[ppi] [ppiindia] Hidup Gelap, Ongkos Bengkak
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 31 Jan 2006 23:42:23 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.gatra.com/artikel.php?id=91707
Hidup Gelap, Ongkos Bengkak
SANGAT pilu perasaan Nyonya Yusuf. Duduk termenung di samping rumah sambil
memangku dagu. Matanya menerawang kosong. Sesekali memanggil dua anaknya yang
menonton TV di rumah tetangga. "Anak-anak terpaksa nonton TV di rumah tetangga.
Listrik di rumah kami telah diputus,'' kata warga Oebufu, Kupang, Nusa Tenggara
Timur, itu.
Meteran listrik sudah dibongkar petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN), dua
hari lalu. Keluarganya terpaksa menggunakan lampu tradisional, tikoe, terbuat
dari kaleng minuman ringan. Listrik diputus, karena Nyonya Yusuf menunggak
pembayaran rekening tiga bulan sebesar Rp 526.000. "Itu karena anak saya masuk
rumah sakit, dan harus mengeluarkan uang berobat,'' katanya.
Penghasilan suaminya sebagai tukang batu tidak memadai. "Jangankan untuk bayar
listrik, untuk makan saja sudah susah. Belum lagi dua anak saya terancam putus
sekolah," katanya, didampingi suami yang membisu selama wawancara.
Sang suami sejak November hingga sekarang tidak mendapat order pekerjaan.
Praktis, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Nyonya Yusuf mencuci pakaian
tetangga. Walau sulit, ibu tiga anak ini bertekad membayar utangnya ke PLN
Cabang Kupang, agar listrik mengalir lagi ke rumah.
Mendengar rencana kenaikan lagi tarif listrik, Nyonya Yusuf tersentak. ''Yang
sekarang ini saja kami susah membayar, apalagi kalau dinaikkan lagi," tuturnya
sambil memukuli jidatnya sendiri.
Menurut data PLN Kupang, tahun lalu tercacat 512 pelanggan diputus karena
menunggak, senilai Rp 1,7 milyar. Sementara tahun ini, hingga 19 Januari, sudah
tercatat 46 pelanggan diputus. ''Aturannya memang begitu," kata Willer
Marpaung, Kepala Cabang PLN Kupang.
Jeritan si miskin yang hidup dalam kegelapan ini seperti tidak terdengar oleh
pejabat di Jakarta. Para menteri tetap berniat menaikkan tarif listrik. Menteri
Koordinator Perekonomian, Boediono, Rabu pekan lalu memimpin rapat
antar-menteri untuk membahas rencana kenaikan tarif tersebut. Tapi tidak ada
simulasi menunda kenaikan, apalagi menurunkan tarif. Mereka hanya sibuk
menentukan persentase kenaikan yang pas dan akan diberlakukan minimal April.
Anggota DPR, Alvin Lie, sempat sport jantung ketika mendengar ada skenario
kenaikan hingga 100%. Yang membawa konsep itu adalah Ketua Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional, Paskah Suzetta. Dalam skenario Paskah, pemakai listrik
450 watt cukup naik di bawah 10%. Tapi, kosekuensinya, industri harus naik
hingga mendekati 100%.
Senin pekan ini, DPR mengundang direksi PLN untuk menjelaskan proposalnya.
''PLN mesti menghitung ulang semuanya. Kami minta dihitung per pos. Dari sana
kita bisa lihat mana yang bisa ditekan,'' kata Alvin kepada Gatra.
Sebenarnya PLN sudah mengajukan proposal kenaikan tarif. Ketika membuat
anggaran pendapatan dan belanja negara, akhir tahun lalu, PLN melaporkan akan
mengalami defisit hingga Rp 38 trilyun pada 2006. DPR sudah menyepakati angka
subsidi Rp 17 trilyun. Jika sisanya dibebankan pada konsumen, tarif harus naik
sekitar 30%.
Waktu itu, asumsi harga minyak dunia Rp 6.000 per liter. Tapi harga minyak
dunia sekarang kurang dari Rp 5.000 per liter. Mestinya defisitnya juga lebih
rendah. Alvin menambahkan, PLN pun tidak bisa membebankan seluruh biaya ke
konsumen. ''Sebetulnya yang menyebabkan defisit begitu besar itu dari mana?
Barulah kita carikan jalan keluar,'' ujarnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Purnomo Yusgiantoro, pernah
mengingatkan PLN agar tidak tergesa-gesa menaikkan tarif listrik. Sebab,
menurut dia, kenaikan tarif listrik bisa ditekan atau ditunda karena masih ada
upaya lain yang bisa ditempuh. ''Itu bisa dilakukan karena tahun 2006, beberapa
pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar non-BBM akan beroperasi,''
katanya. Antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Uap Cilacap dan Cilegon. Serta
Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap Tanjung Jati B di Jawa Timur. Bila ketiga
pembangkit itu beroperasi, kebutuhan BBM dapat menurun.
Ekonom Chatib Basri menyarankan, sebelum memutuskan kenaikan tarif listrik,
pemerintah perlu melihat inflasi tiga bulan pertama tahun ini. Sebab dampak
kenaikan harga BBM Oktober lalu masih terasa. "Tingkat belanja masyarakat juga
belum kembali ke kondisi normal," ujar staf pengajar Fakultas Ekonomi UI itu.
Chatib menghitung, bila tarif listrik naik 30%, inflasi akan naik 1%-1,5%.
Inflasi yang meningkat menimbulkan tekanan pada biaya hidup. Para buruh menolak
digaji rendah. Senin lalu, 12.000 buruh berdemo menuntut kenaikan upah di Jawa
Timur. Mereka berdemo langsung di depan kantor Gubernur Jawa Timur, menuntut
kenaikan upah minimum kota/kabupaten rata-rata Rp 62.000 per bulan.
Ali Muchsin, 39 tahun, seorang buruh perusahaan cat di kawasan Tambak Wedi,
Surabaya, saat ini digaji Rp 600.000 per bulan. Ia harus menghidupi istri dan
tiga anaknya. Mereka menempati rumah petak 3 x 3 meter yang dibayar Rp 90.000
tiap bulan. Hanya ada tempat tidur bersusun dua mengisi istananya. Bahkan kursi
untuk tamu belum ada. "Jangankan untuk beli kursi, makan saja ngirit, Mas,"
tuturnya penuh kepasrahan. Makanya, Muchsin dan buruh lain di Jawa Timur
menuntut kenaikan upah.
Tapi pengusaha di sana siap ''melawan''. Para pengusaha yang tergabung dalam
Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Timur mengancam memindahkan lokasi pabrik,
kalau tuntutan buruh diterima gubernur yang akan ditentukan 25 Januari. "Kalau
upah minimun sampai Rp 845.000 per bulan, saya yakin banyak perusahaan di Jawa
Timur tidak kuat lagi melanjutkan usaha," kata Johnson Simanjuntak, perwakilan
pengusaha di Dewan Pengupahan Jawa Timur Surabaya.
Di Jawa Timur terdapat sekitar 80.000 perusahaan. Sebanyak 80% berskala
menengah dan kecil. Saat ini, mereka juga sedang menanggung beban sangat berat
di luar upah buruh. Misalnya kenaikan harga BBM, inflasi, persaingan produk
Cina, dan rencana kenaikan tarif listrik.
Tidak hanya di Jawa Timur. Semua pengusaha resah dengan rencana kenaikan tarif
listrik ini. Ketua Kamar Dagang dan Industri Thomas Dharmawan menyebutkan,
kenaikan tarif dasar listrik, apalagi kalau sampai 100%, akan sangat mencekik
pengusaha. ''Pengusaha kecil kan tidak bisa pasang genset,'' papar Thomas.
Kalaupun terpaksa naik, Thomas menyebut angka kenaikan yang bisa ditoleransi
maksimal 10%-15%.
Kalau terlalu tinggi, perusahaan menengah kecil bisa bangkrut. Makin banyak
pula karyawan yang dikeluarkan. Padahal, pengangguran sudah sedemikian meluas.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, hingga Oktober 2005, tingkat
pengangguran terbuka berjumlah 11,6 juta.
Bersyukurlah bagi yang masih bekerja dan merasakan gaji naik. Pegawai negeri,
misalnya, merasakan kenaikan gaji. Pemerintah telah mengalokasikan Rp 16,4
trilyun untuk pembayaran gaji pegawai. Sebanyak Rp 12 trilyun di antaranya
merupakan gaji pegawai daerah yang diberikan dalam bentuk dana alokasi umum dan
Rp 4,4 trilyun untuk gaji pegawai pusat.
Mulai Januari 2006, gaji pegawai negeri sipil golongan I-IV naik sekitar 15%.
Dengan kenaikkn gaji itu, pegawai yang golongannya paling rendah akan
mendapatkan sekitar Rp 1 juta. Selain kenaikan gaji, pegawai negeri juga akan
mendapat kenaikan tunjangan dan gaji ke-13 tahun ini.
Demikian juga para anggota DPR yang memperoleh tambahan fulus. Mereka
menetapkan sendiri melalui rapat paripurna, akhir tahun lalu. Anggota DPR telah
mendapat kenaikan gaji Rp 10 juta per orang. Dengan gaji pokok, tunjangan
jabatan, istri, anak, beras, komunikasi intensif, kehormatan, uang listrik,
telepon, total sekitar Rp 38 juta.
Begitu pula anggota DPRD di berbagai daerah yang memperoleh tambahan
pendapatan. Misalnya, Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso menaikkan pendapatan
anggota DPRD lebih dari 200%. Sekadar contoh, uang lelah anggota DPRD menjadi
Rp 1,5 juta dari sebelumnya Rp 450.000.
Ketika membahas ihwal kenaikan gaji, rapat anggota dewan biasanya cukup lancar.
Semoga semangatnya akan sama ketika memperjuangkan penderitaan si miskin.
Rihad Wiranto, Astari Yanuarti, Arif Sujatmiko (Surabaya), dan Antonius Un
Taolin (Kupang)
[Ekonomi, Gatra Nomor 10 Beredar Senin, 23 Januari 2005]
+++++ KOMENTAR PEMBACA++++
Penguasa Yang Menciptakan Lingkaran Kemiskinan (bierofjakarta@xxxxx,
24/01/2006 23:39)
Dada kita teramat sesak jika membaca berita-berita nestapa yang diderita
saudara-saudara kita di Indonesia.
Keadaan nestapa semua ini akibat rakusnya penguasa yang dengan gagah berani
telah menciptakan korupsi disemua lintas departemen: disemua kantor-kantor
pemerintahan dari tingkat Kelurahan sampai Kementerian.
Maka, Terkutuklah manusia penguasa-penguasa yang rakus serta tak memiliki hati
kepada sesama. Itu saja umpatan kami sebagai rakyat. Pasti Tuhan dengan segera
menghukum mereka yang l... <5 huruf lagi>
Berbisnis Selagi Punya jabatan (sugito_sp@xxxxx, 24/01/2006 17:46)
Berbisnis selagi punya kesemapatan menjadi pejabat, yach namanya juga bisnis
mana mikirin rakyat kecil, mereka cukup jadi tumbal saja. dan itu ngga membuat
mereka terpikir untuk memikirkan hal-hal yang sedemikian sulit bagi rakyat
bangsa ini. Aji Mumpung toch diganti President juga hasilnya sama karena mereka
tidak dan tak akan perduli tangis rakyat.
Jadi untuk teman-teman yang kesulitan saat ini nikmati aja .........enjoy
ajaaaaaaaaaa.........toch semuanya akan berakhir di kuburan.
indonesiaku mau dibawa kemana? (yrauf_26@xxxxx, 24/01/2006 14:46)
Rasanya sudah mati rasa kita mendengar dan membca berita kenaikan bukan kita
sudah bebal akan hal ini tapi mau dibayar pakai apa kalau semuanya sudah mulai
tak terkontrol kenaikan BBM yang belum lama saja masih terasa dampaknya
sekarang mau naik lagi listrik,saya heran dengan penguasa negeri ini kenapa
rakyat terus yang ditekan dengan beban hidup ini? sedang penghasilan kita
bukannya naik tapi turun karena daya beli merosot,apa tidak ada alternatif lain
untuk membenahi BUMN ini ?dengan segala ho... <286 huruf lagi>
Nasib Si Miskin (ziswanto@xxxxx, 24/01/2006 13:54)
Begitulah nasib si miskin, pemerintah hanya sibuk menaikan ini itu tapi tidak
memikirkan dampak dan efek yang ditimbulkan. Belum lama BBM naik dampaknya
sudah sangat terasa apa-apa serba mahal, penganguran makin banyak dikarenakan
tempat mereka bekerja sudah tidak mampu lagi untuk untuk berproduksi, cobalah
Bapak PRESIDENT DAN WAKIL PRESIDENT BESERTA MENTRI DAN JAJARANNYA berfikir
sejenak dengan hati dan pandangan yang luas bahwa mereka dipilih oleh rakyat
yang nota bene adalah RAKYAT KECIL, jan... <240 huruf lagi>
bner,udah susah tambah ancurrrrrr (sanakampunk@xxxxx, 24/01/2006 13:00)
bnerrrrr udahh susahhh tambah ancuur aja dah ,kita ini -
bbm udah naek,eeeeh sekarang pln mo naek lagiii-
aduuh biyuuungg,sampe kapan neh,negri kita bisaaa mak-
mur kl semua pada naekkkk,nah beras indo nesia kmn tuh-
yg enakk dan pulen berasss cianjur,di jual kenegri org ya?
kita makan beli beras darii thai(thailand),krn harga beras-
thai lebih murah,jng di tambahin lagi deh naek pln,nanti-
rakyattt indo nesia bnyk yg mati mendadak,salam
Sebelum menaikan tarif (gufij@xxxxx, 24/01/2006 11:21)
Sebelum kenaikan listrik hendaknya borok, keboborokan dan korupsi di PLN harus
di bersihkan dulu. Efesiensi dan manajemen perlu dibenahi. Jangan rakyat terus
yang dijadikan korban. Rakyat sudah terlalu susah dan menderita, pemerintah
harus berpihak ke rakyat.
Minta suaka. (nickmtr005@xxxxx, 24/01/2006 10:23)
Jangan-jangan warga Papua yang minta suaka ke Australia karena nggak kuat bayar
listrik?
Bukan sulap bukan magic tapi kenaikan harga berturut-turut (BBM, Gas,
Transport, Tol, dan Listrik) jelas bisa "matiin" orang.
Listrik..., menyesakan (froelo@xxxxx, 24/01/2006 09:19)
Mungkin perlu ada/diselipkan dalam kebijaksanaan/Undang-Undang/peraturan dalam
bidang usaha/industri yang mengharuskan usaha industri di Indonesia mempunyai
genset/pembangkit listrik sendiri sekaligus untuk menerangi lingkungannya dalam
radius berapa kilo meter, seperti di India. Dengan demikian, listrik negara
hanya untuk rakyat saja. Pencurian listrik oleh industri melalui kerjasama dgn
oknum PLN selama ini dugaannya lebih besar terhadap usaha industri juga..
Derita tiada henti (alisys_2005@xxxxx, 24/01/2006 07:37)
Semoga hati mereka para pemimpin bangsa dan pembela rakyat tergugah, dengan
sifat arif & bijaksana, berkaca pada diri...bahwa mereka hidup, mencari rezeki
di bumi pertiwi yang kaya ini, tidak ada salahnya rakyat menikmati hasil
kekayaan alam ini, jangan hanya derita..derita..dan derita, hanya segelintir
orang PINTAR saja yang menikmatinya.Ku ketuk hatimu wahai pemimpin & pembela
rakyat, ada tanggung jawab yang berat yang anda miliki.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts: