[ppi] [ppiindia] Formalin rusak jaringan otak
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 28 Dec 2005 23:42:55 +0100
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
Refleksi: Kalau formalin berbahaya untuk kesehatan manusia, mengapa pemerintah
Indonesia tidak menangkap tangkap dan menghukum pengusaha yang memakai formalin
sebagai pengawet bahan makanan yang dijual untuk umum? Apakah hal ini karena
penguasa negara Indonesia dipegang oleh para pengusaha?
http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=HEADLINE&id=35070
28 December 2005 - 11:32
Formalin rusak jaringan otak
JAKARTA - Mengapa pengawet formalin dilarang dicampur dalam makanan dan
seberapa jauh bahayanya bagi kesehatan? Farmakolog Prof Iwan Darmansyah
mengatakan secara garis besar jika formalin dikonsumsi dalam dosis besar
sel-sel tubuh manusia menjadi mati termasuk semua protein menjadi lumpuh.
Sementara, pakar biokimia Ernawati Sinaga mengatakan ancaman utama dari
formalin yaitu merusak ginjal dan jaringan hati manusia sekaligus ancaman
penyakit kanker.
Diwawacarai Harian Terbit di Jakarta, Rabu Erna mengatakan formalin merupakan
zat beracun yang sudah tetap (establish). Zat ini dapat mengawetkan jaringan
mahluk hidup secara tetap karena itu dipakai untuk mengawetkan mayat.
Kalau zat ini sering dikonsumsi manusia maka reaksi jaringan atau sel-sel dalam
tubuh manusia menjadi mati atau setidaknya reaksinya terhambat. Padahal,
jaringan tubuh manusia memerlukan perubahan.
Dalam kondisi demikian, katanya, organ penting yang pertama terganggu adalah
hati sebagai pusat pengendali metabolisme. Organ penting selanjutnya yang
terganggu yaitu ginjal yang berfungsi menetralisir racun dalam tubuh manusia.
Selain itu, formalin juga merusak jantung bahkan jaringan otak manusia.
Selanjutnya kalau pertumbuhan sel sudah terganggu bisa pula mengakibatkan
penyakit kanker.
Ketua Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMI) Thomas
Darmawan dihubungi terpisah mengatakan pemerintah bersama pengusaha harus
bekerjasama mencari alternatif pengganti formalin sebagai bahan pengawet
makanan. "Kalau tidak maka dikhawatirkan penggunaan formalin di lingkungan
pengusaha makanan tetap tinggi," katanya pada Harian Terbit.
Diakui, banyaknya perusahaan yang menggunakan formalin sebagai bahan pengawet
karena tidak tersedianya bahan alternatif sebagai pengganti. Kalau hal ini
dibiarkan terus maka bakal membahayakan kesehatan konsumen. "Sebab itu,
pemerintah dan pengusaha harus bekerjasama mencari bahan pengganti. Kalau hanya
melarang pengusaha tidak menggunakan formalin tanpa pemerintah menyediakan
bahan pengganti maka ini artinya sama saja dengan membunuh industri makanan."
Menurut Thomas, saat ini ada sekitar 950.000 perusahaan yang memproduksi
makanan di tanah air. Dari jumlah itu hanya sekitar 4.500 perusahaan makanan
sebagai industri besar. Jadi, kalau pemerintah tidak menyediakan bahan
pengganti maka banyak dari usaha kecil dan menengah bakal gulung tikar.
Tidak hanya itu, gulung tikarnya usaha kecil dan menengah karena produk mereka
tidak laku akibat konsumen takut menkonsumsi maka otomatis tingkat pengangguran
di tanah air semakin tinggi. "Karena itu, jalan keluar satu-satunya adalah
harus ada bahan pengawet pengganti formalin."
Ditanya apakah perlu penjualan formalin ini diperketat agar perusahaan makanan
tidak menggunakannya sebagai bahan pengawet, dengan tegas Thomas mengatakan,
itu merupakan salah satu langkah saja. "Yang penting selain harus disiapkan
bahan pengganti, juga perlu peningkatan peran badan pengawas yang ada pada
masing-masing departemen. Selama ini badan pengawas itu tidak berfungsi dengan
baik. Akibatnya banyak perusahaan makanan yang menggunakan formalin karena
tidak tersedianya bahan pengawet atternatif. (art/lam)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Formalin rusak jaringan otak