[ppi] [ppiindia] Ibarat Sayur Tanpa Garam
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 29 Dec 2005 02:28:56 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.suaramerdeka.com/harian/0512/29/opi07.htm
Ibarat Sayur Tanpa Garam
Oleh: Thoriq Sk - Mahasiswa Fakultas Syari'ah IAIN Walisongo
SERINGKALI kita temui kasus mahasiswa mengalami keterlambatan dalam
menyelesaikan studi S1 hanya gara-gara skripsi yang tak kunjung usai.
Keterlambatan yang terkadang disebabkan oleh sulitnya birokrasi kampus,
tampaknya tengah dijadikan alasan bahwasanya skripsi kurang begitu besar
kontribusinya bagi pengembangan keilmuan di tingkat perguruan tinggi. Realitas
ini yang dijadikan dasar bagi sebagian kampus, untuk memberi tugas lain sebagai
altematif pengganti skripsi.
Sikap semacam ini wajar, karena persentase keterlambatan mahasiswa dalam
menyelesaikan tugas berpengaruh pada kredibilitas institusi. Satu hal yang
menjadi kepatutan jika kemudian pihak institusi mengambil langkah dengan cara
mencari alternatif untuk memudahkan mahasiswa agar cepat lulus. Seperti
dimunculkannya kebijakan penghapusan skripsi sebagai persyaratan kelulusan.
Namun apakah ini solusi terbaik dalam mengatasi persoalan yang sudah menjamur
(lulus terlambat gara-gara skripsi)? Tampaknya perlu penelaahan lebih lanjut.
Ada beberapa sebab yang membuat mahasiswa lambat menyelesaikan skripsi.
Pertama, faktor dari dalam. Yaitu kurangnya kompetensi mahasiswa dalam hal
tulis menulis dan penelitian. Dua elemen ini sangat dibutuhkan dalam proses
penyelesaian tugas skripsi.
Kedua, faktor luar. Artinya, kelambatan tidak disebabkan karena lemahnya
kompetensi melainkan disebabkan faktor luar, yaitu birokrasi atau mungkin
kebijakan dosen yang mempersulit.
Namun begitu, kita tidak bisa menyimpulkan bahwa hal itu sepenuhnya adalah
kesalahan dosen. Bagaimanapun, seorang dosen akan berupaya untuk memberikan
yang terbaik bagi mahasiswa yang dibimbingnya. Hal ini yang justru menjadi awal
terjadinya konflik antara dosen dan mahasiswa. Keinginan dosen agar mahasiswa
yang dibimbingnya mampu menghasilkan skripsi yang benar-benar baik sering
disalahartikan sebagai upaya mempersulit.
Lain persoalan ketika subyektivitas dosen bermain di dalamnya. Artinya, upaya
dosen yang "mempersulit" ini didasari perasaan dendam atas tingkah laku dan
karakter mahasiswa. Realitas ini sering dialami mereka para aktivis yang kerap
kontra atas kebijakan kampus. Kondisi semacam inilah yang harus dihindari sejak
dini.
Penghapusan persyaratan skripsi dalam menyelesaikan studi bukanlah solusi yang
tepat untuk saat ini.
Skripsi sudah menjadi ikon tersendiri bagi mahasiswa S1, sedangkan tesis
merupakan hasil bagi mereka yang mengambil program master (S2), dan pada
tingkatan doktor (S3) ditandai dengan karya yang disebut disertasi. Maka dari
itu, bila skripsi dihapuskan, ibarat "sayur tanpa garam " .
Tidak hanya itu, skripsi juga sering menjadi bahan pertanyaan ketika masa
perekrutan karyawan. Setidaknya hasil karya (skripsi) tersebut bisa dijadikan
parameter atas kemampuan calon karyawan menganalisa persoalan.
Sarjana tanpa skripsi bukanlah satu alternatif yang tepat. Hendaknya kita lebih
memahami motivasi skripsi yang tidak hanya sekadar tulis menulis melainkan
pembelajaran untuk meneliti dan menganalisa suatu permasalahan. (24)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Clean water saves lives. Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Ibarat Sayur Tanpa Garam