[ppi] [ppiindia] Hati-hati Makanan Berformalin
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 29 Dec 2005 01:49:23 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
REFLEKSI: Jangan beli sembarang makanan atau ikan dan daging yang dieskan.
Selalu makan makanan dari bahan-bahan segar, saya kira adalah saran terbaik.
Karena kalau dibeli makanan yang mengadung formalin berarti And membeli lisensi
percepatan kematian Anda melalui penderitaan yang tidak dibutuhkan.
http://www.indomedia.com/bpost/122005/29/opini/opini2.htm
Hati-hati Makanan Berformalin
MASYARAKAT diingatkan untuk berhati-hati mengonsumsi beberapa jenis makanan,
karena dalam proses pengolahannya dibubuhi bahan kimia berbahaya: formalin.
Pemakaian formalin untuk proses pengolahan makanan, sebenarnya bukan isu baru.
Masalah ini pernah mencuat di 2004, dan kini kembali ramai dipersoalkan.
Formalin yang dalam istilah kimianya HCHO dan CH3OH dalam air, merupakan
larutan komersial dengan konsentrasi 37-40 persen dari formaldehid. Bahan ini
biasanya digunakan sebagai antiseptic, germisida dan pengawet. Formalin
diketahui sering digunakan dan efektif dalam pengawetan mayat. Juga bisa
digunakan sebagai pengobatan penyakit akibat ektoparasit seperti fluke dan
kulit berlendir pada ikan. Meskipun demikian, bahan ini sangat beracun dengan
ambang batas amannya sangat rendah, sehingga terkadang ikan yang diobati malah
mati.
Bahan ini sangat berbahaya apabila terkena kulit atau mata manusia. Apabila hal
ini terjadi, segera cuci dengan air yang banyak. Bahan ini juga dapat
menghasilkan uap beracun, oleh karena itu jangan biarkan botol formalin terbuka
di ruang tertutup. Simpan formalin dalam botol berwarna gelap dan hindarkan
dari cahaya, kalau tidak maka akan dapat terbentuk paraformaldehid (berupa
endapan putih) yang sangat beracun. Selain itu, formalin dapat bersifat
ekspolif.
Makanan yang mengandung formalin, bila dikonsumsi manusia sangat berbahaya bagi
kesehatan. Lama-lama bisa menyebabkan kanker. Selain itu, dampak formalin dalam
jangka pendek atau panjang antara lain iritasi saluran pernafasan,
muntah-muntah, pusing, rasa terbakar pada tenggorokan, penurunan suhu badan,
dan rasa gatal di dada. Di samping bisa memicu kerusakan hati, jantung, otak,
limfa, sistem susunan syarat pusat dan ginjal.
Saat ini banyak makanan yang diproses memakai formalin. Ada delapan merek mi,
tahu dan ikan asin yang sempat dicatat Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan
(BB POM) Jakarta positif mengandung formalin. Tapi ada produsen makanan itu
culas, karena untuk mengelabui konsumen tidak segan-segan membubuhkan tulisan
di bawah kemasan dengan kalimat 'Bebas formalin dan boraks'.
Alasan penggunaan formalin dalam proses pembuatan ikan asin, berkaitan masalah
biaya pengolahan. Sebagian nelayan diduga menggunakan formalin untuk
mengawetkan ikan segar yang baru ditangkap, akibat mahalnya harga es batu dan
garam. Dengan proses garam dan penjemuran, rendemen yang tersisa kurang dari
separo. Contohnya, untuk ikan seberat 100 kilogram saat masih basah, menjadi 40
kilogram (40 persen) setelah menjadi ikan asin. Susut 60 kilogram ini yang
disebut rendemen, sangat merugikan pengolah karena harga jual menggunakan
satuan kilogram. Untuk mengurangi rendemen tersebut, nelayan menggunakan
formalin karena bisa mencapai 75 persen. Cara itu tetap ditempuh demi meraup
keuntungan meski taruhannya adalah nyawa konsumen (manusia).
Penggunaan formalin untuk mengawetkan makanan, sesungguhya dilarang sejak 1982.
Hal ini dikuatkan dengan Undang Undang No 7 Tahun 1996 tentang Perlindungan
Pangan. Jika ketahuan memasukkan formalin ke dalam bahan makanan, produsennya
diancam penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp600 juta.
Selain itu, mereka melanggar UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan
Konsumen dengan ancaman hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling
banyak Rp2 miliar.
Meski sudah ada ancaman hukuman demikian, kenyataannya masih ada produsen yang
demi mengejar keuntungan memakai formalin. Karena itu, seharusnya ada efek jera
yang bisa membuat pelaku usaha tidak melakukan perbuatan ini lagi. Bentuk lain
hukuman yang bisa kita timpakan kepada produsen macam itu adalah boikot, tidak
membeli produknya sehingga usaha itu mati dengan sendirinya. Mari kita
selamatkan diri kita dan masyarakat luas dari ancaman formalin.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/SBefZD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Hati-hati Makanan Berformalin