[ppi] [ppiindia] Hamid Diperiksa Lagi
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 27 Apr 2006 03:09:23 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/4/27/n3.htm
Hamid Diperiksa Lagi--- Akui Tunjuk Rekanan
Jakarta (Bali Post) -
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan pemanggilan terhadap
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum dan HAM) Hamid Awaludin. Tindakan
ini terkait dugaan korupsi proyek pengadaan surat suara Pemilu Presiden
(Pilpres) 2004. Pemeriksaan terhadap Hamid ini masih sebatas sebagai saksi.
Bersama ajudan dan sejumlah stafnya, mantan anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU)
ini tiba di gedung KPK, Rabu (26/4) kemarin pukul 10.45 WIB. Ia terlihat
membawa dokumen yang tersimpan dalam tas warna gelap. Hamid langsung menuju
ruang pemeriksaan yang berada di lantai dua. Kedatangannya ke gedung ini
bukanlah kali pertama. Sebelumnya ia sudah dua kali diperiksa terkait kasus
korupsi pengadaan segel surat suara Pemilu Legislatif 2004.
Pemeriksaan terhadapnya berlangsung selama hampir lima jam. Sekitar pukul 14.45
WIB, ia keluar dari ruang pemeriksaan dan langsung menggelar jumpa pers. Dalam
pernyataannya, Hamid mengakui telah menunjuk langsung perusahaan untuk mencetak
surat suara Pilpres tahap I dan II.
Penunjukan langsung dilakukan karena mepetnya waktu pelaksanaan pemilihan itu.
KPU hanya memiliki waktu empat minggu untuk melakukan pencetakan dan
pendistribusian surat suara Pilpres I ke seluruh Indonesia. ''Pemilu legislatif
berlangsung 5 April 2004 dan penghitungan suaranya memakan hingga 5 Mei 2004.
Memasuki minggu ketiga Mei, mulai masa pengajuan calon presiden dan calon wakil
presiden. KPU baru mencetak pada awal Juni 2004. Pada 30 Juni, surat suara itu
sudah harus diterima di kabupaten/kota. Tidak mungkin KPU melakukan tender
terbuka untuk proyek itu,'' bela Hamid.
Mengenai penunjukan langsung ini, lanjutnya, sebelumnya panitia melakukan
seleksi terhadap 38 perusahaan yang pernah ikut mencetak surat suara pemilu
legislatif. Hasilnya, dipilih 18 perusahaan percetakan. Setelah melakukan
negosiasi panjang, akhirnya disepakati harga Rp 95 per lembar. Harga itu
ditetapkan setelah melihat harga pasar Rp 100 per lembar.
''Dari 18 perusahaan yang ikut mencetak surat suara Pilpres I, disaring
menjadi 15 perusahaan. Setelah negosiasi, akhirnya disepakati harga Rp 48 per
lembar. Penunjukan langsung itu diputuskan dalam rapat pleno,'' jelas Guru
Besar FH Unhas Makassar ini.
Sementara itu, Wakil Ketua KPK Tumpak Hatorangan Panggabean mengatakan pihaknya
sudah banyak meminta keterangan dari sejumlah pihak terkait dugaan korupsi
dalam pencetakan surat suara Pilpres I dan II ini. Tetapi, belum memastikan
jumlah kerugian negara dalam kasus ini. KPK secepatnya melakukan koordinasi
dengan instansi terkait untuk menghitung jumlah kerugian negara dalam kasus
ini. ''KPK belum mendapatkan kepastian soal kerugian negara, karena kasus ini
masih dalam tahap penyelidikan. Tim penyidik masih menghitung bekerja sama
dengan lembaga terkait. Kalau memang sudah lengkap, kasusnya bisa ditingkatkan
ke tahap penyidikan,'' ungkap mantan Sekretaris Jampidsus Kejaksaan Agung ini.
(kmb3)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Hamid Diperiksa Lagi