[ppi] [ppiindia] Fenomena Bangkitnya Islam Politik

** Mailing List|Milis Nasional Indonesia PPI-India **
** Situs resmi: http://www.ppi-india.org **
** Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
<br><br><a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br><br>
http://www.indomedia.com/bpost/032006/31/opini/opini2.htm

Fenomena Bangkitnya Islam Politik

Oleh: A Fatih Syuhud

Kemenangan Hamas di pemilu parlemen Palestina baru-baru ini 
menyusul tren Islam politik serupa tahun lalu dalam berbagai bentuknya, mencuri 
perhatian dunia. Di Irak, partai Syiah berbasis agama mendapat perolehan suara 
sangat signifikan, kendati terdapat usaha oleh AS untuk mendongkrak imej 
kelompok rivalnya. Di Iran, Mahmoud Ahmedinejad, pemimpin generasi baru yang 
menjanjikan kaum miskin masa depan yang lebih baik di bawah prinsip revolusi 
Islam, terpilih sebagai presiden.

Di Libanon, Hizbullah --kelompok Islam Syiah garis keras yang memiliki hubungan 
kuat dengan Iran-- menunjukkan perolehan suara cukup mengesankan saat pemilu 
tahun lalu. Arab Saudi juga mengadakan eksperimen pertamanya dengan demokrasi, 
ketika negara ini mengadakan pemilu untuk kaum lelaki dalam pemilihan walikota. 
Hasilnya tidak mengherankan, banyak orang kalangan islamis menang besar. Pemilu 
Mesir juga mengantar kalangan Ikhwanul Muslimin (IM) memenangkan 88 kursi dari 
150 kursi yang mereka ikuti. Di Indonesia, partai dengan spirit IM semacam PKS 
pelan tapi pasti juga menunjukkan kemajuan signifikan dalam pemilu paling 
demokratis pertama pada 2004. Pada akhir 2005, partai ini juga memenangkan 
pemilihan walikota Depok.

Dalam tatanan teori, fenomena ini menggoda kita untuk berasumsi bahwa suatu 
kekuatan besar yang terkoordinasi sedang menyeruak dalam kehidupan demokrasi, 
sebuah sistem politik yang berfondasi sekularisme.

Realitasnya, kondisi lokal pada setiap negara telah membentuk variasi besar 
pengelompokan yang tidak monolitik dan aktivitasnya jelas tidak terkoordinasi. 
Sebagian besar dari kelompok ini, tidak dikenal memiliki hubungan aktif apa pun 
dengan kelompok teroris semacam Al Qaidah.

Di kawasan Palestina, partai Fatah yang didirikan almarhum Yasser Arafat dan 
mengalami kekalahan besar dari Hamas, dipandang sangat korup dan elitis. Di 
kalangan akar rumput, umum terdengar bahwa kalangan pimpinan Fatah telah 
mengeksploitasi jutaan dolar bantuan Barat.

Banyak pemilih muda tidak dapat mengidentifikasi diri dengan kalangan generasi 
tua Palestina yang hidup di pengasingan, yang baru tinggal di kawasan Palestina 
dari Tunis menyusul perjanjian Oslo 1003. Fatah berusaha keras membujuk pemilih 
dengan memproyeksi Marwan Barghouti, pemimpin lokal muda karismatik yang saat 
ini berada di penjara Israel, dengan memasang posternya di sejumlah kota selama 
kampanye.

Sebaliknya, Hamas berhasil membangun jaringan layanan masyarakat yang sangat 
terorganisasi. Terbunuhnya pemimpin spiritualnya, Shaikh Yassin dan Abdelaziz 
Rantisi, oleh Israel juga semakin mengikat hubungan emosional dengan kalangan 
akar rumput. Penarikan unilateral Israel dari Gaza, semakin menguntungkan Hamas 
yang mengklaim kampanye militannya berhasil memaksa Israel menarik diri dari 
kawasan itu.

Tidak sebagaimana kebangkitan cepat dan dramatis yang dialami Hamas, IM mulai 
menantang otoritas politik di Mesir dengan proses yang jauh lebih lambat. 
Kekalahan Arab atas Israel di bawah pimpinan Mesir pada 1967 menjadi titik 
balik historik. Hal ini memberikan IM peluang besar pertama untuk memperoleh 
pengaruh politik signifikan. Sudah menjadi persepsi umum di Mesir waktu itu, 
semangat religius Israel yang luar biasa menjadi penyebab atas kekalahan Arab. 
Oleh karena itu, Islam menjadi jawaban yang tepat untuk melawannya.

Dengan tampilnya Anwar Sadat, pengganti Nasser, pemberangusan atas gerakan IM 
sedikit terhenti. Represi mulai lagi ketika Husni Mubarak mengambil alih 
kekuasaan. Tetapi dengan adanya fakta, pemerintahan Mubarak yang hanya 
menguntungkan sebagian kecil kelompok elit, IM kembali berhasil melakukan 
gerakan politik baru dengan memproyeksikan diri sebagai alernatif dari garis 
politik sekular sosialisme Nasser, dan ekonomi pasar bebas pro-Amerika-nya 
Mubarak.

Bangkitnya politik Islam yang didominasi Syiah di Irak, tampak mengambil jalur 
berbeda. Syiah mengalami diskriminasi sejak berdirinya tampuk kekuasaan 
Usmaniah pada 1638, mengingat komunitas minoritas Sunni mulai berkuasa sejak 
saat itu. Banyak dari kalangan ini menderita deprivasi serius di bawah rezim 
Partai Baath, tetapi komunitas Syiah berhasil membangun jaringan dukungan bawah 
tanah selama masa-masa sulit itu. Syiah melakukan usaha serius untuk mengisi 
kekosongan politik, menyusul longsornya kekuasaan kelompok Baath akibat dari 
invasi Amerika ke Irak pada 2003. Pada pemilu Irak terakhir, Syiah memenangkan 
hampir 80 persen kursi di Irak.

Di sisi lain, kaum Sunni bergabung dengan gerakan agama setelah penindasan 
politik dan militer mulai dilakukan pasukan AS. Gerakan religius Sunni kembali 
bangkit setelah pengeboman membabi buta AS atas Fallujah, dan sejumlah laporan 
seputar penyiksaan atas napi yang kebanyakan Sunni di Abu Ghuraib memenuhi 
berita utama internasional.

Tidak mengejutkan, apabila Front Irak memenangkan sejumlah kursi yang cukup 
mengesankan di kawasan yang didominasi Sunni pada pemilu lalu.

Agak mirip dengan fenomena di Mesir, kalangan akar rumput di Indonesia, walau 
dengan sedikit enggan dan ragu, pelan tapi pasti mulai melirik partai 
berideologi agama yang terkenal dengan slogan sebagai partai bersih dan santun: 
PKS (Partai Keadilan Sejahtera). Partai berbasis kader ini relatif berhasil 
memosisikan dirinya sebagai partai yang tampil beda: partai yang antikorupsi 
dan egaliter. Aral satu-satunya yang menghambat laju perkembangan PKS saat ini 
adalah ketakutan masyarakat yang umumnya sekular, atas pemberlakuan Syariat 
Islam apabila partai ini berkuasa.

Sementara penyebab kebangkitan islamis cukup bervariasi. Di sini perlu 
ditekankan, fenomena ini sebenarnya mewakili aspirasi ketertindasan dan 
keputusasaan kalangan kelas bawah. Di tengah tiadanya alternatif partai 
nasionalis sekular yang kredibel, bersih dan egalitarian saat ini, partai Islam 
menjadi unsur yang cepat bangkit sebagai piranti ekspresi diri dan mobilisasi 
massa di dunia Islam, baik di Timur Tengah maupun di Indonesia.

Sudah waktunya bagi partai nasionalis untuk tidak take for granted atas suara 
pemilih.

* Mahasiswa Ilmu Politik Agra University, India
e-mail: syuhud@xxxxxxxxx




[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



--------------------------------------------------------------------------
Situs resmi: http://www.ppi-india.org ; 
Situs milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ; 
Informasi Beasiswa Scholarship: http://informasi-beasiswa.blogspot.com
--------------------------------------------------------------------------
<br>
<a href="http://informasi-beasiswa.blogspot.com";><img 
src="http://feeds.feedburner.com/Info_Beasiswa.gif"; height="67" width="200" 
style="border:0" alt="Info Beasiswa Scholarship "/></a><br>

Other related posts: