[ppi] [ppiindia] Hentikan Stigma Agama
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 21 Oct 2005 01:37:08 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=194351
Jumat, 21 Okt 2005,
Hentikan Stigma Agama
Pernyataan pemerintah, termasuk Wakil Presiden Jusuf Kalla, bahwa jika perlu
pemberantasan terorisme dilakukan dengan meniru cara-cara Orde Baru, yakni
mengawasi pesantren dan isi ceramah agama, direaksi keras para pemimpin Islam.
Ketua Umum PB NU Hasyim Muzadi, misalnya, mengemukakan bahwa pernyataan
pemerintah tersebut mengisyaratkan masih saratnya stigma dan label-label agama
dalam melihat aksi-aksi terorisme.
Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dalam rilis yang diterima Jawa Pos
mengungkapkan, pemerintah tidak pernah mau belajar dari pengalaman dan tidak
mau memperbaiki diri. Yakni, tuding sana tuding sini, lalu mengaitkan teror
dengan agama tertentu.
Reaksi Hasyim dan Din tersebut patut dijadikan masukan dan refleksi bagi
pemerintah. Dalam hal ini, janganlah terburu-buru mengaitkan pengeboman yang
terjadi di Indonesia sebagai motif-motif agama.
Mengapa? Sebab, jika tudingan bermuatan agama sering dilontarkan ketika teror
terjadi, itu sama dengan menyiramkan minyak untuk membakar harmoni serta
kerukunan berbangsa.
Dalam masyarakat yang menganut agama majemuk seperti di Indonesia, membiarkan
atau bahkan sengaja melontarkan isu-isu terorisme yang sarat stigma agama sama
dengan memecah belah integrasi masyarakat.
Masyarakat akan saling curiga. Pemeluk agama akan saling tuding. Dan, akhirnya
memicu munculnya ketegangan, ketidakpercayaan, serta saling menutup diri.
Banyak kalangan, termasuk tokoh dan para pemimpin agama, yang mengingatkan
serta meminta agar pemerintah dan aparat keamanan tidak langsung mencari
kambing hitam pelakunya setiap teror terjadi. Jangan mengait-ngaitkan teror
tersebut dengan kepercayaan siapa pun, dengan kelompok mana pun, dan dengan
agama apa pun.
Sebaliknya, setiap terjadi teror, itu harus dijadikan pelajaran untuk
mengantisipasi agar kejadian serupa tidak terulang. Caranya? Pertama,
meningkatkan kualitas aparat keamanan untuk bisa bekerja cepat serta dapat
mengimbangi kecerdikan pelaku terorisme.
Kedua, meningkatkan kualitas intelijen agar aparat telik sandi bisa mengendus
potensi-potensi terorisme secara dini. Perbaiki kemampuan aparat keamanan dan
intelijen.
Berikutnya, setiap terjadi teror, secepat mungkin pelakunya harus bisa
ditangkap. Setelah itu, lakukan proses hukum secara cepat, lalu diadili dan
hukum dengan sangat berat.
Siapa pun pelaku teror harus dihukum berat tanpa perlu melihat asal-usul
keyakinan serta kepercayaan agamanya. Tanpa melihat asal mereka.
Aksi terorisme merupakan kejahatan luar biasa terhadap kemanusiaan
(extra-ordinary crime). Bisa terjadi di mana pun dan bisa dilakukan siapa pun.
Karena itu, tidak perlu mencari kambing hitam. Kejar, tangkap, dan hukum berat
pelakunya.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Hentikan Stigma Agama