[ppi] [ppiindia] Fwd: Re: ~JIL~ Iman dan Bukan Islam
- From: Zamhasari <zhemppi@xxxxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, permariindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Fri, 26 Mar 2004 18:37:58 +0000 (GMT)
** Milis Nasional Indonesia ppi-india **
Salam,
Sebelum melangkah lebih jauh, saya sebagai "tamu muda" di forum ini terlebih
dahulu ingin memperkenalkan diri, bahwa saya biasanya dipanggil dg Izam,
berasal dari Riau. Saat ini sebagai pelajar di India.
Kali ini saya memang tertarik untuk ikut nimbrung karena Mas Assyaukani telah
melahirkan "perkiraan" baru ttg pesan inti dari ayat yang dimaksud bahwa: iman
itu lebih penting dari agama. Beriman itu lebih tinggi daripada beragama.
Saya menjadi teringat dg sebuah percakapan saya dengan seorang diplomat KBRI
New Delhi dimana ia adalah seorang Kristiani yang shalih. Ketika itu saya
dikejutkan olehnya dengan sebuah pertanyaan ringan begini: Anda sebagai seorang
Muslim, mengapa anda harus beragama? Jawab pertanyaan saya ini dengan sebuah
kalimat yang singkat!
Nah, saat itu saya sedikit kelabakan. Akhirnya karena ia telah menunggu lama
dan saya masih terpaku karena diikat dg kalimat yang meminta saya untuk
menjawab pertanyaannya tersebut dg singkat, maka akhirnya ia sendiri mengatakan
bahwa tujuan kita beragama adalah karena kita "lemah." Oleh karena kita itu
lemah, maka kita harus meminta "pertolongan." Dan kita meminta pertolongan
tersebut karena kita "percaya,beriman". Dan yang kita percayai bisa menolong
kita itu adalah "Tuhan."
Apabila pendapat diplomat ini --yg saya juga setuju dg pendapatnya tersebut--
dihubungkan dengan apa yang dikemukakan oleh Mas Assyaukani terdahulu, maka
antara agama dan iman tersebut tak bisa dipisahkan. Sebab untuk "menjumpai"
Iman tadi, kita (setidaknya: saya) harus "ditemani" oleh agama. Rasanya, tanpa
agama sulit untuk menemukan Iman.
Diakhir paragrafnya, Mas Assyaukani kembali menagajukan pertanyaan: Mengapa
kita mesti beragama kalau agama itu nyata-nyata dapat mengganggu keasyikan kita
dalam beriman?
Menurut saya, agama tak akan pernah mengusik "kekhusyukan" penganutnya dalam
beriman. Meskipun agama Islam telah "dijerat" dg empat sumber utama (Alquran,
hadits, ijma' dan qiyas), yang bagi saya Islam itu hanya berdiri diatas 2 (dua)
fondasi: Alquran dan Ar-Ra'yu saja, Karena saya masih mengira bahwa hadits,
ijma' dan qiyas tersebut masih dalam lingkaran Ar-Ra'yu, akan tetapi, Islam
telah memberikan lentera yang cukup terang bagi para penganutnya. Dan lentera
tersebut berupa lahirnya beberapa madzhab (Hanafi, Maliki, Shafi'i, Hambali dan
Ja'fari). Untuk itu, semuanya kembali kepada kita, mau memilih mazdhab yang
mana? Atau mungkin ada yang ingin membuat madzhab baru? Ya ... silakan, asalkan
tak berbenturan dengan Al-Qur'an? Bagaimana dengan Ar-Ra'yu. Bagi saya: itu
sah-sah saja.
Yang penting, tujuan dari sumber utama agama tersebut adalah sebagai payung
yang menaungi keberlangsungan agama, tidak terbatas pd agama Islam semata, tapi
juga agama-agama yang lain. Tak ketinggalan "agama-agama" yang terdapat didalam
agama Islam itu sendiri.
Wassalam,
Izam, India.
assyaukanie <assyaukanie@xxxxxxxxxxx> wrote:
Teman-teman,
Ketika membuka-buka al-Qur'an lewat PDA saya (yg sampai hari ini saya
masih mengaguminya, karena kecanggihannya), saya menemukan ayat yang
membuat saya berpikir sejenak. Ayat yang cukup populer itu berbunyi
begini: "Qalatil a'rabu amanna, qul lam tu'minuu wa lakin qulu
aslamna..." yang artinya "orang-orang Arab (baduwi) itu
berkata, 'kami telah beriman.' katakanlah, kalian belum beriman, dan
katakanlah 'kami telah berislam.'"
Tiba-tiba saya teringat dengan uraian T.H. Sumarthana tentang
perbedaan Beriman dan Beragama. Menurut almarhum, orang-orang beriman
belum tentu beragama, dan begitu juga sebaliknya, orang-orang
beragama belum tentu beriman. Banyak sekali orang-orang yang mengaku
beragama, tapi sesungguhnya tidak beriman, persis seperti yang
dikemukakan ayat al-Qur'an di atas.
Dalam sebuah kisah biblikal disebutkan bahwa ada sebuah kerumunan
massa yang hendak mengadili seorang perempuan yang dianggap berzinah.
Perempuan malang itu hendak dirajam dengan batu, sesuai dengan hukum
agama yang berlaku. Para kaum beragama itu, dengan bengisnya berusaha
berlomba-lomba, dengan sekuat tenaga dan kemarahannya, melontar batu
ke wajah perempuan naas itu. Seorang lelaki beriman tapi tak beragama
seperti orang-orang yang merajam itu tertegun dan bertanya-tanya:
sebegitu kejamkah agama. "bukankah Isa datang dengan kasih sayang?"
Orang laki-laki itu digambarkan dalam kisah agamis tersebut sebagai
orang yang "lebih baik" dan "lebih suci" dari para kerumun pemeluk
agama. Kisah semacam ini juga kerap kita jumpai dalam Islam, terutama
dalam kisah-kisah sufi. Banyak sekali orang yang melakukan ritual
agama, berhaji, bersalat, dan ritual-ritual lainnya, kerap dianggap
hanya "beragama" saja, tapi tidak masuk dalam katagori "beriman."
Persis seperti yang digambarkan al-Quran terhadap orang-orang Arab
Baduwi itu.
Saya kira, pesan inti dari ayat al-Qur'an di atas adalah bahwa iman
itu lebih penting dari agama. Beriman itu lebih tinggi daripada
beragama.
Mengapa kita mesti beragama kalau agama itu nyata-nyata dapat
mengganggu keasyikan kita dalam beriman?
Wallahu a'lam.
Luthfi
--------
Silahkan kunjungi kami:
http://groups.yahoo.com/group/islamliberal
http://www.islamlib.com
---------------------------------
Yahoo! Groups Links
To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/islamliberal/
To unsubscribe from this group, send an email to:
islamliberal-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
Zamhasari Jamil
Dept. of Islamic Studies
Jamia Millia Islamia University
New Delhi - India.
Win an evening with the Indian cricket captain: Yahoo! India Promos.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.arsip.da.ru
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Posting: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
5. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
6. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
7. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Fwd: Re: ~JIL~ Iman dan Bukan Islam