[ppi] [ppiindia] GUS DUR VS "PENYAKIT NALAR ARAB"

** ppi-india **
Gus Dur vs "Penyakit Nalar Arab"
=20=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20

--------------------------------------------------------------------------
=20=20=20=20=20
      Rabu, 25 Februari 2004
     O P I N I No.  4636
=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
           Halaman Utama=20
           Tajuk Rencana=20
           Nasional=20
           Ekonomi=20
           Uang & Efek=20
           Jabotabek=20
           Nusantara=20
           Luar Negeri=20
           Olah Raga=20
           Iptek=20
           Hiburan=20
           Feature=20
           Mandiri=20
           Ritel=20
           Hobi=20
           Wisata=20
           Eureka=20
           Kesehatan=20
           Cafe & Resto=20
           Hotel & Resor=20
           Asuransi=20
           Otomotif=20
           Properti=20
           Promarketing=20
           Budaya=20
           CEO=20
           Opini=20
           Foto=20
           Karikatur=20
           Komentar Anda=20
           Tentang SH=20
=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
           Gus Dur vs "Penyakit Nalar Arab"
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20

            Oleh Syaifullah Amin

            Pada dasarnya demokrasi bukan hanya menyangkut sistem politik p=
ada tingkat negara. lebih dari itu demokrasi juga mecakup kehidupan kesehar=
ian masyarakat. Proses demokrasi harus tercermin dalam interaksi antar kelo=
mpok dan golongan dalam masyarakat. Pola kehidupan keluarga, bahkan hubunga=
n antar individu harus didasarkan pada sistem demokrasi. Artinya demokratis=
asi harus dimulai dari ruang terkecil dalam interaksi masyarakat.
            Pada tataran individu, struktur relasi kekuasaan juga menentuka=
n esensi dan kualitas demokrasi level di atasnya, yaitu masyarakat dan nega=
ra. proses demokrasi akan berlangsung lebih baik jika setiap individu memil=
iki pengetahuan yang memadai tentang nilai-nilai demokrasi. Kedua tataran i=
nilah yang menentukan karakteristik demokrasi modern, yang oleh Huntington =
disebut sebagai demokrasi yang mendasarkan pada negara-kebangsaan.=20
            Sebagai tokoh pendiri Forum Demokrasi Gus Dur merupakan seorang=
 pejuang demokrasi yang sangat konsisten. Ia mencita-citakan terciptanya ta=
tanan masyarakat dunia yang dapat saling berdiri sejajar tanpa harus terdis=
torsi oleh ruang-ruag kesukuan maupun keagamaan. Di sini pandangannya menja=
di menarik mengingat ia adalah juga seorang tokoh agama terkemuka, pemimpin=
 lima puluh juta penganut agama yang sangat fanatik dan cenderung singkreti=
s.
            Peraih Ramon Magsaysay ini tentunya hafal di luar kepala bahwa =
Rasulullah pernah menyatakan "Islam unggul dan tidak dapat diungguli", namu=
n ia menolak angapan Islam tidak memerlukan pandangan dari luar untuk megat=
ur kehidupan karena dapat berarti pihak luar mempunyai keunggulan melebihi =
Islam. Ia berpendapat keunggulan Islam terletak pada kemampuannya menerima =
nilai-nilai dari "luar" Islam. Nilai-nilai "luar" inilah yang pada gilirann=
ya dapat mengembangkan gagasan Islam tentang pelbagai bidang kehidupan.=20
            Gus Dur menerjemahkan demokrasi dari sisi historis dan menghada=
pkannya dengan dua pilihan model, "Barat" dan kuno. Model "Barat" berdampak=
 hilangnya jati diri ketimuran bangsa Indonesia karena model ini lebih meme=
ntingkan pencapaian kebebasan individu dan masyarakat secara penuh. Sementa=
ra strategi kuno menghambat aspirasi masyarakat sebagai pihak yang seharusn=
ya memegang kedaulatan karena bentuk ini berkecenderungan menyerahkan segal=
a-galanya kepada penguasa.=20
            Dengan mengamati kelemahan dua model yang saling bertolak belak=
ang itu Gus Dur mengajukan solusi yang disebutnya sebagai "strategi ketiga"=
. Jalan tengah dari dua kontradiksi ini diyakininya efektif mengiringi reko=
nsiliasi bangsa dan akan mampu menutup "babak kelam" bangsa Indonesia secar=
a parsial. Demokratisasi diharapkannya dapat berjalan semestinya dengan men=
ghentikan tuntutan-tuntutan yang melanggar kepentingan orang banyak.=20
            Bila dibandingkan dengan konsep Teo-demokrasi milik al Maududi,=
 tampak bahwa jalan tengah yang ditawarkan Gus Dur memberikan harapan posit=
if bila diterapkan di Indonesia. Masyarakat Nusantara dengan pluralitasnya =
mempunyai watak mudah melupakan hal-hal yang telah berlalu. Ciri dominan ma=
syarakat jenis ini cenderung menyukai hal-hal aktual. Guna mensiasati kecen=
derungan ini Gus Dur telah mempersiapkan konsep negara maritim sebagai peng=
ganti basis ekonomi agraris. Sistem yang dimulai oleh Sultan Agung saat mem=
impin Mataram dirasakannya sebagai sistem mandul. Terbukti kegagalan Matara=
m menyerang Batavia karena menyia-nyiakan wilayah laut.=20
            Teo-demokrasi merupakan penggabungan antara demokrasi an-sich d=
engan sistem politik Islam. Di negara asalnya sendiri sistem ini kurang men=
dapat angin karena pada dasarnya sistem ini hanya mensyaratkan legitimasi m=
asyarakat muslim kepada pemerintah atas pelbagai kebijakan publik, tanpa pe=
rnah memberi kesempatan kepada masyarakat secara umum untuk bersaing secara=
 terbuka dalam konstelasi politik publik. Pakistan sebagai negara Islam sel=
alu diwarnai persengketaan politik yang berujung pada pertumpahan darah dan=
 kudeta militer.=20
            Sementara itu Gus Dur sangat menyadari bahwa gagasannya akan me=
nuai banyak kritikan. Bagi bangsa-bangsa yang telah lama merdeka dan mampu =
menerapkan sistem demokrasi secara penuh, akan menganggap gagasan ini sebag=
ai demokrasi yang setengah-setengah. Menurutnya respon semacam ini tidak pe=
rlu ditanggapi dengan respon "keras". Pengalaman berbeda setiap bangsa meng=
haruskan masing-masing bangsa menempuh cara yang berbeda dalam mengapresias=
i dan mengaplikasikan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bernegara.=20
            Indonesia meskipun bukan "negara agama" namun nilai-nilai norma=
tif agama telah menjadi satu tarikan nafas dengan dinamika penduduknya. Wal=
aupun dalam banyak hal demokrasi bertentangan dengan agama, tetap terdapat =
titik singgung yang mempertemukan antara keduanya. Baik agama maupun demokr=
asi sama-sama menginginkan terciptanya keselarasan hidup manusia dalam suat=
u tatanan yang saling menghormati. Perbedaan mendasar adalah bahwa agama me=
miliki klaim absolut atas kebenaran yang didasarkan pada sumber Kitab Suci.=
 Sementara demokrasi tidak mengharuskan adanya koridor paten nilai-nilai ya=
ng berlaku di tengah-tengah masyarakat. Akibatnya kebenaran agama seringkal=
i bertentangan dengan nilai-nilai demokrasi, sehingga terciptalah sekat ant=
ara agama dan demokrasi.=20
            Untuk menyiasati kenyataan ini Gus Dur mencoba mengadakan trans=
formasi nilai-nilai agama. Selanjutnya agama akan meneruskan tranformasinya=
 ke wilayah ekstern. Upaya yang ditempuh adalah mengubah komitmen agama dar=
i hanya bersandar pada teks normatif kepada kepedulian terhadap nilai-nilai=
 kemanusiaan. Karenanya Gus Dur berusaha untuk mempertemukan nilai-nilai ke=
yakinan antar agama di Indonesia dalam satu titik perjuangan martabat manus=
ia. Ia berusaha menundukkan keyakinan masing-masing agama dalam sebuah tata=
ran baru hubungan antaragama, yang dapat diwujudkan dalam bentuk pelayanan =
kemanusiaan.=20
            Agama menurutnya akan dapat selaras dengan demokrasi jika memil=
iki watak membebaskan. Islam hadir ke dunia untuk membebaskan manusia dari =
belenggu "Jahiliyah". Islam memberi kebebasan kepada umatnya untuk berkreas=
i menciptakan peradaban yang lebih manusiawi. Agama apapun sama-sama mengem=
ban misi perbaikan kehidupan umat manusia melalui perubahan struktur masyar=
akat. Dengan tegas Al-Qur'an menegaskan bahwa Muhammad diutus ke muka bumi =
untuk memberi rahmat bagi seluruh alam. Membangun kesejahteraan semesta, bu=
kan menindas bangsa-bangsa.
            Titik temu antara agama dan demokrasi inilah yang menurut Gus D=
ur harus dikedepankan dalam membangan Indonesia masa mendatang. ..potensi n=
alar agama akan sanggup menopang perjuangan penegakan demokrasi di Nusantar=
a. Sehingga pada gilirannya proses demokratisasi tidak akan kehilangan ruh =
ketuhanannya. Tidak terjebak dalam budaya menyimpang semacam hedonisme dan =
metrealisme.=20
            Semua orang tentu menyadari bahwa tidak mudah mewujudkan demokr=
asi. Jack Snyder bahkan menggambarkan satu kekuatiran atas gagalnya proses =
demokratisasi dengan terjadinya conflict nationalist (konflik nasionalis). =
Ia menawarkan resep yang menurutnya mampu menenggang perbedaan dan mengando=
rkan ketegangan antar kelompok yang saling berebut kekuasaan dalam suatu wa=
dah demokrasi. "Doktrin bahwa sejumlah orang yang menganggap diri mereka be=
rbeda karena budaya, sejarah lenbaga-lembaga atau prinsip mereka, seharusny=
alah memerintah diri sendiri dalam suatu sistem politik yang mencerminkan d=
an melindungi perbedan itu." (Jack Snyder, 2003)=20

            Penulis adalah fasilitator Arabic and Middle East Studies.=20

=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
           Copyright =A9 Sinar Harapan 2003=20
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20

=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20=20=20
=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20

=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20


=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20=20



=20=20=20=20=20


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
     http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
     ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
     http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20


Other related posts: