[ppi] [ppiindia] Hasil Hutan Rakyat Yang Spektakuler
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 31 Jul 2006 05:43:13 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.indomedia.com/bpost/072006/31/opini/opini1.htm
Hasil Hutan Rakyat Yang Spektakuler
Oleh : Udiansyah
DosenFakultas Kehutanan Unlam
Usaha masyarakat menanam dan atau memelihara hutan telah terbukti menghasilkan
nilai finansial sangat tinggi.
Pengelolaan hutan seperti yang selama ini dilaksanakan ternyata menghasilkan
dua hal negatif sekaligus, yaitu deforestasi dan dehumanisasi masyarakat lokal.
Deforestasi, terjadi kerusakan hutan mencapai 2,83 juta hektare per tahun.
Sementara dehumanisasi, masyarakat di sekitar dan di dalam hutan masih banyak
yang miskin dan cenderung terus bertambah jumlahnya. Padahal, pengelolaan hutan
dengan manajemen yang benar diyakini dapat membuat masyarakat sejahtera.
Sesungguhnya, sebagian masyarakat lokal telah mampu menjadi teladan bagaimana
seharusnya membangun hutan. Masyarakat yang dengan serba keterbatasan
pengetahuan dan modal telah berhasil membangun hutan. Misalnya, salah seorang
peladang berpindah di Desa Sakadoyan, Kecamatan Pamukan Selatan, Kabupaten
Kotabaru sukses menanam jati di areal bekas ladangnya.
Usaha masyarakat menanam dan atau memelihara hutan telah terbukti menghasilkan
nilai finansial sangat tinggi. Misalnya, penelitian Nuripto (1994) menunjukkan,
hutan yang dikelola rakyat dengan produk rotan, madu, lilin, dan kedaung di
Bentian (Kaltim) menghasilkan nilai finansial sebesar 25,2 kali dibandingkan
dengan sistem Hak Pengusahaan Hutan (HPH). Menyadari kearifan tradisional
masyarakat lebih unggul daripada sistem pengelolaan hutan yang berlaku
sekarang, kini pemerintah melirik masyarakat melalui program pembangunan hutan
berbasis masyarakat. Misalnya, program social forestry dan Gerakan Nasional
Rehabilitasi Hutan dan Lahan.
Perlu Manajemen
Sebagaimana sering diberitakan, produksi hutan alam di Kalsel dapat mencapai
800 ribu meter kubik per tahun di era 1980-an. Tetapi sekarang, untuk mencapai
angka 50 ribu meter kubik saja sangat sulit terealisasi. Padahal, kebutuhan
bahan baku kayu untuk keperluan industri berkisar 4,3 - 4,5 juta meter kubik.
Oleh karena itu, pihak industri berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan bahan
baku agar industri mereka tetap beroperasi.
Salah satu usaha adalah memanfaatkan hutan rakyat. Pemanfaatan hutan rakyat ini
didukung kebijakan dengan diterbitkannya Izin Pemanfaatan Kayu Rakyat (IPKR)
dan Izin Pemanfaatan Kayu Tanah Milik (IPKTM). Hasilnya sangat spektakuler.
Berdasarkan data dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, kayu yang berasal dari
IPKR dan IPKTM pada 2005 melebihi angka 300 ribu meter kubik. Hampir 10 kali
lipat dari produksi hutan alam sekarang.
Namun perlu diketahui, masyarakat yang berhasil membangun hutan umumnya tidak
eksploitatif. Mereka lebih cenderung membangun agro-ecosystem saja dengan
pemanfaatan hasil hutan nonkayu seperti madu, getah, damar, rotan, lilin, dan
lain-lain. Karena, dengan menebang pohon untuk mengambil kayunya maka hasil
hutan nonkayu akan berkurang drastis, jika tidak habis sama sekali. Dengan
demikian, adanya produksi kayu yang sangat besar dari hasil IPKR perlu
dicermati secara serius.
Di satu pihak, jika masyarakat menanam pohon dengan tujuan memproduksi kayu
maka prosedur perizinannya sangat rumit. Sudah jelas hal ini merupakan
disinsentif bagi masyarakat lokal. Akibatnya, kegiatan menanam pohon yang
merupakan kearifan tradisional mereka kurang bergairah mereka laksanakan.
Padahal masih ada disinsentif lain berupa retribusi dan biaya ceking cacah
pohon ke areal pertanaman oleh instansi berwenang.
Oleh karena itu, faktanya masyarakat lebih senang menebang pohon buah-buahan
mereka atau jenis liar lainnya daripada menanam pohon untuk tujuan memproduksi
kayu. Produk kayu IPKR dan IPKTM ini ukurannya pun berasal dari pohon yang
masih sangat produktif dan lokasinya tersebar tidak menentu. Di belakang,
samping atau depan rumah, pinggir jalan atau sungai, atau mungkin di kawasan
hutan produksi bahkan kawasan hutan lindung. Kayu seperti itu yang menyuplai
salah satu industri veneer yang kebetulan belum mempunyai Rencana Karya Lima
Tahunan.
Bahkan ditengarai, IPKR ini merupakan kedok untuk mengeksploitasi hutan secara
ilegal (BPost, 21/07). Tengarai ini hampir dapat dibuktikan kebenarannya,
karena ada potensi IPKR tidak diketahui jelas oleh yang berwenang mengeluarkan
izin. Ketika yang berwenang melakukan cek ke lapangan, ternyata jumlah
batangnya hanya sedikit tidak sesuai izin yang diberikan. Kenapa ini bisa
terjadi, bukankah sebelum IPKR diterbitkan ada ceking dan IPKR seharusnya
sesuai potensi yang ada.
Fakta ini menunjukkan, dalam mengelola hutan rakyat tidak ada manajemen yang
diterapkan. Suatu kegiatan yang tidak mempunyai manajemen dapat dipastikan
kehancuran yang diperoleh. Kehancuran dalam kasus ini adalah mulai tidak
lestarinya ketersedian bahan baku dari hutan rakyat hingga bencana alam.
Hutan rakyat yang ditanam masyarakat ini juga mempunyai fungsi yang sama dengan
hutan alam. Ia juga dapat mengatur tataair, mempengaruhi iklim mikro, mencegah
erosi, menyuplai bahan mineral tanah, memproduksi kayu, dan lainnya. Sementara
masyarakat yang hidup di dalam dan sekitar hutan, jumlahnya cukup besar dan
mereka sangat familiar dengan tanam menanam pohon. Hal ini merupakan potensi
yang sangat besar jika ingin menjadikan hutan rakyat primadona kehutanan.
Namun sayang, masyarakat yang benar-benar menanam pohon dan ketika ingin
menebangnya banyak disinsentif yang harus diterima. Sebaliknya, pihak berwenang
bisa saja memberikan IPKR walaupun ternyata belakangan diketahui bahwa potensi
hutan tidak bersesuaian dengan volume IPKR yang diberikan. Padahal, sebelumnya
ada pengecekan dari mereka.
Dijelaskan, hutan rakyat juga berfungsi sebagaimana hutan alam. Maka, mungkin
saja bencana banjir besar tidak terjadi karena masih ada hutan rakyat yang
dapat berperan menggantikan hutan alam yang rusak. Namun, ketika ada penebangan
pohon di hutan rakyat (baik IPKR maupun IPKTM) yang begitu besar maka fungsi
tataair hutan menjadi sirna. Oleh karena itu, hutan rakyat perlu juga dikelola
dengan manajemen dan insentif yang benar. Bukan asal mengeluarkan IPKR atau
IPKTM.
e-mail: udiansyah@xxxxxxxxx
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Hasil Hutan Rakyat Yang Spektakuler