[ppi] [ppiindia] Fenomena Bangkitnya Islam Politik
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 31 Mar 2006 00:27:42 +0200
** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.indomedia.com/bpost/032006/31/opini/opini2.htm
Fenomena Bangkitnya Islam Politik
Oleh: A Fatih Syuhud
Kemenangan Hamas di pemilu parlemen Palestina baru-baru ini
menyusul tren Islam politik serupa tahun lalu dalam berbagai bentuknya, mencuri
perhatian dunia. Di Irak, partai Syiah berbasis agama mendapat perolehan suara
sangat signifikan, kendati terdapat usaha oleh AS untuk mendongkrak imej
kelompok rivalnya. Di Iran, Mahmoud Ahmedinejad, pemimpin generasi baru yang
menjanjikan kaum miskin masa depan yang lebih baik di bawah prinsip revolusi
Islam, terpilih sebagai presiden.
Di Libanon, Hizbullah --kelompok Islam Syiah garis keras yang memiliki hubungan
kuat dengan Iran-- menunjukkan perolehan suara cukup mengesankan saat pemilu
tahun lalu. Arab Saudi juga mengadakan eksperimen pertamanya dengan demokrasi,
ketika negara ini mengadakan pemilu untuk kaum lelaki dalam pemilihan walikota.
Hasilnya tidak mengherankan, banyak orang kalangan islamis menang besar. Pemilu
Mesir juga mengantar kalangan Ikhwanul Muslimin (IM) memenangkan 88 kursi dari
150 kursi yang mereka ikuti. Di Indonesia, partai dengan spirit IM semacam PKS
pelan tapi pasti juga menunjukkan kemajuan signifikan dalam pemilu paling
demokratis pertama pada 2004. Pada akhir 2005, partai ini juga memenangkan
pemilihan walikota Depok.
Dalam tatanan teori, fenomena ini menggoda kita untuk berasumsi bahwa suatu
kekuatan besar yang terkoordinasi sedang menyeruak dalam kehidupan demokrasi,
sebuah sistem politik yang berfondasi sekularisme.
Realitasnya, kondisi lokal pada setiap negara telah membentuk variasi besar
pengelompokan yang tidak monolitik dan aktivitasnya jelas tidak terkoordinasi.
Sebagian besar dari kelompok ini, tidak dikenal memiliki hubungan aktif apa pun
dengan kelompok teroris semacam Al Qaidah.
Di kawasan Palestina, partai Fatah yang didirikan almarhum Yasser Arafat dan
mengalami kekalahan besar dari Hamas, dipandang sangat korup dan elitis. Di
kalangan akar rumput, umum terdengar bahwa kalangan pimpinan Fatah telah
mengeksploitasi jutaan dolar bantuan Barat.
Banyak pemilih muda tidak dapat mengidentifikasi diri dengan kalangan generasi
tua Palestina yang hidup di pengasingan, yang baru tinggal di kawasan Palestina
dari Tunis menyusul perjanjian Oslo 1003. Fatah berusaha keras membujuk pemilih
dengan memproyeksi Marwan Barghouti, pemimpin lokal muda karismatik yang saat
ini berada di penjara Israel, dengan memasang posternya di sejumlah kota selama
kampanye.
Sebaliknya, Hamas berhasil membangun jaringan layanan masyarakat yang sangat
terorganisasi. Terbunuhnya pemimpin spiritualnya, Shaikh Yassin dan Abdelaziz
Rantisi, oleh Israel juga semakin mengikat hubungan emosional dengan kalangan
akar rumput. Penarikan unilateral Israel dari Gaza, semakin menguntungkan Hamas
yang mengklaim kampanye militannya berhasil memaksa Israel menarik diri dari
kawasan itu.
Tidak sebagaimana kebangkitan cepat dan dramatis yang dialami Hamas, IM mulai
menantang otoritas politik di Mesir dengan proses yang jauh lebih lambat.
Kekalahan Arab atas Israel di bawah pimpinan Mesir pada 1967 menjadi titik
balik historik. Hal ini memberikan IM peluang besar pertama untuk memperoleh
pengaruh politik signifikan. Sudah menjadi persepsi umum di Mesir waktu itu,
semangat religius Israel yang luar biasa menjadi penyebab atas kekalahan Arab.
Oleh karena itu, Islam menjadi jawaban yang tepat untuk melawannya.
Dengan tampilnya Anwar Sadat, pengganti Nasser, pemberangusan atas gerakan IM
sedikit terhenti. Represi mulai lagi ketika Husni Mubarak mengambil alih
kekuasaan. Tetapi dengan adanya fakta, pemerintahan Mubarak yang hanya
menguntungkan sebagian kecil kelompok elit, IM kembali berhasil melakukan
gerakan politik baru dengan memproyeksikan diri sebagai alernatif dari garis
politik sekular sosialisme Nasser, dan ekonomi pasar bebas pro-Amerika-nya
Mubarak.
Bangkitnya politik Islam yang didominasi Syiah di Irak, tampak mengambil jalur
berbeda. Syiah mengalami diskriminasi sejak berdirinya tampuk kekuasaan
Usmaniah pada 1638, mengingat komunitas minoritas Sunni mulai berkuasa sejak
saat itu. Banyak dari kalangan ini menderita deprivasi serius di bawah rezim
Partai Baath, tetapi komunitas Syiah berhasil membangun jaringan dukungan bawah
tanah selama masa-masa sulit itu. Syiah melakukan usaha serius untuk mengisi
kekosongan politik, menyusul longsornya kekuasaan kelompok Baath akibat dari
invasi Amerika ke Irak pada 2003. Pada pemilu Irak terakhir, Syiah memenangkan
hampir 80 persen kursi di Irak.
Di sisi lain, kaum Sunni bergabung dengan gerakan agama setelah penindasan
politik dan militer mulai dilakukan pasukan AS. Gerakan religius Sunni kembali
bangkit setelah pengeboman membabi buta AS atas Fallujah, dan sejumlah laporan
seputar penyiksaan atas napi yang kebanyakan Sunni di Abu Ghuraib memenuhi
berita utama internasional.
Tidak mengejutkan, apabila Front Irak memenangkan sejumlah kursi yang cukup
mengesankan di kawasan yang didominasi Sunni pada pemilu lalu.
Agak mirip dengan fenomena di Mesir, kalangan akar rumput di Indonesia, walau
dengan sedikit enggan dan ragu, pelan tapi pasti mulai melirik partai
berideologi agama yang terkenal dengan slogan sebagai partai bersih dan santun:
PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Partai berbasis kader ini relatif berhasil
memosisikan dirinya sebagai partai yang tampil beda: partai yang antikorupsi
dan egaliter. Aral satu-satunya yang menghambat laju perkembangan PKS saat ini
adalah ketakutan masyarakat yang umumnya sekular, atas pemberlakuan Syariat
Islam apabila partai ini berkuasa.
Sementara penyebab kebangkitan islamis cukup bervariasi. Di sini perlu
ditekankan, fenomena ini sebenarnya mewakili aspirasi ketertindasan dan
keputusasaan kalangan kelas bawah. Di tengah tiadanya alternatif partai
nasionalis sekular yang kredibel, bersih dan egalitarian saat ini, partai Islam
menjadi unsur yang cepat bangkit sebagai piranti ekspresi diri dan mobilisasi
massa di dunia Islam, baik di Timur Tengah maupun di Indonesia.
Sudah waktunya bagi partai nasionalis untuk tidak take for granted atas suara
pemilih.
* Mahasiswa Ilmu Politik Agra University, India
e-mail: syuhud@xxxxxxxxx
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ;
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ;
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com"><img
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif" height="67" width="200"
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>
Other related posts:
- » [ppi] [ppiindia] Fenomena Bangkitnya Islam Politik