[ppi] [ppiindia] Gelisah di Atas Pesawat

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/31/utama/2015552.htm


 
Gelisah di Atas Pesawat 

Oleh: Wisnu Nugroho



Pupus sudah rencana Wakil Presiden Jusuf Kalla bermain golf-sambil melobi pihak 
Toyota Motor Company untuk berinvestasi di Indonesia-di padang golf di Nagoya, 
Jepang. Rencana pada akhir kunjungan enam hari ke Beijing, China, dan Osaka 
serta Nagoya, Jepang, (30 Agustus-4 September) itu pupus lantaran terusik 
mendengar kabar melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat 
hingga lebih dari Rp 11.000.

Suasana tidak nyaman sudah terasa sejak pukul 05.00 WIB, Selasa (30/8), ketika 
anggota rombongan Wakil Presiden, yang berjumlah 73 orang, satu per satu tiba 
di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sebagian besar berita utama koran 
memberitakan, rupiah mencapai rekor terendah sejak empat tahun terakhir.

Pukul 06.40 pesawat kepresidenan Garuda Indonesia Boeing 737-400 lepas landas 
menuju Beijing melalui Hongkong. Begitu lepas landas, teror makin merebak 
dengan dibagikannya sejumlah koran, baik yang terbit Senin sore maupun Selasa 
pagi. Hampir semua koran yang dibagikan itu menampilkan berita utama soal 
terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan melonjaknya harga minyak 
mentah dunia yang mencapai lebih dari 70 dollar AS per barrel.

Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sugiharto dan Kepala Badan 
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Lutfi berkali-kali membalik-balik media 
cetak sambil menunggu-nunggu perkembangan pergerakan rupiah di Tanah Air. 
Menjelang mendarat dan transit di Bandara Internasional Hongkong, sebuah pesan 
singkat terkirim ke telepon seluler salah satu staf pribadi Wakil Presiden: 
"rupiah melemah hingga mendekati Rp 12.000 per dollar AS".

Berita ini lantas menyebar ke semua anggota rombongan yang terperangah dan 
gundah tidak percaya. Pesan singkat itu lantas dikabarkan kepada Lutfi. Di 
tengah persiapan pendaratan, Lutfi menghampiri Wapres dan menyampaikan pesan 
singkat tersebut. Dengan raut muka serius sambil mengerutkan dahi Kalla 
menerima pesan itu. Setelah pesawat berhenti dan mengisi bahan bakar, Kalla 
bersama 15 anggota rombongan turun ke ruang VIP Bandara Internasional Hongkong.

Di ruang tunggu itu dia mengambil telepon seluler yang selalu dibawanya. Kalla 
pun menghubungi Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu. Pertama, Kalla 
menghubungi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Aburizal Bakrie, tetapi 
tampaknya tidak langsung terkoneksi. Baru pada kesempatan kedua komunikasi 
terjadi. Wapres bertanya apa yang terjadi di Indonesia. Sebab, dia menerima 
kabar rupiah makin melorot.

Setelah itu, Kalla menghubungi Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah, 
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan 
Pembangunan Nasional Sri Mulyani Indrawati, dan terakhir beberapa pengusaha 
besar dalam rangka mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Lalu Kalla naik ke pesawat dengan keputusan bulat: membatalkan rencana 
kunjungan empat harinya ke Osaka dan Nagoya. Keputusan ini perlahan menyebar.

Menjelang pesawat mendarat di Bandara Internasional Capital Beijing, jumpa pers 
digelar. Dengan senyum ramah, Kalla mengundang wartawan mengerumuninya. Ia 
kemudian berujar, "Setelah mendengarkan laporan dari dalam negeri, situasi 
moneter, dan situasi keseluruhan, saya putuskan untuk tidak melanjutkan 
perjalanan ke Jepang. Saya harus membantu Presiden memikirkan dan mengambil 
langkah-langkah bersama untuk mengatasi terpuruknya rupiah dan sebagainya."

Kunjungan ke Beijing tetap dilanjutkan karena merupakan tindak lanjut dari 
kunjungan Presiden ke China sebulan lalu. Di Beijing, Wapres bertemu dengan 
para pengusaha Indonesia dan China, menghadiri seminar investasi di Indonesia, 
bertemu Wakil Presiden China, dan bertemu dengan masyarakat Indonesia di China. 
Kalla akan kembali ke Indonesia Rabu malam ini.

Menurut Kalla, pembatalan kunjungan ke Jepang mudah karena di Jepang ia hanya 
akan bertemu dengan para pengusaha. Sewaktu-waktu, rencana itu bisa dijadwal 
ulang. Pembatalan kunjungan itu juga untuk mengurangi pemakaian devisa negara. 
"Kita semua harus bantu Presiden untuk memimpin mengatasi masalah ini. Yang 
paling penting, kita kurangi pemakaian devisa, tingkatkan suplainya lewat 
investasi, pencairan bantuan-bantuan dari luar negeri, suku bunga dinaikkan 
oleh BI, dan kenaikan BBM akan dipercepat," ujarnya.

Pembatalan kunjungan Wapres ke Jepang diharapkan membuat Kabinet Indonesia 
Bersatu sungguh-sungguh bersatu mengatasi masalah moneter. Ia berharap lima 
menteri yang turut dalam rombongannya segera pulang dan berpikir cepat. "Ya, 
kalau rupiah naik empat persen per hari tentu kita semua harus bersatu untuk 
mengatasinya. Kita semula menduga ini tidak akan lebih dari Rp 10.500, tetapi 
ternyata hari ini sudah lewat dari Rp 11.000. Psikologi begini harus dijaga 
betul, jangan sampai berlanjut," ujarnya.

Keputusan Wapres kembali lebih awal melegakan anggota rombongan. Setidaknya, 
teror-teror berikutnya di ketinggian 30.000 kaki tidak lagi akan dirasakan. 
Semoga kabinet pimpinan Presiden Yudhoyono sungguh-sungguh bersatu sesuai 
dengan namanya demi rakyat Indonesia.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius 
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri 
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg 
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke: 
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi 
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------


Other related posts: