[ppi] [ppiindia] Harga Minyak, Inflasi, Dan Suku Bunga
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 29 Oct 2004 12:41:15 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=96653
Harga Minyak, Inflasi, Dan Suku Bunga
Oleh Anthony Zeidra Abidin
Dulu kita eksportir minyak. Kini kita mengimpor minyak. Celakanya, dengan
kenaikan harga minyak dunia yang relatif sangat tinggi, beban kita jadi amat
berat. Justru itu, ke depan, manajemen pengelolaan minyak harus diperbaiki.
Selama ini, impor minyak dilakukan oleh anak perusahaan Pertamina di
Singapura. Perusahaan itu pun menyubkontrakkan lagi kepada perusahaan lain.
Di sana tentu ada fee dan macam-macam. Cara demikian jelas tidak efisien.
Banyak biaya yang sebenarnya tidak perlu harus dikeluarkan.
Sebagai produsen minyak lebih dari 1 juta barel perhari, mestinya kita tidak
perlu melakukan ekspor minyak. Semua kebutuhan minyak dalam negeri kita
penuhi sendiri, dan sisanya baru kita ekspor. Selama ini kita menjual
minyak, tapi kita beli lagi. Kita pun cenderung membeli minyak lebih banyak
daripada kebutuhan. Kita membelinya dengan harga mahal, lalu dijual di dalam
negeri dengan subsidi. Sisanya dijual secara ilegal ke Singapura atau entah
ke mana. Penyelundupan ini selalu terjadi.
Menjual kemudian membeli lagi ini ada ongkosnya dan ada komisi yang harus
dikeluarkan. Proses ini sarat korupsi, dan karena itu kini saatnya kita
akhiri. Kita harus bisa memroses atau mengolah sendiri minyak. Bahwa kilang
minyak di Cilacap hanya bisa mengolah minyak impor, itu harus diatasi. Soal
tersebut tak terlalu sulit. Dalam waktu lima tahun saya kira kita bisa
melakukan itu. Ini dalam rangka penghematan agar subsidi minyak bisa
dikurangi.
Efisiensi bisa dilakukan melalui pendekatan produksi. Dalam konteks ini,
saya setuju dengan gagasan Kwik Kian Gie yang berpatokan pada produksi dan
margin. Margin yang didapat Pertamina untuk memroduksi minyak sekitar Rp 500
per liter, sehingga harga jual tak lebih dari Rp 3.000 per liter. Dengan
demikian, tak perlu ada subsidi.
Jadi, strategi perminyakan nasional harus bertumpu pada pengelolaan yang
semakin efisien, berorientasi pada kebutuhan dalam negeri. Bahwa secara
teknis ada masalah, tentu diperlukan kebijakan baru. Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) yang menjanjikan perubahan hendaknya mau memberesi soal
minyak ini, terutama menyangkut manajemennya yang sangat tidak efisien.
Dalam program seratus hari pertama, pemerintahan SBY hendaknya sudah
menunjukkan niat memerbaiki manajemen perminyakan nasional ini.
Kita sebagai produsen besar - produksi minyak kita mencapai 1,3 juta barel
per hari- - mestinya tidak perlu impor. Produksi minyak kita mestinya
mencukupi untuk kebutuhan di dalam negeri sendiri. Kalau manajemen minyak
bisa diperbaiki, maka pengaruhnya sangat signifikan terhadap anggaran
terkait dengan subsidi besar selama ini. Perbaikan manajemen minyak juga
berpengaruh positif terhadap ekonomi nasional.
Dengan langkah-langkah perubahan itu kita harapkan pertumbuhan ekonomi 7
persen bisa dicapai. Lalu inflasi yang kini mencapai 6,2 persen bisa ditekan
menjadi 5 persen. Inflasi hendaknya tidak lebih besar dibanding di
negara-negara tetangga. Thailand, misalnya, hanya mencatat inflasi sebesar
3,6 persen. India 4,6 persen, atau Cina 5,3 persen.
Dalam seratus hari pertama, pemerintahan SBY hendaknya sudah membuat semacam
kepastian bahwa inflasi tidak lebih dari 5 persen. Dengan tingkat inflasi
demikian kita bisa mendorong sektor riil melalui suku bunga pinjaman yang
lebih rendah. Sekarang saja, kalau suku bunga kredit di bawah 10 persen,
saya yakin sektor riil akan lebih bergairah. Selain itu, tentu, kebijakan
moneter harus konsisten.
Tapi kalau inflasi 5 persen, idealnya suku bunga SBI di bawah itu,
Persoalannya, di Indonesia ada semacam mitos bahwa suku bunga harus di atas
inflasi. Kalau ekspor kita mau bersaing dengan negara-negara lain, dan dalam
rangka mendorong sektor riil, maka mitos ini harus kita bongkar. Suku bunga
hendaknya di bawah inflasi.
Di Thailand - dengan inflasi 3,6 persen - suku bunga cuma 1,75 persen.
Sementara Korsel mencatat inflasi 3,9 persen dan suku bunga 3,43 persen. Di
AS, inflasi hanya 2 persen, suku bunga 1,75 persen. Suku bunga kita bisa
saja lebih tinggi dari Singapura. Selama keamanan dan politik nasional
stabil, saya kira tak akan ada masalah. Artinya, orang tak akan menyimpan
uang di luar negeri. Mampukah pemerintahan SBY melakukan pekerjaan besar
tersebut?***
Anthony Zeidra Abidin adalah mantan
Ketua Subkomisi Perbankan DPR-RI
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a clean sweep of pop-up ads. Yahoo! Companion Toolbar.
Now with Pop-Up Blocker. Get it for free!
http://us.click.yahoo.com/L5YrjA/eSIIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Harga Minyak, Inflasi, Dan Suku Bunga