[ppi] [ppiindia] Gelisah di Atas Pesawat
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 30 Aug 2005 23:21:04 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Situs Beasiswa: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0508/31/utama/2015552.htm
Gelisah di Atas Pesawat
Oleh: Wisnu Nugroho
Pupus sudah rencana Wakil Presiden Jusuf Kalla bermain golf-sambil melobi pihak
Toyota Motor Company untuk berinvestasi di Indonesia-di padang golf di Nagoya,
Jepang. Rencana pada akhir kunjungan enam hari ke Beijing, China, dan Osaka
serta Nagoya, Jepang, (30 Agustus-4 September) itu pupus lantaran terusik
mendengar kabar melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat
hingga lebih dari Rp 11.000.
Suasana tidak nyaman sudah terasa sejak pukul 05.00 WIB, Selasa (30/8), ketika
anggota rombongan Wakil Presiden, yang berjumlah 73 orang, satu per satu tiba
di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Sebagian besar berita utama koran
memberitakan, rupiah mencapai rekor terendah sejak empat tahun terakhir.
Pukul 06.40 pesawat kepresidenan Garuda Indonesia Boeing 737-400 lepas landas
menuju Beijing melalui Hongkong. Begitu lepas landas, teror makin merebak
dengan dibagikannya sejumlah koran, baik yang terbit Senin sore maupun Selasa
pagi. Hampir semua koran yang dibagikan itu menampilkan berita utama soal
terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS dan melonjaknya harga minyak
mentah dunia yang mencapai lebih dari 70 dollar AS per barrel.
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Sugiharto dan Kepala Badan
Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) M Lutfi berkali-kali membalik-balik media
cetak sambil menunggu-nunggu perkembangan pergerakan rupiah di Tanah Air.
Menjelang mendarat dan transit di Bandara Internasional Hongkong, sebuah pesan
singkat terkirim ke telepon seluler salah satu staf pribadi Wakil Presiden:
"rupiah melemah hingga mendekati Rp 12.000 per dollar AS".
Berita ini lantas menyebar ke semua anggota rombongan yang terperangah dan
gundah tidak percaya. Pesan singkat itu lantas dikabarkan kepada Lutfi. Di
tengah persiapan pendaratan, Lutfi menghampiri Wapres dan menyampaikan pesan
singkat tersebut. Dengan raut muka serius sambil mengerutkan dahi Kalla
menerima pesan itu. Setelah pesawat berhenti dan mengisi bahan bakar, Kalla
bersama 15 anggota rombongan turun ke ruang VIP Bandara Internasional Hongkong.
Di ruang tunggu itu dia mengambil telepon seluler yang selalu dibawanya. Kalla
pun menghubungi Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu. Pertama, Kalla
menghubungi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Aburizal Bakrie, tetapi
tampaknya tidak langsung terkoneksi. Baru pada kesempatan kedua komunikasi
terjadi. Wapres bertanya apa yang terjadi di Indonesia. Sebab, dia menerima
kabar rupiah makin melorot.
Setelah itu, Kalla menghubungi Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah,
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan
Pembangunan Nasional Sri Mulyani Indrawati, dan terakhir beberapa pengusaha
besar dalam rangka mendapatkan informasi yang lebih lengkap.
Lalu Kalla naik ke pesawat dengan keputusan bulat: membatalkan rencana
kunjungan empat harinya ke Osaka dan Nagoya. Keputusan ini perlahan menyebar.
Menjelang pesawat mendarat di Bandara Internasional Capital Beijing, jumpa pers
digelar. Dengan senyum ramah, Kalla mengundang wartawan mengerumuninya. Ia
kemudian berujar, "Setelah mendengarkan laporan dari dalam negeri, situasi
moneter, dan situasi keseluruhan, saya putuskan untuk tidak melanjutkan
perjalanan ke Jepang. Saya harus membantu Presiden memikirkan dan mengambil
langkah-langkah bersama untuk mengatasi terpuruknya rupiah dan sebagainya."
Kunjungan ke Beijing tetap dilanjutkan karena merupakan tindak lanjut dari
kunjungan Presiden ke China sebulan lalu. Di Beijing, Wapres bertemu dengan
para pengusaha Indonesia dan China, menghadiri seminar investasi di Indonesia,
bertemu Wakil Presiden China, dan bertemu dengan masyarakat Indonesia di China.
Kalla akan kembali ke Indonesia Rabu malam ini.
Menurut Kalla, pembatalan kunjungan ke Jepang mudah karena di Jepang ia hanya
akan bertemu dengan para pengusaha. Sewaktu-waktu, rencana itu bisa dijadwal
ulang. Pembatalan kunjungan itu juga untuk mengurangi pemakaian devisa negara.
"Kita semua harus bantu Presiden untuk memimpin mengatasi masalah ini. Yang
paling penting, kita kurangi pemakaian devisa, tingkatkan suplainya lewat
investasi, pencairan bantuan-bantuan dari luar negeri, suku bunga dinaikkan
oleh BI, dan kenaikan BBM akan dipercepat," ujarnya.
Pembatalan kunjungan Wapres ke Jepang diharapkan membuat Kabinet Indonesia
Bersatu sungguh-sungguh bersatu mengatasi masalah moneter. Ia berharap lima
menteri yang turut dalam rombongannya segera pulang dan berpikir cepat. "Ya,
kalau rupiah naik empat persen per hari tentu kita semua harus bersatu untuk
mengatasinya. Kita semula menduga ini tidak akan lebih dari Rp 10.500, tetapi
ternyata hari ini sudah lewat dari Rp 11.000. Psikologi begini harus dijaga
betul, jangan sampai berlanjut," ujarnya.
Keputusan Wapres kembali lebih awal melegakan anggota rombongan. Setidaknya,
teror-teror berikutnya di ketinggian 30.000 kaki tidak lagi akan dirasakan.
Semoga kabinet pimpinan Presiden Yudhoyono sungguh-sungguh bersatu sesuai
dengan namanya demi rakyat Indonesia.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Situs beasiswa/scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Gelisah di Atas Pesawat