiki supaya dalam jangka menengah kita tidak selalu dihadapkan
dengan masalah sulit pengurangan subsidi, tetapi sebaliknya kita sebagai negara
yang kaya sumber energi diuntungkan oleh tingginya harga minyak atau sumber
energi lain.***
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Implikasi Tingginya Harga Minyak