[ppi] Re: [ppiindia] Gusdur Kehilangan Gigi di Mata Massanya
- From: Zamhasari Jamil <izhems@xxxxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Fri, 28 May 2004 13:15:27 +0100 (BST)
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Salam,
Mas Letug dan rekans semua,
Gusdur, hehehe. Kita membicarakan Gusdur? Hebat. Segala sesuatu yang ada di
dalam benak Gusdur itu hanya ---menurut Kiyai Bisri --- Gusdur dan Allah jualah
yang tahu. Seperti biasa, Gusdur bila ditanya tentang kekuatan PKB atau jumlah
masyarakat NU di Indonesia, pasti bisa ditebak bahwa beliau akan menjawab bahwa
kekuatan PKB itu sangat besar. Ini dapat dilihat besarnya jumlah masyarakat
yang hadir ketika saya (baca: Gusdur) menghadiri acara "ini" dan "itu" di
daerah "ini" dan daerah "itu". Begitulah biasanya Gusdur berkomentar bila
ditanya tentang kekuatan PKB.
Begitu pula bila Gusdur ditanya tentang apa yang telah dihasilkan oleh NU.
Mengapa NU tidak bisa berbuat seperti Muhammadiyah, dimana Muhammadiyah
memiliki program-program yang luas dan terarah. Ambil misalnya seperti Sekolah
Muhammadiyah, Universitas Muhammadiyah, SMU Muhammadiyah dll. Nah, mana milik
NU Gus?. Untuk pertanyaan-pertanyaan seperti ini, biasanya Gusdur akan meminta
si penanya untuk menghitung jumlah sekolah, universitas, smu dll yang dimiliki
oleh Muhammadiyah. Kemudian setelah dihitung semua, maka sisa dari itu adalah
milik NU. Demikian biasanya Gusdur berkomentar sambil terkekeh-kekeh.
Apapun yang dimainkan Gusdur, sulit bagi kita untuk menebaknya. Karena itu,
saya tetap menghormati beliau sebagai Bapak Bangsa, dan saya menyebutnya
sebagai Bapak Demokrasi. Sedangkan gelar Bapak Reformasi biarlah digenggam oleh
pamanya mbak Ida, Amien Rais.
Benarkah Gusdur kehilangan gigi dimata rakyatnya? Bisa jadi benar menurut anda.
Tapi menurut saya bahwa kebijakan yang telah diperlihatkan Gusdur tersebut
adalah untuk mengajari "anak-anaknya" yang selama ini menurut saja pada
perintahnya agar bisa menentukan sikapnya sendiri. Artinya, Gusdur telah
menyadari bahwa di umurnya yang semakin senja itu, malaikat mautpun telah
mendekatinya. Bila Gusdur telah tiada, beliau tak menginginkan "anak-anak"nya
bagaikan anak ayam yang tak berinduk. Demikianlah cara Gusdur mengajari
anak-anaknya untuk bertindak, berpolitik dan berfikir.
Wassalam,
IzaM.
Tangkisan Letug <tletug@xxxxxxxxx> wrote:
Gus Dur Kehilangan Gigi di Mata Massanya
(Gema Warta Ranesi, 27 Mei 2004)
Dukungan resmi yang diberikan PKB terhadap duet
Wiranto dan Gus Solah sebagai capres dan cawapres dari
Partai Golkar, kini menuai kritikan. Kritikan tersebut
sudah tentu mengarah pada Gus Dur. Meski Gus Dur
secara tegas menyatakan dirinya akan berada di luar
system, namun tetap saja itu memberi berkah bagi
Partai Golkar. PKB dan massa NU pecah akibat
perkembangan politik saat ini. Apakah ini membuktikan
Gus Dur telah kehilangan giginya di mata massanya?
Atau ini hanyalah strategi yang dimainkan oleh Gus
Dur? Laporan Jopie Lasut dari Jakarta.
Hari Jumat ini menurut rencana, Partai Kebangkitan
Bangsa secara resmi akan mendeklarasikan dukungannya
kepada pasangan Wiranto-Gus Sholah. Pilihan PKB untuk
mendukung pasangan Capres dan Cawapres dari Golkar ini
kemungkinan besar akan mendapat perlawanan dari massa
NU yang cenderung mendukung Hasyim Muzadi yang
berpasangan dengan Megawati. Ini nampak dari banyaknya
dukungan yang mengalir dari Jawa Barat dan Jawa Timur
untuk pasangan Mega-Hasyim. Ribuan kyai NU menyatakan
sikap memberikan sokongan kepada duet ini. Sebaliknya
massa pendukung PKB diperkirakan akan memberikan
dukungan mereka pada pasangan Wiranto Solahudin.
Meski Gus Dur menyatakan dirinya tetap Golput, namun
dengan dibiarkannya PKB mendukung duet Wiranto-Sholah,
sudah bisa dipastikan bahwa sebagian besar massa
NU/PKB akan medukung Wiranto. Gabungan hijau kuning
ini sudah pasti akan membawa pasangan Wiranto-Sholah
ke rangking 1 pada ronde pertama pilpres yang akan
dilangsungkan tanggal 5 Juli nanti. "Kita pasti akan
pindah ke Hasyim", ujar seorang aktivis muda NU yang
masuk golongan "Bani Hasyim", yaitu keluarganya
pendiri NU, KH Wahid Hasyim.
Sementara ini para kyai masih tunduk pada Ketua Umum
Nonaktif Hasyim Muzadi. Apalagi dia sekarang keliling
membawa pundi-pundi. Tetapi soal memilih siapa nanti
itu tentu tergantung Gus Dur, katanya. Uangnya
diterima tetapi mereka akan pilih yang lain. Bagi para
Kyai itu Gus Dur masih tetap nomor satu. Sedangkan
Kyai Hasyim Muzadi jelas tidak mau dinomorduakan. Dia
merasa dirinya nomor satu di NU. Sedangkan kalangan NU
pendukung Hasyim Muzadi menunjuk pada track record Gus
Dur. Gus Dur dahulu pernah mengusulkan agar Partai
Golkar dibubarkan. Dia juga berjuang agar peran
militer dihilangkan dari dunia politik. Gus Dur juga
yang memecat Wiranto dari jabatan Menhankam yang baru
dipegangnya selama 3 bulan.
Saat itu banyak yang berdecak kagum atas sepak terjang
Gus Dur. Tak banyak aktor politik yang berani
menunjukan sikap perlawannya terhadap kekuatan Orde
Baru. Gus Dur bersikap mendua. Bahkan seorang aktivis
LSM yang sangat mengaggumi Gus Dur sangat menyesalkan
sikap Gus Dur tersebut.
Shanty Parhusip: Semenjak Gus Dur menjadi presiden,
saya sangat mengagumi Beliau. Banyak sekali
keputusan-keputusan yang diambil oleh Beliau tanpa
harus memandang resiko politik di belakangnya.
Keputusan politik yang dia ambil sangat lurus sekali,
sangat populis. Itu membuat kita semua, sebagaimana
saya bekerja di LSM, itu sangat bangga terhadap Gus
Dur, karena berani melawan kepentingan-kepentingan
Orde Baru saat itu, seperti dia mencopot Wiranto, dia
memiliki gagasan untuk mencabut TAP MPR XXV dan banyak
lagi keputusan kebijakan-kebijakan kontroversial yang
coba diambil oleh Gus Dur. Sampai pada akhirnya saya
mendengar bahwa dia punya keinginan untuk membubarkan
partai Golkar. Bagi saya itu adalah sebuah langkah
politik yang sangat maju. Saya nasrani, namun saya
sangat mendukung Gus Dur. Bahkan pada pemilu yang
lalu, terus terang saya memilih PKB. Saya memilih PKB
karena sikap Gus Dur yang berani dan konsisten.
Namun ternyata melihat keputusan saat ini di mana Gus
Dur, walau pun dia bersikap Golput atau katakan dia
berada di luar sistem, tapi PKB memberikan restu
kepada Sholahuddin Wahid dan Wiranto. Bagi saya ini
adalah kekeliruan besar yang diambil oleh Gus Dur. Gus
Dur boleh melakukan zigzag apa saja, tapi seharusnya
tidak seperti ini. Karena dia membuat kita menjadi
sangat kecewa. Bagi saya ini adalah sikap mendua Gus
Dur yang sangat berbahaya dan pada akhirnya Gus Dur
akan kehilangan simpati dari banyak orang yang selama
ini mendukung dia.
Demikian Shanty. Pada saat pemilihan umum yang baru
lalu, banyak para korban Orde Baru yang ramai-ramai
memberikan dukungan kepada PKB. Bahkan para umat
Nasranipun tak perduli lagi PKB itu partai Islam atau
tidak. Di mata para korban Orde Baru, Gus Dur adalah
representasi dari perlawanan terhadap Golkar atau Orde
Baru. Para korban Orde Baru khususnya para mantan
tapol/napol 65 yang merasa tidak diakomodir
tuntutannya oleh pemerintahan Megawati, dalam pemilu
kemarin ramai-ramai memberikan suaranya kepada PKB.
Namun setelah Wiranto berhasil meminang Gus Solah dan
kemudian duet tersebut direstui oleh PKB, kini
semuanya hijrah kembali ke PDI Perjuangan. Bagi mereka
Partai Golkar Dan sosok Wiranto tetap sebagai generasi
sejati atau anak kandung Orde Baru.
Sekuat apa pun Partai Golkar atau tim sukses Wiranto
mencoba menepis stigma tersebut, namun pada
kenyataannya banyak yang sudah tidak lagi
mempercayainya. Bagius Dur dinilai inkonsistensi.
Pasalnya sejak awal Gus Dur amat menentang partainya
koalisi dengan Partai Golkar. Bahkan terakhir Gus Dur
menolak berkoalisi dengan Partai Golkar di mana saat
itu Wiranto berkeinginan meminang Hasyim Muzadi. Tak
kurang akal, gagal meminang Hasyim Muzadi, Partai
Golkar yang memang telah memiliki kemampuan berpolitik
lebih matang ketimbang partai-partai lainnya, langsung
melamar Gus Solah adik kandungnya sendiri.
Pada posisi inilah Ketua Dewan Syuro terjepit.
Perkembangan politik yang terjadi menjelang pemilihan
presiden ternyata hanya membawa dampak perpecahan baik
di tubuh NU maupun PKB. NU demikian halnya PKB yang
semula dinilai banyak kalangan sebagai sebuah kekuatan
yang solid ternyata demikian rapuh. Kini mereka
terpecah belah ke dalam beberbagai kotak kekuatan.
Kotak Gus Dur dengan Golputnya, kotak Hasyim Muzadi,
Kotak Hamzah Haz, Kotak Solahudin Wahid dan di
Indonesia Timur ada Kotak Jusuf Kalla. Banyak yang
menduga bahwa kotak-kotak ini merupakan strategi tebar
jala yang dilakukan oleh Gus Dur. Ia menebar
orang-orangnya di banyak tempat. Dukungan suara yang
diberikan oleh Gus Dur kepada duet Wiranto-Gus Solah
bahkan kabarnya bukan sebuah cek kosong.
Ada syarat yang diajukan oleh pihak PKB. Syarat
tersebut salah satunya adalah posisi 5 kursi menteri
dan 2 kursi untuk posisi menko. Nampaknya syarat ini
agak sulit diberikan oleh Partai Golkar. Ini jelas
dari pernyataan yang diberikan oleh Akbar Tanjung
sesaat setelah PKB menyatakan dukungannya. Dengan
lugas Akbar yang kala itu dicecar wartawan seputar
pertanyaan apakah Golkar akan meluluskan syarat
tersebut. Boss Partai Golkar yang kalah di konvensi
ini hanya menjawab bahwa hal itu dapat didiskusikan.
Sementara itu sehubungan dengan perpecahan yang
terjadi di dalam NU atau PKB ada kalangan yang menilai
bahwa ini adalah bukti bahwa kekuatan Gus Dur mulai
memudar, utamanya di kalangan generasi muda NU. Gus
Dur memang belakangan banyak menuai kritikan pedas
dari banyak pihak yang dahulu sangat mengaguminya.
Namun nampaknya semua kritikan tidak akan berarti
apa-apa bagi seorang Gus Dur.
http://www.rnw.nl/in/berita/gemawarta.html#4023030
=====
Zamhasari Jamil
Pelajar Islamic Studies
Jamia Millia Islamia, New Delhi, India
Website: http://jmi.nic.in
Website KBRI: http://www.kbri-newdelhi.org
Yahoo! India Matrimony: Find your partner online.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Domains - Claim yours for only $14.70
http://us.click.yahoo.com/Z1wmxD/DREIAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
- References:
- [ppi] [ppiindia] Gusdur Kehilangan Gigi di Mata Massanya
- From: Tangkisan Letug
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Gusdur Kehilangan Gigi di Mata Massanya
- » [ppi] Re: [ppiindia] Gusdur Kehilangan Gigi di Mata Massanya
- [ppi] [ppiindia] Gusdur Kehilangan Gigi di Mata Massanya
- From: Tangkisan Letug