[ppi] [ppiindia] Guru dan Murid Bentrok dengan Aparat
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 13 Feb 2004 21:07:10 +0100
** ppi-india **
http://www.sinarharapan.co.id/berita/0402/13/nus01.html
Guru dan Murid Bentrok dengan Aparat
Bupati Kampar Tak Hadiri Panggilan DPRD
Pekanbaru, Sinar Harapan
Bupati Kampar Jefri Noer, Jumat (13/2), dipastikan tidak bisa memenuhi
pemanggilan DPRD setempat karena yang bersangkutan masih berada di Jakarta.
Namun, DPRD Kampar tetap melayangkan surat undangan resmi.
Demikian Ketua DPRD Kampar Syaifuddin Efendi menjawab SH di sela-sela rapat
paripurna menyikapi aksi unjuk rasa besar-besaran guru, murid, dan komponen
masyarakat, Jumat (13/2) pagi. Seharusnya, katanya, pada hari tersebut Jefri
Noer sudah berada di tengah-tengah sidang bersama Tim 5 DPRD Kampar.
Jika yang bersangkutan tidak dapat hadir seharusnya bisa diwakilkan kepada
Wakil Bupati, Sekretaris Kabupaten (Setkab), atau para asisten. "Yang masih
di Jakarta, kan Jefri Noer, bupati kan tidak. Bupati tetap ada di Bangkinang
ini. Artinya, jika Bupati Jefri Noer berhalangan bisa diwakilkan ke Wakil
Bupati, atau Sekda atau asisten," tuturnya.
Namun, imbuh Syaifuddin, pihaknya tetap berharap Jefri yang akan menjawab
seluruh pertanyaan yang dirangkum Tim 5 DPRD Kampar seputar aksi yang
dilakukan puluhan tenaga pendidik, guru, dan komponen masyarakat lainnya.
Apabila dalam panggilan pertama, Jefri tidak hadir akan disusul oleh
panggilan kedua dan ketiga. Jika pada panggilan ketika Bupati Kampar ini
tetap enggan memenuhi undangan lembaga legislatif daerah tersebut, pihak
DPRD Kampar akan mengambil langkah-langkah tegas. Namun saat ditanya langkah
tegas apa yang dimaksud, Syaifuddin enggan mengutarakannya.
Memang diakuinya, pihak Dewan tidak menggunakan prosedur normal dalam
pemanggilan Jefry Noer. Dalam Undang-Undang No.108/1999 disebutkan rentang
waktu pemanggilan pertama dengan pemanggilan kedua dan ketiga paling lambat
dalam tempo 30 hari. Namun, prosedur itu tidak berlaku untuk Jefri.
"Kalau kita ikuti prosedur itu akan memakan waktu lama, padahal situasi
sekarang pendidikan terhenti total. Dunia pendidikan Kampar sudah chaos.
Makanya, antara panggilan pertama dengan kedua kita berikan waktu satu
hari," tuturnya lagi.
Sementara itu Bupati Kampar Jefri Noer yang dihubungi SH membenarkan ia
sampai Jumat ini masih berada di Jakarta untuk menghadiri sidang di Mahkamah
Konstitusi. Ia menyatakan soal ketidakhadiran ini sudah disampaikannya
kepada DPRD Kampar.
Ia menyatakan akan memenuhi undangan DPRD Kampar hari Senin (16/2).
"Insyaalah, saya akan memberikan penjelasan kepada dewan mengenai kronologis
sehingga terjadi demo para guru. Saya tidak ingin masalah ini melebar
sehingga dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak suka terhadap saya,"
tandasnya.
Jefri Noer mengaku sudah mengetahui adanya rencana dewan untuk melakukan
interpelasi. Namun ia menyatakan tidak yakin akan terjadi pelengseran
dirinya hanya karena demo itu. "Dilengser itu kan ada kesalahannya, juga
aturannya jelas
Bentrok
Sementara itu, aksi unjuk rasa Kamis siang berakhir bentrok antara pihak
keamanan dan para demostran.
Belasan pengunjuk rasa luka-luka. Dari pihak keamanan, seorang anggota
Brimob Polda Riau juga mengalami luka-luka serius akibat lemparan batu para
pengunjuk rasa dan kini yang bersangkutan dirawat di RSU Bangkinang.
Berdasarkan catatan SH, korban yang luka-luka akibat pentungan petugas dari
satuan Dalmas itu, yakni Indra Hidayat (siswa SMU 2 Kampar), Ahmad Faisal
(SMK YPTN), Yamas (PGRI Bangkinang) Deni Hermansayah (PGRI Bangkinang), Dewi
Kumala Sari, Ariensi (SMU Bangkinang). Idris (guru SLTP 2 Tapung), Abdul
Rahman (mahasiswa), Anto Akmal, Jhon Kennedi, Khalid Abdullah (Pesantren
Albadar Bangkinang). Korban lain dirawat di RS Ibnu Sina Bangkinang, Surya,
dan dua siswi SMK yang belum diketahui identitasnya.
Korban bentrokan antara petugas keamanan dengan massa pengunjuk rasa ini
rata-rata mengalami luka-luka karena dipukul oleh petugas dan sebagian lagi
pingsan terkena gas airmata. Aksi unjuk rasa itu berakhir anarkis karena
petugas tetap tidak memperbolehkan mereka masuk ke gedung DPRD Kampar di
kawasan Bukit Cadika yang berjarak sekitar 400 meter dari tempat mereka
melakukan orasi.
Aksi yang berlanjut hari ini diperkirakan memanas karena adanya penangkapan
terhadap sejumlah guru dan tokoh masyarakat Kampar.
Sementara itu, Kapolres Kampar AKBP Abdul Hasyim Gani membenarkan adanya
penangkapan yang dilakukan pihaknya terhadap pelaku penyanderaan anggota
DPRD setempat, Rabu malam. Namun dia mengelak untuk memberikan keterangan
lengkap karena kasus tersebut sudah diambil alih Polda.
Dalam upaya pengamanan berlangsungnya Sidang Paripurna II, Jumat pagi,
diturunkan sebanyak 1 kompi Satuan Brimob Polda Riau, 1 Batalyon personil
132 Bima Sakti Kampar, 3 kompi pasukan Dalmas, 4 peleton gabungan satuan
Polda Riau.
(den/wip)
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-->
Send the freshest Valentine's flowers with a FREE vase from only $29.99!
Shipped direct from the grower with a 7 day freshness guarantee and prices so
low you save 30-55% off retail!
http://us.click.yahoo.com/_iAw9B/xdlHAA/3jkFAA/BRUplB/TM
---------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Guru dan Murid Bentrok dengan Aparat