[ppi] [ppiindia] Fwd: Dasar CINA Lho!
- From: Jonatan Lassa <tanlas2000@xxxxxxxxx>
- To: ppiuk@xxxxxxxxxxxxxxx, ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, pelajarnorwich@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Mon, 31 Jan 2005 05:39:27 -0800 (PST)
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
Untuk direnungkan dan semoga berguna.
Written by Mang Ucup:
Menjelang tahun baru Imlek, mungkin ada baiknya saya
posting disini artikel
yg ada kaitannya dgn WN Keturunan Tiong Hoa di
Indonesia sebagai klarifikasi
untuk panggilan "Cina"
Bagi banyak para pembaca WNI keturunan maupun non
pribumi, judul tsb diatas
merupakan satu penghinaan, tetapi tidak bagi mang
Ucup, walaupun saya
sendiri "dasar" nya memang udah dari sononya keturunan
Cina. Kita bisa
menerima perkataan China, kenapa tidak bisa menerima
perkataan Cina? Bedanya
hanya yg satu ada huruf "h" nya sedang yg lain tidak,
tetapi kalau di
ucapkan kedengarannya sami mawon alias sama azah " C I
N A"! Jadi satu hal
yg bodor apabila ada yg menyatakan bahwa ucapan China
itu jauh lebih sopan
dari Cina!
Apalagi ketika istilah Cina ini dipakai untuk memaki
dan diembel-embeli dgn
kata2 lainnya seperti "Cina Loleng", "Cina Mindring"
dan sebutan2
degeneratif lainnya, oleh sebab itulah kata Tionghoa
lebih disukai ketimbang
Cina. Dan anehnya ada sebutan "Cina Medan", tetapi
tidak pernah ada sebutan
"Arab Medan". Dan yg lebih lucunya lagi; rupanya
secara tidak langsung
banyak sekali orang merasa jengah untuk menggunakan
perkataan Cina secara
resmi terhadap etnis Tiong Hoa di Indonesia. Cobalah
perhatikan dgn seksama
yg dimaksud dgn "Warga Keturunan" itu selalu orang
Tiong Hoa, walaupun
demikian tidak pernah ditulis entah di media cetak
maupun media elektronik
"Warga Keturunan Cina", begitu juga yg dimaksud dgn
perkataan "non pribumi"
selalu mengacu kepada orang Tiong Hoa, tidak pernah
mengacu kepada keturuan
dari etnis lainnya.
Begitu juga satu hal yg mustahil, apabila segelintir
orang2 Tionghoa dimana
pun juga mereka berada ingin merubah perkataan China
jadi Tiongkok,
renungkanlah apakah mungkin kita bisa memaksakan
seluruh bangsa di dunia
ini; mulai besok nama RRC diganti jadi Republik Rakyat
Tiongkok. Mungkin
hanya segelintir orang Jepang saja yg membenci China
akan senang dgn
perkataan Tiongkok, sebab konon kata ini pertama kali
digunakan oleh bangsa
Jepang, terutama oleh kaum militerismenya yg berambisi
ingin mencaplok
Tiongkok; sebab lafal ini sama dgn lafal kata Jepang
yang berkonotasi
"modyar" sehingga lafal "Tiongkok" sebenarnya
merupakan suatu hinaan yg
berarti "Mampuslah Lho!" untuk mengumpat dan menghina
rakyat Tiongkok.
Istilah kata Cina sebagai hinaan ditekankan ketika
Seminar Angkatan Darat di
Bandung pada 1968 memutuskan dan menganjurkan kepada
pemerintah agar kata
Cina dipakai sebagai istilah baku untuk mengacu kepada
negeri Cina dan orang
Tionghoa. Alasannya, menurut usul yg ditelurkan oleh
seminar tersebut,
adalah untuk menjamin bahwa pribumi tidak merasa
rendah diri. Memang ada
kesan bahwa penggunaan istlilah Cina seperti yg
diusulkan oleh seminar
tersebut dan kemudian dianut oleh pemerintah Orde Baru
dimaksudkan sebagai
alat untuk menghukum golongan etnis Tionghoa.
Keputusan ini merupakan
kelanjutan dari larangan terhadap orang2 Tionghoa
untuk mempertunjukkan
perayaan agama dan tradisinya di depan umum (Inpres
No. 14 tahun 1967).
Tetapi ketika reformasi bergulir, sejak th 2000
larangan ini dicabut oleh
Gus Dur.
Pada saat tsb perkataan Tiong Hoa itu benar2 haram,
sehingga antara lain
harian Indonesia Raya maupun harian Merdeka dibredel,
karena berani
menggunakan istilah Tionghoa, bukannya Cina seperti yg
telah dibakukan di
Bdg. Rupanya mereka lupa bahwa karangan lagu
"Indonesia Raya" dari WR
Supratman pertama kali di publikasikan di Harian Sin
Po dan rekamannya
dilakukan di toko musik Tio Pe Kong di Pasar Baru,
Jakarta.
Mungkin perkataan Tiong Hoa dan Cina ini mirip seperti
perkataan "serdadu" &
"tentara". Serdadu mengacu kepada tentara penindas
dari kaum kolonialis
sedangkan Tentara adalah pembela kemerdekaan rakyat
Oleh sebab itulah
tidaklah pantes apabila pada suatu saat TNI diganti
jadi SNI alias Serdadu
Negara Indonesia.
Oleh sebab itulah karena unsur politik inilah WN
Keturunan Tiong Hoa tidak
mungkin bisa jadi Menteri, terkecuali ia mengingkari
nya seperti halnya dgn
Bob Hasan atau Aburizal Bakrie yg pada saat masih jadi
Ketua Kadin saja
sudah mau menginkari dari mana asalnya dia, sehingga
dengan gagah
menganjurkan kepada pemerintah agar menggeser semua
konglomerat Cina,
seharusnya ia memulai dgn dirinya sendiri.
Kata Cina berasal dari nama Ahala Qin (baca Ch'in),
dinasti pertama yg
mempersatukan seluruh daratan Tiongkok, di bawah
pemerintahan kaisarnya Qin
Shihuang ( 225 s.M sampai 210 s.M), disamping itu
kaiser Qin tsb yg
memerintahkan penyeragaman Huruf Kanji sehingga
komunikasi tertulis dapat
berjalan lancar. Tetapi dilain pihak ia adalah seorang
Kaiser yg kejam dan
biadab yg telah memerintahkan pembakaran atas buku2
ajaran Kong Hu Cu dan
memerintahkan hukuman dikubur hidup2 terhadap 500
sarjana Konfusianis.
Akibat dari tindakan brutal Kaisar Qin itu, sebagian
dari karya2 Kong Hu Cu
yg disakralkan sebagai kitab suci untuk aliran itu,
sampai sekarang belum
diketemukan lagi.
Oleh sebab itulah banyak orang Tiong Hoa lebih senang
menyebut diri mereka
dengan kata "Tangren", yg kurang lebih berarti
keturunan Ahala Tang (618 -
907), salah satu dinasti yg meninggalkan zaman
keemasan, terutama dalam
kesenian dan kesusastraan, dalam sejarah Cina. Di
kalangan etnis Cina di
Indonesia, terutama yg berasal dari Propinsi Fujian
(Hokkian), sebutan itu
menjadi "Tenglang".
Lafal "Tiongkok" dan "Tionghoa" ini berasal dari
dialek Hokkian yg berasal
dari kata Zhonghua yg digunakan sebagai sinonim dari
Zhongguo (Tiongkok atau
Kerajaan Tengah) dan Presiden pertama Cina, Dr. Sun
Yat-sen kemudian
menggunakan itu untuk nama negara baru di Tiongkok ;
Zhonghua Minguo
(Republik Cina). Mao Zedong meneruskan penggunaannya
ketika membentuk
Republik Rakyat Cina (RRC) : Zhonghua Renmin
Gongheguo.
Bahkan kini orang Cina di Asia Tenggara lebih menyukai
istilah Huaren untuk
etnis Cina dan Huayu untuk Bahasa Cina, daripada
istilah standar dalam
bahasa Mandarin: Zhongguoren untuk orang Cina, dan
Zhongwen untuk Bahasa
Cina.
Huayu atau Hanyu merupakan bahasa utama di Tiongkok,
menurut harfiahnya
ialah bahasa yg dipergunakan secara luas oleh suku
bangsa Han yang mencapai
94% lebih dari jumlah penduduk Tiongkok.
Dan yg paling bodor dari segalanya adalah untuk bahasa
baku nasional
Tiongkok ini, bukannya disebut Huayu atau Hanyu
melainkan bahasa Mandarin!
Perkataan Mandarin sendiri berasal dari bhs Sansekerta
yg kemudian
dipopulerkan oleh bangsa Barat yg sebenarnya berarti:
"pejabat tinggi dalam
pemerintahan Manzu di bawah kekuasaan dinasti Qing"
(1644 - 1911). Sehingga
dgn mana sebenarnya tidak pernah ada di dunia ini
bangsa Mandarin ataupun
negara Mandarin, jadi satu hal yg bodor apabila ada
bahasa Mandarin yang ada
dan yg benar adalah "Bahasa Tionhoa", "Hanyu" atau
"Huayu".
Oleh Mang Ucup
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give underprivileged students the materials they need to learn.
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Bagi Anda yang ingin berdiskusi tentang apa saja dg akrab, santai tapi serius
dan penuh persahabatan dg seluruh masyarakat/mahasiswa Indonesia di luar negeri
serta tokoh-tokoh intelektual dan pejabat Tanah Air, silahkan bergabung dg
milis ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxxx Kirim email kosong ke:
ppiindia-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx atau kunjungi
www.geocities.com/arsip_nasional/
--------------------------------------------------------------------------
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Fwd: Dasar CINA Lho!